Wakil Bupati Tobasa mengajar siswa SMP
Wakil Bupati Toba Samosir, Mindo Tua Siagian, mendadak berkunjung ke sejumlah SMP tanpa didampingi pejabat Dinas Pendidikan maupun kepala sekolah.
Kunjungan tiba-tiba ini dilakukan Mindo sejak hari Senin lalu, dan berlangsung setiap hari. Pada Senin dia mengunjungi SMP Negeri 1 Lumbanjulu. Di sana dia masuk ke empat ruangan kelas. Guru yang tengah mengajar kaget karena tidak menyangka.
Di hadapan murid-murid, Wakil Bupati memberikan nasihat bagi murid yang sebentar lagi menghadapi ujian akhir nasional [UAN]. Setelah itu dia langsung mengajar di depan kelas, meneruskan materi pelajaran yang diberikan guru saat itu, selama hampir 30 menit untuk masing-masing kelas.
“Di empat ruangan di SMP Lumbanjulu, saya sempat mengajar bahasa Inggris, matematika, dan fisika, karena kebetulan pula saat itu mereka sedang memelajarinya,” kata Mindo kepada Blog Berita, Kamis kemarin.
Dia meneruskan kunjungan pada Selasa ke SMP Negeri Laguboti, dan di sana sempat mengajar bahasa Inggris. Pada Rabu ke SMP Negeri 3 Tambunan, Balige, dan mengajar di tiga kelas. Kamis kemarin ke SMP Negeri 2 Balige di kompleks Soposurung. Dan hari ini, Jumat, “Ketika saya nanti dalam perjalanan ke Medan, kalau sempat saya akan singgah di sekolah-sekolah yang saya lintasi,” katanya.
Semua kunjungan tersebut dilakukannya secara mendadak, tanpa didampingi seorang pun pejabat Dinas Pendidikan Tobasa. Bahkan ada SMP yang kepala sekolahnya sedang tidak berada di kantor, tapi Wakil Bupati langsung saja memasuki ruangan kelas. Mindo ke SMP-SMP hanya bersama sopir pribadinya.
Ada tiga hal yang dipesankan Mindo kepada setiap siswa SMP yang diakunjungi, berkaitan dengan UAN. Yaitu supaya mereka tidak sekadar lulus, tapi harus berusaha mendapatkan nilai lebih; jangan pernah berhenti belajar, bahkan setelah tamat sekolah pun harus tetap belajar; dan kuasai komunikasi, terutama bahasa Inggris dan komputer. “Saya pun masih belajar sampai saat ini,” kata Wakil Bupati kepada para siswa.
Mindo Siagian saat ini sedang akan menyelesaikan pendidikan S3 dari Universitas Sumatera Utara. Selama menjadi Wakil Bupati Tobasa, aktivitas lamanya sebagai dosen di Medan tetap diajalankan pada waktu senggang. Saat tidak ngantor di Balige, setiap hari Sabtu, dia bertolak ke Medan untuk mengajar di kampus.
“Sebenarnya honor menjadi dosen itu tidak seberapa, tapi saya tidak tega meninggalkan mahasiswa-mahasiswa saya. Mereka pun minta supaya saya jangan total berhenti mengajar. Makanya saya usahakan pada hari Sabtu, ketika tidak ngantor, saya mengajar di Medan,” kata Mindo suatu saat dalam perbincangan dengan Blog Berita.
Jarar Siahaan; Blog Berita; Balige
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Luar biasa. Semoga sikap dan perbuatan ini dapat berlangsung terus dan semoga pemimpin lain bisa meniru hal ini.
Salut untuk wakil bupati Toba Samosir, bapak Mindo Tua Siagian.
[reply to this comment]
Wah, kalau begini seorang pemimpin maka hanya kata “Salut dan hormat” yang pantas diucapkan. Saya yakin, dengan memiliki seorang pemimpin seperti bapak Mindo Tua Siagian maka rakyat juga akan makin menyadari kewajibannya di masyarakat. Semoga langkah ini juga diikuti pejabat daerah lainnya terutama bapak Bupati supaya Toba Samosir makin maju dan bersih dari segala perbuatan kurang baik oknum tidak bertanggung jawab. Dan akan tercipta masyarakat yang cerdas…
[reply to this comment]
Terimakasih pak, kami disini bangga membaca berita ini.
Dukungan bapak telah memberi semangat baru bagi siswa siswi yang akan mengikuti ujian ujian itu. Sudah pasti mereka kesulitan untuk memahami UAN, UAS, SPMB dll. Kalau mereka lulus dan berhasil diterima diterima di PTN, pastilah kita juga yang bangga. Bravo pak wakil!
[reply to this comment]
Salut tuk pak Wabup..!?
Apa emang pak wabup udah mempersiapkan materi yang akan diajarkan, di sekolah yg dikunjungi! Bukannya mengganggu konsentrasinya para siswa yang lagi serius karena kehadiran yg tiba2 dari pak wabup.Biar lah para guru yang mengajar, klo emang pak wabup ingin memberi pencerahan tentang mengajar,akan lebih efektif dn efisien lewat training/penataran bagi para guru-guru di tobasa.
[reply to this comment]
Wahhh salut buat pak mindo…
memang dibandingkan bupati kita, pak mindo lebih terlihat
kepemimpinannya dan orangnya juga bermasyarakat dan sederhana.
sukses selalu TOba Samosir…….
[reply to this comment]
semoga terus menerus tugh dilakukan, jangan ada maunya…
eniwei..bukan karena kekurangan giri kan ??
[reply to this comment]
Kepedulian/sikap yg seperti ini memang harus diperlihatkan seorang pemimpin, tapi apakah hal ini dilakukan benar-benar berdasarkan kesadaran wabup. sebagai pemimpin, apa bukan karena sekarang ini wabup. lg di-non job-kan juga sama bupatinya.
[reply to this comment]
Seorang Pemimpin, sikap bapak WABUP adalah wajar. Meskipun hanya “Wajar” masih banyak pemimpin yang tidak melakukannya. Bilamana sikap ini ada Udang dibalik Batu,… AU AHH.
[reply to this comment]
Hebat juga Wabup Tobasa ini, muda, pintar, mau calon S3 lagi. Yang bergelar S3 atau PhD masih sangat langka di negeri ini. Masalahnya bukan di situ. Setahu saya, mengambil gelar S3 itu tidak mudah. Di Luar Negeri, seseorang mengambil gelar PhD butuh waktu 5 Tahun untuk mengadakan riset secara fulltime. Jadi, kapan wabup kita ini bekerja dan memikirkan Tobasa. Kalau tanam jagung aja memang tak perlu mikir. Apakah Bupatinya yang dibiarkan bekerja sendiri. Jangan2 jabatan wabupnya dibuat pekerjaan sambilan, fokusnya ke S3. Tunjangan Wabupnya untuk bayar uang kuliah. He..He……..Horas
[reply to this comment]
Saya bangga membaca berita bahwa masih ada pejabat yang mau turun dan terjun langsung ke lapangan..tapi apakah materi yang diajarkan sesuai dengan kompetensi yang akan di UAN-kan ? BONAPASOGIT Terus JAYA dan menjadi terdepan. GB
[reply to this comment]