Kesal pada Pemkab Tobasa

Dari Malaysia, Farida Simanjuntak menulis sepucuk surat berisi kritik-kritiknya terhadap Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan DPRD setempat, setelah dia mengikuti pemberitaan berbagai kasus yang terjadi di Balige dari Blog Berita. Perempuan asal Balige ini meneruskan suratnya ke Blog Berita.

HORAS. TERIMA KASIH karena pemerintah Tobasa telah melakukan banyak pembangunan di Toba Samosir. Termasuk pembangunan emosional masyarakat.

Dari negara perantauan ini, saya hanya bisa mengikuti perkembangan Toba Samosir terutama Balige, tanah kelahiran saya, dari internet. Tapi hancur hati saya melihat betapa mudahnya masyarakat Balige di adu domba. Penjajah Belanda dulu juga mengadu domba rakyat Indonesia tapi bisa diusir dan meraih kemerdekaan. Tapi sekarang justru diadu domba sesama bangsa Indonesia dan halak hita.

Bagaimana perasaan bapak-bapak pejabat melihat hampir tiap hari (belakangan ini) unjuk rasa terjadi ? Di mana Balige yang dulu damai ? Maaf kalau saya berpikir, sejak kedatangan anda-anda yang katanya orang intelek dan wakil rakyat, malah keadaan masyarakat makin kacau.

Entah untuk kepentingan siapa semua ini? Kalian saja yang tahu. Rakyat saling bermusuhan untuk memihak salah satu pihak tapi kalian justru menari-nari di atas pengorbanan rakyat yang mungkin bagi kalian teramat bodoh karena tidak berpendidikan tinggi.

Kalian adalah aktor politik, pastinya sudah menguasai naskah politik dengan baik. Masyarakat hanya pemeran figuran yang tak tahu apa-apa. Mungkin ada baiknya kami para perantau tidak mengirimkan dana untuk pembangunan Toba Samosir, tapi sarung tinju untuk para pejabat menunjukkan taringnya di kanvas poltik.

Bukankah itu yang kalian butuhkan sekarang ? Bukankah kalian sangat suka gontok-gontokkan ? Jangan katakan kalian wakil rakyat yang mewakili suara rakyat dan membangun Toba Samosir. Kalau betul, mulai dari hal kecil. Basmi sarang pelacuran di Balige, basmi bos-bos narkoba, dan tindak aparat yang tidak becus!

Aparat Pemda, Polisi maupun Angkatan Darat masih banyak yang bermoral rendah. Masih bisa “dibeli dengan uang.” Terserah mau marah! Karena sebenarnya kalian pun tahu tapi tutup mata karena lebih terfokus pada dana pembangunan yang nilainya bisa membuat sejahtera keluarga dan rekan-rekan yang bisa ditutup mulutnya. Masyarakat hanyalah boneka bagi kalian.

Masyarakat saling curiga, bermusuhan dan menyerang tapi kalian hanya jadi penonton. Saat semua ini berakhir saya yakin, masyarakat hanya akan jadi korban dan kalian tak akan peduli sedikit pun karena tujuan kalian telah terpenuhi.

Sebenarnya ini hanya masalah pribadi yang dikaitkan dengan politik. Sebenarnya kalian juga tak tahu siapa kawan dan lawan karena semua bisa jadi kawan atau lawan sesuai dengan kepentingan. Secara teori politik adalah cara yang digunakan untuk meraih sesuatu tujuan. Dan anda semua sudah membuktikannya.

Kembalikan Balige yang damai dan kental dengan adat seperti dulu. Selesaikan masalah anda pribadi tanpa harus melibatkan pemerintahan dan masyarakat karena mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya terlalu solider terhadap pemimpin dan wakil rakyat yang ternyata belum bisa mewujudkan citranya dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Lebih baik anda semua coba membantu masyarakat miskin di Balige supaya besar upahmu di sorga. Coba cek di belakang rumah Usaha Gabe Musik ada keluarga yang miskin dan bapak mereka sudah lama sakit-sakitan, tidak ada biaya, biasa dipanggil pak Pardede. Lebih baik bapak sekalian memberi perhatian kepada orang-orang seperti mereka.

Dan sekalian usir semua PSK di losmen itu, juga di seluruh Balige. Cukup sudah mereka mengotori Balige, membuat keonaran dan menghancurkan rumah tangga orang lain. [www.blogberita.com]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.