Keajaiban ternyata sudah datang pada Duma Riris Silalahi (23 tahun) ketika dia masih dalam rahim ibunya. Jauh sebelum memenangkan Wajah Femina 2006 lalu, putri Balige itu pernah nyaris tewas saat berusia 9 bulan dalam kandungan.
Jarar Siahaan; Balige; Blog Berita
Waktu itu di Parapat, kedua orangtuanya mengalami kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi berguling-guling. “Istri saya sedang hamil tua. Mertua saya nangis-nangis, dikira putrinya dan cucu dalam kandungan sudah meninggal. Ternyata Tuhan maha baik, Duma dan ibunya sehat-sehat saja,” Nobel Silalahi, ayah kandung Duma, bercerita khusus untuk Global di atas kapal di Danau Toba, Balige, Tobasa.
Ajaibnya lagi, Duma baru lahir pada bulan ke-11. Duma adalah anak ke-3 dari 6 bersaudara. Ayahnya PNS di Dinas Kehutanan Tobasa dan ibunya, Mince Manurung, pernah buka usaha salon kecantikan. Rumah mereka di kompleks lapangan bola Sisingamangaraja Balige. Ia tamat dari SMA Negeri 2 Balige pada 2001, lalu kuliah Diploma-3 di USU dan bekerja di Bank Danamon Medan. Masa SD dan SMP-nya di Parapat.
Ia mengikuti lomba Wajah Femina atas saran teman sekerjanya. Ketika lolos 20 besar dan diundang ke Jakarta, ia sangat kaget.
Karena …, “Itu baru pertama kali saya naik pesawat dan juga pertama kali ke Jakarta,” ucap Duma polos.
Juga ajaib baginya ketika terpilih sebagai yang tercantik dari 1.228 orang saingannya dari seluruh Indonesia. Hadiah senilai lebih Rp 100 juta pun diraihnya. “Hadiah itu biarlah untuk dia semua, agar dia terfokus memikirkan karir di dunia model dan perbankan,” kata sang ayah.
Memang pantas dia jawara. Tubuhnya tinggi semampai dengan wajah nan cantik. “Mirip Nadine ya,” ucap seorang pemuda, memaksudkan Putri Indonesia 2005, saat Duma tiba di dermaga kapal.
Hidungnya mancung, tidak seperti umumnya orang Batak. Kakinya jenjang. Rambutnya berombak. Bibirnya tipis berisi. Giginya rapat dan rapi.
Dua jam di atas kapal, bersama rombongan Bupati Monang Sitorus, Duma diberi ibunya martabak kacang. “Mohop …, mohop …,” kata Duma sembari menghembus-hembus martabak di tangannya. Para wartawan dan warga bergantian berfoto di sampingnya. Pagi sebelumnya ia diundang ke kantor bupati. Sorenya ia menghadiri acara yang digelar warga di gedung serbaguna HKBP Balige dan diberi ulos.
“Pemuda Toba Samosir harus optimis. Kita bisa kok bersaing dengan orang Jakarta,” kata Duma Riris Silalahi, yang cuti sementara dari bank karena kontrak kerja dengan majalah Femina. [www.blogberita.net]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















