Ketua DPRD Tobasa diancam pemborong

“Jangan coba-coba marahi Sekda, nanti kuhabisi kau!”

Jarar Siahaan; Balige; Blog Berita

Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus dan Wakil Ketua Baktiar Tampubolon diancam akan dihabisi oleh seorang pria berlagak preman, JT, di kamar kerja Ketua DPRD di Balige, Kamis [5/4] kemarin. JT yang dikenal sebagai pemborong dan ketua salah satu OKP itu mengancam Tumpal dan mengajak duel Baktiar.

“Jangan kau coba-coba memarahi Sekda, nanti kuhabisi kau! Saya tidak takut mati dan tidak takut masuk penjara. Saya punya massa,” ancam JT kepada Ketua DPRD, seperti keterangan Tumpal ke penyidik Polres Tobasa di Porsea, yang disampaikan ulang kepada BatakNews Jumat siang ini. Baktiar juga mengadukan pengancaman atas dirinya oleh JT.

Wartawan dan pendiri BatakNews — aku sendiri, Jarar Siahaan — beserta seorang wartawan koran harian Elon Pakpahan, pada pengaduan ke polisi itu disebut sebagai saksi pengancaman oleh JT. Selain keduanya, beberapa staf sekretariat DPRD juga ikut menyaksikan.

Saat itu memang BatakNews sedang berada di kamar kerja Ketua DPRD untuk sebuah wawancara. Tapi wawancara belum sempat berlangsung karena dia harus meneken setumpuk berkas. Wakil Ketua DPRD Baktiar Tampubolon juga berada di ruang kerja Ketua Dewan; dia lebih lama berada di sudut ruangan, di depan cermin, untuk mencoba jaket napak tilas perjalanan Nommensen yang baru diterimanya dari staf sekretariat. Saat itulah tiba-tiba JT masuk ditemani seorang rekannya BN.

JT meminta BatakNews meninggalkan ruangan. “Sebentar dulu ya Lae, ada mau perlu sama Ketua,” ucap JT, dan BatakNews pun keluar lalu duduk di ruang tunggu. Hanya berselang detik, terdengarlah suara ribut dari dalam ruang kerja Ketua Dewan. Ketika suara itu makin membesar dan sepertinya terjadi pertengkaran, BatakNews spontan membuka pintu dan masuk, diikuti wartawan Elon Pakpahan. Beberapa staf lain berdiri dekat pintu sambil menonton. Elon mendekat untuk melerai JT dan Baktiar yang tengah berhadap-hadapan.

JT tampak beberapa kali mengancam menghabisi Wakil Ketua Baktiar Tampubolon. “Ayo kalau berani, kita keluar, biar kuhabisi kau. Saya tak takut,” katanya, sementara Tumpal dan BN duduk terdiam saja di kursi mereka. “Kaukumpulkan kontraktor dari Medan untuk bikin kacau proyek di Tobasa ini,” lanjut JT. Baktiar menjawab, “Saya tidak pernah mengurusi proyek.” Setelah beberapa menit terjadi pengancaman seperti itu, seseorang datang lalu mengajak JT dan BN keluar.

Belum diketahui pasti apa latar belakang JT datang ke kamar kerja Ketua Dewan sambil menyebut-nyebut Sekda Tobasa. Saat berita ini ditulis, Jarar Siahaan dari BatakNews sedang bersiap menuju Polres Tobasa karena diminta memberikan keterangan sebagai saksi.

Sementara atasan Tumpal di parpol, Ketua DPC PDIP Tobasa Jojor Tambunan, secara terpisah kepada pers mengecam peristiwa yang disebutnya sebagai premanisme itu. “Tempuh jalur hukum, premanisme harus dibasmi,” kata Jojor.

Kenapa aksi premanisme masih tetap berlangsung, bahkan ditujukan kepada seorang ketua parlemen? Apakah ini karena preman belum juga takut melihat polisi? [www.blogberita.com]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.