Warga yang berminat menjadi wartawan tidak lagi harus melamar ke media semacam suratkabar. Bila paham mengoperasikan weblog, mampu “membedakan titik-koma”, punya akses Internet, punya HP atau kamera saku, maka jadilah so-jo.
So-jo alias solo journalist. Wartawan tunggal. Contoh konkretnya adalah … [daripada mencari jauh-jauh, dan juga karena narsis] aku sendiri. Sejak 20 Maret 2007, setelah mengundurkan diri dari media cetak, aku telah menjadi jurnalis tunggal yang menulis di web ini.
Wartawan yang bekerja secara mandiri dan independen. Menentukan topik liputan sendiri [dulu bisa meliput berdasarkan penugasan kantor], mencari berita sendiri di lapangan [dulu bisa berbagi tugas dengan kawan semedia], menulis dan mengedit naskah sendiri [dulu diedit kembali oleh redaktur], menyusun tata-letak berita sendiri [dulu oleh layouter, memakai program pagemaker dan photoshop], mempublikasikannya sendiri [dulu oleh penerbit], dan bertanggung jawab sendiri [dulu yang bertanggung jawab adalah pemimpin redaksi].
Dengan kata lain, bloger-citizen reporter alias solo journalist adalah bekerja secara one man show. Bahasa gaulnya sesuai kamus Blog Berita: bekerja dengan suka-sukaku, suka-suka dia, suka-suka kita, dst. Enaknya di situ menjadi wartawan tunggal: benar-benar bebas. Tapi “susahnya” juga banyak.
Dibandingkan wartawan media konvensional seperti koran atau tivi, so-jo sesungguhnya adalah pekerjaan berat. Bayangkan, tugas berbagai orang dia emban sendiri; sebagai reporter di lapangan, sebagai redaktur, sebagai layouter, sebagai koordinator liputan, sebagai pemimpin redaksi dan penanggung jawab [kecuali bagi bloger anonim], sebagai penyandang dana, dan bahkan bertugas untuk memoderasi “surat pembaca” atawa komentar.
Ini memang berat. Apalagi bagi bloger yang tidak punya pemasukan tetap dari iklan atau pemodal, pekerjaan ini bisa membuat stres. Tapi akan tetap mengasyikkan bila dilihat sebagai bentuk pengabdian bagi publik. Aku sendiri berterima kasih karena sering pembaca Blog Berita mengirimkan donasi, yang tentu saja tidak mengikat, untuk membantuku membayar koneksi Internet.
Kembali ke istilah so-jo; siapa yang pertama sekali menjalankan profesi yang sangat “egois” ini? Bloger-wartawan yang sering disebut sebagai reporter-tunggal pertama di dunia adalah Kevin Sites. Jurnalis ini pernah bekerja di stasiun tivi NBC dan CNN, dan dua tahun lalu ditarik oleh Yahoo sebagai reporter resmi pertama di situs Yahoo — sebelumnya Yahoo hanya memasang cuplikan berita dari media-media internasional. Kevin-lah yang mengisi pasokan berita untuk Hot Zone Yahoo, yang isinya melulu liputan perang. Kevin memang digaji oleh Yahoo untuk secara khusus meliput pertikaian di seluruh dunia.
Selain tidak ditugaskan menetap di satu negara saja, Kevin juga harus bekerja sebagai wartawan serba bisa. Bukan hanya karena tak punya teman meliput, tapi dia harus meliput berita dalam empat format; teks, foto, suara, dan video. Maka ke lapangan dia harus membawa peralatan lengkap semisal kamera foto, kamera video, laptop, modem dan HP satelit. Beberapa saat setelah mencatat data, memotret, dan merekam gambar, dia pun harus segera mengirim berita tersebut ke situs Hot Zone Yahoo.
Semua itu dia kerjakan sendiri, walau kemudian di kantornya ada beberapa staf yang membantu setelah menerima laporannya. Di lapangan dia tidak ditemani kamerawan seperti lazimnya wartawan tivi, tidak dibantu fotografer seperti biasanya bila media cetak meliput perang. Dalam sebuah gambar dia terlihat sedang memegang handycam dan mengarahkannya pada dirinya sendiri [mungkin sambil berbicara melaporkan data] dengan latar belakang puing-puing perang. Bila harus sambil memotret dengan kamera di tangan, maka dia menancapkan video recorder mini di kepalanya. Semua data teks, foto, suara, dan video itu dia kirim ke Yahoo via sambungan Internet di laptopnya. Langsung dari medan perang, seketika. Dia menjadi wartawan-tunggal multimedia.
Aku sendiri sejak awal membuat Blog Berita ingin mengerjakan peliputan tunggal seperti itu, tapi dalam skala yang jauh lebih kecil dan terbatas dalam dua format: teks dan foto. Sudah lama kurencanakan untuk meliput ke seluruh kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, lalu berpindah lagi ke kabupaten tetangga lainnya, dan melaporkan hasilnya lewat Internet ke weblog ini. Tapi belum bisa kulakukan karena antara lain masalah biaya operasional, juga harus berpisah dari keluarga untuk rentang waktu tertentu. Bila memungkinkan, mulai tahun depan aku akan berkeliling meliput antar-kecamatan di Kabupaten Tobasa saja dulu, dengan sepeda motorku. Tentu aku tidak akan meliput perang seperti Kevin Yahoo, namun hanya masalah-masalah warga pedesaan. Wartawan kampungan layaknya memang meliput berita kampung-kampung.
Contoh lain jurnalis tunggal yang memakai weblog sebagai media adalah Wagino, seorang kawan di Cilacap, warga biasa yang tidak berlatar wartawan tapi peduli akan pentingnya penyebaran informasi. Dia membuat blog berita di sana, Cilacap Media namanya.
Engkau pun bisa seperti Kevin Yahoo atau Wagino Cilacap. Modalnya yang utama adalah komputer dan koneksi Internet. Kalau ada kamera, lebih bagus, untuk mendukung teks berita yang kautulis. Punya HP berkamera? Itu pun bisa, jadi tidak perlu lagi harus membeli kamera digital.
Peralatan kerjaku saat meliput ke lapangan termasuk minim. Sepintas orang tidak akan tahu kalau aku wartawan. Aku cuma mengantongi sebuah HP berkamera 2 mega pixels dan sebuah kamera poket 5 mega pixels, selain pulpen dan kertas untuk mencatat. HP itu berfungsi ganda; sebagai alat perekam suara bila mewawancarai narasumber dan juga terkadang kupakai memotret. Semua bahan liputan di dalam HP dan kamera kupindahkan ke komputer di rumah, kuedit, lalu kutayangkan di Blog Berita. Segampang itu.
Jadi, mengapa tidak memulainya sekarang? Ambil pulpenmu, buku tulis kecil, HP berkamera, lalu berkelilinglah di kotamu untuk meliput dan tuliskan hasilnya di weblogmu. Atau duduk santai di kedai kopi, bergabung dengan warga sambil merokok, memperbincangkan berbagai topik, dan kau pasti akan menemukan bahan berita di sana. — Penulis: Jarar Siahaan/blogberita.net

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















