Kantin kejujuran

Posted by Jarar Siahaan on Mar 2nd, 2008 and filed under Feature, Kutipan Media. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Beberapa sekolah mulai menerapkan “kantin kejujuran”: Siswa bebas ambil jajanan, mau berbohong, mau “nembak”, terserah.

Koran Tempo pada Minggu hari ini menulis, beberapa SMP dan SMA mulai mengajarkan pendidikan anti-korupsi kepada siswanya. Contohnya SMP Keluarga di Kudus, Jawa Tengah, membuat jajak pendapat terhadap siswa apakah bekas Presiden Soeharto adalah koruptor atau bukan. Hasilnya mengejutkan, ternyata Soeharto dianggap pahlawan oleh sebagian besar siswa. Sebanyak 83 siswa menilai Soeharto sebagai pahlawan, 33 siswa melihatnya sebagai koruptor, dan 55 siswa bersikap ragu.

Blog Berita: Tentu sangat berbeda dengan mahasiswa, yang bisa dipastikan sebagian besar menilai Soeharto sebagai koruptor. Apakah ini karena siswa di tingkat SMP dan SMA belum melek media — tidak sering membaca koran atau menonton berita di tivi?

Menurut Koran Tempo, sekolah lain mengajarkan materi anti-korupsi lewat lomba bikin puisi dan melukis poster dengan topik anti-korupsi. Di SMP Keluarga, SMAN 1 Tambun Bekasi, dan SMP 8 Padang dibuat kantin kejujuran. Warung ini dimodali OSIS dan uang siswa sendiri. Tidak ada kasir atau penjaga kantin, siswa bebas mengambil jajanan. Bila hendak membayar, siswa menaruh uangnya sendiri dan mengambil kembaliannya. Kalau mau ngutang, mereka mencatat sendiri.

Umumnya siswa bersikap jujur, dan hanya sedikit yang berbohong. “Nanti bisa seperti negaramu. Bisa bangkrut, dan itu namanya korupsi,” kata Basuki, guru SMP Keluarga, mengingatkan muridnya.

SMP Keluarga adalah sekolah di bawah naungan sebuah yayasan Katolik. Pihak pastoral telah mengeluarkan nota agar sekolah itu peduli mengatasi korupsi.

Blog Berita: Menerapkan kantin kejujuran di sekolah-sekolah di Tanah Batak, mungkinkah? “Holan sada do huallang pisang goreng, mi gomak saporsi.” Hape nungnga tolu pisang goreng dohot partambuan mi gomak. :D “Cuma satu aku ambil pisang goreng dengan satu mangkuk mie.” Padahal sudah tiga pisang dan mienya juga nambah. [blogberita.net]

tafbutton blue16 Kantin kejujuran

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

7 Responses for “Kantin kejujuran”

  1. Panabi Duhut says:

    Berapa namboru? Sada parjolo, sada nari parpudi (satu pertama dan satu terakhir), Namboru itu pikir cuma dua, maka dia hitung harga untuk dua, rupanya si anak sengaja tidak bilang berapa yang dimakan di antara ‘parjolo’ (pertama) dan ‘parpudi’ (terakhir). :)

    Mantap…itu, Kantin kejujuran…namun perlu juga disiapkan video recorder sebagai kamera pengintai dan sebagai bahan evaluasi apakah Kantin Kejujuran tersebut sukses meningkatkan nilai kejujuran para siswa?

  2. aq jdi teringat waktu makan mie gomak dikantin heboh di sma 1 laguboti…..tambuh namboru, alai na dibayar holan saporsi :)

  3. Bah kayaknya ini perlu dimulai di Toba sana bah! Tapi teringat waktu smp di kantin SMP4 Balige, udah meninggal namboru itu, kami dulu kalau makkan mie gomak atau ngambil kompil pake itung2an ‘jujur’juga. Jujur kalau punya duit, nembak kalo ga punya. Tapi kalau menang mar’tuo’ kami habiskanlah semua jajanan disitu.
    Hehehhehe…

    Dukung Pemberantasan Korupsi, mulai dari sejak dini.

    Apakah anda sudah bebas korupsi? tanya ken-APA?

  4. Ruthy says:

    Kejujuran, suatu hal yang sangat sulit untuk dijumpai saat ini.
    Konsep Kantin Kejujuran yang dimaksud sangat bagus untuk diterapkan, disaat zaman semakin dipenuhi dengan ketidakperdulian dan kepura-puraan, diharapkan Kantin Kejujuran akan kembali menumbuhkan perasaan untuk memikirkan pihak lain, dan menumbuhkan perasaan untuk menjaga nilai-nilai keseimbangan antara yang diterima dan yang diberikan.

  5. anna silitonga says:

    bagus kali kalo ada yang seperti itu bang…mendidik kita supaya belajar jujur.Gimana ya kalo khusus buat pejabat?jangan cuma pelajar aja..

  6. Farida Simanjuntak says:

    Cara mendidik yang patut diacungi jempol. Jadinya kan siswa yang mau berbohong merasa malu sendiri kalau ketahuan sama kawan. Memang sudah seharusnya kantin model begini di terapkan di daerah lain. Bahkan paling bagus lagi kalau ditetapkan di kalangan pejabat kita. Tapi aku yakin pasti sulit dilakukn karena mereka kan sudah biasa berbuat suka hati.
    KApan negara kita bebas dari korupsi ?

  7. Hery Azwan says:

    Jadi teringat waktu kami makan di sebuah restoran Sunda di Bandung yang membiarkan pelanggannya menghitung sendiri apa yang dimakan. Seorang teman dari cabang Sumut berbisik ke saya,”Wah kalau di Medan ada restoran kayak gini, udah bangkrut dia”. Aku sih mesem-mesem saja. Peace…

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.