Web Pemkab Toba Samosir tidak menarik
Datanya basi, tidak di-update. Padahal web sangat efektif mempromosikan potensi sebuah daerah kepada investor.
dinas-dinas tidak beri data; blog berita; jarar siahaan
Konten atau isi web resmi Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, tobasamosirkab.go.id, tidak menarik karena banyak data yang tidak diperbarui. Kalaupun ada informasi terbaru yang dimuat, umumnya hanya berupa copy paste atau kutipan dari web suratkabar, termasuk juga kutipan berita dari Blog Berita.
Memang tidak salah bila web pemerintah mengutip berita-berita dari web media, dan hal seperti ini biasa terjadi. Namun Kantor Pusat Data Elektronik [PDE] Tobasa, pengelola web Pemkab Tobasa, seharusnya lebih banyak menampilkan artikel-artikel hasil pekerjaan mereka sendiri. Inilah yang bisa menjadi nilai plus web Pemkab.
Misalnya PDE meng-online-kan agenda kerja Bupati satu minggu ke depan, yang tentunya bermanfaat bagi tamu-tamu dari luar daerah untuk mengatur waktu mereka menemui Bupati. Juga bisa dibuat setiap hari apa-apa saja kegiatan yang telah atau sedang dilakukan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, para Asisten, Kepala Dinas, dll, seperti hasil rapat-rapat yang perlu diumumkan ke masyarakat atau kegiatan seremonial lainnya. Bahkan statemen Bupati atau Wakil Bupati kepada wartawan pun bisa dikutip dan diolah menjadi berita khusus.
Hal-hal itu sesungguhnya bukanlah pekerjaan sulit, karena PDE tinggal meminta bahan dari Bagian Humas, sebagai pihak yang paling tahu kegiatan Bupati saban hari, dan data statistik dari dinas-dinas. Dulu pernah Humas aktif memberikan siaran pers kegiatan Bupati ke Kantor PDE untuk diekspos di web, tapi entah mengapa sekarang tidak lagi. Waktu itu staf Humas menuliskan rilis acara-acara di Kantor Bupati atau kegiatan Bupati di luar kantor, lalu membawanya ke PDE dalam flash-disk, lengkap dengan foto-foto.
“Benar, PDE sudah pernah meminta supaya seluruh dinas memberikan data mereka yang perlu diekspos melalui Internet, tapi tidak jalan,” kata Kepala Kantor PDE Tobasa, Franzman Pardede [foto], saat diwawancarai Blog Berita pekan lalu di kantornya.
Dia menjelaskan, dua tahun silam pihak PDE sudah pernah membuat surat resmi kepada dinas-dinas di lingkungan Pemkab Tobasa agar mereka memberikan data dan informasi penting seputar instansi dan kegiatan mereka. “Pak Bupati setuju dan mendukung,” kata Franzman, tapi dinas-dinas tidak merespon.
Itulah mengapa web Pemkab Tobasa tidak memuat data-data penting dari pelbagai dinas. Bahkan empat bidang yang menjadi target kerja utama Bupati Monang Sitorus dan wakilnya Mindo Siagian, yaitu pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, tidak ada datanya yang komplet dan aktual di web Pemkab.
Padahal keempat bidang ini sangat perlu diekspos, terutama bagi keperluan calon investor. Ambil contoh data-data pertanian; berapa luas lahan kosong di setiap kecamatan, apa yang potensial diolah di lahan tersebut sesuai kandungan tanahnya [karena tidak semua lahan cocok ditanami jagung, misalnya], dll. Begitu pun dengan pariwisata; apa dan di mana objek yang bisa “dijual”, apa yang bisa ditawarkan kepada investor dan pelancong, dll. Semua data itu tentunya harus dilengkapi gambar, baik foto maupun grafik, supaya mampu meyakinkan investor.
Dengan tersedianya data komplet mengenai potensi daerah, maka calon investor bisa lebih mudah untuk tertarik dan menanamkan modalnya membangun Tobasa. Blog Berita menilai, pihak perantau atau investor akan enggan membantu pembangunan Tobasa bila mereka tidak tahu “petanya” dan tidak memiliki data-data akurat. Biasanya pengusaha hanya mau terlibat dalam pekerjaan yang sudah jelas “apa dan bagaimana” prospeknya. Mereka akan malas datang bila harus meraba-raba terlebih dulu.
Franzman Pardede pun sepakat, dan berharap instansi-instansi Pemkab bisa memaklumi betapa pentingnya penyebaran informasi potensi daerah via Internet. Media massa konvensional seperti suratkabar lokal kurang efektif bila dimaksudkan untuk menggaet investor, karena umumnya investor berada di luar Sumut bahkan luar negeri.
“Ibarat kata, kami ini, PDE, harus dimanfaatkan oleh dinas-dinas yang ada,” katanya. “Kami hanya corong mereka ke Internet. Merekalah yang menguasai datanya.”
Sekaitan itu, dia juga lewat Blog Berita menyampaikan permohonan maaf kepada pengunjung web Pemkab yang pernah mengajukan pertanyaan tapi belum ditanggapi. Menurutnya, PDE selalu meneruskan pertanyaan pengunjung ke instansi terkait, tapi tidak dijawab. “Kami di PDE kurang tepat menjawabnya, kecuali pertanyaan yang bersifat umum dan bukan menyangkut kebijakan sebuah dinas.”
Satu pertanyaan Blog Berita untuk Kepala PDE, “Apakah dinas-dinas sengaja tidak memberikan data karena mereka takut untuk bersikap transparan,” dijawab oleh Franzman, “Bukan kapasitas saya menjawabnya.”
Namun dugaan weblog ini bisa jadi benar. Seorang pejabat selevel kepala dinas ketika ditanya mengakui hal tersebut. “Sulit lae kalau kita berikan data-data lengkap untuk diekspos di Internet. Misalnya proyek-proyek, kita berikan data komplet, nanti bisa-bisa ketahuan kalau ada masalahnya,” kata si pejabat yang tidak ingin identitasnya diungkap.
Sebagai perbandingan, web Pemkab Tobasa hingga kemarin malam tercatat pada hit counter-nya hanya dikunjungi sebanyak 27.081 sejak September 2007 atau rata-rata cuma 6 ribu pembaca per bulan — benarkah sejak September 2007? Karena usia web itu sudah beberapa tahun; sementara Blog Berita dalam beberapa bulan terakhir telah dikunjungi oleh rata-rata 50 ribu orang per bulan.
Weblog ini yakin, bila data dan informasi di web Pemkab diperbarui dan disajikan lengkap, maka hits pengunjungnya akan meningkat, dan tidak mustahil ada di antara pengunjung itu yang tertarik melihat data tersebut lalu datang berinvestasi ke Tobasa. [blogberita.net]
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita
