2 anggota DPRD Tobasa dituntut dipecat
JARAR SIAHAAN; BALIGE; BLOG BERITA
Puluhan warga dari Desa Tambunan, Kecamatan Balige, dan Kecamatan Laguboti berunjuk rasa siang tadi ke DPRD Tobasa. Mereka menuntut dua anggota DPRD dari Partai Demokrat di-recall.
Kedua anggota Dewan dimaksud adalah Saut Parulian Gurning dan Boike Pasaribu, yang tertangkap polisi saat bermain kartu secara iseng di hotel Treva, Jakarta, tahun lalu bersama tiga orang anggota DPRD Tobasa lainnya.
Pengunjuk rasa yang umumnya pemuda membawa spanduk yang isinya meminta Ketua Partai Demokrat Tobasa, Timbul Hutajulu, dipecat karena dinilai memihak Parulian dan Boike. Mereka berorasi sebentar di samping gedung Dewan, bukan di depan seperti lazimnya.
Sebelumnya suratkabar lokal menulis, DPP Partai Demokrat di Jakarta sudah mengeluarkan surat untuk memecat Parulian dan Boike dari partai karena kasus kartu tersebut. Kedua anggota legislatif ini, menurut sumber Blog Berita, berangkat ke Jakarta dan menjelaskan kronologi penangkapan mereka di kamar hotel Treva kepada DPP Partai Demokrat. Intinya, mereka merasa dijebak supaya ditangkap polisi. Timbul Hutajulu mendukung keduanya. Setelah dijelaskan begitu, mereka pun urung dipecat dan tetap melanjutkan tugas sebagai anggota DPRD.
Di hotel Treva malam itu Parulian dan Boike menginap bersama sejumlah wakil rakyat Tobasa dalam rangka tugas dinas. Menjelang tidur, mereka diajak oleh seorang rekan mereka anggota Dewan untuk bermain kartu. Lalu kartu pun dibagi, dan si oknum DPRD yang mengajak bermain kartu langsung keluar dari kamar. Hanya 10 menit kemudian petugas Polda Metro Jaya tiba-tiba masuk dan menangkap mereka.
“Dugaan kami, sebenarnya polisi telah berada di sekitar hotel sebelum kami mulai bermain kartu. Jadi memang sudah dikondisikan agar kami bermain kartu, supaya ada alasan polisi untuk menangkap,” kata seorang dari mereka pada Blog Berita. [blogberita.net]
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Sekarang aksi pengerahan massa lebih dominan digunakan untuk memenuhi keinginan kelompok atau pribadi. Mereka selalu mengatasnamakan rakyat sementara belum diketahui secara pasti rakyat mana sebenarnya yang mereka bela termasuk yang mendukung aksi mereka. Kalau aksi unjuk rasa bertujuan untuk me-recall anggota DPRD yang terlibat berjudi di hotel Treva Jakarta itu, sebaiknya jangan hanya ditujukan kepada kedua kader Partai Demokrat itu saja melainkan juga harus ditujukan kepada anggota dewan lainnya. Namun kalau desakan pemecatan itu datang dari internal partai Demokrat, saya kira wajar karena ada kepentingan.
[reply to this comment]
Ruthy reply on 12 March 2008:
Ya.benar, kebanyakan demo yang terjadi selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat sebenarnya hanya untuk kepentingan sekelompok kecil/pribadi. Persoalan yang ditujukan kepada kedua kader tersebut merupakan persoalan intern yang harus diselesaikan sesuai peraturan partai/lobi politik, bukan melalui pengerahan massa (apa benar massa yang berdemo juga merupakan kader partai dimaksud ?) yang akan merugikan nama baik partai itu sendiri.
[reply to this comment]
Dunia politik memang begitu, hari ini dicaci,besok dipuji,hari ini dikriktik, besok dielu-elukan.Pada umumnya politikus sudah tak punya hati nurani,dan tidak mau tau dengan hal itu, yang ada adalah kepentingan-kepentingan tetapi kebanyakan adalah kepentingan pribadi.
[reply to this comment]
Saya rasa berita ini terlalu berlebihan utk dipublikasikan,siapa tau mereka hanya iseng-iseng untuk mengisi waktu, kita semua pernah bermain judi cuma karena tidak ketangkap. Saya waktu pulang kampung di Balige (rumah saya persis di depan Mesjid no. 12) ketika saya reuni ke Muara, disana juga ada yg bermain judi di lapo tuak, sembunyi2 di belakang.
Menurut saya, marilah kita lihat hasil kerja mereka, mari kita dukung kerja mereka sebagai wakil kita. kalau memang tidak becus cara kerjanya ya ga usah pilih lagi
[reply to this comment]
Yah mau nggak mau memang harus begitu karena mereka adalah publik pigur dan sebagai panutan masyarakat ibarat selebriti jaman sekarang ini bernafas saja pun disorot oleh media massa.
[reply to this comment]
Lha, mereka ini kan cuma main kartu di kalangan mereka, bukannya buka kasino! Too much lah ini, masih banyak yang harus diurusin lagi ketimbang demo menghujat orang yang cuma main kartu. Aya aya waeee …
[reply to this comment]
do you know any information about this in english?
[reply to this comment]