Kabarnya Udin mabuk ke rumah walikota

Barusan BatakNews menerima tulisan dari seorang bernama Refina Pardede. Ia dengan cukup netral mengkritik kasus wartawan Udin. Sayang, Refina tidak [belum] mengatakan dengan tegas apakah ia tinggal di Siantar dan apakah juga berprofesi sebagai wartawan. Berikut komentar Refina.

Tolong pemberitaan dari saudara Andi Siahaan, seorang kontributor Trans TV Pematang Siantar, agar lebih berimbang dan lugas. Semua kalangan di kota ini tahu siapa sebenarnya Samsuddin Harahap itu. Terlepas dari hubungan subyektif antara Andi Siahaan dengan seorang tersangka Samsuddin Harahap, bahwa berita itu belumlah menunjukkan prinsip obyektifitas dan akuntabilitas seorang insan pers.

Pertanyaannya adalah: kenapa Samsuddin Harahap mau mengadakan konfirmasi di rumah dinas Walikota tengah malam? Dan kenapa beliau mencoba “memaksa masuk” ke dalam rumah dinas Walikota? Bukankah pada malam kejadian Samsuddin Harahap sedang dalam kondisi mabuk? Jika demikian kenapa dalam kondisi mabuk itu ia mencoba untuk mengonfirmasi berita? Apa maksud dari ulah wartawan seperti demikian?

Memang saya sangat menyesalkan bahwa ini juga merupakan ciri perilaku buruk kekuasaan di kota Pematang Siantar. Namun apakah hal itu menjadi alat bagi beberapa orang oknum wartawan untuk “menangguk keuntungan” di air keruh? Saya mohon agar saya sebagai masyarakat mendapatkan kebenaran informasi seputar Samsuddin Harahap itu secara lebih obyektif. Terima kasih, salam pers! [blogberita.net]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.