Lihat demo 5 handphone Nokia terbaru. Baterai 12 jam Netbook Terbaru. Lihat video UFO asli.

Gadis itu minta rambutnya dibotak

Posted by Jarar Siahaan on Sep 7th, 2007 and filed under Inspirasi, cinta. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Artikel berisi cerita ringan ini berasal dari India, lalu diteruskan Anneke Priskila ke Blog Berita. Anneke bekerja dan tinggal di Medan. Dia seorang kawan yang baik, berdarah Tionghoa, pengikut Yesus Kristus yang lembut hati, dan belum menikah.

ISTERIKU BERKATA KEPADA aku yang sedang baca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu, yang tampak ketakutan. Air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt, yaitu nasi khas India; curd rice. Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun.

Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”. Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “Boleh ayah. Akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan. Tapi saya akan minta….”

Dia agak ragu-ragu sejenak. “Akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”

Aku menjawab, “Oh, pasti, sayang.”

Sindu tanya sekali lagi, “Betul nih, ayah?”

“Yah, pasti,” jawabku sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah-mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “Janji”. Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.” Sindu menjawab, “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok.”

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku, dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu minta agar kepalanya dipangkas hingga botak licin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, “Permintaan gila! Anak perempuan dibotakin. Tidak mungkin!”

Ibuku juga menggerutu. “Jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program-program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.”

Aku coba membujuk: “Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain? Kami semua akan sedih melihatmu botak.”

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. “Tidak ada, yah. Tak ada keinginan lain,” kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu, “Tolonglah, kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.”

Sindu dengan menangis berkata, “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu, dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi, seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan harta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Lalu aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “Janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “Apakah kau sudah gila?”

“Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah. Sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu, tunggu saya.” Yang mengejutkanku, ternyata kepala anak laki-laki itu botak juga. Aku sempat berpikir, mungkin botak model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata padaku, “Anak anda, Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia.”

Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu. “Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak. Dia tidak mau pergi ke sekolah, takut diejek oleh teman-teman sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Dan saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Mendengar cerita itu, aku berdiri terpaku, dan aku menangis. “Malaikat kecilku, tolong ajarkan aku tentang kasih.” [www.blogberita.com]

tafbutton blue16 Gadis itu minta rambutnya dibotak

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.