Anak SD di Balige mulai melek internet

Anak SD kerjakan tugas sekolah memakai Internet. PNS penasaran dengan Internet, datang malam hari ke warnet.

Teknologi informasi Internet adalah hal baru di Balige, ibukota Kabupaten Toba Samosir, Sumut. Kalau anak-anak sekolah di Medan atau Jakarta sudah lama akrab dengan yang namanya chatting, email, dan Friendster, maka remaja Balige baru satu-dua tahun belakangan mengenalnya.

internet adalah jendela dunia; blog berita; jarar siahaan

Warga Balige, sebuah kota kecil di tepi Danau Toba, baru bisa mengakses Internet sekitar tiga-empat tahun silam, saat itu pun cuma Telkomnet Instan yang koneksinya sangat lambat dan sering bermasalah. Barulah satu tahun terakhir warga bisa menikmati Internet yang lumayan ketimbang Telkomnet Instan, yaitu dengan hadirnya VSat.

Dan menjelang akhir 2007 lalu jaringan Telkom Speedy pun masuk ke Balige. Koneksi broadband Speedy mendapat sambutan baik dari warga masyarakat. Tiga puluh jatah nomor yang disediakan Telkom Balige saat peluncuran Speedy langsung habis dipesan. Umumnya yang berlangganan adalah rumah-rumah [pribadi], dan juga beberapa warnet. Warga lain pun antri memesan Speedy ke Telkom.

Masuknya jaringan Internet cepat di Balige berdampak positif pada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Kini anak-anak sekolah setiap hari memadati beberapa warnet di Balige. Selain untuk ngobrol dengan teman-teman cyber memakai program chat atau meluaskan pergaulan via situs Friendster, mereka datang ke warnet adalah juga untuk mengerjakan tugas dari guru kelas.

“Ternyata guru sudah mulai sering memberi tugas pada siswa yang bahannya dicari di Internet. Misalnya anak SD Katolik, mereka sering datang ke sini kerjakan tugas dari sekolah. Siswa dari SMA 2 Balige dan SMA Silaen juga ke sini kerjakan pe-er,” kata Denniaty Gultom, pemilik warnet Deltanet, Balige, sore tadi ketika ditanya Blog Berita.

Ia dan suaminya mengelola dua warnet, dengan total komputer sebanyak 42 unit. Satu warnet dipakai khusus untuk game online. Ia memasang tarif cukup murah bagi pelanggan yang umumnya anak-anak sekolah, yaitu Rp4 ribu per jam. Bila jadi member, cuma dikenakan Rp3 ribu per jam, “Dan diberi satu teh botol gratis setiap datang.”Tarif murah ini juga berlaku di warnet Kantor Pos Balige, yaitu Rp750 per 15 menit atau Rp3 ribu per jam, dengan pulsa Internet yang bisa diisi ulang seperti halnya pulsa HP. Jadi pelanggan, yang sudah membeli kartu Internet, bisa datang sewaktu-waktu tanpa harus membawa uang tunai; pulsa mereka akan dipotong otomatis. Pengamatan Blog Berita, di sana pun pelajar selalu mengantri setiap pulang sekolah. Tapi sayang, jumlah komputernya masih terlalu sedikit, cuma empat unit, padahal koneksinya cukup cepat.

Menurut Denniaty, kini remaja Balige sudah melek mempergunakan Internet. Justru kalangan dewasa, seperti pegawai, masih belum fasih dengan Internet. “Tapi PNS sudah sering datang, biasanya malam hari, dan mereka terkesan masih malu-malu,” ujarnya.

Pelanggan warnetnya yang lain adalah para wartawan. Setiap hari wartawan koran terbitan Medan memakai email untuk mengirim naskah berita atau foto ke redaksi. Sebelumnya wartawan Balige selalu ke warung telepon [wartel] untuk mengirim berita via faksimili.

Denniaty Gultom bercerita, warnet pertama di Balige adalah Deltanet miliknya. Saat itu, tahun 2004, masih memakai koneksi Telkomnet Instan yang sangat lamban dan mahal. Itu pun cuma mampu melayani satu-dua unit komputer. “Waktu itu masih jarang yang pakai Internet. Tarifnya pun mahal, Rp10 ribu per jam,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pelajar yang datang ke warnetnya sering membaca Blog Berita.

Beberapa pejabat di Balige pun pernah menanyakan weblog ini bagaimana cara membaca web lewat ponsel. Mereka kurang paham bagaimana mengaktifkan GPRS untuk mengakses Internet, padahal banyak dari mereka memakai HP sejenis Nokia Communicator yang memang enak dipakai untuk membaca web.

Misalnya anggota DPRD, Mangapul Siahaan, dan Kepala Dinas Pariwisata, Laurencius Sibarani. “Kalau ada waktu, tolong lae beritahu caranya. Percuma pakai Communicator kalau hanya untuk SMS,” kata Sibarani. Sejumlah PNS di Kantor Bupati juga pernah bertanya apakah benar Blog Berita bisa dibaca lewat ponsel.

“Hampir setiap malam, menjelang tidur, aku membaca web lae lewat handphone,” kata Tahan Pangaribuan, warga Laguboti, Desember lalu, sembari menunjukkan HP-nya lalu membuka halaman Blog Berita. [blogberita.net]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.