Hasil pilkada Gubernur Sumut di Tobasa

RE Siahaan meraih suara terbanyak pada pemilihan Gubernur Sumatera Utara hari ini di Kabupaten Toba Samosir. RE menang telak dengan perolehan sekitar 75% suara, disusul Tritamtomo sekitar 20%.

Blog Berita; Balige; Jarar Siahaan

Data yang dihimpun Blog Berita secara acak dari sejumlah TPS di Kecamatan Balige menunjukkan perolehan suara tertinggi untuk pasangan RE Siahaan-Suherdi. Sedangkan pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu, yang didukung PDIP, tertinggal jauh.

  • Misalnya di TPS 3 Kelurahan Pardede Onan, RE Siahaan meraih 187 suara, Tritamtomo 69, Syamsul Arifin 9, Ali Umri 6, dan Abdul Wahab Dalimunthe 6.
  • Di TPS 2 Kelurahan Pardede Onan, RE Siahaan 200, Tritamtomo 50, dan tiga calon lain tidak punya suara sama sekali.
  • Di TPS 1 Lumban Dolok Hauma Bange, RE Siahaan 97, Tritamtomo 31, Ali Umri 7, Abdul Wahab Dalimunthe 5, Syamsul Arifin 1.
  • Di TPS 2 Lumban Dolok Hauma Bange, RE Siahaan 62, Tritamtomo 23, Ali Umri 12, Abdul Wahab Dalimunthe 6, Syamsul Arifin 3.
  • Di TPS 4 Lumban Dolok Hauma Bange, RE Siahaan 195, Tritamtomo 59, Ali Umri 7, Abdul Wahab Dalimunthe 3, Syamsul Arifin 1.
  • Di TPS 1 Lumban Bulbul, RE Siahaan 231, Tritamtomo 85, Ali Umri 15, Syamsul Arifin 4, Abdul Wahab Dalimunthe 0.
  • Di TPS Hutabulu Mejan, RE Siahaan 270, Tritamtomo 44, Ali Umri 17, Abdul Wahab Dalimunthe 6, Syamsul Arifin 2.

Seorang pejabat teras Pemkab Tobasa yang aktif memantau perkembangan hasil pilkada kepada Blog Berita mengatakan, dari laporan yang dia terima dari para camat diketahui bahwa di seluruh TPS yang ada di Tobasa, suara terbanyak diraih RE Siahaan disusul Tritamtomo.

Kemenangan mutlak RE Siahaan dibenarkan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan [PPK] Balige, Batara Tambunan. “Untuk Kecamatan Balige, RE dapat sekitar 75 persen, Tri 18 sampai 20 persen, sedangkan sisanya untuk tiga calon lain,” kata Batara yang diwawancarai web ini pukul 5.30 sore tadi.

Data tersebut diketahui PPK berdasarkan berkas yang telah masuk dari 71 TPS di 33 desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Balige. “Kami belum bisa menyebutkan angkanya, karena kotak suara harus dibuka kembali nanti, barulah bisa kami sampaikan berapa angka secara persis.” Data 75% untuk Siahaan dan 20% untuk Tritamtomo adalah persentase secara umum dari laporan PPS, panitia di tingkat desa dan kelurahan.

Sumber Blog Berita di KPUD Tobasa menyebutkan, data yang sudah masuk dari 14 kecamatan — tapi masih secara lisan, seperti melalui telepon — menunjukkan perolehan suara terbanyak untuk RE Siahaan, disusul Tritamtomo. “Sangat jauh RE meninggalkan empat calon lainnya,” katanya. Di Kabupaten Tobasa terdapat 105.701 orang pemilih tetap, dan 398 TPS.

Berbagai kalangan masyarakat di Balige menduga RE Siahaan pun akan unggul di daerah tetangga seperti Kabupaten Samosir, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara.

Banyak tidak memilih, mungkin 50 persen golput
Gubernur Sumut Rudolf Pardede kepada Kompas siang tadi menyebutkan, tingkat partisipasi masyarakat pada pemilihan gubernur kali ini sangat rendah. “Kalau melihat batas waktu pemungutan suara sampai pukul 13.00 saya enggak yakin semua pemilih yang terdaftar dalam DPT bakal menggunakan hak pilihnya. Bisa-bisa jumlah pemilih yang menggunakan haknya hanya 40 persen dari total jumlah pemilih yang ada, ” ujar Rudolf. Jika jumlah pemilih bisa melampaui angka 50 persen dari total pemilih, pilkada Sumut ini bisa dikatakan berhasil, tapi, “Kalau melihat animo masyarakat, 50 persen pun yang datang memilih sudah sangat bagus,” katanya.

Di Kecamatan Balige pun demikian. “Dari 23.229 pemilih tetap yang terdaftar, yang datang mencoblos hanya sekitar 60 persen,” kata Ketua PPK Balige, Batara Tambunan, kepada Blog Berita.

Hasil penghitungan cepat LSI, Syamsul Arifin unggul
Sementara berdasarkan penghitungan cepat [quick count] Lingkaran Survei Indonesia [LSI] yang dirilis Kompas, suara terbanyak diraih Syamsul Arifin. Syamsul-Gatot memperoleh 27,66 persen, Tritamtomo-Benny Pasaribu 22,38 persen, Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Syafei 17,22 persen, RE Siahaan-Suherdi 16,51 persen, dan Ali Umri-Maratua Simanjuntak 16,23 persen.

LSI Sumut kepada Detik mengatakan, mereka mengambil sampel suara dari 350 TPS, dan hasilnya, suara terbanyak diraih Syamsul Arifin. Namun tidak disebutkan di mana ke-350 TPS yang dijadikan sampel penghitungan cepat tersebut, apakah 350 TPS itu cuma di Kota Medan atau termasuk dari kabupaten-kabupaten.

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

12 Responses to “Hasil pilkada Gubernur Sumut di Tobasa”

  1. Selamat atas berlangsungnya Pilkada Cagub/Cawagub nya Sumut.
    Siapapun yang memperoleh suara terbanyak yang pada akhirnya harus di akui sebagai yang terpilih, mari terima apapun hasilnya dengan lapang dada.

    Buat yang milih “Golput” terimakasih telah menggunakan hak anda, karena memilih adalah hak.

    [reply to this comment]

  2. RE Siahaan menurutku terlalu prematur untuk jadi Gubsu. Sosoknya hanya dikenal didaerah Batak sebelum akhirnya dia menjadi Walikota Siantar dan hingga saat ini belum banyak memberikan “sesuatu” untuk warga Siantar.

    Wah calonku Tri-Ben sepertinya kalah. Aku bisa percaya hasil Quick Count karena biasnya sangat kecil dengan hasil akhir. Selamatlah buat pasangan Syampurno. Semoga ingat janji2nya dimasa kampanye :)

    [reply to this comment]

  3. Mudah-mudahan, Pilkada kali ini tidak berakhir dengan segala macam keributan dan semua pihak boleh menerima hasilnya. Bagi pasangan manapun yang terpilih untuk memimpin Sumatera Utara semoga dapat membawa suatu pembaharuan dan menyelesaikan berbagai masalah yang selama ini belum ada jalan keluarnya. Misalnya, listrik yang selalu padam.
    Maju terus Sumatera Utara…………….
    Horas………….

    [reply to this comment]

  4. Selamat bagi Partai Golput, anda pemenang Pilkadasu kali ini.
    Hampir 40% suara dari lebih 8 juta pemilih.

    Haruskah Saya pesimistis seperti saudara?

    Good job for KPU, nearly 40% is abstain. Gimananya kerja Bpk-bpk ini? Bisa kerja gak?

    Pasangan Gubsu/Wagubsu terpilih, buktikan janji Bpk-Bpk…..

    [reply to this comment]

  5. Siapa pun yang terpilih memimpin Sumatera Utara 2008-2013 hendaknya tetap ingat bahwa salah satu tugas terberat adalah memimpin masyarakat yang heterogen agar tidak terjerumus kepada konflik-konflik SARA. Pemimpin Sumatera Utara harus bisa berdiri di atas semua golongan!

    [reply to this comment]

  6. oke lah sukses ma sude ate.
    denggan ma baen hamu ate lae

    [reply to this comment]

  7. Horas Tano Batak.Selamat buat kita semua atas suksesnya pilkada Sumatra Utara.Smoga memberikan yang terbaik untukkitasemua.

    [reply to this comment]

  8. Menurut harian Kompas, tingginya prosentase GOLPUT adalah pertanda demokrasi sudah dewasa. Rupanya Kompas lupa bahwa Indonesia bukan Amerika Serikat.

    Di AS, partisipasi rendah adalah karena kehidupan sudah mapan dan orang tidak terlalu nyaman dengan perubahan yang bergejolak.

    Sebaliknya di Indonesia pemilu, pilkada, pilgubsu adalah satu-satunya peluang bagi masyarakyat umum untuk mendesak terjadinya perubahan. Nah, kalau sampai senjata ini tidak dipakai, sedangkan masyarakat umum sudah megap-megap; itu artinya rakyat sudah benar-benar kehilangan kepercayaan pada fungsi politik untuk melakukan perubahan secara damai.

    43 % golput di Sumut adalah sebuah warning yang keras. Kriminalis dan kekerasan mungkin akan meningkat di daerah ini. Dan entah bagaimana nantinya Kompas akan mengulas kematian demokrasi itu.

    Horas ma di hita sude.

    [reply to this comment]

  9. Hai…GOLKAR dan PDIP, ambillah hikmah dari pilkada sumut ini. Tidak selamanya para jenderal berbintang itu akan menjadi bintang di masyarakat bawah.
    So, munculkanlah sosok yang pro masyarakat bawah.

    Par-Bandung

    [reply to this comment]

  10. SELAMAT buat anda seluruh peserta PILKADA SUMUT,pelihara selalu DAMAI DIHATI agar SUMUT : AMAN, TERTIB, NYAMAN dan SEJAHTERA.

    salam dari js, di jkt.

    [reply to this comment]

  11. Kemenangan Bukanlah Hasil Akhir…..
    Melainkan Awal Dari Pertempuran Sebenarnya….
    Awali Pertempuran DiMulai Dari Diri Sendiri Dulu….
    Jangan Korupsi!!! Jangan Berbangga Dengan Kedudukan!!!
    Semua Ucapan Anda Sewaktu Kampanye, Adalah Pagar-pagar Berduri….
    Kata-kata Manis dan Indah Bukan Impian Warga Tobasa!!
    Tapi Bukti !!!

    Salam Sejahtera

    Pengurus Parna Cyber
    Jansen Sidabutar

    [reply to this comment]

  12. Saya kurang setuju klw pasangan RE.Siahaan yang menjadi gubernur sumatera utara.
    krn bisa di lihat dari hasil yg di capai RE slama menjadi walikota pematang siantar blm ada perubahan di kota pematang siantar.
    malah kadang dia tidak tau klw dia sering buat sakit hati ama warga yg telah memilih dia waktu pemilihan walikota p.siantar.
    sperti contoh banyak org yg ber jualan di kaki lima parluasan malah di gusur ama anak buah RE.
    jadi bisa di bilang sosok RE.Siahaan ini lupa dgn apa yg di janjikan pada saat kampanye.
    thx

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.