Polisi diminta tangkap Bupati dan Sekda Tobasa

Setelah seorang PNS menggundul kepalanya, kini giliran “hadiah” peti jenazah untuk Bupati.

Jarar Siahaan; Balige; Blog Berita

Ratusan warga berdemonstrasi ke kantor Bupati dan DPRD Tobasa serta Kejari Balige, Selasa. Mereka kecewa pada pihak Polda Sumut yang sudah satu tahun menangani kasus dugaan korupsi Bupati Tobasa Monang Sitorus, dan tiga bulan lalu telah menetapkan Bupati jadi tersangka, tapi hingga kini Bupati belum juga ditangkap.

Pengunjuk rasa yang umumnya warga Balige dan Porsea itu lewat orasi dan spanduk menyerukan agar polisi segera menangkap Bupati Monang dan Sekda Liberty. Kedua pejabat ini dinilai paling bertanggung jawab pada kasus keluarnya dana Rp 3 miliar dari kas Pemkab Tobasa untuk keperluan yang melanggar hukum, yaitu sebagai “pelicin” mengurus dana alokasi umum [DAU] ke pemerintah pusat. “Tangkap Bupati, tangkap Sekda!” teriak mereka.

Menurut LSM Faka yang melaporkan kasus ini setahun silam ke Polda, Bupati seharusnya tidak bisa mengambil uang dari kas Setdakab tanpa tanda-tangan Sekda. Tapi entah kenapa, Sekda dan pejabat berkompeten di Sekretariat Daerah membiarkan uang Rp 3 miliar itu mengalir ke tangan Bupati.

Dalam aksi demo itu warga membawa satu peti mati untuk “dihadiahkan” kepada Bupati. Karena Monang tidak berada di kantor, peti tersebut diletakkan di pintu masuk gedung kantor bupati, lalu massa “mendoakannya”. Sekda Liberty Pasaribu sempat hendak berbicara menanggapi aspirasi massa tapi ditolak, akhirnya Sekda pun diam. “Kaciaaan deh lo …,” ujar seorang peserta demo yang terdengar Batak News.

Sementara di depan gedung DPRD Tobasa, aspirasi massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Tumpal Sitorus dan beberapa anggota Dewan. “DPRD akan mempertanyakan Polda sudah sejauh mana kasus ini ditangani dan mengapa Bupati yang sudah jadi tersangka belum juga ditangkap,” kata Tumpal.

Selanjutnya massa bergerak ke kantor Kejari Balige dan menyampaikan orasi yang sama. Kepala Kejari Tumpak Simanjuntak kepada massa mengatakan, pihak Kejari tidak bisa mengomentari kasus Rp 3 miliar ini karena bukan mereka yang mengusut, melainkan Polda. Tapi bila berkas kasusnya sudah dilimpahkan kepada kejaksaan, dia berjanji akan menuntaskan secepatnya sesuai prosedur hukum. “Nanti kasus ini akan disidangkan di Balige, karena tempat kejadian dan para pelakunya di sini,” katanya.

“Saya berjanji, percayalah, saya akan tegas memberantas KKN. Sebab itulah saya senang ditugaskan ke kampung halaman saya ini,” kata Tumpak yang sebelumnya adalah penyidik KPK di Jakarta.

Dalam wawancara dengan Batak News dan sejumlah wartawan, Tumpak menjelaskan panjang lebar bahwa dia tidak akan bisa disuap oleh koruptor. “Tidak ada istilah lapan-anam [suap] sama saya. Selama tiga setengah tahun di KPK, otak saya ini ibaratnya sudah terbiasa bekerja hanya untuk memberantas korupsi. Kami di KPK itu memakai kaca-mata kuda, tidak perlu lihat kiri-kanan, lurus saja. Jadi siapa pun orangnya [yang korupsi], libas terus!” katanya.

Sebagai langkah awal, kata Tumpak Simanjuntak, sejak dilantik sebagai Kajari Balige sebulan lalu, dia langsung memerintahkan anak buahnya mengembalikan sebuah mobil Kijang, BB 35 E, kepada Pemkab Tobasa. Selama ini kejaksaan di Balige memang menerima bantuan dari Pemkab berupa satu unit mobil pinjaman untuk operasional Kepala Kejaksaan. Mobil ini dipakai oleh Kajari-kajari sebelumnya. Tapi Tumpak tidak bersedia, dan memilih memakai mobil kejaksaan sendiri.

“Bagaimana mungkin saya bisa bekerja objektif mengusut kasus-kasus di Pemkab nantinya apabila saya memakai mobil pemberian mereka. Pasti akan ada rasa sungkan,” kata pria berkumis tebal ini. Tumpak pun rela cuma memakai mobil tahanan kejaksaan yang jendela-jendelanya berterali besi itu.

Kembali ke … laptop; salah, maksudnya kembali ke judul. Polda diminta tangkap Bupati dan Sekda? Maksud lo? Gak mungkin ….

Hidup korupsi! Makmur koruptor! Panjang umur polisi! Sehat-sehat pak jaksa! Makin buncit pak hakim! [www.blogberita.com]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.