Kantin kejujuran

Beberapa sekolah mulai menerapkan “kantin kejujuran”: Siswa bebas ambil jajanan, mau berbohong, mau “nembak”, terserah.

Koran Tempo pada Minggu hari ini menulis, beberapa SMP dan SMA mulai mengajarkan pendidikan anti-korupsi kepada siswanya. Contohnya SMP Keluarga di Kudus, Jawa Tengah, membuat jajak pendapat terhadap siswa apakah bekas Presiden Soeharto adalah koruptor atau bukan. Hasilnya mengejutkan, ternyata Soeharto dianggap pahlawan oleh sebagian besar siswa. Sebanyak 83 siswa menilai Soeharto sebagai pahlawan, 33 siswa melihatnya sebagai koruptor, dan 55 siswa bersikap ragu.

Blog Berita: Tentu sangat berbeda dengan mahasiswa, yang bisa dipastikan sebagian besar menilai Soeharto sebagai koruptor. Apakah ini karena siswa di tingkat SMP dan SMA belum melek media — tidak sering membaca koran atau menonton berita di tivi?

Menurut Koran Tempo, sekolah lain mengajarkan materi anti-korupsi lewat lomba bikin puisi dan melukis poster dengan topik anti-korupsi. Di SMP Keluarga, SMAN 1 Tambun Bekasi, dan SMP 8 Padang dibuat kantin kejujuran. Warung ini dimodali OSIS dan uang siswa sendiri. Tidak ada kasir atau penjaga kantin, siswa bebas mengambil jajanan. Bila hendak membayar, siswa menaruh uangnya sendiri dan mengambil kembaliannya. Kalau mau ngutang, mereka mencatat sendiri.

Umumnya siswa bersikap jujur, dan hanya sedikit yang berbohong. “Nanti bisa seperti negaramu. Bisa bangkrut, dan itu namanya korupsi,” kata Basuki, guru SMP Keluarga, mengingatkan muridnya.

SMP Keluarga adalah sekolah di bawah naungan sebuah yayasan Katolik. Pihak pastoral telah mengeluarkan nota agar sekolah itu peduli mengatasi korupsi.

Blog Berita: Menerapkan kantin kejujuran di sekolah-sekolah di Tanah Batak, mungkinkah? “Holan sada do huallang pisang goreng, mi gomak saporsi.” Hape nungnga tolu pisang goreng dohot partambuan mi gomak. :D “Cuma satu aku ambil pisang goreng dengan satu mangkuk mie.” Padahal sudah tiga pisang dan mienya juga nambah. [blogberita.net]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

7 Responses to “Kantin kejujuran”

  1. Jadi teringat waktu kami makan di sebuah restoran Sunda di Bandung yang membiarkan pelanggannya menghitung sendiri apa yang dimakan. Seorang teman dari cabang Sumut berbisik ke saya,”Wah kalau di Medan ada restoran kayak gini, udah bangkrut dia”. Aku sih mesem-mesem saja. Peace…

    [reply to this comment]

  2. Cara mendidik yang patut diacungi jempol. Jadinya kan siswa yang mau berbohong merasa malu sendiri kalau ketahuan sama kawan. Memang sudah seharusnya kantin model begini di terapkan di daerah lain. Bahkan paling bagus lagi kalau ditetapkan di kalangan pejabat kita. Tapi aku yakin pasti sulit dilakukn karena mereka kan sudah biasa berbuat suka hati.
    KApan negara kita bebas dari korupsi ?

    [reply to this comment]

  3. bagus kali kalo ada yang seperti itu bang…mendidik kita supaya belajar jujur.Gimana ya kalo khusus buat pejabat?jangan cuma pelajar aja..

    [reply to this comment]

  4. Kejujuran, suatu hal yang sangat sulit untuk dijumpai saat ini.
    Konsep Kantin Kejujuran yang dimaksud sangat bagus untuk diterapkan, disaat zaman semakin dipenuhi dengan ketidakperdulian dan kepura-puraan, diharapkan Kantin Kejujuran akan kembali menumbuhkan perasaan untuk memikirkan pihak lain, dan menumbuhkan perasaan untuk menjaga nilai-nilai keseimbangan antara yang diterima dan yang diberikan.

    [reply to this comment]

  5. Bah kayaknya ini perlu dimulai di Toba sana bah! Tapi teringat waktu smp di kantin SMP4 Balige, udah meninggal namboru itu, kami dulu kalau makkan mie gomak atau ngambil kompil pake itung2an ‘jujur’juga. Jujur kalau punya duit, nembak kalo ga punya. Tapi kalau menang mar’tuo’ kami habiskanlah semua jajanan disitu.
    Hehehhehe…

    Dukung Pemberantasan Korupsi, mulai dari sejak dini.

    Apakah anda sudah bebas korupsi? tanya ken-APA?

    [reply to this comment]

  6. aq jdi teringat waktu makan mie gomak dikantin heboh di sma 1 laguboti…..tambuh namboru, alai na dibayar holan saporsi :)

    [reply to this comment]

  7. Berapa namboru? Sada parjolo, sada nari parpudi (satu pertama dan satu terakhir), Namboru itu pikir cuma dua, maka dia hitung harga untuk dua, rupanya si anak sengaja tidak bilang berapa yang dimakan di antara ‘parjolo’ (pertama) dan ‘parpudi’ (terakhir). :)

    Mantap…itu, Kantin kejujuran…namun perlu juga disiapkan video recorder sebagai kamera pengintai dan sebagai bahan evaluasi apakah Kantin Kejujuran tersebut sukses meningkatkan nilai kejujuran para siswa?

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.