Jarar Siahaan; Blog Berita — Seorang PNS Pemkab Tobasa menggundul kepalanya setelah Bupati Monang Sitorus ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. “Tenang kali rasanya tidur,” ujarnya dalam wawancara dengan BatakNews siang ini di sebuah tempat yang dia tentukan sendiri.
Ia seorang PNS dengan golongan III dan berusia 30-an tahun. Ia mengaku pernah bernazar tahun lalu bahwa kalau Bupati Tobasa sudah jadi tersangka dalam kasus korupsi maka dia akan memangkas rambutnya hingga gundul. Dan janji itu ditepatinya belum lama ini. “Setelah kubaca di koran Bupati jadi tersangka, kuingatlah nazarku itu,” katanya.
Sesi pengambilan fotonya pun cukup berbelit. Beberapa kali dia protes karena menduga wajahnya akan terlihat pada gambar kamera. Kemudian kupastikan padanya bahwa fotonya itu akan kusamarkan.
“Dan Lae janji ya tidak akan kasih tahu siapa aku,” pintanya. Kuiyakan, dan bahwa itu adalah bagian dari etika jurnalisme untuk menyembunyikan identitas narasumber yang tidak bersedia disebut namanya.
Kutanya kenapa dia terkesan “membenci” Bupati, dia menjawab bahwa Monang Sitorus sering mempermalukan para PNS dalam apel pagi — seperti juga pernah ditulis di koran dan di blog BatakNews. Misalnya, Bupati pernah memanggil dan “memarahi” seorang PNS hanya karena bersin di barisan saat Monang memimpin apel pagi. Seorang pegawai perempuan pernah ditarik dan dipermalukan Bupati karena terlihat berboncengan dengan pegawai pria.
“Selain itu, aku tak suka kebijakan Pak Bupati yang mewajibkan PNS mengikuti kebaktian di aula kantor bupati setiap Jumat pagi. Dia selalu berpidato anti-korupsi, padahal kenyataannya dia korupsi,” kata PNS berkepala Pak Ogah itu. [www.blogberita.com]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















