Calon Gubsu terkaya dan ‘termiskin’

Balige; Tobasa; Blog Berita — Abdul Wahab Dalimunthe tercatat sebagai calon gubernur Sumatera Utara dengan harta kekayaan terbanyak. Mantan Ketua DPRD Sumut ini memiliki kekayaan Rp 11,6 miliar lebih plus 47.554 dollar Amerika Serikat. Calon Gubsu dengan harta paling sedikit ialah Tritamtomo.

Berita selengkapnya yang dikutip Blog Berita dari koran Kompas edisi Rabu kemarin: Sementara calon wakil gubernur Gatot Pujo Nugroho tercatat sebagai kandidat yang memiliki jumlah harta kekayaan paling sedikit, Rp 494.872.227.

Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) hari Senin (24/3) kembali menerima faksimile dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang laporan harta kekayaan dari empat calon gubernur, Ali Umri, RE Siahaan, Abdul Wahab Dalimunthe, dan Syamsul Arifin. Sebelumnya, pada 10 Maret lalu, KPK juga mengirimkan laporan harta kekayaan satu calon gubernur (Tritamtomo) dan empat calon wakil gubernur (Maratua Simanjuntak, Suherdi, Muhammad Syafii, dan Gatot Pujo Nugroho). Dengan demikian, hanya laporan harta kekayaan calon wakil gubernur Benny Pasaribu yang belum diketahui.

Syamsul Arifin yang juga Bupati Langkat tercatat memiliki kekayaan terbanyak kedua setelah Wahab, Rp 7.006.246.297. Berikutnya kekayaan Ali Umri terbanyak ketiga sebesar Rp 5.923.033.262. RE Siahaan yang juga Wali Kota Pematang Siantar tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 5.739.553.412. Calon gubernur yang memiliki kekayaan paling sedikit adalah Tritamtomo, dengan total harta sebanyak 1.529.750.000.

Hanya saja, jumlah harta kekayaan Tritamtomo dalam laporan KPK per tanggal 16 Desember 2007 tak berbeda dengan jumlah yang dia laporkan tanggal 10 Oktober 2002 sehingga, selama lima tahun, harta kekayaan mantan Pangdam Bukit Barisan yang terakhir tercatat sebagai pengajar Lemhanas ini tidak berubah.

Di jajaran calon wakil gubernur di luar Benny Pasaribu yang laporannya belum diterima KPU Sumut, Suherdi yang berpasangan dengan RE Siahaan tercatat memiliki harta kekayaan paling banyak, Rp 3.795.902.645. Berikutnya Maratua yang berpasangan dengan Ali Umri memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 1.560.398.965. Adapun pasangan Wahab, Muhammad Syafii memiliki harta sebanyak Rp 855.781.692.

Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, KPU Sumut tidak bisa memberikan penilaian terkait kewajaran harta kekayaan yang dimiliki calon gubernur dan wakil gubernur.

Terkait belum diterimanya laporan harta kekayaan milik Benny Pasaribu, Irham mengatakan, KPU Sumut akan kembali menanyakannya ke KPK.

Rekening kampanye
Hingga Senin kemarin, ada dua pasangan calon yang sudah melaporkan rekening dana kampanye, yakni RE Siahaan-Suherdi dan Wahab-Syafii. Menurut anggota KPU Sumut Divisi Kampanye, Turunan Gulo, KPU Sumut telah bekerja sama dengan kantor akuntan publik, Katio dan Rekan, untuk mengaudit dana kampanye. Meski telah bekerja sama dengan kantor akuntan publik, Gulo mengatakan, KPU Sumut tak bisa menjamin apakah sumbangan dana kampanye masing-masing calon berasal dari sumber yang bersih.

KPU Sumut, kata Gulo, tak bisa melacak dari mana sumber dana kampanye yang masuk ke pasangan calon. Dia menampik kemungkinan KPU Sumut bekerja sama dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). ”Mestinya yang bekerja sama adalah Panwaslih. Mereka kan yang mengawasi seluruh tahapan pilkada, KPU hanya sebagai penyelenggara,” katanya. Irham mengatakan, sangat mungkin KPU Sumut tidak tahu jika ada pasangan calon yang memperoleh dana kampanye dari sumber-sumber terlarang. [Kompas]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

4 Responses to “Calon Gubsu terkaya dan ‘termiskin’”

  1. Harta sedikit = miskin.
    Miskin = rumahnya gubuk-gubuk.

    Ada calon gubernur atau calon wakil gubernur yang hanya mempunyai Gubuks bambU (baca gubsu). Bila sudah jadi gubernur atau wakil gubernur, gubsu tidak akan ada lagi. *Kemakmuran…..?

    [reply to this comment]

  2. Yang penting adalah kekayaannya didapat secara wajar atau tidak!
    klo dia makin kaya setelah menjabat adalah hal yang wajar, krn kita gak perlu munafik klo pejabat mendapat komisi dari setiap ada proyek, asal jgn klo gak ada komisi, proyek gak jalan. saya kira itu bukan bagian dari korupsi, krn setiap perhitungan nilai project, komisi itu tetap ada, dan itu masuk anggaran proyek.

    [reply to this comment]

  3. jangan mau pilih calon gubernur cabul seperti a***. kalo dia terpilih gawat nanti kita. gitu juga dengan t*** yang jelas-jelas disponsori cukong judi o*** p***. keduanya ini merupakan calon berbahaya. pilih lah selain mereka. pakai hati nuranimu.

    [reply to this comment]

  4. pilkada sumut belum seutuhnya menyangkut rakyat banyak, banyak para calon mengumbar-umbar janji pada debat calon gubernur sabtu kemaren(metro TV). dengan umbaran janji tersebut tak satupun para calon yang menyngggupi untuk membuat kontarak politik, berarti tak satupun cagub yang bener-benarbersih dan memperjuangkan rakyat sumut,,,,HORAS MEDAN!!!!!!!!!.

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.