Gus Dur mendongeng…
Politisi “lawak-lawak” Gus Dur yang juga bekas presiden itu berkisah. Syahdan, hiduplah seorang presiden diktator — sebut saja bernama E.S — dengan tiga anaknya. Merasa ayah mereka orang terkuat, ketiga anak sang presiden pun suka bertindak aneh-aneh dan pamer harta.
Pada suatu Minggu ketiganya berlibur dengan mengelilingi Indonesia dari udara. Mereka mengajak sang ayah, Presiden E.S, terbang dengan sebuah pesawat pribadi. Dari dalam pesawat inilah mereka menunjukkan keangkuhan diri.
Anak pertama Presiden ingin mencari popularitas, maka ia membuang jutaan uang kertas dari pesawat. Adiknya tak ingin kalah, maka dia ikut menghamburkan uang dengan jumlah tiga kali lebih banyak. Para kru pesawat geleng-geleng kepala, tapi tak berani berkomentar sepatah kata pun.
Sementara itu anak ketiga Presiden E.S, seorang perempuan cantik bernama Mbak Perkutut, tidak ingin kalah dari kedua saudaranya. Namun dia merasa harus melakukan sesuatu yang lebih menghebohkan; jadi bukan cuma sebatas membuang duit. Dia ingin melakukan sesuatu yang menggemparkan tapi sekaligus bisa menyenangkan hati rakyat. Oh ya, maklum, karena dia juga seorang Menteri Sosial.
Mbak Perkutut berpikir sejenak, lalu bertanya pada pilot pesawat. “Mas, menurut Mas, apa yang harus kulakukan agar rakyat bisa senang, tapi harus heboh gitu lho?”
Karena sudah merasa kesal dan geram sedari tadi, si pilot menjawab: “Mudah sekali bikin hati rakyat senang. Buang saja ayahmu dari atas pesawat ini.” [www.blogberita.com]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















