“Kisah meninggalnya si tokoh diketahui dari seorang Amanta Datu Parsordam…. Novel ini adalah cermin kemenduaan yang telanjang…,” — komentar Todung Mulya Lubis.
Selanjutnya Todung, aktivis hukum idealis yang memimpin Transparency International Indonesia, menulis tentang Sordam karya Suhunan Situmorang ini: “Sangat mudah menyimpulkan sebagai gabungan fiksi dan non-fiksi, antara sejarah dan imajinasi, antara pengalaman pribadi dan mimpi. Tokoh novel, Paltibonar Nadeak, adalah orang Batak yang mencoba menjadi manusia kosmopolitan di tengah himpitan budaya Batak yang masih melekat kuat dalam dirinya.”
“Perjalanan menjadi kosmopolit inilah yang diceritakan dengan segala kegetiran dan romantisme yang menyertainya. Sayang, sang tokoh tidak pernah bisa menjadi truly cosmopolit karena keterikatannya pada kampung halaman, sanak saudara, dan terutama Inang, yang sepertinya menjadi sumber energi dan semangatnya….”
Sementara itu Luhut MP Pangaribuan, advokat yang mantan Direktur LBH Jakarta, berkomentar tentang Sordam: “Sepintas seperti bukan fiksi. Tema-tema cerita yang digarap sangat relevan dengan kehidupan kontemporer Indonesia dewasa ini.”
Blog Berita merekomendasikan buku terbitan Gagas Media ini untuk dibaca. Bila belum sempat ke toko buku membeli novel Sordam karya Suhunan Situmorang, silakan membelinya via Internet. Cocok juga mengirimkannya kepada teman sebagai hadiah. Di empat toko buku online berikut ini, harga Sordam berkisar Rp34 ribu sampai Rp36 ribu.
Semoga Sordam segera tiba di tanganmu, dan nikmatilah petualangan Paltibonar — aktivis idealis sekaligus pria romantis, yang akhirnya tewas mengenaskan … tanpa berhasil dicari rimbanya oleh dukun Parsordam. [blogberita.net]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















