Tips menulis: Jangan mulai ‘pada mulanya’

Lead atau intro adalah pintu masuk sebuah karya tulis. Ia sangat menentukan, apakah pembaca akan meneruskan ke alinea kedua atau beralih ke artikel lain.

Aku teringat ketika masih SD dulu, bila guru menyuruh mengarang, hampir semua murid termasuk aku memulai karangan dengan frasa “Pada suatu hari….” Engkau sendiri bagaimana? Aku yakin banyak anak sekolah begitu.

Setelah tiba di SMA, aku baru tahu bahwa kalimat pembuka seperti itu tidak bagus, tapi tetap saja aku belum paham betul bagaimana menulis teras yang mantap. Barulah setelah menjadi wartawan pada 1994 aku mulai belajar dan memberi perhatian serius setiap mau memulai tulisan dengan kalimat pertama. Tidak ada lagi “Pada suatu hari kami berlibur ke rumah nenek.” :)

Karena aku tidak pernah belajar secara formal di bangku kuliah atau kursus menulis, maka caraku mempelajari intro adalah dengan membaca apa saja, termasuk buku-buku saku tips menulis. Setiap berita di koran, feature di majalah, naskah dalam buku, hingga artikel di web, selalu kuperhatikan intronya. Dari situlah aku menemukan kiat membuat intro yang tidak segera membosankan pembaca.

Secara ringkas, intisari menulis intro bagiku adalah berpedoman pada dua hal ini:

  • Tulislah menarik, seperti teknik terbaik merayu perempuan.
  • Jangan bertele-tele.

Kita, kaum Adam, punya beragam teknik merayu perempuan, contohnya yang telah menjadi pacarmu atau isterimu saat ini. Merayu yang jamak seperti “Hai, kenalan dong,” atau “Kau mirip banget dengan ibuku,” kemungkinan besar tidak akan berhasil. “Ah, biasa lagi,” batin si cewek. Tapi mencoba dengan “Rini, kalau kau nggak mau jadi pacarku, aku tidak akan bunuh diri, nanti ibuku menangis,” mungkin bisa menarik perhatiannya karena terdengar lucu. Setidaknya ia akan tersenyum dan merasa tidak rugi meneruskan pembicaraan denganmu.

Jadi untuk menghindari kebosanan si Rini, ups, maksudku kebosanan pembaca, mulailah tulisan dengan intro yang menarik. Pengertian menarik di sini bisa beragam. Aku sendiri menetapkan kriteria menarik bagi diriku, dan engkau bisa membuat standarmu sendiri.

  • Jangan mulai dengan kalimat “Seperti yang sudah banyak diberitakan media…,” atau “Seperti yang sudah ramai diposting para bloger…,” dan sejenisnya. Pembaca akan berpikir, untuk apa lagi membaca artikel ini, toh sudah basi. Ini tak ubahnya seperti intro anak SD tadi: Pada suatu hari….
  • Pilih unsur yang menonjol. Dalam ilmu jurnalisme dikenal unsur berita 5W+1H: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Tentukan satu atau dua yang paling penting, dan pakailah itu pada intro. “Roy Suryo menyebut bloger tukang bohong” adalah lebih bagus ketimbang “Beberapa waktu lalu [KAPAN] bloger disebut-sebut sebagai pembohong oleh seorang dosen telematika,” karena Roy Suryo merupakan unsur yang lebih menjual [SIAPA] daripada “Beberapa waktu lalu.” Tapi dalam kasus lain unsur KAPAN bisa lebih cocok diutamakan. Misalnya satu artikelku di weblog ini, intronya kutulis dengan mengedepankan unsur waktu: “Malam ini sekitar pukul 9, Hotman Sibarani, anggota DPRD Kabupaten Tobasa, dijebloskan ke Rutan Balige setelah sempat dicari aparat kejaksaan ke Medan.” Karena berita tersebut kutayangkan di Blog Berita pada pukul 11 malam itu juga, jadi masih segar menonjolkan unsur waktunya.
  • Hindari menulis intro berupa kalimat langsung, kecuali kutipan yang sangat menarik.
  • Poin jangan bertele-tele kumaksudkan agar intro tidak ditulis dalam kalimat kompleks yang panjang. Jangan pakai anak kalimat pada intro. Beberapa kali aku pernah memakai kalimat kompleks [bukan kalimat tunggal] sebagai intro, tapi kuupayakan tidak terlalu panjang. Contohnya intro pada satu berita korupsi: “Seorang PNS Pemkab Tobasa menggundul kepalanya setelah Bupati Monang Sitorus ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.” Aku tidak hanya menulis “Seorang PNS Pemkab Tobasa menggundul kepalanya,” karena akan lebih menarik bila disambung dengan apa yang membuat dia menggundul kepala.

Oh ya, untuk kawan bloger, di bawah ini kutambahkan sejumlah contoh intro yang sangat sulit menarik minat pembaca:

  • Gak tahu nih mau nulis apa. Tiba-tiba bosan. Makanya aku pengen nulis tentang ini saja….
    TIPS: Jangan mulai tulisan dengan pengakuan bahwa kau sedang tidak ingin menulis. Pembaca akan menyimpulkan: Oalah, blogernya saja lagi tidak mood, berarti artikel ini takkan menarik dibaca.
  • Gue baca postingan di blog tetangga sebelah, terus ada komen yang bilang si Ulil itu antek-antek Yahudi, ah, sudah basi tuh.
    TIPS: Jangan bikin intro yang menunjukkan kesan bahwa kau hanya mengutip tulisan dari sumber lain, apalagi ditambah kata-kata “sudah basi”.
  • Mengapa yah Mega selalu usil sama SBY?
    TIPS: Jangan pakai intro dengan kalimat tanya apabila pertanyaan tersebut sudah umum diketahui jawabannya.

Artikel ini bermanfaat buatmu? Bagikanlah tips pribadimu. Selamat menulis, selamat ngeblog. [blogberita.net/JARAR SIAHAAN]

Baca tips menulis lain:

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

4 Responses to “Tips menulis: Jangan mulai ‘pada mulanya’”

  1. Agustus 2005,2bulan setelah aku resmi menjadi seorang suami,kami membenahi kamar istriku yg sebelumnya tinggal bersama orangtuanya. Buku catatan istriku sejak SD hingga SMA masih tersimpan walau tidak terlalu rapi,iseng-iseng aku baca.
    “Pada suatu hari kamu pergi ke rumah nenek,,,dst”, “Pada suatu hari kami pergi berlibur ke rumah nenek,,dst” ,tawakupun tak tertahan,hingga selesai berbenah pipinya yang tembem selalu tampak manyun.
    Saat aku rindu melihat raut wajahnya ketika marah,kata-kata itu selalu aku ucapkan,hasilnya kopi jadi kurang gula,sayur juga kurang garam.

    [reply to this comment]

  2. Mak Jang !
    Botul kali pun…
    Pada suatu hari, Kulihat kami…
    (kalimat apa pula ini…”Kulihat kami”, pasti terjemahan bulat-bulat dari bahasa batak, ‘huida hami’

    [reply to this comment]

  3. Saran yang bagus bang :-D
    Thanks

    [reply to this comment]

  4. asslmkm.akh/ukhti do’akan ana biar dapet juara y dlm lomba cerpen d mataram rncanax mo pk tips ini.thankz be 4.

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.