Pariwisata Tobasa tidak fokus dikembangkan

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Samosir, Laurencius Sibarani [foto di bawah], mengakui lambannya pembangunan pariwisata di daerah ini. “Saya akui objek-objek wisata yang ada tidak optimal untuk dijual, karena selama ini belum fokus. Terdapat 79 objek wisata di Toba Samosir, dan tahun 2008 kami akan fokuskan pada beberapa objek andalan,” katanya kepada Blog Berita tadi siang.

Jarar Siahaan; Balige; Blog Berita

Dari 79 objek tersebut, tahun ini Dinas Pariwisata akan membangun sarana dan prasarana di objek wisata pantai Lumban Silintong, pemandangan dari Gurgur [keduanya di Kecamatan Balige], pantai di Kecamatan Ajibata, agro-wisata dan Taman Eden 100 di Kecamatan Lumbanjulu.

laurencius sibaraniLaurencius menjelaskan, Pemkab akan membangun fasilitas umum di pantai Lumban Silintong yang diasebut sebagai “pantai bebas”. Yang dimaksudkan ialah pembangunan tempat berteduh di tepi pantai, kamar untuk berganti pakaian, WC, dan fasilitas permainan bagi anak-anak. Selama ini pengunjung harus singgah makan ikan bakar atau memesan minuman di warung-warung di tepi pantai — biasa dikenal dengan istilah “tenda biru” — supaya bisa bersalin pakaian renang atau memakai WC.

Sementara di kawasan perbukitan Gurgur, yang menawarkan pemandangan, akan dibangun rest house. Pemkab masih sedang membahas apakah Gurgur akan dikerjakan secara swakelola oleh pemerintah atau diserahkan ke pihak swasta.

Fasilitas juga akan ditingkatkan di pantai Ajibata dan Taman Eden 100. Di hutan Taman Eden terdapat aneka tanaman unik dan langka, “rumah Tarzan”, dan air terjun 7 tingkat.

Selain membangun fasilitas, Dinas Pariwisata juga berjanji meningkatkan penyuluhan Sadar Wisata dan Sapta Pesona terutama kepada masyarakat pelaku wisata. “Saya akui, kita kurang ramah dan kurang senyum kepada turis. Padahal itu hal yang sangat penting,” kata Laurencius Sibarani.

Ditanya weblog ini berapa angka kunjungan wisata ke Tobasa, dia menerangkan, pada tahun 2005 sebanyak 30.801 orang, 2006 sebanyak 36.641 orang, dan 2007 sebanyak 42.839 orang. Sebagian besar adalah turis domestik, sedangkan turis luar negeri berkisar 6 ribu sampai 8 ribu orang per tahun.

Pengunjung objek wisata di Tobasa pada umumnya hanya melancong sesaat, satu hari, lalu kembali. Sangat jarang dari mereka yang menginap, termasuk turis bule.

“Kalau kita tawarkan pihak biro perjalanan wisata agar membawa turis mereka ke sini, yang duluan mereka tanya adalah kesiapan hotel berbintang, hotel yang layak bagi turis luar. Padahal kita hanya punya hotel melati,” kata mantan Camat Porsea ini. Di seluruh Tobasa, katanya, terdapat 15 hotel dan losmen.

Dinas Pariwisata Tobasa memperoleh data turis mancanegara dari objek wisata rumah tradisional Batak di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu. Rombongan turis asing selalu singgah terlebih dulu di sana sebelum menuju Balige.

Setelah tiba di Balige, mereka hanya mampir sekian menit untuk melihat bangunan pasar tradisional berornamen rumah Batak, memotret pasar yang semrawut dan kotor dengan kameranya, lalu berangkat lagi. [blogberita.net]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

Comments are closed.