Toba Dream akan bangun air minum di Samosir
Wawancara Sinar Harapan dengan Viky Sianipar soal aktivitas Yayasan Toba Dream.
Koran sore Sinar Harapan, Jakarta, baru-baru ini menulis wawancara dengan musisi Viky Sianipar. Berikut dikutip Blog Berita.
Beberapa tahun lalu seorang pemuda duduk tercenung di bebatuan di salah satu bukit di pinggiran Pulau Samosir. Viky Sianipar, sang pemuda itu, sedang galau karena bukit di sebelah tempatnya duduk telah amblas ditelan bumi. Dulu bukit yang longsor itu merupakan tempat favoritnya untuk menikmati keindahan Danau Toba. Tempatnya mencari inspirasi untuk menggubah lagu dan musik, serta memberinya ilham untuk menghasilkan tiga album rekaman lagu Batak yang diberi label Toba Dream. Ketiga albumnya ini sangat sukses dan melambungkan namanya di dunia musik, khususnya lagu-lagu Batak.
Seringnya mengunjungi Tapanuli Utara khususnya Danau Toba membuat Viky merasa dituntut untuk berbuat lebih terhadap pulau dan danau tersebut. ”Kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa kalau tidak banyak yang peduli dengan kondisi Danau Toba dan Pulo Samosir. Mari berbuat nyata,” kata Viky kepada SH beberapa waktu lalu.
Berangkat dari kondisi ini, dia membentuk komunitas yang peduli dengan nasib Pulau Samosir, Danau Toba dan warga penghuninya. Programnya dinamakan seperti nama album rekamannya, Toba Dream. Program ini bergerak di bidang konservasi hutan, air bersih dan sosial masyarakat.
”Program ini saya presentasikan kepada teman-teman dan tokoh-tokoh Batak. Ternyata mereka mendukung saya secara moral dan materi,” ungkap Viky.
Dia semakin termotivasi setelah mendapat dukungan penuh dari ayahnya, Monang Sianipar yang dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang jasa pengiriman barang dan dokumen, MSA Cargo. Pada Maret 2008 kegiatan dimulai dengan penanaman pohon di sekitar Pulau Samosir, terutama di area yang gundul dan kritis. Melihat partisipasi masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini, Viky optimistis program penanaman pohon akan berjalan lancar.
”Kita transparan dalam operasional. Tiap rupiah yang masuk dan keluar kita laporkan dan dapat diakses di website tobadream.org,” jelas Viky. Untuk sosialisasi, secara berkala diadakan acara coffee morning berupa diskusi tentang lingkungan dan kegiatan sosial.
Viky juga sangat prihatin melihat sulitnya penduduk Pulo Samosir mendapatkan air bersih. Sebab sungai-sungai sudah tidak ada airnya, sedangkan tingkat keasaman air danau cukup tinggi karena pencemaran sehingga tidak layak konsumsi. Banyak penduduk yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh sedikit air bersih. Kondisi ini memperparah penderitaan warga yang sudah dililit kesulitan ekonomi. Dalam waktu dekat Yayasan Toba Dream akan membangun infrastruktur untuk mengalirkan air dari beberapa sumber mata air yang masih ada.
Menurut Viky, pemanfaatan mata air untuk suplai air bersih lebih efisien dan tidak mengancam lingkungan jika dibandingkan dengan sistem pengeboran tanah yang dikhawatirkan membuat beberapa sungai mengering. ”Memang agak sulit karena posisi mata air justru ada di daerah yang rendah, sedangkan warga yang membutuhkan air, banyak tinggal di dataran yang lebih tinggi,” kata Viky. Namun hal itu dapat diatasi dengan bantuan mesin untuk mendorong air ke desa-desa di perbukitan.
Khusus untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat, Viky berencana mengajak para pelaku usaha, terutama yang berhubungan langsung dengan dunia wisata, untuk meningkatkan produk-produk daerah.
”Saya beberapa kali minum kopi di lapo-lapo (kedai kopi dan makanan) sekitar Balige, rasanya enak sekali dan menurut saya lebih nikmat dari kopi yang ada di Starbuck Cafe. Padahal harganya cuma seribu perak segelas. Bandingkan dengan di Starbuck yang lebih dari Rp 30.000,” ungkapnya.
Dia menambahkan, yang perlu ditingkatkan adalah kemasan produk dan pelayanan. Yayasan Toba Dream dalam aksi pertamanya akan memberi modal kerja dan biaya renovasi untuk beberapa pemilik lapo di Pulau Samosir. [Sinar Harapan]
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Sangat mulia cita-cita Lae viky..Programnya sudah sampai dimana dan apa bisa dibantu.Yang pasti bantuan kita bukan cuma doa.
[reply to this comment]
Dang holan hata, tapi nyata melalui perbuatan.Mari kita dukung, benar bukan hanya dukungan doa.
[reply to this comment]
Dukungan dana sangat perlu. Logikanya, tanpa dana tak akan terjadi apa-apa. Saya akan menyumbang dana tetapi tidak bisa banyak, karena uang saya tidak banyak.
[reply to this comment]
Lae jarar, tks udah post berita ini.
@all
mauliate ma untuk supportnya. Satu pohon pun sangat berarti buat Bona Pasogit yang sudah rusak dan sangat menyedihkan itu. Tapature ma Huta ta.
[reply to this comment]
Blog Berita reply on 29 March 2008:
cuma lewat weblog ini aku bisa membantu usaha baikmu, lae. holan hata do sian ahu.
[cuma tulisan yang bisa kuperbuat].
[reply to this comment]
mauliate ma tu lae Viky dohot yayasan Toba Dream
[reply to this comment]
Aku bekerja pd sebuah perusahaan driling service utk pertambangan.
Seminggu lalu, seorang tokoh menawarin order membuat sumur air utk kampungnya di Samosir, yg masih kesulitan memperoleh air utk kebutuhan hidup se-hari2.
Menyimak keprihatinan Lae Vicky ttg konservasi alam danau toba, memaksaku berpikir keras menerima order ini.
Pada prinsipnya, aku peduli perlindungan kelestarian alam tetapi c’manalah kesulitan sanak saudara kita yg hingga saat ini hrs berjuang ekstra keras memperoleh akses air utk kebutuhannya…??
SUMPAH MAMPUS… order ini tdk sebanding dgn income bidang driling service pd pertambangan..!!!
MAULIATEGODANG
[reply to this comment]
maliate godang ma lae………………
[reply to this comment]
Andaikata saya tidak jauh dari Samosir, saya pasti turut memikirkan soal keluhan kekurangan air ini.
Saya mempunya kemampuan mengetahui sumber air di bawah tanah dan sumber air tersebut adalah sumber air berjalan layaknya sungai. Saya telah menolong banyak masyarakat di Kalimatan Timur. Saya hanya menggunakan 4mm X 1 meter kawat biasa (galvanized), jenis kawat yang biasa digunakan untuk jemuran. Kawat ini sensitip terhadap magnet. Kawat tersebut akan saya buat berbentuk omega dan kawat berbentuk omega inilah yang saya pegang sambil mondar mandir di atas permukaan tanah. Bila ada sumber air di bawah tanah yang saya lewati maka kawat yang saya pengang akan bergerak turun atau naik. Dengan cara ini saya dapat megetahui liku-liku sungai di bawah tanah. Saya tidak akan menemukan air di bawah tanah bila air tersebut adalah genangan air yang bersifat temporer. Yang dapat saya temukan adalah sumber air dan air terbut bergerak.
Kemampuan ini bukan sesuatu yang luar biasa. Tidak semua orang dapat melakukan ini tetapi sangat banyak yang bisa melakukannya.
Persentasi keberhasilan yang saya lakukan 90%, artinya hanya satu dari sepuluh yang tidak berhasil.
Air tanah tidak hanya ada di dataran rendah tetapi di dataran tinggi juga ada.
Sumber air atau mata air atau sungai di bawah tanah terbentuk kurang dari ratusan tahun atau lebih.
[reply to this comment]
viky……sungguh mulia hatimu, Tuhan selau besertamu,
tapi bingung yah kenapa pemerintah setempat tidak turun tangan untuk hal ini, malah orang yang tidak berkepentingan yang membantu, kemana pemerintah2 yang menjabat di daerah samosir, tolong deh bupati samosir bantu dong masyarakatnya jangan tinggal diam, duduk dan mengantuk kasihan dong halak kita yang disana ya ga viky….maju terus viky………
thanks
[reply to this comment]
Mauliate godang ma tu lae Viky Siamipar, jala tetap eksis dan Toba Dream Vocal Contest tetap jalan sukses.
[reply to this comment]