Tukang pijat diwajibkan gembok celananya

Peraturan Pemkot Batu, Jawa Timur.

Blog Berita mengutip sebuah berita dari koran harian Surya edisi 3 April 2008: Mengantisipasi maraknya praktek esek-esek di panti pijat di Kota Batu, Pemkot setempat baru-baru ini menerapkan aturan baru. Para peramu pijat diwajibkan memakai gembok dengan mengunci rok dan celana dalam yang dipakai, sehingga pelanggan tidak mudah membuka celana dalam pemijat. :D

Selanjutnya Surya menulis, Kepala Satpol PP Kota Batu Drs Imam Suryono mengatakan aturan baru ini sudah disosialisasikan kepada para pengelola panti pijat yang ada. Dari sembilan panti pijat, baru dua panti yang sudah mewajibkan karyawannya memasang gembok di rok mereka sebelum melayani pelanggan. Dua panti itu adalah Panti Pijat Rini Jaya dan Panti Pijat Doghado di Jl Raya Beji, Kota Batu.

Yang menarik adalah komentar dari pembaca Surya. Ada yang komen begini: “Kalo yang dipijat tukang kunci, gimana pak?”

:D Betul itu, betul pertanyaan itu. :D

Lalu ada yang menulis komentar: “Mulut Roy Suryo aja yang digembok.”

Bah, kalau soal komen kedua ini, aku no comment-lah. *Dalam hati: SETUJUUU.* :D

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

16 Responses to “Tukang pijat diwajibkan gembok celananya”

  1. Ada-ada saja aturan Pak Walikota…
    Ngapain juga haya rok dan celana dalam mau pake di gembok segala ????
    Yang ada juga, pelanggan yang lagi mijat disuruh jangan ngeres pikirannya dan bisa mengendalikan diri…
    Kadang di sini ketidak adilan terjadi, selalu perempuan yang disuruh antisipasi. Nah, yang laki-laki kapan ??????

    [reply to this comment]

  2. Itu memang benar, tapi yang kemudian terjadi bagian depan celana dalamnya dilobangi…secerdik-cerdiknya pemerintah, lebih cerdik pelaku bisnis esek-esek lah..

    [reply to this comment]

  3. Siapa yang menyimpan kunci gemboknya? Sipemijat atau ada orang lain yang ditugaskan menjaga gemboknya? Bagaimana kalau sipemijat mau di esek-esek misalnya karena memang dia suka esek-esek atau ada tambahan penghasilan dari esek-esek itu?
    Bagaimana kalau sipenjaga kunci gembok disogok?
    Kapan gembok dan kunci untuk laki-laki?
    Ini repot……..

    [reply to this comment]

  4. Kita kembali ke zaman barbar ;-) Biar kata celananya digembok, kan masih ada cara dan ‘venue’ lain kalo memang diniatkan untuk penyaluran syahwat orang yang dipijat. Malah buat sang pemijat aman karena tak ada risiko hamil, hi hi hi …

    [reply to this comment]

  5. di ganti celana besi ndak? apa celananya kain? percuma dong :lol:

    khan di silet aja bisa klo bahannya kain :D

    [reply to this comment]

  6. ha..ha..ada - ada aja tuh peraturannya…
    sebenarnya tergantung dari orangnya.. :)

    [reply to this comment]

  7. Ketimbang digembok, pakai celana seng sekalian. Biar tukang koncinya nggak bisa ‘mbandrek’….

    [reply to this comment]

  8. nanti bakal ada tarif baru di panti2 pijat, tarif sepesiyal pake kunci :lol:

    [reply to this comment]

  9. Di tiap kota dibikin terapi/panti/salon bwt cuci otak disamping cuci motor,panti pijat dsb.pelopornya jonny andrean&john robert power atau pemuka agama yg berhasil wiraswasta.siapa yg mau jd kryawannya?rekruitment besar2an.

    [reply to this comment]

  10. Nggak nyelesaiin persoalan. Dibawah digembok bisa pake yang atas. :)

    [reply to this comment]

  11. PERAMU PIJAT : “maaf pak,pinjam kuncinya sebentar,saya mau ke toilet!”
    SATPAM :”aduh mbak,,! kuncinya hilang,,!?”
    PERAMU PIJAT :”gmna donk pak,,?”
    SATPAM :”sabar ya mbak,mungkin saya lupa dimana nyimpannya.besok juga ketemu koq.”
    PERAMU PIJAT :”!!!!???????”

    keesokan harinya,,,

    PERAMU PIJAT :”gmna pak kuncinya ? sudah ketemu ? sehari-semalam SERAK-SEPI nih!”(sesak berak-sesak pipis)
    SATPAM :”mbak klo ga sabar lagi,izin aja sebentar sama TANTE,bilang aza kita mau ke tukang las KETOK MAGIC.”
    PERAMU PIJAT :”hoalaahhh,,goro-gorone manut pemrentah iki.”

    [reply to this comment]

  12. kata orang kampungku…Iman sih kuat, tp si “imin” yg gak kuat..! Buang2 energi aja.!

    [reply to this comment]

  13. Sebenarnya pake gembok ato ngak itu sama aja dengan sikap aneh ya…! apalagi jaman sekarang manusia emang pada aneh…!

    yang iya nya kalo emang dan selagi dalam nilai postif menanggapi para tukang pijat itu ngak kan mungkin terjadi hal-hal atau nilai negatif…!

    tapi kali aja orang-orang tersebut ngeres dan punya PIKTOR ( Pikiran Kotor ) mau digembok atau tidaknya itu sama aja… wong edan pikiran nya kotor…

    INDONESIA KU PARAH…!

    [reply to this comment]

  14. kek..kek..kek…

    hare gene? masi pake gembok? du ileeee… pake password aje Pak Wali, lebi aman.. pan keren tuh, kalu mo pijet kudu bawa leptop.. siape tau di tiap panti pijet bermunculan heker-heker nyang nawarin jase bongkar password.. lumayan kan, lulusan ai-ti pasti bise wiraswate..

    ato pasang sensor kornea aje… jadi cume suaminye doang nyang bise “buka”..

    masi ngotot pake care tradisionil? ya ude.. pasang parangkep tikus aje di “dalem”.. begitu berani nyosor… aaaaaauuuuuuwwwwww…

    [reply to this comment]

  15. kaga apa2 pake gembok atau apa aja. seketat-ketatnya digembok asal ‘tengah’nya dikasih retsleting, masih bisa ‘jalan’ hehehehe

    [reply to this comment]

  16. si ” imin ” kalau udah lapar emang repot ya. Tapi saran buat pemkot kota batu, gak usah di gembok mendingan pinggiran punya si tukang pijatnya ( barang yang di gembok tadi ) di olesin balsem banyak2 di jamin nggak ada rudal yang berani nyosor….

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.