Untuk browsing Internet yang cepat dan aman PAKAI FIREFOX 3.5 jangan IE. FIREFOX diunduh lebih dari 934 juta kali.

KLIK DI SINI menangkan beberapa laptop

Bupati Samosir akan digugat

Posted by Jarar Siahaan on Mar 2nd, 2008 and filed under Sumatera Utara. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Karena menyetujui hutan Tele dijadikan lahan kebun bunga oleh pengusaha Korea Selatan. Nilai proyeknya US$ 9,2 juta.

SUHUNAN SITUMORANG, JAKARTA; JARAR SIAHAAN, BALIGE; BLOG BERITA

Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon, disesalkan karena dinilai telah menjual tanah hak ulayat warga di Tele, Kabupaten Samosir, Sumut. Suhunan Situmorang [foto], putra Samosir yang bekerja sebagai advokat di Jakarta, dalam emailnya kepada Blog Berita belum lama ini mengatakan bahwa Batara Situmorang, salah satu pewaris hak ulayat, sudah mengadukan masalah ini pada sejumlah pejabat Jakarta.

suhunan situmorang Bupati Samosir akan digugat“Mereka sudah menyurati Bupati, beberapa menteri, dan tengah mengumpulkan beberapa dokumen sebagai modal untuk tindakan hukum bilamana Bupati tidak menghentikan [proyek itu],” tulis Suhunan.

Tahun 2007 sejumlah suratkabar terbitan Medan memberitakan, investor Korea Selatan telah datang ke Samosir dan bertemu dengan Bupati dan anggota DPRD setempat. Investor tersebut disetujui oleh Pemkab Samosir untuk mengerjakan proyek mereka senilai US$ 9,2 juta di sana, yaitu berupa pembangunan kebun bunga di areal hutan Tele dengan luas sekitar 2.000 Ha.

Menurut investor, kebun bunga di Samosir ini nantinya akan menjadi kebun bunga terbesar di dunia, setelah kebun sejenis di negara Cina dengan luas 1.200 Ha. Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, yang bekas Kepala Dinas Kehutanan di Kabupaten Toba Samosir, mendukung proyek Korsel ini dengan alasan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerahnya.

Pada 6 Februari 2008 Suhunan bersama musisi Viky Sianipar, Bismark Sianipar, Charlie Sianipar, Ganda Simanjuntak, dan Laurent — seorang Perancis — berkunjung ke Samosir untuk mempersiapkan sebuah aktivitas penghijauan. Di sebuah warung makan di Pangururan, ibukota Kabupaten Samosir, mereka mendengar keluhan warga soal proyek kebun bunga tersebut. Lahan hutan yang akan dibabat menjadi kebun bunga adalah termasuk hak ulayat warga Tele, yang banyak merupakan keluarga dekat sastrawan Sitor Situmorang. Warga di sana sudah mengajukan protes.

Suhunan mengatakan, “Kita tahu persis, hutan-hutan yang mengitari danau yang indah itu sudah terancam, dan ekosistem di sekitarnya sudah rusak sejak perusahaan pulp di Sosor Ladang, Porsea, beroperasi sejak tahun 90-an, ditambah tindakan para pencuri kayu.”

“Masa depan danau kebanggaan kita itu, asal-mula para leluhur manusia Batak itu, akan semakin hancur bila hutan-hutan yang mengitarinya dihabisi. Tegakah kita membiarkan danau, perbukitan, hutan, dan alam itu dirusak oleh pihak-pihak yang hanya bertujuan meraup keuntungan bagi diri mereka?” kata Suhunan. [blogberita.net]

Cari dengan Google - Ketik kata kunci dalam kotak
Tautan ke artikel ini
1. Klik dalam kotak kode
2. Klik-kanan lalu pilih Copy
3. Paste-kan ke blogmu dalam mode HTML
kotak kode
Selamat ngeblog blogberita.net
tafbutton blue16 Bupati Samosir akan digugat

Konten Web ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik ke artikel yang dikutip. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email

30 Responses for “Bupati Samosir akan digugat”

  1. Dewi says:

    Horass…Bah Pak Bupati..Unang di jual Hutan na disamosir i..dang ummarga bunga kl bs kita hrs menjaga kelestarian hutan tsb. Ok pak Bupati…Mauliate..Horasssssssss

  2. sipidoli says:

    usul jo ba tu pihak terkait asa diparrohahon josarana dohot prasarana ni dinas kehutanan kab samosir .Asi roha mangida petugas lapangan ni kehutanan samosir.HUTAN DO PENGHASILAN NOMOR DUA NI NEGARAON ,MASAK ADONG DOPE PETUGAS LAPANGAN KEHUTANAN NASOADONG KENDARAAN LAPANGANNA……!HAPE TA BOTO DORA MOLO SOADONG HUTAN KAN BENCANA DO NARO.JADI MOLO BOI ASA DITAMBAI PROGRAM PENANAMAN HUTAN DI SAMOSIR JALAA ASA DI PARROHAHON PEMKABJO SARANA DOHOT PRASARANA KEHUTANAN SAMOSIR….!MAULIATE HORAS…HORAS…HORAS.

  3. sipidoli says:

    horas…horas…horas.bah naboha do tutu bupati taon ,,,?iada mantan kadis kehutanan ibana.Naso di boto do nga pemanasan global nuaeng,jala naso diboto do aha fungsi ni hutan be nuaeng…?na uppenting nama bunga sian oksigen dohot tano longsor;

  4. hahah says:

    Kontol ama bupati samosir

    • mr.anakninapogos says:

      Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan “click to cancel reply” di bawah tombol “Kirim”. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.

  5. Wen Situmorang, S.Pd says:

    Horas… tindakan mangindar simbolon memang keterlaluan. saya sebagai pomparan ni ompu tuan situmorang tersinggung dengan apa yang diperbuat oleh mangindar. mandukung habis do hami sude tu hamu akka oppung nami situmorang. sian sude pungun pemuda situmorang. artikelnya sangat bagus. kalau boleh data-data mengenai masalah ini tolong diperbanyak. supaya bisa kami angkat bicara. horas…

  6. jonggor naibaho says:

    bah na boha do angka bupati samosiron, dung menjabat gabe si dodongon, di boto hamu do ra bahwa hutan sangat berguna bagi kab samosir,gabe naeng di jual inna gariada nian ingkon tambaanta do hutan asa segar samosiron,dang i di roha ni damang? na dengtga ni ma taulahon. horas.. horas.. horas..

  7. jonggor naibaho says:

    Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan “click to cancel reply” di bawah tombol “Kirim”. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.

  8. Wenry Siahaan says:

    Horas Samosir
    Wisatawan ga cuma suka sm bunga aja koq, msh bnyak cara lain yg lbh bgus misalnya dgn mengembangkan kawasan wisata danau toba. Ingat !!! Danau Toba merupakan salah satu dari 77 keajaiban dunia versi UNESCO dan merupakan objek wisata terbaik nomor 2 di Indonesia setelah Bali. So, knp tidak dibenahi pak Mangindar?????????????????

  9. Rukia Ambarita says:

    Horas buat semua,… ok,.re-proyek US$ 9,2 juta menurut saya itu bagus tapi dengan catatan sudah melalu JSA sebelumnya, supaya pulau samosir dan penduduknya bisa merasakan dampak positive proyek tersebut dan pengangguran juga bisa terserap langsung. Pesan dari kami diperantauan, yang terpenting lagi supaya kebersihan harus diperhatikan supaya para pelancong tidak merasa jijik melihat lalat beterbangan diamna-mana. Ok,.. mauliate untuk semua.

Comments are closed

Advertisement

Terjemahkan Artikel Ini

Website Translation

NETBOOK LAYAR SENTUH-KECIL SEUKURAN BUKU-WINDOWS XP ORISINAL-CUMA RP5,5 JUTA

MENULIS TANPA KEYBOARD, SENTUH DENGAN JARI PUN BISA, LAYAR BISA DIPUTAR-PUTAR SESUAI SELERA

HASILKAN UANG VIA INTERNET

LIDAH TERPANJANGGG... SIAPA MAU DICIUM COWOK INI?

KLIK untuk membaca berita-berita unik

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video Unik

Pesan Blog Berita @Twitter Tanggapi, lihat di bawah

SMS-SMS Blog Berita Lihat di bawah untuk menanggapi...

    KLIK - TANGGAPI ATAU BACA SEMUA PESAN


    LIHAT ARTIKEL SESUAI RUBRIK

    Arsip Bulanan

    Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Berita Balige Toba Samosir kisah inspiratif info internet komputer feature khas unik liputan video opini pembaca artikel khusus Asli Jarar tips ngeblog menulis jurnalistik. Pengelola BlogBerita tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel kiriman pembaca. Jarar Siahaan di Kabupaten Tobasa Sumatera Utara Indonesia.