Jangan blokir web JIL dan Ahmadiyah
Setelah menyatakan akan memblokir situs porno, Departemen Komunikasi dan Informasi menambahkan situs kekerasan dan memancing kebencian berdasarkan SARA [suku, agama, ras] akan juga diblokir. Pemerintah sedang menyusun daftar situs terlarang itu. Kalau Depkominfo tidak bijak, bisa jadi akan banyak situs yang “tidak Islami” diblokir dengan dasar fatwa MUI.
Menteri Kominfo Mohammad Nuh seperti dikutip Blog Berita dari Detik mengatakan, daftar situs terlarang akan disosialisasikan pemerintah kepada pemilik warung Internet dan penyedia jasa Internet atau ISP supaya mereka memblokir situs tersebut. Bila nanti warnet dan ISP meloloskan situs tersebut, maka mereka akan dikenakan sanksi. Sementara untuk sekolah dan rumah-rumah, Depkominfo akan membuat software penangkal situs porno dan SARA.
Seperti pendapatku dua hari lalu di web ini, pada prinsipnya aku setuju dengan niat baik pemerintah. Karena memang situs porno dan SARA bisa merusak. Tapi, sekali lagi, pemerintah harus berhati-hati menentukan mana web yang termasuk pornografi dan memancing kebencian SARA. Seperti gambar sikat gigi tindih-tindihan yang kumuat di Blog Berita dua hari lalu, bisa dikategorikan pornografi kalau mengacu pada makna dalam kamus bahasa; sedangkan gambar cewek bugil itu bisa tidak termasuk pornografi.
Sama halnya dengan komentar salah satu pembaca, Dian Sidauruk di Bali, bahwa definisi pornografi bagi pemerintah atau alim ulama tidak bisa diberlakukan misalnya bagi masyarakat Papua. “Pamer” alat kelamin dan bertelanjang adalah bagian dari budaya orang Papua. Mereka tidak menganggap hal itu sebagai upaya memancing nafsu seks.
Yang kukhawatirkan adalah niat pemerintah untuk juga memblokir situs berbau SARA. Katakanlah soal agama; sama halnya dengan porno, juga tidak mudah membuat batasan mana yang boleh dan tidak. Apakah pemerintah akan meminta pendapat Majelis Ulama Indonesia atau Persatuan Gereja Indonesia atau organisasi keagamaan lainnya? Bila misalnya pendapat MUI dijadikan patokan, bisa-bisa situs Ahmadiyah akan dimasukkan dalam daftar terlarang, karena mereka tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir. Situs populer Jaringan Islam Liberal juga akan dicap merah untuk diblokir, karena mereka sering mengkritik doktrin-doktrin Islam yang dinilai melanggar hak asasi dan demokrasi.
Saranku kepada Depkominfo, situs sejenis Ahmadiyah dan JIL tidak pantas dimasukkan dalam daftar terlarang itu. Justru yang harus diblokir adalah situs-situs sejenis organisasi Laskar Jihad atau Forum Pembela Islam, karena mereka sangat sering melakukan kekerasan dan menyakiti warga yang tidak sepaham dengan mereka. Ahmadiyah dan JIL tidak pernah melakukan kekerasan seperti FPI.
Kemudian ada lagi beberapa situs agama yang menurutku wajib diblokir pemerintah; tapi tidak usah pun kusebutkan, umumnya netter aktif pasti paham web apa saja yang kumaksud, dan aku yakin Depkominfo telah menetapkan situs itu pada urutan teratas. Salah satunya adalah web berformat milis yang disebut sebagai salah satu situs terbesar di Indonesia, bahkan hits-nya mengalahkan Detik, yang isinya adalah opini sampah dan komentar caci-maki para maniak agama. Umumnya yang menjadi anggota situs itu adalah “kelompok Kristen” dan “kelompok Islam”.
Saban hari, setiap jam, setiap menit, mereka membahas agama Islam dan Kristen sambil memaki-maki. Nabiku, Muhammad, diserang habis-habisan dengan kata-kata yang jorok. Nabi dan Tuhan saudaraku yang nasrani, Yesus, dihujat dengan kata-kata paling kasar.
Semua komentar brutal itu dibiarkan tanpa sensor sama sekali oleh pengelola web. Alasan mereka: kebebasan berpendapat. Tapi sesungguhnya tidak sulit menebak apa alasan pemilik situs itu sengaja memuat artikel agama yang provokatif dan membiarkan komentar menghujat tanpa sensor: Yang mereka inginkan adalah uang dari iklan. Dan memang, banyak iklan yang masuk ke situs tersebut.
Umumnya netter Indonesia sangat suka beropini menyerang umat dan agama lain, dan itulah yang dimanfaatkan oleh si pemilik web. Ribuan orang, baik dari kubu Kristen maupun Islam, bergabung ke situs itu dan aktif menulis opini. Mereka asyik saling hujat, “berdarah-darah”, menebarkan kebencian antar-umat…, tapi entah mereka sadar atau tidak, di sudut sebuah kamar, di depan komputer, pemilik situs itu tersenyum melihat akun Google Adsense dan akun iklannya yang lain: Penghasilan dollar-nya makin bertambah.
“Sungguh bodoh kalian mau berkomentar kasar dan memaki-maki di situsku ini, hits-ku pun naik, iklanku banyak, dollar dalam rekening PayPal bertambah dan cek pun datang tiap bulan. Dollar, coy…. Apa yang kalian dapat dengan bergabung di situsku ini? Tidak ada. Justru kalian menghabiskan tenaga, waktu, pikiran, pulsa Internet, dan menambah musuh; sementara yang merasakan enaknya adalah aku sendiri. Ha-ha-ha…, dasar netter Indonesia, otaknya ditaruh di dengkul,” begitulah di benak si pemilik situs.
Situs-situs biadab seperti inilah yang harus diblokir, Pak Nuh, bukan situs JIL atau Ahmadiyah.
Blog Berita; Jarar Siahaan, bloger muslim yang sering dimaki di weblog lain dengan foto dipasang seperti kriminal; wartawan freelance di Balige, Toba Samosir.
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Kalo kekerasan secara psikis gimana lae? mungkin iya FPI dan laskar sejenis melakukan kekerasan fisik, tp klo sejenis islamlib yg dalam artikelnya memberikan kekerasan psikis gimana? misalnya membuat keresahan dalam beragama dalam masyarakat, hanya my 2cent opinion
[reply to this comment]
Blog Berita reply on 28 March 2008:
bisa saja ada orang resah — lebih tepatnya marah — karena tidak sependapat dengan jil, dan itu wajar. sama halnya, bisa saja bloger lain “resah” karena tidak sepaham dengan gayaku menulis. apakah lantas aku salah karena tidak menulis seperti bloger kebanyakan? apakah jil lantas patut dihukum karena opininya berbeda dari lazimnya umat islam? menurutku tidak.
yang harus dihukum adalah orang-orang yang melanggar aturan negara [hukum positif], antara lain termasuk fpi yang sering merusak harta benda orang lain dan bahkan memukuli orang dengan alasan menegakkan syariat islam.
indonesia memakai perangkat hukum negara yang dibuat oleh pendiri republik berlandaskan uud 1945; indonesia bukan negara islam, maka hukum/syariat islam tidak boleh dijadikan alasan untuk menyalahkan kelompok lain. begitulah pendapatku, lae.
[reply to this comment]
Yak, JIL dan Ahmadiyah memang tidak melakukan kekerasan fisik, namun mereka melakukan kekerasan pemikiran, yang jauh lebih merusak dan berbahaya, karena bisa sangat menghancurkan. Itu namanya invasi pemikiran, merusak pola pikir secara tidak sadar…
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Itu namanya uji keimanan. Iman anda kurang kuat sehingga takut terpengaruh sama mereka?
[reply to this comment]
kevin reply on 3 June 2008:
@Yohang
Kekerasan pemikiran apa yg yg ditawarkan JIL maupun Ahmadiyah ? Anda mengomentari dg bekal NOL pengetahuan sama sekali tentang JIL maupun Ahmadiyah. Ada beberapa tokoh nasional yg menentang/ tdk percaya ahmadiyah tetapi bersikap obyektip dan memeberikan apresiasi atas peran ahmadiyah terhadapa dunia islam, seperti di bawah ini :
Amien Rais - Mantan Ketua MPR RI/PP Muhamadiyah.
“Ahmadiyah bukan gerakan politik. Beberapa stasiun televisi mereka di Eropa hanya bicara tentang ajaran,Islam, akhlak, dan ekonomi.Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah,juga tetap salat lima waktu. Bahkan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat, dan udara
di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang Nobel Fisika, Dr Abdussalam, juga orang Ahmadiyah. Jadi mereka itu sekumpulan orang intelektual. Bahkan, kalau mau jujur, yang
menyiarkan agama Islam di Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stasiun televisi dan stasiun radio.
http://www.tempoint eraktif.com 28 April 2008
Prof. Dr. Hamka, tidak asing lagi bagi masyarakat kita, seorang alim terkemuka, berpengaruh dan termasuk orang yang menentang Ahmadiyah.* Namun demikian Prof. Dr. Hamka “DIPAKSA” oleh hati nuraninya untuk berkata dan menulis tentang KEBENARAN dan Jasa Ahmadiyah seperti berikut: “Adapun Kaum Ahmadi (Ahmadiyah) dan Usahanya Menyebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka Menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasanya yang hidup di Eropa. Padahal di zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur’an. Penafsiran Qur’an dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang Menginginkan Kebangkitan Ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam.
Dari Pelajaran Agama Islam, hal. 199, cetakan pertama 1956, Penerbit Bulan Bintang
Ir. Soekarno - Presiden RI Pertama
“Ahmadiyah adalah besar pengaruhnya, juga di luar India. Ia bercabang di mana-mana, ia menyebarkan banyak kerpustakaannya ke mana-mana. sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku- buku, sampai di sana ia sebarkan
punya propagandis- propagandis. Corak ia punya Sistem adalah memprogandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikannya dunia Nasrani, ya … Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting di dalam pembaharuan pengertian Islam di
India, dan satu faktor penting pula di dalam memPROPAGANDAdakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya.
H. Agus Salim dan H.O.S Cokroaminoto
“Kongres Serikat Islam 26-29 januari 1928 di Jogjakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakan juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis S.I. adanya, jadi di luar organisasi ini, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Qur’an yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbit an pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas Tafsir Ahmadiyah. Lantaran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Qur’an, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (di antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru, dan kaum Theosofi), Tafsir Ahmadiyah-lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar”.
Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakkan- pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, cetakan kelima, halaman 47, Penerbit Pustaka Rakyat
[reply to this comment]
Lae,
Ahmadiyah juga tak pernah merusak, tetapi dengan semena mena mengklaim dirinya sebagai umat Islam,
padahal orang Islam adalah mengakui Muhammad sebagai rasul dannabi terakhir lae,
justru karena mereka mereka yang diem diem inilah, masyarakat resah, intinya mereka diam tetapi membuat keresahan, dan ngeyel dengan argumennya ketika diajak komunikasi…
nah, saya setuju dengn pendapat 2 rekan diatas lae, bahwa perusakan pemikiran lebih berbahaya daripada perusakan fisik yang mungkin akan dapat dikembalikan lagi (secara fisik) dalam tempo yang lebih singkat…
salam Lae
pamotan.blogspot.com
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
“justru karena mereka mereka yang diem diem inilah, masyarakat resah, intinya mereka diam tetapi membuat keresahan, dan ngeyel dengan argumennya ketika diajak komunikasi…”
dari sini terbukti bahwa iman mereka tidak kuat, digoyang dikit aja dah jatoh.
kalau anda adu argumen dengan mereka, apa anda tidak ngeyel?
[reply to this comment]
Ah, lae Jarar…rupanya sebagian masyarakat kita memang belum siap untuk bertoleransi. Semua opini yang berbeda dan berseberangan dengan keyakinan dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan dan merusak. *sedih* Padahal keresahan dan ketakutan untuk ‘dirusak’ itu kan menunjukkan belum kokohnya iman kita sendiri, jadi begitu ada yang ‘menggoyang’ dari luar langsung panik kalang kabut.
[reply to this comment]
Lae, membaca komen-komen di sini, aku jadi sedih. Ternyata masyarakat kita belum berubah juga.
Terus terang jika keresahan di buat menjadi landasan hukum, maka bubarlah negeri ini. Lah, apa lantas saya misalnya meminta pemerintah menutup mesjid-mesjid, atau gereja-gereja karena saya anggap meresahkan karena mengganggu jam istirahat saya. Ok, kalo perasaan seorang saja tidak dianggap. Bagaimana jika ternyata saya bisa mengumpulkan suara banyak orang yang senada dengan saya. Tentu saya akan bisa menuntut untuk menutup mesjid dan gereja itu , dengan alasan meresahkan orang banyak. Kalo begitu kejadianya, mau jadi apa negeri ini.
Terus terang jika perasaan (dalam hal ini keresahan) yang menjadi landasan, maka akan sangat relatif. Entah hukum apa yang dihasilkannya.
[reply to this comment]
pemerintah kurang kerjaan aja..! berapa biaya lagi yang akan di boroskn untuk hal2 yang menurutku tidak efektif dn efisien. lebih bagus biaya itu di sumbangkan untuk sekolah, penambahan sarana pendidikan, pendidikan ahlak,melalui simposium kek, seminar kek,atau hal2 lainnya, biar orang-2 yang pikirannya negatif bisa lebih positif.
[reply to this comment]
Konten-konten dalam situs biarlah beredar seperti biasanya, tak perlu dilarang-larang segala..Karena menurutku lae,dalam dunia cyber ini(termasuk dunia blog)akan berlaku self control atau autokritik..Jadi para penjelajah dunia maya akan bisa memilah dan memilih sendiri konten yang dia mau, memberi kontrol atas konten yang tidak disukai(dianggap tidak pantas) entah melalui kritik atau artikel tandingan..jadi adil kan? Mungkin yang lebih penting adalah menjaga anak-anak, yang notabene masih’di bawah umur’,dari konten-konten yang (bila mereka akses)bisa mengganggu
stabilitas psikis mereka karena nalar yang belum baik jalannya..
Ini tentunya memerlukan kesadaran dan kerjasama yang baik dengan para orang tua, para penyedia jasa internet, atau individu2 pengguna dewasa..
[reply to this comment]
kalau belum bisa membaca permasalahan dengan jernih, namanya belum dewasa. Masyarakat belum siap dg homogen budaya. Masih terkotak dalam pikiran sepihak. belum siap bahwa ternyata orang bisa berpendapat beda.
[reply to this comment]
… ada debat disini…!.
[reply to this comment]
Apakah di internet ini juga ada Agama ? Ada Tuhan ?, Agama yang mana ? Apakah Hukum Positif Indonesia bisa berkelana di Internet ? Sudah sehebat itu kah Kiblat Cyber Law Indonesia ?, Saya kok belum yakin ya ? Belum Yakin kalo Depkominfo itu tau seluk beluk Internet. Kawan-kawan mari kita test dulu depkominfo apakah tidak bisa di tembus oleh hacker ?
[reply to this comment]
JIL merusak secara psikis? Ah, aku sama sekli tidak percaya itu. Hanya orang2 yang tidak siap dengan perbedaan pendapat yang bilang seperti itu. Saya bukan pro-JIL atau anti-JIL. Ada pendapat dari JIL yng bisa saya terima dan ada yang tidak. Kita harus adil dalam menilai. Lagi pula kenapa takut iman kita goyah hanya karena JIL? Sudah sedemikian labilkah iman kita? Sudah sedemikian hebatkah JIL?
Coba kalau kita balik, misalnya, wacana Islam transnasional yang digembar-gemborkan kelompok2 muallaf metropolitan, apakah membuat orang2 NU dan Muhammadiyah berkata:”wah ini merupakan kekerasan psikis….”? Tidak khan? Padahal apa yang ditawarkam oleh kelompok Islam transnasional juga banyak yang berbeda dengan mainstream pemikiran di NU dan Muhammadiyah….Bahkan ada wacana yang jelas2 ingin mengganti dasar negara!!!!
Jadi persoalannya ada pada kebeningan hati untuk menghormati perbedaan pendapat. Kalau Iman kita kuat, seribu JIL yang nyeleneh dan seribu Islam transnasional yang kaku tidak akan bisa menggoyahkan iman kita. Jangan merengek menggunakan alasan “melakukan kekerasan psikis” untuk menghantam pihak yang berbeda dengan kita. Terlalu culun….
[reply to this comment]
lucu artikel kamu bung…milis harus ditutup karena menyerang agama lain. tapi ahmadiyah yang menyerang Islam dan jelas2x menodai agama Islam dari sisi paling krusial anda bela habis2xan…sungguh lucu pola pikir anda
[reply to this comment]
kevin reply on 3 June 2008:
@rahmad
Baca komen sy di atas !
[reply to this comment]
Tidak ada yang melarang pengikut ahmadiyah tinggal dan beribadah di indonesia asal jangan mengaku dirinya Islam! ini namanya menyesatkan, nabi terakhir hanya Nabi Muhammad saw tidak ada nabi lain, dan sudah tegas dijelaskan melalui perkataan nabi Muhammad sebagai khatamul anbiya…jika ada aliran yang mengakui punya nabi setelah Muhammad maka wajib badan2x yng punya otoritas membantahnya dan menolak pengakuannya.
Jangan kamu nilai ahmadiyah benar karena mereka tidak melakukan tindakan kekerasan, apakah kebenaran dinilai dari tindakan kekerasan? jadi pihak yang benar adalah pihak yang tidak pernah melakukan tindakan kekerasan, gitu? betapapun rusaknya ajaran yang ia bawa dan dampak negatifnya bagi umat?
Ahmadiyah wajib distempel sesat dan harus dipaksa mengaku diri mereka bukan islam, karena mereka memang bukan Islam. sebagai umat Islam kita wajib membersihkan agama kita dari noda yang dilemparkan pihak luar kepadanya.
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
“sudah tegas dijelaskan melalui perkataan nabi Muhammad sebagai khatamul anbiya”
Berarti habis khatam Qur’an tidak boleh baca Qur’an lagi dong.
“Ahmadiyah wajib distempel sesat dan harus dipaksa mengaku diri mereka bukan islam, karena mereka memang bukan Islam.”
Sudah anda pelajari mengenai Ahmadiyah? Kok bisa anda bilang sesat? Apa cuma karena kata orang?
[reply to this comment]
Oke, ada beberapa dari kalian yang membela dan menentang JIL atau Ahmadiyah.
Tapi terlepas dari semua itu, bagaimana Islam kalian sendiri? Apakah Islam kalian sudah bersumber dari hati dan nurani?
Atau justru hanya ikut2an?
Apakah post yang ada di sini benar2 kalian pikirkan matang2 dan dr sanubari sendiri, atau hanya ikut opini masyarakat?
Semuanya hanya kalian yg bisa menjawab dan mengubahnya.
Wallahu ‘alam.
[reply to this comment]
kalau gue sendiri merasa aneh dengan spesies manusia spt jarar siahaan, dia membela kaum yang jelas2x menyerang Islam seperti Ahmadiyah & JIL, tapi disaat bersamaan diam seribu kata pada hinaan2x ahmadiyah & jil terhadap Islam, maka wajar saja jika spesies seperti jarar sering dimaki.
[reply to this comment]
jamil reply on 2 May 2008:
Gua malah merasa lebih aneh ama spesies kaya lu Mad, gua kaga tau lu termasuk spesies manusia ato bukan. Di otak lu tu taunya perang doang! Islam adalah agama besar, tidak perlu bantuan pahlawan kesiangan kayak lu orang. Islam sebagai agama sudah eksis 1500 tahun. Dan tetap akan eksis, walaupun mungkin ada beberapa polemik dan benturan baik dari dalam ataupun dari luar.
Agama lain juga sama, Kristen, Budha, Hindu, dll sama-sama mengalami benturan dari semua arah.
Yang bikin agama rusak tuh justru orang-orang kaya lu, para penganggur (yang bakal mati kelaparan kalo udah ga laku jual ayat), preman berjubah (lu liat kelakuan FPI kalo lagi razia, makanya gua setuju banget tuh FPI dihajar balik sama preman betulan waktu mereka lagi sok razia di Kemang, bulan Ramadhan 3 tahun lalu, buktinya ngaciiirrr…) dan orang-orang hipokrit yang bener-bener tidak tahu malu sudah mencemarkan citra Islam sebagai agama yang damai.
Bravo Bang Jarar, orang-orang yang seperti Anda diharapkan dapat memunculkan citra Islam yang agung.
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
anda ditindas secara fisik oleh Ahmadiyah & JIL? Apa tertindas secara mental?
Lemah sekali keimanan anda sehingga kehadiran mereka membuat anda goyah & resah.
[reply to this comment]
SITUS AHMADIYAH DAN JIL PALING LAYAK DIBLOKIR KARENA TELAH MEMBUAT KERUSAKAN PADA AKIDAH UMAT ISLAM
TERMASUK SITUS PEMBELANYA SEPERTI SITUS INI. SITUS INI LAYAK DIBREDEL KARENA MEMBELA PERUSAK AKIDAH DEMI KEBEBASAN.
AHMADIYAH DIPERTAHANKAN DAN DIBIAYAI OLEH INGGRIS
SEDANGKAN JIL DIBIAYAI OLEH AMERIKA SERIKAT DEMI ALASAN HAM DAN KEBEBASAN BERAGAMA. PENTOLANNYA SANG “KIYAI GENDHENG” GUS DUR.
DI WEBNYA JELAS2 GUS DUS MENJADI PEMBINA IKUT JUGA BERSAMA AHMAD DANI (JENGGOTNYA MIRIP JENGGOT YAHUDI). BACA DI http://WWW.ISLAMLIB.COM
[reply to this comment]
Obic Adnanie reply on 23 June 2008:
Saya turut prihatin atas definisi Islam yang anda pahami selama ini, Anda mendefinisikan Islam dengan hanya mencaci, mengebiri serta menghasut.
Islam bukan sebuah roda kempes yang tak bisa lagi didorong untuk lebih maju, Islam adalah Milik Allah, Nabi Muhammad SAW dan Umat Muslim, dan Allah SWT telah berulang kali menyuguhkan sabdanya dengan redaksi ” afala tatafakkarun “, jadi, Islam itu hanya untuk orang-orang berfikir, pintar dan cerdas untuk segala kemajuannya, bukan untuk kapasitas otak anda yang BODOH, JAHIL dan SANGAT TERBATAS yang hanya bisa mengecam ruang-ruang yang sangat bertolak belakang dengan anda, seperti Gus Dur dan JIL.
Maju terus Kak Ulil, Gus Dur, JIL, dan Islam. Bersabarlah dalam menghadapi orang-orang bodoh dengan segala bentuk kebodohannya.
[reply to this comment]
@Muhammad Ali
Trus? Internet juga dicipta’in ame Yahudi dan Amrik, kok lu kaga malu ikutan pake?
Eh Mad, jangan kagok, lu himpun deh pasukan. Trus berangkat sono ke London ame Washington, jihad deh sampe puas. Jangan cuman pinter nuduh aja.
Situs ini juga kan rajin lu kunjungin? Kalo udah tau situs ini kaga sesuai sama selera perang dan konspirasi lu, jangan kunjungi lagi, apalagi kasih komen yang ga mutu. Jilat tuh ‘protes’ lu!
Kasian deh, udah putus asa ya rupanya kalian? Bisanya cuma nyalahin Amerika, Inggris, Yahudi aja. Salahin tuh Arab, udah jelas-jelas warganya hobi mencicipi TKW Indonesia. Kok lu diem? Takut ame jenggot Arab?
[reply to this comment]
radi reply on 19 June 2008:
@Muhammad Ali
hai calon penjilat …

mulai sekarang, jgn pernah pake barang ato karya buatan tangan orang non muslim ya … kan gak halal tuh
nikmatilah masa2 jaman primitifmu ya …
pegang komitmenmu itu dgn mantap …
jgn sampai berubah pikiran ya …. ^.^
[reply to this comment]
Sebenarnya Jaringan Islam Liberal hanya ingin mencoba mengarahkan Islam ke dalam definisi yang lebih segar, mengembalikan pengertian Islam yang Rahmatan lil alamin, dan mencoba membebaskan Islam dari belenggu Arabisasi yang justru hanya mempersempit ruang gerak umat muslim dalam menjalankan ibadah karena pertimbangan kultur, geologis maupun kondisi ruangan. Islam bukan hanya Surban, Jubah ataupun Jenggot, Toh … Abu Jahal mengadopsi semua itu akan tetapi tetap saja dia tidak beriman dan kufur, itu hanya kultural Arab, bukan Islam, sebuah pengertian sederhana yang telah diperjuangkan oleh JIL akan keterbukaannya, Sehingga Islam bukan hanya Arab, tapi Indonesia, Amerika, India, atau bahkan Kutub utara, Islam itu Umum, milik umat manusia, islam itu Universal yang begitu menginginkan kedamaian tanpa adanya perbedaan, dan Islam memang damai, dan hanya JIL lah yang sanggup menyajikannya selama ini.
Perjuangan JIL yang begitu cerdas dapat efektif diantaranya melalui websitenya, jadi sebuah wadah informasi yang membawa kedamaian Umat adalah JIL, ketika terdapat keputusan tentang pengebiriannya, maka, Kedamaian telah dilarang, dan memenangkan dan meleluasakan Anarkis, Brutal, ataupun Radikal yang Jahiliyah.
Kesimpulannya, yang terpancing bukanlah benar-benar terpancing, tapi menolak definisi Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, Islam yang damai, dan Islam yang Universal.
Maju Terus Kak Ulil Abshar Abdalla DKK, Hidup JIL, Hidup ISLAM..!
[reply to this comment]
Assalaamu’alaykum…wRwB
maaf sebelumnya yaa…
saya hanya ingin sedikit memberikan sedikit pemikiran saya mengenai apa yang ada dalam benak Anda…
walau seberapa banyakpun komen yang masuk,,,tapi kalo bertentangan dengan apa yang sudah menjadi pemikiran Anda,,Anda tetap tidak akan menerima….
sah-sah saja kita mempertahankan apa yang menjadi kepercayaan….tapi,,ingat satu hal,,,,,jangan sampai kita terjerumus oleh pemikiran kita sendiri dan jadi buta dan tuli akan pendapat yang benar bahkan pernyataan yang benar sekalipun…
di JAman Rasulullah SAW,,,ada 2 golongan yang menentangnya yaitu orang kafir dan orang munafiq,,dan di antara keduanya yang paling berbahaya adalah orang munafik,,karena apa?? karena mereka mengaku islam tapi ternyata merusak islam pelan2 dari dalam..
tidak sadarkah Anda JIL itu termasuk dalam golongan orang yang munafik????
selebihnya setelah ini Anda mau mereply komen itu terserah,,,
yang jelas buat saya,,saya punya ajakan untuk menuju kebaikan pada Anda..
Wassalam
[reply to this comment]
Nah sudah jelas kan bagi kalangan Islam mana musuh mana bukan, dan jelaslah apa yg di sebut munafikun di dalam Alquran, mereka mendewakan akal-akal mereka dan yang lebih parah mereka dengan bangga menyemaratakan pemikiran2 mereka dengan wahyu tuhan..meraka tolak Wahyu yg mereka anggap tidak menguntungkan padahal mereka tau itu Wahyu Allah….Otak mereka telah cabul dengan menolak mentup aurat dan mengkambinghitamkan arab, anda pernah belajar sejarah???memang arab itu bangsa yg barbar makanya di turunkannya Rasullullah ke daearah itu…yang bilang jilbab itu budaya arab sapa?? Jilbab itu di perintahkan oleh Rasullullah, jadi sebelum Rasullulah datang banyak kemaksiatan termasuk kemaksiatan yg anda2 lakukan saat ini…klo emang cabul bilang aja cabul g usah belaga cari pembenaran belaga pake alasan hak asasi manusia (basi tau)..
[reply to this comment]
Assalaamu alaikum !
kita ini semuanya milik gusti Allah, yang jil, gus dur, fpi, ahmadiyah dan lain lain tidak punya daya upaya kecuali dari Allah.
Allahu akbar !
[reply to this comment]
unyil reply on 20 September 2008:
@ Ancam…
Setuju banget dengan pendapat anda. Hakim tertinggi adalah Allah SWT. Biarlah Dia yang memutuskan siapa hamba2nya yang hitam, putih dan abu2. Dan masing2 tentu akan mendapat ganjarannya sendiri sesuai amal perbuatannya di dunia ini.
Bagaimana kita bisa mengklaim orang lain lebih buruk, lebih berdosa, lebih munafik dari diri kita sendiri. Dan apakah hal yang demikian itu bukan sebagai tanda2 hamba yang sombong?
[reply to this comment]
to Chiza and bolang?
anda orang Indonesia ya? pantes ber-2 pada bloon. Sejarahnya Orang Indonesia masih banyak yg gak pada sekolah. anda tau asalnya orang munafik dan kafir? itu adanya di negara2 timur tengah, tak terkecuali arab saudi. sampai sekrang pun semua bangsa tau klw orang arab munafik. sorry di Indonesia gak kenal kata2 munafik. 28-10-1928, bahasa persatuan bahasa Indonesia. ngaku pada beriman & bertaqwa, tapi ngebunuh, perkosa, hamilin TKI yg dah jelas2 beragama islam. tp gak ada yg diadili/sampai dihukum.
Lw berdua pada sama? Nabi Muhammad dikubur setelah 3 hari meninggal. pada sama kaya lw, ribut mulu siapa yg harus jadi pemimpin, dan bagaimana mekanisme memilihnya. jadinya oleh para sahabat baru bisa dikubur setelah 3 hari meninggal.
pada banyak baca buku, analisa & diskusi lagi dech. baru kasih komentar…
[reply to this comment]