PNS hilang setelah mendemo Bupati Tobasa

Posted by Jarar Siahaan on Sep 3rd, 2007 and filed under Berita Toba Samosir. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Dalam demo terakhir bersama lima ratusan warga, di hadapan anggota DPRD dia mengungkap sejumlah kasus dugaan korupsi Bupati dan Sekda Tobasa — selain kasus Rp3 miliar yang melibatkan Bupati Monang Sitorus sebagai tersangka.

Kristian ManurungSelama Agustus lalu sedikitnya dia sudah lima kali mendemo atasannya sendiri, Bupati Tobasa. Dialah Kristian Manurung, seorang PNS di Pemkab Tobasa, Sumut, yang dilaporkan hilang dan tak kembali ke rumahnya sejak Kamis [30/8] malam seusai mendemo Bupati Monang Sitorus.

Kristian [lihat foto] terakhir kali terlihat pada Kamis malam itu. Setelah seharian, sejak pagi hingga malam, Kristian bersama ratusan warga dan sejumlah PNS berdemo di depan kantor bupati dan DPRD di Balige, dia masih sempat pulang sebentar ke rumahnya.

“Tapi cuma ganti baju, lalu keluar lagi. Katanya dia masih harus bertemu dengan rekan-rekannya PNS yang berunjuk rasa,” demikian pengakuan istrinya, Lilis Siahaan, seperti dituturkan ulang oleh Tony Siahaan, seorang warga yang ikut mencari Kristian sejak dikabarkan hilang. “Ito itu [maksudnya Lilis — red] masih bingung, dia sangat cemas,” kata Tony ketika dihubungi Blog Berita via ponsel malam tadi.

Karena tak ada kabar sama sekali hingga Sabtu [1/9], Lilis Siahaan pun melaporkan kasus ini ke Polres Tobasa di Porsea. Dan hingga berita ini ditulis, Senin [3/9] malam, Kristian Manurung belum kembali ke rumahnya dan juga tidak ada informasi tentang keberadaannya.

Menurut Tony Siahaan mengutip Lilis, Kamis malam itu Kristian meminta putranya, yang sudah duduk di bangku SMP, mengantarkannya dengan sepedamotor ke kota. Persis di depan toko penjual pulsa HP, di sebelah gereja Katolik Paroki Balige — 100 meter dari markas Polsek Balige — dia minta turun lalu menyuruh anaknya itu pulang ke rumah membawa sepedamotor. Sejak itulah Kristian dinyatakan hilang.

Ada kabar melalui SMS yang masuk ke ponsel Pamahar Pardosi, seorang wartawan di Balige, bahwa seorang perempuan mengaku melihat Kristian “dijemput” seorang lelaki dari depan toko pulsa HP malam itu. “Tapi pengirim SMS itu tidak saya kenal. Ketika saya telepon, dia tak mau angkat. SMS pun tak dibalas,” kata Pamahar kepada Blog Berita.

Menurut SMS tersebut, pada Kamis, saat Kristian dan ratusan warga pengunjuk rasa melintas di depan gereja Katolik, seorang lelaki berdiri di tepi jalan sambil memegang HP dan mengarahkannya pada massa. “Seperti ambil foto,” tulis si perempuan yang mengaku bermarga inisial “M” ini. Dan malam harinya, M kembali ke kawasan itu karena ada urusan di sebuah toko. Di sanalah dia mengaku melihat dua mobil, Kijang Kapsul dan X-Trail, sedang parkir tak jauh dari toko pulsa HP tempat Kristian hendak membeli pulsa. Seorang lelaki dalam Kijang bertelepon memakai HP, sementara seorang lelaki lain keluar dari Kijang dan berjalan kaki menghampiri Kristian di toko pulsa. Kemudian Kristian berjalan bersama lelaki itu memasuki mobil.

“Kata suamiku, si *** ini [disebut marganya, memaksudkan si lelaki bermobil — red] tinggal di Medan sebagai preman. Kami prihatin atas musibah yang menimpa ito Kristian. Semoga Tuhan melindungi ito Kristian,” begitu akhir SMS yang dikirim dari nomor 085297046***.

Sejumlah pihak bereaksi begitu kabar hilangnya Kristian terungkap ke publik. Bupati Monang Sitorus melalui Kabag Humas Albert Sidabutar menyampaikan pers rilis yang intinya meminta Polres segera mengusut kasus ini. “Dan jika benar, supaya pihak kepolisian menangkap pelaku penculikan,” kata Bupati. Menurutnya, pernyataan sikap Pemkab Tobasa ini sangat penting agar kasus ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan Bupati.

Kelompok marga Siahaan — istri Kristian adalah seorang Siahaan — juga bersuara. “Di mana pun lae kami Kristian berada, kalau memang sengaja menghindar karena mungkin ada ancaman, tolonglah segera kembali. Tak usah takut. Atau hubungi kami supaya kami yang menjemput di suatu tempat,” kata Tony Siahaan dari Forum Komunikasi Pemuda Pomparan Ompu Tuan Ojjur Siahaan kepada Blog Berita Dot Com.

Rekannya, Sakkan, menambahkan, pihak marga Siahaan tidak mencurigai kelompok mana pun menculik Kristian. “Tapi seandainya benar diculik, maka kami minta penculiknya segera membebaskan saudara kami, Kristian. Jangan coba sesekali menyakiti dia,” kata Sakkan.

Karena Kristian Manurung adalah anak seorang pensiunan tentara, dan dia tercatat sebagai anggota FKPPI, maka pengurus FKPPI Tobasa berencana menemui Kapolres pada Selasa besok. Mereka hendak mendesak polisi agar serius mencari Kristian. — Ditulis Jarar Siahaan; www.blogberita.com

tafbutton blue16 PNS hilang setelah mendemo Bupati Tobasa

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video

Your website for wholesale roses Check us out, today.
Do you need flowers? Check wholesale flowers USA nationwide delivery.
Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.