Roy Suryo vs bloger Indonesia
Situs Partai Golkar dibobol. Foto wajah pakar telematika Roy Suryo disusupkan bersama dua cewek bule. Reaksi atas komentar Roy Suryo yang sering memojokkan bloger Indonesia?
Di salah satu halaman web Partai Golkar itu pada Jumat pagi kemarin terpasang foto Roy Suryo, dosen teknologi informasi yang juga konsultan di Unit Pusat Identifikasi Mabes Polri, dengan teks:
“Haiiiiiii… Jumpal agi….. dgn Tante Roy. Adyuh Mana Ujyan Ga da Ojyek Bechex Bechex *iklan cincha dolo ya pak admin* Maap pak admin cuma pengen titip numpang pesen aja… buat Tante Roy.”
Saat artikel ini kutulis pukul 2.30 Sabtu siang, situs Golkar sudah tidak bisa lagi diakses. Tidak jelas apakah sengaja ditutup sementara oleh pihak Golkar. Selanjutnya pesan dari hantu belau Internet itu berbunyi:
“Adyuh Roy Roy… please deyyy jangan suka NATO deh yey, jadi nye kayak yang nepsong gede tenaga kurang gitu bo. Geli2 gimanaaa gitu dengernye aih.. mati. eik curiga jangan2 yey sekong ya bow, maen tuduh2 blogger.. dihhh malu deh…. Secara eik kan bukan blogger kaleee. Ya udeh, kiss by dulu yah buat om roy. Maap ye pak mentri, om admin, cuma intermesum aje dari eik.. aih intermesso maksudnye, kite2 dukung pak mentri kok.. :)) dari siapakah.akyu@yahoo.com. thx buat ortuku yang sudah menciptakan seekor monster. The Deranger Products of Evil Coder.”
Beberapa hari sebelumnya web Departemen Komunikasi dan Informasi juga sempat dibobol dengan pesan yang hampir sama. Foto wajah Roy Suryo ditempelkan pada gambar tubuh bertelanjang dada seorang pemuda. Si pembobol menitipkan alamat email yang sama: siapakah.akyu@yahoo.com.
Sebenarnya bukan kali ini saja Roy Suryo diserang secara kasar di Internet. Terdapat puluhan forum seperti milis dan weblog yang sudah sejak beberapa tahun terakhir selalu memojokkan Roy Suryo. Bahkan ada satu situs yang dibuat khusus untuk “menghujat” dan mencari-cari kelemahan Roy. Ada bloger kondang Indonesia yang secara resmi menyatakan diri mendukung situs anti-Roy Suryo itu.
Tentang pembajakan foto dan namanya di situs-situs pemerintah, Roy Suryo kepada Media Indonesia mengatakan, “Yang patut dikhawatirkan adalah tindakan para blogger negatif tersebut bisa merugikan pemerintah dan siapa saja yang menjadi korban mereka.” Sebelumnya kepada Detik dia juga berkata bahwa bloger adalah tukang bohong, penipu, dan tidak bisa dipercaya.
Menurut Blog Berita, tidak semua pendapat Roy itu benar, dan juga tidak total salah. Belum lama ini nama Roy dibajak oleh bloger tak dikenal dengan mendaftarkan weblog gratis di Blog Detik. Dengan tegas Roy membantah bahwa situs itu bukanlah miliknya.
Sepengetahuanku, genderang perang antara “kalangan bloger” dengan Roy ditabuh pertama sekali oleh Roy, yaitu dengan mengatakan bahwa blog adalah tren media sesaat dan tulisan bloger tidak bisa dipercaya. Aku kurang tahu apa yang membuat Roy sampai pada kesimpulan itu. Sebagai pakar TI yang sering tampil di tivi, radio, dan koran-koran, seharusnya dia sudah tahu bahwa justru weblog adalah tren media yang sedang naik daun. Bahkan seorang konglomerat media sekelas Rupert Murdoch telah menyatakan, beberapa tahun ke depan media konvensional seperti koran dan tivi tidak akan lagi mendominasi opini publik; media online, termasuk blog, sedang mengambil-alih pembentukan opini publik. Suratkabar akan ditimpa media Internet, katanya. Sejak pendapatnya itu, telah banyak koran menjadi lebih serius membuat dan meningkatkan mutu situsnya.
Di Amerika Serikat sendiri, negara dengan pers paling bermutu, bloger bahkan telah diakui posisinya sebagai bagian dari pers. Di sana bloger diberi akses meliput ke lembaga-lembaga pemerintah. Memang tidak otomatis semua bloger adalah wartawan, tapi bloger bisa jadi wartawan.
Jujur saja, membaca komentar-komentar Roy Suryo di media yang sering menuding bloger sebagai pembohong, aku pribadi juga merasa tidak bisa menerimanya. Benar, ada bloger pembohong, ada bloger anonim yang menulis secara tidak bertanggung jawab, ada bloger yang kerjanya cuma memaki-maki orang lain dan agama lain. Tapi statemen Roy sejak awal telah ditujukan kepada semua bloger tanpa pandang bulu. Inilah yang menurutku membuat banyak bloger marah dan sering mem-posting tulisan yang mengejek Roy.
Aku setuju ketika bloger Indonesia ramai-ramai menulis artikel mengkritik Roy. Tapi aku tidak setuju dengan cara sebagian bloger yang memakai kata-kata tidak etis, bahkan sering kasar dan memaki. Kalau bloger masih terus mengkritik Roy dengan hujatan seperti itu, maka akan semakin benarlah apa yang selalu dikatakan Roy tentang bloger Indonesia.
Ada harapanku bahwa bloger-bloger senior Indonesia — yang di antaranya bekerja sebagai dosen, pegawai pemerintah dan swasta, yang bergelar tidak cuma S1 — mau mengambil sikap tegas untuk mengembalikan arus kritik terhadap Roy pada jalur yang benar dan beretika. Bloger senior tidak seharusnya diam, apalagi kalau ikut-ikutan mengkritik Roy dengan hujatan dan sintilan bernada nyinyir alias iri.
Kalau kita, kalangan bloger, masih terus memaki-maki Roy, maka yang kita tinggalkan kepada generasi penerus lewat jejak Internet adalah kepicikan berpikir. Kita harus bisa mengkritik Roy dengan lebih elegan, dengan komentar lebih bermutu ketimbang hanya, “Hai, Roy, lo pakar TI ya!” Bila kita hanya mengumpat Roy karena dia sering diklaim media sebagai pakar TI, diakui sebagai saksi ahli di pengadilan, sering didaulat membawakan talk show teknologi informasi di tivi, maka sebenarnya kita hanya membuktikan bahwa kita sedang cemburu padanya.
Apa hak kita untuk protes kalau media menyebutnya sebagai pakar TI? Kupikir media sebesar majalah Tempo, harian Kompas, dan Metro TV tidaklah dungu dengan menyematkan label pakar TI pada Roy.
Ayo, kawan bloger, kritiklah Roy dengan lebih bermutu, jangan cuma karena iri.
Jarar Siahaan di Tanah Batak, di sebuah kota kecil di tepi Danau Toba.
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Maka marilah kita bermain cantik dalam mengkritisi Roy Suryo ini. Sebab jika tidak, maka apa bedanya dengan dia.
[reply to this comment]
cex reply on 9 April 2008:
Sum pah gw benci roy suryo tolong bilangin
klo ga bisa naik pohon mangga jangan bilang mangga itu asam dong
biarin aja beo kan cuma bisa ngomong doang tapi gangerrti yang dia omongin
[reply to this comment]
Mungkin lae Jarar tidak tahu awal pula kenapa kebanyakan praktisi IT tidak menyukai Roy. Karena, Roy Suryo ini tidak suka dikoreksi! Debat tentang metadata beberapa tahun yang lalu adalah titik awal perseturuan antara praktisi IT dengan Roy Suryo yang menganggap dirinya lebih pintar dari mereka. Padahal Roy Suryo tidak memiliki background IT sama sekali dan tidak mau mendengar penjelasan mereka yang sudah lama bergelut di bidang IT.
[reply to this comment]
Blog Berita reply on 29 March 2008:
terima kasih, lae, aku jadi makin tahu mengapa roy tidak disukai kalangan ti.
[reply to this comment]
Memang seharusnya begitu. Jangan kita terbawa oleh permainan mas Roy. Walau dia reaktig, cobalah kita bersikap arif. Kasarannya, marilah kita bermain cantik. Bolehlah kita bukan tergolong pakar. Namun kita bicara dengan akal
[reply to this comment]
iri? orang yang masih berpikiran sehat semestinya tidak akan pernah iri dengan roy suryo.
coba anda cari tokoh IT indonesia yang benar-benar mumpuni, tapi doyan mengirim sms ke wartawan agar selalu diberitakan di dalam media. eh, saya tidak bilang roy suryo itu mumpuni ya, jadi dia tidak termasuk.
sudah dapat berapa jumlahnya? berapa? NOL?
jadi, siapa yang iri ke roy suryo? sudah pada dasarnya tokoh IT yang mumpuni tidak gila popularitas. sepertinya tidak akan ada tokoh IT yang akan protes ke saya, jika saya bilang, tidak ada tokoh IT yang iri terhadap roy suryo. kami tidak gila popularitas.
lalu, apakah anda sudah menggali lebih dalam lagi siapa itu roy suryo? ada banyak search engine yang sangat mumpuni, saya bantu dengan keyword: foto gusdur, foto porno, alda, maia mulan dhani, dan seterusnya. cari yang isinya diskusi, dan ada roy suryonya di sana, dan lihat sendiri cara roy suryo berdiskusi. dia akan lebih banyak mengancam, membahas lawan diskusi ketimbang topik diskusi, sudah saingan deh sama mccarthy-nya amerika. tahu mccarthy kan? itu, senator amerika jaman dulu yang bikin amerika ketakutan karena isu paranoia komunisme.
dan apa anda kira roy suryo mendukung UU ITE? coba baca ini:
http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg43658.html
di UU ITE diatur tentang privasi. menurut anda, apakah tindakan roy suryo ini sesuai dengan aturan privasi di UU ITE?
[reply to this comment]
Saya setuju dengan pesan bahwa harus ada diskusi yang cerdas antara blogger (utamanya senior) dan RS. Namun jika RS sudah duluan “menghina” kayak gitu, ya bisa dipahami juga kalo banyak blogger (apalagi yunior) yang tidak bisa nahan emosi.
Memang benar bahwa saling balas komentar tidak akan menyelesaikan masalah, malah semakin membuat runyam. Terus kalo dah gini, siapa yang akan jadi moderator diskusi antara Blogger dengan RS?
Kalo tempat diskusinya sih kayaknya bagus juga tuh di tepi danau toba…
[reply to this comment]
1. Bloger Indonesia sedang berkembang. Diantara mereka adalah para ahli yang memajang hasil riset dan tulisan ilmiah mereka. Ini jelas aset berharga terutama bagi mahasiswa. Dengan generalisasi bloger Indonesia merugikan Indonesia, jelas itu tidak benar. Malah pernyataan itu yang akan merugikan Indonesia. Apakah KRMT RS sebagai dosen di PTN juga mempunyai Blog yang memuat hasil riset dan pengalaman beliau sebagai seorang pakar dibidang Telematika sehingga bisa menjadi bahan referensi bagi mahasiswa (nya, terutama) ? Misal analisis beliau sejak kasus Galib Habibie, Aryati-Gd, dan berbagai kesaksian ahli beliau di berbagai sidang ? Bukankah itu sangat dibutuhkan ? Kalau KRMT RS tidak melakukan itu maka sebenarnya dia telah menyia-nyakan kepakarannya.
2. Pemerintah dengan program Jardiknas Zona 3, tengah menggalakkan local content bagi setiap Perguruan Tinggi untuk tujuan resource sharing. Artinya, setiap perguruan tinggi yang memperoleh hibah dari pemerintah wajib memuat setiap karya ilmiah dari para dosennya untuk tujuan resource sharing. KRMT RS sebagai seorang dosen PT terkenal dan juga mengajar di berbagai PT juga terkena kewajiban ini, disamping karya ilmiah adalah bagian dari kinerja karir seorang dosen. Bisa jadi, KRMT RS juga tidak peduli soal kinerja karir dosen sehingga punlikasi karya ilmiah itu tidak penting. Jadi, silahkan dilihat Blog beliau yang memuat karya-karya ilmiah beliau.
3. Media pemberitaan butuh sensasi. Salah satu sensasi itu adalah KRMT RS. Jadi, media dan pers punya andil dalam hiruk pikuk soal sensasi KRMT RS. Disi lain, soal budaya ngindo yang high culture context ini, agak unik. KALAU ADA orang KEMINTER, yaitu SOK PINTER (apalagi dilakukan secara terbuka) tidak disenangi. KALAU ADA ORANG SEMUGIH, yaitu SOK SUGIH atau SOK KAYA, juga tidak disenangi. KALAU ADA orang menggunakan kekuasaan secara berlebihan, yaitu SOK KUASA, jugatidak disenangi. Apalagi KEMLINTHI, yaitu SOK KELIHATAN TAHU SEGALANYA. Kata kunci budaya itu asalah self control. Segala kelbihan itu hanya akan berarti apabuila bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Silahkan saja mengkalibrasi diri, nanti pasrti akan menemukan bahwa butir-butir itu ada di sebagian besar lingkungan kita. Biarkan orang yang mencatat dan memahami, jangan digurui, disalahkan, apalagi dibodohi. Malangnya, media tanpa sensasi pemberitaan akan berlawanan dengan doktrin media “the bad news is there is no news”
4. Yang anti Bloger akan melawan arus dunia dalam hal penyebaran informasi dan perkembangan teknologi. Masa depan adalah Phronetic Leadership. Ingat, keruntuhan Orba dimulai dari Apa Kabar. Dan, IT sesuai dengan karakteristiknya akan menjadi senjata ampuh untuk mewujudkan taransparansi masyarakat Indonesia agar bebas dari KEBODOHAN, KEBOHONGAN, KEMISKINAN, KEMUNAFIKAN, TEKANAN, ANCAMAN, dan PENINDASAN.
[reply to this comment]
Tampaknya kawan kita Roy Suryo ini sudah merasa jadi tokoh dan punya otoritas untuk meremehkan eksistensi blog/blogger. Mudah-mudahan ada yang memberitahu dia bahwa kini banyak wartawan kawakan yang dengan bangga menyandang sebutan blogger.
Di Malaysia, blogger memainkan peran yang fenomenal dalam Pilihan Raya Umum (Pemilu) baru-baru ini, sehingga perolehan suara oposisi meningkat secara drastis. Bahkan seorang blogger kawakan di sana, Jeff Ooi berhasil memenangkan kursi DPR. Pendek kata, blogger/blog adalah lokomotif reformasi di Malaysia dengan Anwar Ibrahim sebagai panglimanya.
Lucunya, karena menyadari bahwa rezim berkuasa tak tahu lagi aspirasi rakyat Malaysia–saking ketatnya sensor terhadap media massa; baru-baru ini menteri penerangan negara jiran itu mengimbau agar para blogger menyuarakan kekecewaan dan harapan rakyat. Dia menjamin blogger yang menulis kritik terhadap penguasa tidak akan ditangkap.
Tampaknya Roy sudah tertular penyakit mannerisme, yaitu mendaur ulang sukses sebelumnya, lantaran berhenti belajar dan menyerap informasi baru.
[reply to this comment]
Blog Berita reply on 30 March 2008:
ada tiga kata yang kuhapus karena “pertimbangan tertentu”. aku yakin lae pasti paham maksudku, dan maaf sebelumnya.
[reply to this comment]
isi komentar dihapus karena tidak berkaitan sama sekali dengan topik artikel. [blog berita]
[reply to this comment]
Emang cuma dia pemilik nama Roy Suryo?? Ge-er banget tuh orang. Lagian kalo memang blog ini yang dimaksud: http://roysuryo.blogdetik.com/
Disitu jelas tertulis: BUKAN PUNYA ROY SURYO
Jadi kenapa Roy merasa namanya dibajak??
Yang tidak beretika itu siapa? Coba baca blog ini. Terlihat siapa yang mau mengadu domba, malah si Roy sampai-sampai menantang untuk menjebol situs Presiden dan situs Partai Demokrat.
coba baca blog ini. Jelas-jelas Roy tidak termasuk sebagai ahli.
Hi Roy™
[reply to this comment]
@ Boss Jarar
Maaf, saya tidak sependapat dengan anda Pak Jarar dan juga saya tidak iri dengan Kepopuleran Roy Suryo (RS).
Menurut saya sudah saatnya Blogger Senior ikutan bicara untuk “menyerang” RS. Sudah saatnya RS tutup mulut! Tidak lagi asbun menyerang semua blogger.
Kalau dibiarkan terus, tahun depan juga RS bakalan ada komentar asbun lagi.
Hoi RS Belajarlah sopan santun…. Jagan mentang-mentang jadi temanya Pak Polisi, lo pikir bisa ngomong seenak udel elo!
Kalau elo ingin dihormati orang (Blogger), hormati dulu mereka.
@ RoySaeba eh RyoSaeba
Setuju, Boss!!!
Saya sebelumnya bersikap netral terhadap permusuhan RS dengan Blogger (Priyadi.net dkk). Anda bisa cek di post di blog saya terdahulu.
Tapi ini orang kerjanya cari musuh saja, saya pun jadi tidak respek sama nih orang.
http://beritaheboh.wordpress.com/2008/03/30/roy-suryo-apa-sih-maumu-fenomena-blog-bukan-trend-sesaat/
[reply to this comment]
Oy Uyo… Kamu itu…
[reply to this comment]
Saya lebih setuju kalo sekarang blogger harus bisa membuktikan bahwa statement - statement yang dikeuarkan roy suryo itu salah. Nanti kan doi sendiri yang malu …
kalo cuman menghujat mah semua orang juga bisa, nantinya malah semakin benar-lah pendapat roy suryo tersebut ….
[reply to this comment]
RS: Rumah Sakit, Roy Suryo ato Rapid Share ? Yang pasti RS disini adalah “PAKAR” yang gak bisa mbedain mana blogger mana hacker, kok disebut PAKAR ? Ya karena dia punya duit untuk membeli gelar “PAKAR” .Sebenarnya kalo kita amati dari statement2 dia selama ini gak ada satupun yang bermutu, jadi kualitas dia sebagai “PAKAR” bukan karena kemampuan dan pengetahuan. Melainkan karena dia BERDUIT (mungkin.. hehehe), gak beda dengan kebanyakan pejabat kita. Dan parahnya lagi media massa juga ikut mengesahkan dia sebagai “PAKAR”. Untung statement RS gak berbahasa Inggris, setidaknya dia telanjang hanya di Indonesia.
[reply to this comment]
Uhhmmm…. ehhmmm… Roy Suryo Sang Penemu Indonesia Raya versi 3 Stanza itu kah ???
[reply to this comment]
diskusi elegan dan nasional ?? kayaknya asik klo dilaksanakan
[reply to this comment]
maaf.. aku masih seia sekata dengan bang jarar.
bukan kayak gitu caranya “membunuh” si roy..
saya sepenuhnya mempercayai pendapat bang ryo dan prayudi, tetapi jika dilawan dengan menjelek-jelekannya.. kok malah mirip ama si roy ya ..
ya mungkin bisa dimulai dengan menghapus semua kata “roy suryo” dalam setiap postingan kita dan menggantinya dengan “you know who” ato kata ganti yang lain .. dan menisbikan semua pendapat dia jika berdebat, dll dll..
yang jelas dengan menyerang secara frontal .. dia akan semakin senang dan “orgasme” dengan blogger.
maju terus blogger .. jangan dengarkan “dia”.
[reply to this comment]
Kl ditanya sama komunitas IT apaka RS adalah pakar apa tidak, jawabannya pasti sebagian besar menjawab “TIDAK”.Setahu saya beliau asalnya dosen pun di jurusan komunikasi UGM.Nah setelah booming internet akhir thn 90an beliau menjadi tambah terkenal lagi.Sebenarnya beliau membahasnya dari segi komunikasinya.Kalo dari segi teknisnya saya kira beliau tidak punya dasar yg kuat.Benar apa kata bang sableng, kadang2 org tau dikit dah ngomong banyak.DItambah lagi RS adalah orang yang dekat dgn kekuasaan yg notabene orngnya SBY (pernah ga dia mengkritik pemerintahan SBY).Ya kalo saya kira ini dah ada unsur politiknya…:):),seperti yang heboh dulu antara RS denggan blogger dari jogja.Tapi dimaklumi ajalah lae orang kan beda2,kalo sama semua gak seru (anggap aja udah emang sifatnya lae RS)…hehehehe
[reply to this comment]
Roy Suryo keliru besar. Meski bukan blogger, pengetahuan saya terus bertambah dan pengalaman banyak orang saya dapatkan justru dari blog; bukan dari media cetak atau elektronik. Teruslah menulis wahai para blogger Indonesia yang beritikad baik! Tampilkan terus berita, pikiran kritis, pengalaman, juga cerita mengenai diri dan kehidupan di sekitar anda.
[reply to this comment]
rs itu hanya sekedar pakar pornomatika…yang kadang tebakkannya benar tentang image bugil celebs…seringnya…
rs bisa jadi pakar it, sayang dia overdose karena tiap hari nelen tablet pc 3…pengaruhnya?..kadang dia xxxxxxx(censored-red) dan sering komeng asal bunyi macem saya xixixi…pis lay!
[reply to this comment]
setuju untuk mensupport bloger2 seniyor turun gunung, dan meladeni “pakar” kita ini dengan elegan. mungkin perlu digelar di suwatu talkshow (kalok saya punya setasiyun tipi, pasti udah saya pasilitasi) yang mempertemukan “pakar” metadata dengan beberapa/ perwakilan bloger seniyor Indonesia. waah… pasti seru deh..
[reply to this comment]
Ya, mungkin banyak blogger yang agak emosian.
Apa mungkin mas Roy belum merasakan blogging ya, jadi dia bilang nge-blog itu seperti orang buang sampah.
Ya, saya bilang sih benar, seperti orang membuang sampah yang di-recycle menjadi sesuatu yang berguna.
[reply to this comment]
Apa jangan-jangan mas Roy lagi turun, gak tenar lagi, jadi sekarang jadi sensasi. Hehehe….
@Mas Roy : Just Kidding pak, saya cuma bercanda kalo yang ini…
[reply to this comment]
aach… RS aja ko di ribut in…. cuekin aja… !!!!!!!!!!!!!!!
MAJU TERUS BLOGGER INDONESIA….
aku lebih suka baca2 informasi di BLOG… yang ngk bikin aku jadi GOBLOG ! dr pada baca koran/majalah gosip politik yg malah bikin otak ku keram dan akun pun makin GOBLOG!
[reply to this comment]
Semakin banyaknya informasi yang beredar di internet, baik positif maupun negatif, maka dituntut kemampuan bagi pembaca/pengguna internet untuk melakukan perbandingan sebelum mengambil keputusan. Tidak semua informasi yang pertama kali dibaca adalah benar dan mutlak.
Orang akan berbuat kesalahan baik itu disengaja dimana hal hanya mengingatkan kita kalau suatu hari nanti kita akan berbuat kesalahan juga.
Internet memberikan kesempatan bagi pembaca untuk melihat masalah dari dua sisi, dimana kedua-duanya memiliki pertimbangan yang sejajar. Bayangkan jika semua pernyataan yang mereka katakan di televisi tidak dapat dipertanyakan -kembali kita dibodohi.
[reply to this comment]
Sejujurnya dengan statement after statement yang dikeluarkan, Saya bingung, RS ini siapa yang mendaulat sebagai pakar IT? What’re his contributions kepada IT Indonesia (Personally, Saya mulai kenal RS di infotainment). Blogger = Hacker? U gotta be kidding me rite? Metadata gak bisa dimanipulasi? Walah, ini dia yang mulai bikin Saya kurang respek, plus ….. jadi juri setiap ada foto artis yang “panas” (baik yang asli ato plasu (really?)). Oh ya satu lagi, Indonesia Raya 3 Stanza? HUAHAHAHAHAHAHHAHA, Saya kelas 1 SD ada buku Lagu2 Rakyat + Lagu2 Nasional, udah ada tuch.
Buat Abang Roy, anda dikenal lebih sebagai “Selebritis”, jadi wajar dong punya foto panas di depkominfo dan postel? (What’s next?), prove me that i’m wrong ………..
[reply to this comment]
postingan anda mengena sekali pak, saya setuju bahwa kita harus mengkritisi secara cerdas dan santun dan jangan asal cuap-cuap saja karena publik juga bisa melihat itu, yang makin dirugikan tentunya nama blogger sendiri
[reply to this comment]
Masih ngikutin perkembangannya lae ? Sekarang si KeRMiT itu bikin ulah lagi.. main tuduh sembarangan.
Ajakan dialog terbuka juga tidak diladenin si banci itu.
[reply to this comment]
heran d liad mas roy ini ??
pak Onno W. Purbo aj yang dah ilmu se tinggi langit ndak banyak omong..
nah ini orang, baru bisa sotosop dikid gaya nya dah ketinggian!
hahahahahaha~
[reply to this comment]
(aku ga punya blog, juga ga bisa bikin web tapi mau kasih komen boleh kan)
Om RS, my Idol… coz lucuuu banget sih..
68% Omongan si om tanpa dasar ilmu pengetahuan ( sotoyy..)
31,99% omongan sih Om narsisme ( gue gitu loch…)
0.11% di dengerin aja yah.. kesian tau Om roy,masa ga ada yg kita dengerin omongannya dah cape” untuk selalu tampil di TV dan bikin Press Cf.
[reply to this comment]
Halo Rekan Blogger, beberapa hari yang lalu saya ketemu langsung sama Roy Suryo loh. Coba baca ini : http://asaborneo.blogspot.com/2008/04/pertanyaan-saya-pada-roy-suryo.html
Salam Hangat
[reply to this comment]
amad reply on 6 June 2008:
Kenapa tidak mengundang bapak Onno W Purbo. Bukunya lebih banyak, dan memang dia mendedikasikan ilmunya untuk IT Indonesia.
Dari blog anda sata membaca bahwa dia mengatakan bahwa dia tidak mengaku sebagai penemu lagu Indonesia Raya 3 stanza, namun di stasiun TV pada saat masih hot2nya permasalahan itu, dia ngakunya penemu kok.
[reply to this comment]
roy suryo….????yg mana seh aku blom pernah liat orangnya,,,
[reply to this comment]