Kelima anggota DPRD Toba Samosir sudah bebas

Lima anggota DPRD Kabupaten Toba Samosir, Sumut, yang sempat ditahan polisi karena tertangkap bermain kartu di Jakarta sudah bebas. Mereka tiba di Balige dan Senin kemarin langsung masuk kantor.

Kelima anggota legislatif ini adalah Boike Pasaribu, Jonggara Manurung, Mangapul Siahaan, Maruahal Napitupulu, dan Saut Parulian Gurning. Kondisi fisik mereka terlihat baik dan sehat. Sebelum ngantor, mereka ke rumah dinas Ketua DPRD Tobasa, Tumpal Sitorus. Di sana mereka saling memeluk dan menitikkan air mata ketika menceritakan kembali kasus penangkapan dan penahanan mereka selama dua bulan 20 hari oleh Polres Jakarta Pusat.

“Selama kalian ditahan, bila kita berbicara lewat telepon, kami tidak pernah menceritakan bagaimana dampak penangkapan kalian terhadap kondisi Ketua dan istri beliau, karena kami tidak ingin menambah beban pikiran kalian,” kata Firman Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Tobasa. “Tapi syukurlah, sekarang kalian sudah bersama kami kembali.”

Ketua DPRD Tumpal Sitorus berkata, “Kita semua tahu, ketika penangkapan itu terjadi saya sendiri masih dalam kondisi sakit karena kecelakaan mobil. Setelah kalian ditangkap polisi, saya selalu memikirkan kalian. Sakit saya makin parah, bahkan dua kali saya muntah darah. Istri saya pun sampai keguguran kandungannya. Sekaranglah baru saya ceritakan ini semua pada kalian berlima. Memang sangat menyakitkan apa yang ‘mereka’ perbuat terhadap kita, karena kita selalu konsisten menjalankan tugas di Dewan.”

Seperti diberitakan Blog Berita sebelumnya, kasus penangkapan kelima wakil rakyat ini agak unik dan janggal. Kala itu mereka sedang menjalankan tugas dinas ke Jakarta dan menginap di hotel Treva. Malamnya di kamar hotel ada salah satu rekan mereka, anggota DPRD Tobasa, yang mengajak mereka bermain kartu. Si oknum Dewan itu membawa kartu joker dan meletakkannya di meja. “Kalian mulailah dulu, saya permisi sebentar, paling lama 20 menit saya akan datang lagi,” katanya, lalu keluar dari kamar hotel. Tidak sampai 30 menit kemudian tiba-tiba sejumlah polisi berpakaian preman masuk dan menangkap mereka saat asyik bermain kartu.

Ada keganjilan dalam penangkapan ini. Mereka baru kali itu bermain kartu di dalam kamar hotel berbintang, hotel yang biasanya tidak menjadi target razia polisi. Ketika mereka hendak tidur, seorang rekan mereka ngotot mengajak mereka bermain kartu dengan sudah membawa kartu di tangan, lalu si oknum keluar kamar dan tidak ikut bermain. Berselang menit, polisi pun datang.

Pertanyaannya ialah, sehebat apakah polisi sehingga mampu mengendus lima anggota DPRD bermain kartu dalam kamar hotel berbintang dan tiba di lokasi tidak sampai 30 menit kemudian? “Dugaan kami, sebenarnya polisi itu telah berada di sekitar hotel sebelum kami mulai bermain kartu. Jadi memang sudah dikondisikan agar kami bermain kartu, supaya ada alasan polisi untuk menangkap,” kata seorang dari mereka pada weblog ini.

Saut Parulian Gurning ketika diwawancarai Blog Berita di depan kantor Kejari Balige, Senin kemarin, mengatakan, dia dan keempat rekannya sangat yakin bahwa kasus penahanan mereka ditunggangi kepentingan politik. Tapi dia enggan menceritakan lebih detail.

“Dalam sidang terakhir, hakim setuju bahwa kami bermain kartu bukan untuk mencari nafkah, dan bukan kesengajaan kami untuk berjudi. Dalam sidang kami mengakui, kami memang bermain kartu dan meletakkan uang di meja, namun kami sama sekali tidak pernah berniat untuk berjudi. Itu hanya hiburan sebelum tidur seperti ajakan dari seorang rekan kami,” kata Gurning.

Kemarin, seusai dari kantor DPRD, kelima anggota Dewan ini bersama Ketua Tumpal Sitorus, Wakil Ketua Firman Pasaribu dan Baktiar Tampubolon, anggota lain seperti JMP Sitorus, Undan Sitinjak, dll berkunjung ke kantor Kejaksaan Negeri Balige dan kemudian ke rumah Ompu Taronggal boru Sihombing, seorang tokoh wanita/masyarakat Balige. — Penulis: Jarar Siahaan/www.blogberita.net

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.