Tuhan dan hantu
Hermawan Sinaga; Denpasar; Blog Berita
Suatu hari sebelum saya tidur malam, penyakit lama saya kambuh dan saya tak mampu menahannya.
Ketika penyakit tersebut kambuh, maka dampaknya bisa sangat buruk. Biasanya keesokan pagi, saya akan sedikit terlambat ke kantor. Penyakit itu adalah “sakit berpikir”. Penyakit yang paling besar yang saya alami adalah “Berpikir”.
Tiba-tiba terbesit kata “Tuhan” dan kata “Hantu”. Ternyata banyak sekali “kata” dalam bahasa kita yang artinya sangat berlawanan (super-anonim). Tuhan itu berbuat baik, Hantu itu berbuat jahat.
Kala saya masih kuliah, saya adalah seorang pemimpi. Bahkan teman-teman saya mencap diri saya sebagai Pemimpi. Namun, karena ejekan itulah saya berjuang untuk membuktikan bahwa saya bukan seorang pemimpi. Dan itu sudah cukup berhasil. Sekarang saya sudah menjadi “Pemimpin”. Pemimpin adalah pemimpi di masa lalu.
Waktu saya duduk di bangku SMU, saya adalah seorang yang suka “Marah”, namun ketika kuliah saya mulai mengerti bahwa “Marah” itu tidak baik, dan sekarang saya sudah berubah, saya sudah menjadi orang yang “Ramah”.
Waktu kakak saya menelpon 6 bulan yang lalu, saya berharap dia membawa kabar “suka”, ternyata dia membawa berita “duka”.
Wah, ternyata ada ratusan kata-kata yang seperti diatas.
Artikel ini dikirim oleh Hermawan Sinaga, bekerja sebagai konsultan di Denpasar, Bali.
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Dan MARAH itu adalah HARAM, coba simak lagi!
Oleh karena itu jangan marah..
[reply to this comment]