Blog Berita terpilih ‘Click of the week’ Maverick Indonesia

Saat aku difitnah dan dimaki-maki di sejumlah weblog anonim belakangan ini dan fotoku dipasang seperti kriminal, Maverick Indonesia kemarin memilih Blog Berita sebagai Click of the week pada blog mereka.

Maverick adalah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang khusus bergerak di bidang public relation. Baru-baru ini mereka menggelar Pesta Blogger 2007 yang dihadiri Menkominfo, dan sebelumnya lomba jurnalisme tingkat nasional memperebutkan Anugerah Adiwarta Sampoerna.

Aku tidak tahu apa kriteria Maverick memilih weblog sebagai Click of the week, dan memang hal itu bukanlah urusanku. Yang kutahu, sebelum memilih aku, mereka telah juga menyematkan gelar itu pada sejumlah bloger dan wartawan beken. Kusebut saja dua di antaranya: Budi Putra [mantan wartawan Tempo yang mengundurkan diri dari medianya untuk menjadi full-time blogger; harian Kompas mengulasnya baru-baru ini] dan Andreas Harsono [wartawan freelance, pengajar jurnalisme; sudah lama ngeblog dan menulis-lepas untuk pelbagai media luar negeri].

Ganjaran Maverick untuk blogku ini bisa menjadi pelipur-lara bagiku, terutama setelah aku harus berpisah dari 40 orang lebih kontributor karena kami difitnah di sejumlah blog anonim. Puluhan surat, SMS, dan telepon dari pembaca juga memberiku semangat untuk terus menulis. Satu di antaranya adalah telepon dari seorang kawan di Bandung. Ia memberitahuku bahwa ada [lagi] blog yang membajak namaku dan menyebutku sebagai sibalga pidong [orang yang kelaminnya besar]. Sejenak aku tertegun, lalu tersenyum sambil melirik ke balik sarungku; kulihat kelaminku berukuran biasa saja, tidak besar dan tidak pula kecil. :D

Kawanku itu menyampaikan pendapatnya soal fitnah dan hujatan yang belakangan gencar dialamatkan pada blogku oleh antara lain blog anti***islam, lap***, toba***, batak***, jarar***; dan aku mendapat perspektif baru dari komentarnya. Menurutnya, segala macam tulisan di Internet yang mencaci aku dan sejumlah kawan kontributor, selain bisa merusak nama baik kami, juga bisa menjadi iklan gratis bagi Blog Berita.

“Lihat sisi positifnya aja, lae. Kalau mereka membajak nama lae, Suhunan, Viky, Desy, dll, menulis fitnah tentang kalian, maka pembaca blog-blog tersebut akan penasaran. ‘Siapa ini si Jarar, siapa ini Suhunan, kek mana rupanya Blog Berita.’ Lalu mereka akan mencari lewat Google, dan akhirnya membuka blog ini. Aku sangat yakin, setelah membaca tulisan-tulisan lae dan para kontributor, mereka akan tahu bahwa blog-blog anonim itu telah berbohong tentang kalian,” katanya. “Jadi secara tidak sadar, para bloger yang menjelek-jelekkan lae itu justru telah mempromosikan blog lae ini.”

Makjang! Kok tidak terpikirkan aku selama ini. Benar juga kata dia. Dan harusnya aku memberikan “Award of the week for blogger maki-maki” bagi mereka. :D

Aku juga diberi motivasi oleh seorang pembaca berusia [kalau tak salah] 51 tahun, pegawai di sebuah perusahaan negara di Jakarta, yang singgah di rumahku beberapa hari lalu saat dia melintas ke kampungnya di Dolok Sanggul.

“Aku sangat senang sudah bisa langsung bertemu dengan lae, dengan Gibran. Kawan-kawan di kantorku setiap hari membaca Blog Berita. Teruslah menulis, lae, dan jangan pedulikan mereka yang memfitnah maupun memakimu. Aku sendiri sering mengalami hal seperti itu dalam pekerjaan,” katanya. “Tapi aku punya prinsip, aku tidak peduli orang melihatku sebagai anjing, babi, atau monyet, yang penting aku selalu berusaha berbuat baik pada sesama,” katanya sembari menceritakan bahwa honornya sebagai dosen tidak pernah dia ambil, tapi diberikan kepada beberapa orang kawannya yang hidup susah. “Aku tidak bertambah miskin karena tidak mengambil honor itu, juga tidak bertambah kaya bila mengambilnya.”

Begitulah. Seperti sering kukatakan, blogku ini memang bukan untuk menyenangkan hati komentator; aku menulis bukan untuk memuaskan selera bloger lain; aku ngeblog terutama untuk memerdekakan diriku; dan aku menulis tidak dengan sopan-santun berlebihan dan kalimat penuh basa-basi. Benar kata Lia dari Maverick, “Direct, forceful and always on the edge, typical of people from the Batak Land.”

Sekali lagi kuucapkan terima kasih atas perhatian Lia dan seluruh orang pi-ar yang pintar [balas memuji karena telah dipuji] ;-) di Maverick Indonesia. Inilah aku: Bloger-jurnalis independen yang justru sering dimaki karena tidak memihak Islam dan tidak memihak Kristen, juga karena ngeblog dengan slogan “suka-sukakulah” — sebuah TM yang belum dipatenkan.

Lia, andai kini aku di Jakarta, aku ingin “menyuapmu” dengan secangkir kopi di warung Sitarbak. ;-)Jarar Siahaan/blogberita.net

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.