Dua orang perempuan Batak ditodong dalam taksi oleh penjahat Batak.
Peristiwa yang unik ini dikisahkan Farida Simanjuntak, gadis asal Balige yang kini bekerja di Malaysia.
PARIBAN SAYA PERNAH cerita tentang penjahat Batak dan wanita Batak. Dua wanita sedang naik taxi dari Pasar Senen mau ke Bendungan Hilir. Tak berapa lama taxi distop dan masuklah 2 pria yang ternyata teman si sopir taxi.
Mereka menodongkan pisau dan menyuruh 2 wanita tadi memberikan harta bendanya. Kemudian para penjahat bicara dalam bahasa Batak.
Si wanita Batak yang sedang ditodong langsung bilang, ”Bah, na halak hita do ito? Unang pola bahen halak ito songon on, sarupa halak Batak do hita. Marga aha do ito? (Kau orang Batak juga rupanya. Janganlah berbuat begini, kita sama-sama orang Batak. Kau marga apa?)”
Si penjahat kelihatan terkejut dan mulai bicara lembut. ”Ito, las do nian rohangku sarupa halak Batak hita, alai nungnga sering hian au gagal mancopet alana gabe martarombo. Jadi saonari ala halak Batak do ito, ba ias ma roham mangalehon artami. Dang parduli be au halak Batak manang daong.”
Arti ucapan si penodong adalah: “Mbak, saya memang senang karena kita sama-sama orang Batak, tapi saya sudah sering gagal mencopet karena berkenalan silsilah marga. Karena Mbak juga orang Batak, maka berikanlah harta bendamu dengan ikhlas. Sekarang saya tak pandang orang Batak atau bukan.” [www.blogberita.com]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















