Pemuda berdansa di rumah bisa dipenjara, eh, komandan polisinya malah ngeseks di rumah bordil. Dalam hal beragama dan urusan seks, Iran di mataku adalah negara munafik, tak ubahnya seperti Indonesia.
Radio BBC; Iran; Blog Berita
Media Iran menyebutkan kepala kepolisian negara itu, Jenderal Reza Zarei, ditemukan dengan enam perempuan bugil di sebuah rumah bordil di Tehran bulan lalu. Seperti dikutip Blog Berita dari radio BBC kemarin, juru bicara lembaga kehakiman Iran mengatakan selama perkaranya diperiksa, Jenderal Zarei dipenjara.
Sebelum ditangkap, Jenderal Zarei bertugas menerapkan undang-undang antisusila di Iran, yang antara lain melarang pelacuran. Media resmi pemerintah menyebutkan bahwa Jenderal Zarei sudah diganti sebagai kepala polisi Tehran, tetapi alasannya tidak disebutkan.
Iran menerapkan hukuman berat bagi pasangan pra nikah yang melakukan hubungan seks atau melakukan tindakan asusila. Anak muda yang melakukan dansa-dansi di rumah bisa dicambuk atau dipenjara.
Aturan busana juga dijalankan dengan ketat, misalnya wanita tak boleh menunjukkan rambut atau mengenakan make up atau berpakaian warna warni, sedangkan kaum pria dilarang berambut gondrong.
Selama bertahun-tahun pihak berwajib di Iran tidak mengakui adanya pelacuran di negara itu. Sekarang setelah pelacuran terlihat di jalanan, pemerintah Iran mengakui adanya masalah ini.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Itulah kemunafikan manusia ataupun negara, yang kadang diluarnya hanya bagus, tapi didalamnya…siapa yang tau.
Terkadang justru orang yang membuat peraturan yang menjadi orang nomor satu melanggar peraturan itu karena menganggap dirinya boleh menghindari kecurigaan orang lain. Tapi pepatah yang mengatakan sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, sangat tepat untuk orang seperti sang jendral ini. Dulu seorang teman kuliah saya di fakultas hukum pernah nyelutuk begini, “Hukum itu dibuat untuk dilanggar. Karena kalau ga ada yang buat salah maka aparat hukum ga ada kerja dan nganggur.” Mungkin sekarang ini sang jendral belum bisa tangkap orang yang melakukan perbuatan asusila dan kurang kerjaan, jadinya dia pun melanggar peraturan yang harusnya jadi tanggung jawabnya.
Anti susila tidak berlaku bagi Zarei tetapi diberlakukan oleh Zarei.
Mungkin Zarei hendak memasang gembok tetapi sebelum digembok harus diperiksa terlebih dahulu apakah betul wanita-wanita itu wanita betulan atau waria seperti yang dinikahi di internet.