Asbak penjepit rokok

Posted by Jarar Siahaan on Mar 17th, 2008 and filed under cinta. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

DIAN SIDAURUK; BALI; BLOG BERITA
Setelah meletakkan kopi hangat di meja, wajah adinda, istriku, terlihat masai. Ekor matanya seakan menghakimiku. Aku tertegun mencoba meramal, mengapa sikap istriku semasai itu.

dian sidauruk Asbak penjepit rokokSeingatku, jam-jam sebelum ini tak ada yang masai yang kucetakkan padanya. Bukankah tadi malam kami berbicara banyak tentang masa lalu kami terutama masa muda kami yang indah dengan segunung pernik-pernik asmara?

“Kakanda, indah sekali ketika itu.” Demikian adinda tadi malam mengawali nostalgia kami sambil menyengol-nyenggol bahuku.

“Betul dinda. Setiap detik yang kita lalui selalu menambahkan beberapa siung rumbai warna melankonlis agar keindahan itu semakin indah,” balasku sembari menatap sanubarinya yang terbuka. Nostalgia itu memandu kami terbang lalu berenang di atas pelangi. Ujung kabut tipis dan awan jingga dengan seribu lilin di genggaman mereka melantunkan kidung-kidung Romy and Juliet terdengar merdu dari langit Tanah Batak.

Mungkinkah cerita dan renanganku tadi malam tak menguas seluruh nalurinya? Kurenungi suasana itu sembari menikmati tegukan kopi. Selagi tegukan itu melintasi kerongkonganku adinda datang dengan sehelai taplak meja ditangannya. Corak masai wajahnya bertambah kusut membuat serat kecantikannya hilang-hilang tampak.

“Sudah duapuluh tiga taplak meja berlubang karena api rokok. Semuanya harus menjadi lap karena kalau sudah berlubang begini, kakanda tak pernah setuju kalau dinda memasangnya lagi.”

Aku menarik nafas panjang. Kusesali kebiasaan buruk yang tak pernah dapat kulepasakan: merokok. Rokokku sering menggelinding dari asbak lalu jatuh dan melubangi taplak meja. Beruntung tak menimbulkan kebakaran. Semoga hal ini tak pernah terjadi.

Aku berdiri menghampiri adinda tercinta, kupeluk dan kubisikkan: “Adinda, kanda berjanji tak akan melubangi taplak meja lagi.” Mendengar itu wajahnya berseri. Seuntai sinar rembulan menghiasi senyumnya yang manja. Kedua kelopak bibirnya seakan mengajakku ke atas pelangi lagi.

“Wow, bahkan Bella Safira pun tak mampu mengekor kecantikanmu dinda,” bisikku.

Hari itu setiap toko kumasuki mencari asbak. “Saya mencari asbak yang dapat menjepit rokok,” kataku kepada setiap penjaga toko.

“Menjepit rokok? Rokok kok dijepit? Apa rokoknya nggak gepeng? Apa nikmatnya rokok gepeng?” Alis mata mereka menjulang meloncat-lontat naik hampir ke ubun-ubun mengolokku.

“Hmmm, mereka nggak ngerti,” gumamku. No problem.

Tak sampai pukul 12.00 aku sudah menemukan asbak yang kumaksud, asbak yang dapat menjepit rokok. Kubeli beberapa buah, sebagian buat persediaan, sebagian lagi buat teman-teman perokok kalau ada yang minta.

“Adinda, lihatlah asbak ini. Mulai sekarang tak akan ada lagi taplak meja yang berlubang karena api rokok”.

“Nah, begitu kanda. Rokok kakanda tak akan menggelinding lagi. Taplak meja dan benda yang mudah terbakar di sekeliling meja pasti terhindar dari serbuan api rokok kanda.” Aman.

Wajah adinda bersemi bagai taman di musim bunga. Sore menjalar dan malam di langit Simanindo berkibar-kibar bagai bendera pusaka. Hening membuat suasana dingin merayu-rayu. Rayuannya syahdu: “Kanda, dinda teringat akan rokok kanda yang terjepit.” Matanya berkedip-kedip seperti memohon-mohon sesuatu.

Aku tahu maksudnya dan seret tangannya: “Adinda, mari kita ke atas pelangi lagi.” [blogberita.net]

tafbutton blue16 Asbak penjepit rokok

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

2 Responses for “Asbak penjepit rokok”

  1. I Wayan Hartana says:

    Iseng2 aku buka cerita ini. Pertanyaan pertama: Apa hubungan Asbak dengan Cinta? Ini membuatku penasaran. Kubaca sampai tigakali agar aku dapat menarik kesimpulan hubungan antara Asbak dan Cinta. Aku temukan maknanya, ini menurutku:
    Hubungan ‘khusus’ bang Dian (penulis cerita) dan istrinya terganggu karena taplak meja sering bolong kena api rokok yang menggelinding dari asbak. Hubungan itu pulih kembali bahkan ketika itu juga begitu bang Dian membeli asbak yang bisa menjepit rokok mengganti asbak yang tidak bisa menjepit rokok. Taplak meja mereka aman dari api rokok dan benda2 disekitarnya yang mudah terbakar juga aman.
    Ada dua pesan dicerita ini – pertama cinta bisa hambar karena rokok dan kedua api rokok bisa membakar apa saja didekatnya. Aku akan mengganti asbak rokokku menjadi asbak yang bisa menjepit rokok biar taplak meja dan yang lain tidak terbakar. Gaya kata-katanya enak. Bang Dian aku punya banyak teman orang batak. Aku di Bali di Canggu.

    • Dian Sidauruk says:

      Thanks I Wayan Hartana. Saya di Kuta. Kantor saya dekat Pepito jln. Kediri. Saya sering jogging dari pantai Segara ke Pantai Canggu, wow…lumayan jauh, mungking 15Km atau 1000Km? Kalau ada waktu mampirlah ke tempat saya, ok? Om Suastiastu.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.