Mustahil orang Kristen bisa menjawab
Sebelas pertanyaan oleh H. Insan L.S. Mokoginta. Berhadiah mobil BMW.
Jarar Siahaan; Toba Samosir; Blog Berita
Sebuah buku kecil yang terbit tahun 2005, judulnya Mustahil Kristen bisa menjawab. Pengarangnya, Insan Mokoginta, adalah seorang mualaf sepertiku. Di awal buku dia menulis:
Yesus adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari jurang kehancuran. Beliau selalu menegakkan hukum Taurat Musa dan tidak pernah merobahnya sedikit pun. Tetapi kemudian ajaran Yesus yang selalu mengamalkan ajaran nabi Musa, ternyata dicampur-aduk dengan ajaran dan dogma dari Pagan (agama penyembah berhala) kuno yang sangat bertentangan dengan agama Tauhid yang dibawa oleh nabi Adam, Abraham (Ibrahim), Musa dan Isa (Yesus).
Buku ini tipis. Isinya bukan hal yang baru. Sebanyak 11 pertanyaan yang diajukan Mokoginta — sehubungan doktrin Kristen — adalah topik-topik yang sudah banyak dibahas di Internet maupun lewat perbincangan lisan. Bahkan menurutku, 11 pertanyaan Mokoginta “tidak ada apa-apanya” [baca: belum seberapa tajam] ketimbang pertanyaan yang sudah ramai ditulis bloger selama ini di Internet untuk mendebat agama Kristen.
Aku sendiri sudah sejak lama mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti diajukan Mokoginta. Dan bahkan aku juga tahu puluhan “pertanyaan mematikan” lainnya yang bisa dipakai untuk menyalahkan banyak hal dalam ajaran Kristen — yang hanya akan bisa dijawab dengan, “Iman tidak harus sejalan dengan bukti-bukti dan logika. Iman adalah percaya.” Sebaliknya, aku juga mencatat puluhan “pertanyaan mengerikan” yang bisa kupakai untuk menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama yang sempurna dan paling benar — yang juga hanya akan bisa dijawab dengan, “Itulah kuasa Allah, rahasia Alloh, dan saudara telah menjadi kafir ketika meragukan sebagian isi Alquran.”
Tapi aku bukan hendak membahas apa isi pertanyaan-pertanyaan tersebut, atau pertanyaan kubu mana yang paling hebat — bila engkau ingin mengetahui apa 11 pertanyaan Mokoginta, cari saja di Internet, pasti ketemu, dan engkau pun bisa berdebat muncung dengan maniak-maniak agama soal pertanyaan itu. Yang menarik bagiku adalah kenyataan bahwa sebuah buku yang secara terang-terangan menyerang ajaran Kristen ternyata bisa dijual di Indonesia dan warga nasrani tenang-tenang saja.
Bila toko buku Gramedia menjual buku sejenis, berisi pertanyaan dan gugatan atas doktrin-doktrin Islam yang dinilai tidak baik dan tidak benar, yang ditulis seorang Kristen, apakah warga muslim Indonesia bisa menerima keberadaan buku itu dan tidak marah?
Aku tidak yakin. Sangat mungkin penerbit dan toko Gramedia akan diminta menarik buku tersebut dan dituntut sekian miliar karena melecehkan Islam; atau penulisnya didemo dan dihalalkan darahnya; atau massa bersorban-berjanggut turun ke jalan-jalan sembari membelalakkan mata menyerukan takbir “Allahu Akbar!” Benar yang sedang kaubayangkan saat ini, seperti yang sudah sering kita lihat di tivi-tivi itu: Kerumunan orang beringas yang berlagak seperti serdadu penjaga surga atau tangan kanan Tuhan.
Sisi inilah, kurang-lebih, yang juga diulas dalam suplemen Koran Tempo edisi Maret lalu, lewat sebuah artikel karya Ade Armando berjudul Buku dengan hadiah BMW. Di bawah ini kukutip secara lengkap tulisan kolom Ade Armando:
Buku kecil itu memang provokatif. Judulnya Mustahil Kristen Bisa Menjawab. Di bagian atas sampul depan tertera pengumuman: “Berhadiah Mobil BMW”.
Buku ini terdiri dari sebelas bab dengan sebelas pertanyaan mengenai Kristen. Si penulis tampaknya sangat yakin bahwa tidak ada satu pun orang yang bisa menjawab rangkaian pertanyaan itu. Ia kemudian mengiming-imingi uang Rp 10 juta bagi satu pertanyaan yang dapat dijawab. Bahkan untuk pertanyaan tentang Kebangkitan Yesus, penulis menyediakan hadiah BMW.
Bercanda? Kelihatannya tidak. Di halaman terakhir buku tertera nomor telepon dan handphone yang bisa dihubungi kalau memang ada yang tertarik untuk menanggapi tawarannya.
Saya membelinya di sebuah toko buku besar di Jakarta. Ia berdampingan dengan banyak buku agama dengan beragam tema. Di antara kerumunan itulah terlihat sejumlah buku yang bicara tentang hal-hal sensitif dalam keagamaan. Buku kecil ini, seperti bisa ditebak, berisikan materi yang berusaha membongkar kekeliruan doktrin-doktrin Kristen.
Ringkasan sederhananya ada di sampul belakang, berbunyi: ”Banyak sekali dogma Kristen tidak berdasar pada kitab sucinya. Kristen menciptakan ayat-ayat palsu untuk menopang dogma tersebut, dunia tidak bisa dibohongi lagi. Di antara dogma dusta itu: Kebangkitan Yesus, Perayaan Natal, halalnya babi, dll.”
Bahwa buku semacam itu tersedia secara terbuka dengan harga yang murah mungkin bisa dipandang sebagai perkembangan positif dilihat dari perspektif kekebasan berpikir dan berbicara. Dalam perspektif ini, ada kepercayaan bahwa sebuah ruang yang memungkinkan orang bertukar pikiran dan saling mendebat secara merdeka adalah selalu lebih baik daripada ruang tertutup yang mengharamkan perbedaan.
Jadi, orang Kristen mungkin sekali tersinggung dengan gugatan-gugatan si penulis, tapi mereka tak perlu dan tak boleh marah dan melakukan langkah-langkah pemberangusan buku — apalagi dengan kekerasan — karena yang diperlukan adalah jawaban balik. Bila diskusi di ruang publik bisa berlangsung secara terbuka, yang akan tercerahkan adalah masyarakat luas.
Dalam konteks itu, dipercaya bahwa kalau kritik-kritik tersebut tak berdasar, kebohongannya akan dengan sendirinya terungkap dalam sebuah diskusi yang bebas. Masyarakat akan secara rasional menilai argumen mana yang lebih benar. Jadi, alih-alih merugikan, buku-buku semacam itu justru bisa memperkuat keyakinan umat Kristen dan mungkin sekali membuka mata banyak orang tentang ketidakbenaran kritik-kritik tersebut.
Sejauh ini tampaknya pendekatan ini yang diambil oleh umat Kristen di Indonesia. Lihatlah sekarang bagaimana toko-toko buku di Indonesia diserbu oleh beragam judul buku yang mempersoalkan kembali kebenaran ajaran dasar Kristen. Yang paling populer tentu saja Da Vinci Code. Meski berbentuk novel, buku ini mengajak pembaca membantah doktrin Kristen yang dipercaya selama ini tentang Yesus sebagai anak Tuhan, kematian Yesus, dan bahkan keselibatan Yesus.
Seusai Da Vinci, ada pula buku tentang makam Yesus yang kurang lebih sejalan dengan novel Dan Brown itu. Ada pula publikasi Injil Judas, Injil Thomas, Injil Maria Magdalena, yang semuanya tidak diakui oleh arus utama Kristen. Ada juga buku tentang korupsi Gereja Vatikan, petualangan seks para pendeta, rahasia bisnis gereja, kristenisasi berkedok kemanusiaan, bahaya kristenisasi, dan seterusnya.
Terhadap itu semua, kita tidak melihat adanya kemarahan umat Kristen yang mengemuka. Sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa tentu saja umat Kristen tidak akan ”berani” memprotes karena beban psikologis kaum minoritas. Tapi, saya duga, diamnya umat Kristen punya landasan lebih mendasar.
Peradaban Kristen sudah belajar dari sejarah masa lalunya yang kelam sebelum masa pencerahan. Ketika itu, kita semua tahu, betapa petinggi agama berhak menentukan kebenaran secara absolut. Efeknya, Barat terpuruk dan agama menjadi sesuatu yang justru melahirkan penderitaan. Baru setelah katup kemerdekaan berpikir dicabut, kemajuan dicapai dan agama menemukan esensinya kembali.
Jadi, Kristen memang telah mengakui bahwa menghambat kebebasan berpikir adalah salah. Tak kurang dari Paus sendiri pada 1994 telah menyatakan permintaan maaf Gereja Katolik karena pernah melarang Galileo Galilei menyebarkan karyanya soal matahari sebagai pusat semesta pada 1642 — karya yang pada masanya dianggap sebagai bertentangan dengan Injil.
Dan lebih penting lagi, tak ada bukti bahwa segenap kemerdekaan itu menghancurkan Kristen. Jumlah pemeluk Kristen jauh melampaui pemeluk agama-agama lain di dunia. Memang, Barat semakin sekuler, tapi ajaran Kristen tetap bertahan kokoh.
Kalau begitu, buku berhadiah BMW yang disebut di awal tulisan ini sebaiknya disyukuri. Tapi, nanti dulu… ada sesuatu yang hilang di sini. Bukankah di negara ini yang mayoritas adalah umat Islam? Karena itu, kalau kebebasan berpikir itu hanya berlaku di kalangan Kristen, manfaatnya masih akan terbatas.
Dengan kata lain, tidakkah kalau kita mengizinkan buku-buku yang bertentangan dengan keyakinan Kristen, maka membiarkan buku-buku yang menggugat keyakinan Islam justru lebih penting lagi?
Indonesia bisa jadi memang lebih maju daripada negara tetangganya seperti Malaysia dan Singapura. Buku-buku kritis yang ditulis para penulis seperti Fazlur Rahman, Hamid Nasr Abu Zayd, Fatima Mernissi, Amina Wadud, dan sebagainya dengan mudah diperoleh. Belum lagi penulis-penulis Islam liberal domestik. Buku-buku ini secara tajam menggugat penafsiran-penafsiran baku para ulama, kerap dengan cara yang provokatif. Ini tidak dinikmati sesama muslim di negara-negara tetangga.
Tetapi dengan adanya gelombang fatwa sesat yang dikenakan terhadap pemikiran-pemikiran yang bergerak keluar dari arus utama beberapa tahun terakhir ini, bukan tidak mungkin tak lama lagi kita akan mendengar keluarnya fatwa pengharaman atas sejumlah buku tentang Islam di negara ini. Kemerdekaan menulis dan menerjemahkan yang dinikmati di Indonesia saat ini bisa jadi adalah buah dari kebijakan Orde Baru yang memang cenderung memerangi fundamentalisme agama. Ini belum tentu bertahan dengan sendirinya.
Selain itu, buku-buku kritis yang ada itu umumnya adalah semacam kritik ke dalam yang dilakukan oleh ilmuwan muslim sendiri. Bila kita merujuk pada buku kecil provokatif tadi, yang pantas dijadikan perbandingan adalah buku-buku yang ditulis oleh kaum non-muslim yang menggugat Islam. Persediaannya banyak. Sejak tragedi WTC 2001, banyak sekali buku karya penulis Barat yang bicara soal Islam. Sebagian dengan nada simpatik — seperti yang ditulis Karen Armstrong dan John Esposito — tapi banyak juga yang sangat negatif. Buku-buku semacam itu mungkin tidak menyenangkan kaum muslim, tapi harus diakui keberadaannya.
Saya bukan sedang mempromosikan ide menerjemahkan buku-buku anti-Islam. Itu sama sekali bukan pokok pikirannya. Yang penting adalah kesediaan kita untuk secara teguh mendukung gagasan kebebasan berpikir, bersoal jawab, dan berkarya.
Terbit dan beredarnya buku provokatif soal Kristen tadi mungkin sekali terjadi karena diskriminasi antarkaum mayoritas dan minoritas. Tapi kondisi itu fungsional bagi kita untuk menjustifikasi penerimaan prinsip kebebasan berkarya.
Dengan begitu kita bisa bilang bahwa bila ada yang menerjemahkan buku-buku seperti Why I am Not a Moslem (karya Ibn Warraq), mudah-mudahan umat Islam tidak buru-buru marah. Kalau kita membiarkan itu dilakukan pada keyakinan Kristen, mestinya kita membiarkan itu dilakukan pada Islam. Dan, seperti yang saya katakan tadi, kalau itu dibiarkan terjadi, mudah-mudahan yang mereguk manfaat adalah masyarakat secara keseluruhan.
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita
memang sifat ada kemampuan atau mayoritas srg berbuat sewenang-wenang. padahal perbuatan kita mesti dihadapkan pd sang pencipta,sesama manusia dan dampak akibatnya pd alam. dan hanyalah kebodohan kalo merasa benar tanpa berbuat untuk kebaikan sesama. dan mengatur diri sendiri teramat sulit dibanding mengurus negara. jadi sebetulnya setan tlh menipu kita. silahkan beribadah menurut keyakinan anda semua dan kita harus menghentikan polemik tak shat
[reply to this comment]
gon gon reply on 28 April 2008:
Ingatlah ketika Iblis diperintahkan Allah untuk menyembah kepada Adam.Iblis tidak mau,,,dan berkata ‘aku lebih baik dari Adam,…….aku diciptakan dari…..(seterusnya…”
so,,….bila seseorang dari kita telah merasa lebih baik dari orang lain,…….waspadalah..Iblis telah bersemayam di dada kita…….
Bukan orang lain musuh saya…
Bukan agama lain musuh agama saya…
Musuh saya adalah diri saya sendiri…bila Iblis telah saya bolehkan bersemayam…….dalam hati ini…..
[reply to this comment]
Sebagai orang Kristen saya jujur saja merasa agak terlecehkan dengan hadirnya buku MUSTAHIL KRISTEN BISA MENJAWAB, kok pemerntah membiarkan buku seperti itu terbit di Indoensia? Seperti kata Bang Jarar bilang apakah seandainya buku yang memojokkan agama Islam ditulis oleh orang Nasrani, apakah pemerintah, Menteri Agama, MUI dan saudara2 Muslim tidak akan berontak? Saya sendiri mengambil sikap tidak mau terlalu berpolemik dengan pertanyaan-pertanyaan dalam buku tersebut, yang sebanarnya sudah sering sya baca pembahasannya di situs-situs agama speerti Aku Percaya, Indonesia Faith Freedom dan banyak lagi situs-situs lain dan blog. Yang perlu bagi kita sebagai umat Nasrani adalah menunjukkan sikap kasih dan JANGAN membalas dengan aksi-aksi yang tidka perlu, kita harus membuktikan ajaran utama Yesus Kristus yaitu KASIH. Salam damai ntuk semua pembaca, “Syaloom”.
[reply to this comment]
gon gon reply on 28 April 2008:
hmm….
Ingatlah ketika Iblis diperintahkan Allah untuk menyembah kepada Adam.Iblis tidak mau,,,dan berkata ‘aku lebih baik dari Adam,…….aku diciptakan dari…..(seterusnya…seterusnya”)
so,,….bila seseorang dari kita telah merasa lebih baik dari orang lain,…….waspadalah..Iblis telah bersemayam di dada kita…….
Bukan orang lain musuh saya…
Bukan agama lain musuh agama saya…
Musuh saya adalah diri saya sendiri…bila Iblis telah saya bolehkan bersemayam…….dalam hati ini…..
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Ke-Imanan anda saya acungkan jempol. Karena meskipun ada hal-hal seperti ini, anda tidak goyah dan tidak terbawa emosi, karena anda yakin, dengan jalan yang anda lalui.
Berbeda dengan orang2 yang ngakunya menganut agama sama seperti saya, namun keimanannya hanya sebatas telapak kaki, kena angin dikit aja dah goyang dan terbawa emosi.
[reply to this comment]
ampara ni si hombing reply on 21 July 2008:
Yang disinggung aja ga marah, kok jadi pengikutnya yang agak tersinggung?
wong Tuhanmu yang maha besar itu aja menunggu waktunya, jadi samalah seperti Dia, menunggu waktu yang tepat.
Bukannya semua itu nanti dibukakan?
Jadi, tak usah tersinggung….
[reply to this comment]
Redaksi blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, berisi caci-maki, serangan secara pribadi, komen spam, dll yang melanggar etika. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan “click to cancel reply” di bawah tombol “Kirim”. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.
Maaf bang…… setahu saya, mayoritas dan minoritas itu nisbi?
Mengenai buku tersebut diatas, saya pernah “sekilas” membacanya di Gramedia. Mungkin dalam Islam mendekati kasus “beda versi” MUI dan Ahmadiyah.
[reply to this comment]
Maaf bang…… setahu saya, mayoritas dan minoritas itu nisbi?
Mengenai buku tersebut diatas “MUSTAHIL KRISTEN BISA MENJAWAB”, saya pernah “sekilas” membacanya di Gramedia. Mungkin dalam Islam mendekati kasus “beda versi” MUI dan Ahmadiyah.
[reply to this comment]
untuk zaman sekarang ini tidak perlu bingung memikirkan ini dan itu karena memang apa yang terjadi sekarang ini semuanya sudah ditulis secara jelas di alkitab dan itu memang harus terjadi tergantung kita apakah iman kita akan goyah atau tidak.sebagai seorang kristen tetaplah berpegang teguh pada yesus kristus kita semua pasti dikuatkan.tuhan yesus memberkati
[reply to this comment]
yeSUs reply on 28 July 2008:
aku berkati kau…..
[reply to this comment]
bupunsu reply on 28 July 2008:
@**SU*,
Ooi, abang kesurupan atau lagi sakaw nih, atau sedang kabur dari kerangkengnya?. masuk ke warnet atau nemuin pc/notebook dan ketemu blog ini lalu labrak, maki dan kutuk komen-komen postingan baru dan lama yang abang ndak suka, kalau lagi fly begini nih, kutukan pun dibilang doa ( liat komen abang yang lain), ente doa ame apa bang,ama syaiton yack. sono gi, balik kerangkeng lagi bang, kasian pengasuhnya nyariin ntuh. jangan lupa lagi makan obat penenangnya yack, jangan nyimeng mulu bang. Takutnya ntar bikin rusuh lagi nih siabang.
[reply to this comment]
::abang ini, selalu paten kalau mengulas, baik yg bertentangan maupun sejajar, memang kadang ku pikir, ngapainlah capek-capek ngurusin orang bisa jawab atau engga yang menjadi urusan dan kebutuhan orang lain, padahal urusan dan kebutuhan diri pribadi sampe nunggingpun masih terasa payah menjawabnya, semoga setiap yang menulis, berkomentar atau melakukannya sinisme dalam hatipun, menyadari bahwa hal itu sebenarnya lebih banyak yang berpulang ke dirinya sendiri, kalau falsafah jawa tentang jari menyebutkan “satu jari menunjuk, empat jari kembali kedirinya….”
[reply to this comment]
Saya pengagum kebebasan berpikir, termasuk untuk dan yang memikirkan hal-hal yang sesungguhnya tak akan terjangkau dan terjawab pikiran manusia, macam agama atau keimanan. Bagi saya, memikirkan agama dan keimanan adalah proses yang tak akan berhenti sampai ajal tiba.
Yang melegakan, di tengah proses tersebut, sama sekali saya tak tergoda dan tak tergiur untuk menggugat atau menyoal agama dan keimanan orang-orang yang berbeda dengan keyakinan saya. Ada dua alasannya, pertama, ketika saya mulai bernafsu menyoal agama atau keyakinan orang lain (yang tak sama dengan iman kepercayaan saya), itu berarti sebenarnya saya tak cukup yakin dengan yang selama ini saya imani. Kedua, saya akan atau telah melakukan dehumanisasi atas diri saya, karena tak lagi menghormati dan menempatkan orang-orang yang sama sejenis dan sekodrat dengan diri saya sebagai (sesama) manusia, human being, hanya karena perbedaan iman atau keyakinan, sementara saya amat sadar: tanpa manusia lain–yang belum tentu seagama dengan saya–diri dan kehidupan saya belum tentu seperti yang kini saya miliki.
Dan syukurlah, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, para pendeta di gereja tempat saya paling sering mengikuti ibadah-kebaktian (HKBP), sepemantauan saya, seperti dipantangkan menyoal apalagi menghina keyakinan atau agama lain. Yang tetap ditekankan adalah toleransi. Bahkan, ketika gereja-gereja yang tak sealiran pun gencar memburuk-burukkan HKBP, pendeta dan mayoritas jemaatnya berusaha agar tetap bersikap tenang.
Tak bermasud chauvinis, mungkin karena sikapnya yang seperti itulah maka saya tetap menyukai dan bertahan di HKBP, sebagaimana juga menjadi sikap umumnya gereja-gereja yang bernaung di bawah PGI dan gereja Khatolik.
Salam damai dan sejahtera untuk semua pembaca.
[reply to this comment]
Daripada memikirkan apalagi mempertentangkan agama dan keyakinan orang lain, saya mending belajar atau mendampingi anak-anak saya belajar agar kalau ada UAN mereka tidak ikut berdemo menolak ujian itu. Usaia belajar atau memdampingi anak-anak saya belajar saya akan bekerja dengan tekun agar tidak miskin lalu menjadi pengemis di pinggir jalan. Setelah semuanya itu baik adanya saya akan beribadat sesuai dengan keyakinan agama saya.
Di tempat peribadatan saya tak pernah dibicarakan tentang agama termasuk tentang agama saya. Kami membicarakan bagaimana kami bisa lebih baik lagi. Baik terhadap diri sendiri dan baik terhadap orang lain, ini sudah cukup sebagai tanda bahwa kami menghormati Tuhan kami. Obrolan yang memperbincangkan agama orang lain apalagi menghujatnya tidak laku di sekeliling rumah peribadatan kami. Obrolan semacam itu dicibirkan.
[reply to this comment]
Iya bener Bang…
Saya sebagai muslim terkadang malu kalo melihat berbagai kekerasan atau kerusuhan yang mengatasnamakan agama. Apalagi kalo sampai berteriak2 “Allahu Akbar” sambil membawa pentungan, tongkat, dsb untuk merusak rumah dan lainnya. Seakan di Indonesia ini tidak ada hukum dan polisi aja…
Kalau menurut saya justru seorang muslim itu harus bisa menunjukkan bahwa islam adalah rahmat bagi alam… tentunya dengan bersikap santun dan toleran, tidak bertindak grasak grusuk seperti itu.
Kalo menurut saya, orang kristen dan agama minoritas lainnya lebih bisa bersikap dewasa daripada orang islam. entah apakah ini disebabkan karena ke-mayoritasan-nya.
Disaat bangsa dan agama lain mulai belajar tentang kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat, umat islam malah semakin mengalami kemunduran. Padahal pada saat pertama islam ada, diajarkan tentang kebebasan berpikir dan berpendapat. hal ini bisa didapat pada surat al ikhlas yang mengajarkan tentang kebesan memluk agama dan keprcayaan. kemudian diperkuat juga dengan tawaran Tuhan kepada manusia untuk membuat kitab selain Al-Quran. ini membuktikan bagaimana Tuhan-pun memberi kebebasan kepada manusia untuk bisa membuat Al-Quran tandingan, jika manusia merasa mampu dan tidak percaya kepada Al-Quran.
Dan setahu saya, tidak ada agama yang seberani ini memberikan kebebasan pemeluknya untuk bersikap kritis dan selalu ingin tahu.
Sekarang, umat islam malah loyo. Di saat bangsa dan agama lain “kebal” terhadap tantangan dan kritik, umat islam malah sedikit2 doktrin ini itu.
Saya jadi teringat salah satu hadits nabi pada saat mengirimkan utusannya ke negeri/kota yang mayoritas non muslim, yaitu :
“Bersikap santunlah dalam menyebarkan islam, dan jangan buat mereka kehilangan simpati kepadamu”.
Yang akhirnya sang utusan bisa mengislamkan sebagian besar warga, dan menjadi gubernur daerah tsb.
Ah, seandainya umat islam bisa seperti ini…dalam setiap kondisi, tempat, dan waktu. Amin.
[reply to this comment]
Cinta perdamaian reply on 16 July 2008:
Sebenarnya ajaran Agama ISLAM itu bagus bang ALi, cuman karena adanya segelintir orang yg merasa dirinya udah sama dengan TUHAN (cth : sebagian Ustad dan Ulama, walaupun tdk semuanya yg jelek) yang mana mereka menanamkan ajaran sesat, maka jadi rusaklah citra agama ISLAM itu.
[reply to this comment]
Saya memiliki pandangan yg mirip :
Prinsip sekulerisme membuat ummat kristiani CUEK terhadap agamanya. Lihatlah berita di gereja2 Barat yang sampe membuat semacam door prize segala untuk menggugah ummatnya datang ke gereja. Jadi ini bukan masalah ummat kristiani lebih dewasa atau lebih berprinsip damai. Tetapi energi yg membuat mereka merasa agamanya benar itu memang sangat MINIM. Saya tahu benar banyak teman2 saya di siantar yang kalo ditanya masalah dasar2 agamanya memang yg tidak mengerti. Jadi mereka sendiri tidak mengerti banyak tentang seluk beluk agamanya, jadi akhirnya ya cuek saja, termasuk [apalagi] mengamalkan agamanya, plus apalagi menjaga [merasa] mulia terhadap nilai2 agamanya sendiri.
Kalau masalah menjelek2 kan agama sama saja. Demi Allah (saya Islam) serangan ummat kristiani jauh lebih JAHAT terhadap sendi2 Islam tatkala mereka sedikit mayoritas seperti di daerah pematangsiantar sana.
BOHONG BESAR kalo disebut ummat kristiani tidak peduli dalam menjelek2 kan agama lain. Dari guru sampai teman2 main saya di siantar luar biasa derasnya mereka mencoba menghantam AQIDAH Islam. Tapi kebanyakan mereka GAGAL. Karena cara2 nya [menurut saya] ortodoks, dan ummat Islam saat ini sudah jauh lebih cerdas dalam memahami hasutan keagamaan seperti
iniitu.[reply to this comment]
Jahutur reply on 1 May 2008:
@ ATO
Kamu di Siantar tinggal dimana? Bertahun tahun saya tinggal di Siantar saya tidak pernah mendengar hal begitu. Kalau kamu bertanya kepada preman Simpang dua atau preman terminal Parluasan memang mereka tahunya gimana caranya memindahkan isi dompetmu ke kantong mereka. Sama saja kalo kamu bertanya tentang agama ke Penghuni SARITEM bandung atau BUKIT MARAJA Tanah Jawa sana pasti jawaban “Ngamar aja yuk AA atau Mas”. Gaya lo..pake nama Amriki lagi..
[reply to this comment]
Hamdani reply on 4 May 2008:
Agama kok bisa nyasar ke SARITEM sih hut.
Coba teliti dulu komen bung Ato’ bisa jadi benar?
Masak lupa Program Kristenisasi, yang menghalalkan segala macam cara!
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
Dan, kalu gitu mirip ame ‘Program Islamisasi’ nyang ngeharamin segale cara dong?
aduh Dan, jangan cepet-cepet ngomen lah, baca dulu nyang teliti.
Hanna Stolz-Shmbg reply on 25 May 2008:
Bicara soal agama dengan preman2 siantar?
Beruntunglah kau Oto ngak di potong loro(2) ama preman2 itu.
Jadi menurut saya , si Mokoginta pengarang buku ini sebenarnya sangat tertarik dengan agama Kristen dan ingin belajar dan ingin jawaban lebih detail lagi mengenai Kristen.
Maka secara pura2 diajukanlah pertanyaan ke publik dengan imbalan hadiah BMW / BeMo dari tj Priok kali..
Horas bah.. dari Par siantar .
[reply to this comment]
darmadi reply on 25 May 2008:
Horas juga dari par Lapangan Bola.
[reply to this comment]
Hanna Stolz-Shmbg reply on 25 May 2008:
Horas juga bah..
Lapangan bolanya dimana?
Lap bola bagian atas, bawah atau tengah?.
Kita tetanggaan dong…
Saya par kampung toba( kristen)
Katanya takut pulang ke Siantar, serem…
bah.. I di a do?…
Horas bah.. sian Jerman
amad reply on 3 June 2008:
Kristen yang mana?
“Janganlah kebencianmu kepada seseorang membuat kamu membenci kaumnya”
Sorry, saya paling tidak suka dengan orang yang menyamaratakan semua orang.
Memang ada orang kristen yang seperti itu, tapi bukan semua orang kristen seperti itu. Saya punya banyak rekan-rekan kristen yang menghormati pemeluk agama lain.
Jika anda menyamaratakan semua orang kristen seperti itu, orang akan menyamaratakan anda juga, sebagai teroris misalnya.
[reply to this comment]
KitriDewi reply on 21 June 2008:
Saudara-saudaraku,
Sebenarnya, baik pemeluk agama Islam maupun Kristen pada dasarnya ada 3 kelompok manusia berdasarkan pengalaman, pengertian, dan kedewasaan iman masing-masing sebagai individu maupun jemaat.
Kelompok 1 adalah mereka yang hanya beragama Islam atau Kristen tetapi hanya sebatas KTP nya saja karena di Indonesia orang HARUS punya agama. Titik. Kelompok ini tidak suka membicarakan agama, agama orang lain maupun agamanya sendiri. Begitu ada orang beragama lain yang datang dengan baik dan penuh kasih, sehingga menggerakkan hatinya, akan sangat mudah bagi kelompok ini untuk pindah agama. Bisa karena memang hati yang tergerak (dan kalau ini saya percaya ada camour tangan Tuhan sendiri) ada pula yang hanya melihat karena lebih menguntungkan.
Kelompok 2 adalah mereka yang mengaku setia kepada agama sebagai ideologi yang harus dibela, disakralkan (agamanya yang disakralkan dan dimuliakan), mengaplikasikan agama secara logika, sebatas ritual, dan emosional, tetapi sebenarnya tidak mengenal Allah dan kebenaranNya, sifat dan karakterNya, kehendakNya, melalui apa yang difirmankanNya di dalam kitab suci masing-masing.
Kelompok ke 3 adalah mereka hatinya benar-benar melekat kepada Allah, yang mencari Allah dengan segala kebenaranNya, kemuliaanNya, sifat-sifatNya, karakterNya, kehendakNya, melalui semua yang difirmankanNya di dalam kitab suci masing-masing. Kelompok ini lebih asyik mendengarkan apa kata Tuhan daripada apa kata manusia melalui pengalaman rohaninya menikmati kebaikan dan kemuliaan Tuhan di dalam perjalanan hidupnya.
Sama dengan ketika pemeluk agama Islam dilecehkan oleh kartunis Denmark, melalui film Fitna, dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa pelecehan agama Islam, reaksi pemeluk agama Islam inipun juga berbeda-beda. Orang Islam kelompok 1 reaksinya cuek, kelompok 2 demo besar besaran bahkan ada yang menghalalkan darah orang yang sudah melecehkan, tetapi kelompok 3 tetap asyik menjalankan ibadahnya kepada Tuhan karena percaya kemuliaan Allah tidak akan sedikitpun berkurang hanya karena ulah manusia, dan tetap menjaga hati masing-masing agar tetap bersih dan berkenan bagiNya.
Demikian pula ketika kekristenan dilecehkan atau diserang, 3 kelompok yang mengaku Kristen ini mengambil sikap berbeda-beda sesuai level kedewasaan iman mereka.
Saya mengatakan “kelompok” ini bukan dalam pengertian sebagai organisasi gereja tertentu, tetapi lebih pada pengalaman dan kedewasaan iman dan pengertian masing-masing orang Kristen sebagai individu, yang saya lihat memang ada 3 kelompok besar, terlepas dari gereja atau organisasi kekristenan manapun.
Orang Kristen kelompok 1 yang hanya sebatas Kristen KTP, akan cuek karena tidak tahu menahu, wis embuh, terserah orang mau ngomong apa, EGP, ATAU kemudian pindah agama lain ketika ada orang lain yang menawarkan agama lain yang dia lihat lebih menguntungkan.
Kelompok orang Kristen no 2, karena melihat kekristenan sebagai agama dan ideologi yang harus dibela tetapi sebenarnya tidak pernah mencoba mengerti apa yang benar dihadapan Allah, akan bereaksi keras, seolah-olah sudah didzolimi. Mereka akan ganti menjelek-jelekkan agama orang yang melecehkan, bersikap sama menjadi arogan dan seolah-olah dia dan agamanya yang paling benar dari konteks manusia.
Kelompok orang Kristen yang ke 3 memandang kekristenan bukan sebagai agama, tetapi lebih pada relationship with the Living God. Kelompok Kristen yang seperti ini (again, terlepas dari organisasi dan gereja kristen yang manapun) lebih tertarik mencari hadirat Allah, mendengarkan Tuhan mengatakan apa daripada apa yang dikatakan manusia dan dunia, sehingga pada saat hatinya tergoda untuk berontak tidak terima dengan pelecehan itu, mereka merefer kembali kepada bagaimana dan apa sikap Yesus pada saat dihina, dilecehkan, dipermalukan, disiksa, dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi dan Romawi.
Kelompok ini bukannya tidak merasa gusar dengan semua penyerangan dan pelecehan, bukannya takut membalas karena minoritas, tetapi mereka percaya bahwa Yesus sudah mengalami yang lebih dasyat, lebih sakit, lebih memalukan, tetapi Yesus setia sampai mati dan bangkit lagi, demi melepaskan mereka [yang percaya] dari cengkeraman kuasa dosa dan maut. Itu sebabnya secara rohani, walaupun mereka gusar dan sebenarnya bisa berbuat sesuatu, mereka bertahan untuk taat kepada kemimpinan Yesus, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengampuni orang-orang yang melecehkan karena orang-orang ini tidak mengerti, dan menjaga agar hati tetap bersih dari segala kepahitan. Kelompok orang Kristen yang ini, justru berkeyakinan bahwa bila mereka membalas dengan ganti melecehkan apalagi sampai menumpahkan darah, itu akan menyedihkan Tuhan, itu adalah pemberontakan terhadap perintah Allah Yang Maha Tinggi, bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk membalas.
Ini pula sebabnya, di kalangan orang Kristen tidak ada ajaran untuk menganggap orang Yahudi sebagai musuh, walaupun secara perhitungan manusia, harusnya orang Kristen lah yang lebih benci kepada orang Yahudi karena orang Yahudi lah (selain orang Romawi) saat itu yang merendahkan, mempermalukan, menghina, melecehkan, dan membunuh Yesus dengan cara seperti orang terkutuk.
Selain karena ketaatan kepada keteladanan Yesus, orang Kristen kelompok ini memahami dan percaya bahwa secara rohani melalui Abraham (Ibrahim) sebagai bapa rohani mereka, orang Yahudi dan orang Islam adalah saudara.
Orang Kristen yang membaca Alkitab akan tahu sejarah dan akan menghormati sesama pemeluk agama Allah sejak mulai Abraham. Kekristenan lahir justru setelah kematian Yesus, demikian pula Islam ada setelah ada Nabi Muhammad.
Pada awalnya hanya ada 2 kelompok bangsa yaitu bangsa yang menyembah dan mengorbankan persembahan darah kepada banyak dewa (kafir), dan bangsa yang menyembah satu Tuhan, Yang Maha Kuasa Allah Abraham, Allah Ismael, Allah Iskak, Allah Yakub (Israel). Catatan: Israel tidak identik dengan Yahudi. Disebutkan di Alkitab maupun Al Quran, bahwa yang disebut sebagai Israel adalah Yakub (jadi berbeda dengan Negara Israel jaman sekarang ini), yang disebut bangsa Israel di Alkitab maupun AL Quran adalah Yakub, anak Iskak, cucu Ibrahim, dan bangsa keturunannya. Yakub (Israel) sendiri punya 12 keturunan dan dari 12 keturunan inilah ke 12 bani Israel ada, salah satunya Yehuda (Yahudi).
Ismael anak Abraham dari Ibu Hagar (Hajar) dan Iskak anak Abraham dari Ibu Sara. Iskak menurunkan Yakub (Israel) Yakub menurunkan Yusuf (selain 11 saudara lainnya, salah satunya Yehuda yang menurunkan bangsa Yahudi). Dari keturunan Yusuf ini setelah kesekian puluh lahir Daud AS, yang menurunkan Salomo (Sulaiman AS) dan pada keturunan ke 14 setelah Daud lahirlah Yesus melalui perawan Maria (Maryam).
Israel artinya “Pangerannya Elohim/Allah” (maksudnya yang disayang oleh Allah), Ismael artinya Yang didengarkan oleh Allah.
Seperti keturunan Abraham yang lain, Ismael juga diberkati sebagai bapa dari bangsa yang besar, dan setelah sekian puluh keturunan, dari Ismael ini lahir Muhammad yang mengajarkan Islam.
Jadi menurut hemat saya, orang Kristen yang menjadi gusar termasuk yang menjadi pahit dan mengeluarkan kata-kata hujatan di forum ini, sebenarnya sudah mengingkari identitas kekristenannya.
Secara keimanan memang ada beberapa hal fundamental yang berbeda, tetapi orang Kristen dan Islam, (termasuk pemeluk agama Yahudi) bila berhadapan satu sama lain hendaknya mengingat sejarah bukan hanya sejak jaman Musa, Yesus atau jaman Muhammad, tetapi ditarik lagi jauh ke belakang pada jaman Ibrahim, dan ditarik lagi jauuuh ke depan bahwa kita sama-sama menantikan kedatangan Yesus (Isa al Masih) yang ke dua kalinya untuk memerintah dengan kasih dan damai sejahtera. Orang Islam maupun Kristen sama –sama mengimani bahwa kelak Setan (Dajjal) akan dikalahkan oleh Isa (Yesus). Pada saat itulah semua kebenaran yang sejati akan terbuka dan menjembatani semua perbedaan selama ini, kita akan dikembalikan lagi seperti jaman Ibrahim, dipersatukan lagi sebagai satu jemaat umat Allah Yang Maha Kuasa. Dengan begitu kita akan melihat satu sama lain sebagai saudara, bukan saingan, bukan musuh, bukan untuk dijelekkan, bukan untuk direndahkan satu dari yang lainnya, tetapi untuk dikenal dan dipahami satu sama lain tanpa menghakimi. Allah sendiri yang akan menghakimi.
Demikian saudara-saudaraku. Terima kasih.
[reply to this comment]
rizieq reply on 22 June 2008:
@KitriDewi
luar biasa…..
luar biasa…..
Mbak KitriDewi emang paten! Brapo!
luar biasa…..
[reply to this comment]
Escobar reply on 22 June 2008:
@KitriDewi
Abis, banyak juga sich orang kristen yang berpendapat,
“Bila pipi kiri mu ditampar, berikan kaki kanan mu”
[reply to this comment]
rizieq reply on 22 June 2008:
@Escobar
Iya… itu spontan… biase itu… abis kite dibilangin Laskar Setan lah, dipropokasi ame pistol lah… jadi kite ngelawan… maklum anak-anak, dare mude…
hh reply on 23 June 2008:
Bentuk lain dari memberi pipi kanan kalau pipi kiri ditampar adalah menahan diri untuk tidak membalas, hati boleh panas kepala harus tetap dingin.
Dpl: sangat sakit rasanya bila tidak membalas, harga diri serasa tidak ada lagi. Bila kita tahan rasa sakit dengan tidak membalas, itulah bentuk lain dari memberi pipi yang lain bila pipi yang satu ditampar.
rizieq reply on 23 June 2008:
@hh
Akurrr… Pis
bachmid reply on 22 June 2008:
saya rasa komen anda kurang mendasar karena saya tahu apa yang anda ucapkan merupakan tafsiran logika anda sendiri, yang mana dalam hal membicarakan tentang agama kita harus mengerti betul tentang syariat-syariat. dan yang pasti saya akan berkata bahwa islam merupakan agama yang hak.
[reply to this comment]
Seiken reply on 23 June 2008:
Nah! Itulah yang bikin jadi gontok2an, sudah jelas-jelas agama beda, kok yang dibandingkan syariat-syariatnya, jelas mau sampek mulut berbusa-busa otak keriting, mau sampek bacok-bacokan ya ndak akan bakal ketemu.
Kalau orang Islam bilang bahwa Islam itu agama yang haq, Al Quran itu kitab suci yang paling sempurna dan menyempurnakan kitab agama sebelumnya, ya ndak heran, memang harusnya begitu, malah something wrong kalau orang Islam mengatakan yang sebaliknya.
Demikian pula orang Kristen, ndak heran kalau mereka ngotot bahwa keselamatan itu hanya melalui Yesus saja, kalau mereka ngomong sebaliknya, berarti bukan orang Kristen.
Nah sekarang apa sih gunanya gontok2an untuk sesuatu yang jelas-jelas masalah hati, masalah iman, dan iman ini berhubungan erat dengan pengalaman rohani individu masing-masing.
Kalau mau diskusi masalah syariat ya harus kepada sesama pemeluk agam yang sama, bukan pemeluk agama yang lain.
Bolehlah diskusi mengenai syariat kepada pemeluk agama yang lain, tetapi diskusinya harus dalam rangka pengenalan, pemahaman, untuk mencapai saling paham satu sama lain tanpa menghakimi salah atau benar.
Mangkanya tulisan KitriDewi itu menganjurkan, ndak usah syariatnya yang diperbandingkan, tapi sama-sama menarik sejarah rohani kita jauh ke belakang dan ke depan. Orang Kristen, Islam, Yahudi menyembah Allah yang sama yang disembah Abraham/Ibrahim, dan sama-sama menanti kedatangan Yesus (Isa) yang kedua kalinya.
Begitju.
Cinta perdamaian reply on 16 July 2008:
Bung Ato anda tahu tidak apa itu agama ? jgn anda asal komentar yang mana komentar anda itu bisa membuat keruh suasana, nah perlu saya jelaskan kepada anda setiap ajaran AGAMA itu baik dan tidak ada agama manapun yang mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat, Anda mengatakan “Serangan Umat kristiani Lebih Jahat thd Sendi2 Islam”, sesungguhnya justru orang2 yg mengaku bahwa mereka beragama islamlah (saya tidak mengatakan agama islam krn Agama Islam ajarannya baik, tetapi orang2 yg mengaku agama islam) yang lebih kejam, mereka membombardir/merusak tempat2 hiburan malam yg buka saat puasa yg mana orang yg mencari nafkah jd kehilangan pekerjaannya, memukuli umat Ahmadiyah, menghilangkan nyawa orang yg tak berdosa spt kejadian BOM BALI, apalagi seperti di Aceh melarang pembangunan Gereja. Maka untuk itulah bung Ato, kalo ada orang yg berbuat jahat kepadamu, jgn kau benci dia melainkan maafkanlah dia, tunjukkan bahwa agama kita itu tidak seperti yg orang bilang, marilah kita saling bergandengan tangan menciptakan KERUKUNAN HIDUP ANTAR UMAT BERAGAMA DAN UMAT BERLAINAN AGAMA, krn dlm memperjuangkan kemerdekaan negara RI bukan pemeluk satu agama saja yg berjuang tetapi semua pemeluk agama yg ada di Indonesia, baik itu pemeluk agama Islam, Kristen, Budha, Hindu jg berjuang mati2-an.
[reply to this comment]
Saya jadi teringat sebuah pesan dari seorang yang saya hormati : “Kamu tidak bisa mencintai agamamu dengan membenci agama lain, Dan Kamu tidak bisa menambah kebenaran agamamu dengan mempersalahkan agama lain”.
Karena bagi saya, keyakinan itu pilihan akan kebenaran subyektif yang kita yakini. Itu saja, dan tidak berhubungan dengan agama lainnya.
@ Ato Bernhard :
Cuek dan tidak peduli pada agamanya itu terjadi bukan saja di Kristen, tapi di semua agama. Pemeluk agama banyak juga yang tidak peduli dengan agamanya.
Kalau soal menjelek-jelekkan agama, apakah ini HANYA fenomena agama Kristen saja, dan TIDAK ADA pada agama lainnya ? Lalu bagaimana pandangan anda terhadap tulisan-tulisan yang “melecehkan” agama lain yang sering nongol di blogsphere ?
Jika orang lain menghina agama kita, dan kemudian kita membalas dengan menghina agamanya, lalu apa bedanya kita dengan mereka ?
Tidak ada kecuali sama-sama penyebar kebencian.
[reply to this comment]
gon gon reply on 28 April 2008:
hmm….
Ingatlah ketika Iblis diperintahkan Allah untuk menyembah kepada Adam.Iblis tidak mau,,,dan berkata ‘aku lebih baik dari Adam,…….aku diciptakan dari…..(seterusnya…seterusnya”)
so,,….bila seseorang dari kita telah merasa lebih baik dari orang lain,…….waspadalah..Iblis telah bersemayam di dada kita…….
Bukan orang lain musuh saya…
Bukan agama lain musuh agama saya…
Musuh saya adalah diri saya sendiri…bila Iblis telah saya bolehkan bersemayam…….dalam hati ini……
Saya tidak pernah mendapat perintah dari agama saya untuk menghujat agama lain…….
Mohon untuk saudara muslim yg pernah mendapat perintah untuk menghujat agama lain….untuk memberikan sumber perintah tersebut kepada saya…..
[reply to this comment]
fertob reply on 28 April 2008:
Yup, jangan saling menghujat dan jangan saling menjelek-jelekkan. Kalau hujatan dibalas hujatan, dan menjelekkan dibalas yang sama, lalu apa bedanya kita dengan mereka.
[reply to this comment]
@fertob
Tulisan ini (plus beberapa komentanya) entah disadari atau tidak oleh penulisnya cenderung berkata bahwa ummat islam kurang menghargai perbedaan sambil menyanjung2 agama tertentu seakan2 “sedemikian” cinta damai nya. Silahkan dibaca lagi ke atas.
Fakta yg diungkapkan seolah2 ummat islam saja yg hobi menjelek2 kan agama lain sementara yg lain (selain Islam, seperti kristiani) sangat cinta damai. Cara menjabarkan fakta dalam tulisan ini jelas bermaksud demikian.
Di dalam setiap agama (kalau kita membaca sejarah) selalu saja ada oknum2 yang kurang dewasa dalam menyikapi agama lain. Tidak dipungkiri di sebagian kalangan Islam juga demikian.
Tapi cukup banyak juga fakta bahwa di sebagian agama lain (seperti kristen ini) juga lebih-lebih lagi. Lihatlah, ketika mereka sedikit mayoritas (di sebagian tanah batak, di papua, di maluku utara,ambon juga) mereka justru lebih ekstrim dari ummat Islam. Papua (non tolerannya) malah lebih congkak lagi ekstrimnya, bukan cuma wacana taoi benar2 hendak menyingkirkan warga lain.
Ummat Islam di Indonesia secara khusus dan dunia pada umumnya sering dikibuli oleh isu toleransi, istilah2 salam damai, kebebasan, dan sebagainya yg semacam itu. Sebagian dari mereka bahkan acap lupa diri untuk sekedar membela nilai2 Islam yg sesungguhnya sampai tergiring oleh alasan humanistis dan kebebasan tadi.
Selalu ada yg mengingatkan kepentingan ini, walau sebagian terayu di kepentingan tertentu.
Sekian abad Islam memimpin peradaban. Bandingkan dengan sekejap ini ummat Islam yg mundur dari kepemimpinan ini. Mana yg lebih GILA dari YAHUDI [bar-bar] dan kristen [ortodoks] seperti gaya Amrik sekarang.
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
@ato
“Sekian abad Islam memimpin peradaban. Bandingkan dengan sekejap ini ummat Islam yg mundur dari kepemimpinan ini.”
nape bise gitu To?
“Mana yg lebih GILA dari YAHUDI [bar-bar] dan kristen [ortodoks] seperti gaya Amrik sekarang.”
nurut ane due-duenye “gile”… gileeee bener mereka bise nguasa’in dunie.
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
Loe pasti sering makan babi (b2) dan bodat (b1)
[reply to this comment]
rizieq reply on 9 June 2008:
@ Agam
ane makan ente? bise jadi, abis ente baru bergune waktu ude dimasak Gam.
kevin reply on 8 June 2008:
@ Riziek
Soal umat islam mengalami kemunduran sudah diramalkan oleh Nabi Muhammad dalam suatu Hadis :” Tiga abad sesudahku adalah abad terbaik umat islam tapi setelah itu umat islam akan mengalami masa kegelapan sampai akan muncul “Ratu Adil” di Akhir Zaman” yg akan mengangkat kembali umat islam.
Kita ga perlu membanggakan amrik yg sekarang sedang menguasai dunia. Kita perlu belajar dari sejarah penguasa penguasa dunia tempo dulu yg zalim pada akhirnya mengalami kehancuran…!
Soal Yahudi bangkit kembali di akhir jaman setelah tercerai berai hampir 2000 th yg lalu sudah diramalkan dalam Kitab Alquran sendiri…termasuk hancurnya amrik jg sudah diramalkan.. !
[reply to this comment]
rizieq reply on 9 June 2008:
@ kevin
oohhh, gitu ye Bang. kite bicare ramalan neh?
okeh, kapan tepatnye? kalu jawabannye cuman “kelak itu akan terjadi”, percume….
Kenapa kita harus selalu “marbada muccung” untuk menyikapi segala perbedaaan. Kenapa tidak menyebarkan nilai-nilai humanity dari apa yang anda yakini??
Aku bisa menjadi kristen, islam, budha, hindu, dsb dengan berpindah agama.. tapi aku gak bisa menjadi orang padang, aceh, bule,dsb..karena aku adalah orang batak. Orang gampang pindah agama, tapi gak bisa pindah suku. Bukankah ini berarti, ikatan kesukuan lebih kuat dibanding agama?!
Jadi kalopun ada tulisan atau apalah itu namanya, yang anda rasa, memihak, memojokkkan atau apalah..mari tanggapi itu sebagai masukan untuk wacanamu berpikir…hati boleh panas kepala tetap dingin..Berjiwa besarlah untuk segala hal!
[reply to this comment]
Robert Manurung reply on 28 April 2008:
Bravo. Inilah poin utamanya. Kalau kita bicara Indonesia, berarti kita bicara manusia dan tanah tempatnya hidup. Di negeri tercinta ini, ikatan manusia dan tanah leluhur/suku adalah dasar utama untuk membangun kepercayaan,kerjasama, dan persatuan.
Banyak yang lupa, dan lebih banyak lagi yang mengaburkan kebenaran fundamental itu. Pengaburan ini terutama dilakukan oleh kaum internasionalis dan para imigran yang mengadu domba suku-suku di Nusantara dengan sentimen agama.
Hati-hati, pren, VOC juga datang baik-baik awalnya, sebelum mengadu domba pribumi dan kemudian menjajah. Aku bisa ganti agamaku setiap hari, tapi tidak ikatan takdirku dengan Bangso Batak dan Tano Batak.
Mataku bisa buta terhadap status Lae Jarar yang mualaf itu; karena mata hatiku dan darahku mengenalinya sebagai Siahaan, Batak dan saudaraku. Apalagi yang kurang ?
Hal seperti ini berlaku kemudian secara berjenjang, yaitu persaudaraan sebagai bangsa Indonesia, sekawasan Asean, sebenua Asia; dan akhirnya persaudaraan sedunia. Siapakah musuhku ?
PEACE
Horas.
[reply to this comment]
Saya senang membaca ulasan abang. Pendapat saya pribadi, saya tidak suka jika kristen selalu dipojokkan. kalau saya bisa berkomentar, islam bagaikan pribahasa”maling teriak maling”. mereka selalu mengatakan agama pembawa damai, tapi kenyataannya, untuk pembubaran Ahmadiyah saja, saya melihat langsung Pimpinan elemen para pemuka kelompok islam seperti FPI menyerukan anggotanya untuk angkat senjata menyerang sesamanya. jadi dimana kasih yang dikatakan?? Minoritas atau mayoritas, bukan alasan untuk memaksakan kehendak kelompok tertentu. Tujuan berdebat juga bukan untuk saling memojokkan mencari siapa yang menang, tapi untuk saling menambah wawasan. Hanya Tuhan yang tahu, kita pantas atau tidak untuk ikut bersamanya. Syaloom…
[reply to this comment]
gon gon reply on 28 April 2008:
Memang benar pendapat Anda !!!….
…What You see…what You get…
tapi jangan pernah sekalipun Anda melihat suatu contoh peristiwa yg dilakukan sekelompok orang yg mengaku Islam untuk menilai keseluruhan Islam ….Saya sendiri beragama Islam…..
Islam tidak memerintahkan Anarkis….
Mereka yg anda lihat anarkis lah yang anarkis…bukan Islam-nya
saya ingin sedikit sharing……
hmm….
Ingatlah ketika Iblis diperintahkan Allah untuk menyembah kepada Adam.Iblis tidak mau,,,dan berkata ‘aku lebih baik dari Adam,…….aku diciptakan dari…..(seterusnya…seterusnya”)
so,,….bila seseorang dari kita telah merasa lebih baik dari orang lain,…….waspadalah..Iblis telah bersemayam di dada kita…….
Bukan orang lain musuh saya…
Bukan agama lain musuh agama saya…
Musuh saya adalah diri saya sendiri…bila Iblis telah saya bolehkan bersemayam…….dalam hati ini……
Untuk saudaraku :hati2lah dengan kesejatian musuh….
dan kembalilah ke-kesejatian Cinta……..
Cinta Allah dan Rasulullah..SAW…
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Memang benar. Saya tidak suka dengan orang yg melihat kesalahan seseorang di satu kaum, merupakan kesalahan keseluruhan kaum.
Sebagai contoh, copet di bis. Bisa saja dia orang Islam, Kristen, Hindu, Budha. Tapi bukan berarti kita berhak mengatakan orang Islam / Kristen / Hindu / Budha sebagai maling.
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
@Riel Sirait
“kalau saya bisa berkomentar, islam bagaikan pribahasa”maling teriak maling”.”
kalu ane bise ngomentarin: kaga semue Muslim di Indonesia gitu. Tulung harga’in bahwa buanyaaakk Muslim nyang berusaha buat toleran bahkan ngebela hak dari Sudare-Sudare-nye nyang Non Muslim. Islam adale Agama nyang secare stasistik adala mayoritas di Indonesia. jadi apabile ade ‘kesalahan’, dampaknye akan keliatan gede.
ane mo tanya: Mafia Sisilia beragama ape? anggota Ku Klux Klan juga beragame ape?
inga.. inga… snowbol ifek kaga akan terjadi kalu bola es diluncurin di padang pasir, itu cuman mungkin terjadi kalu bola es tersebut diluncurin di pegunungan ato perbukitan bersalju…
Pis ye…
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
Kalo loe ditabok pipi kiri, nyodorin pipi kanan untuk ditabok juga
[reply to this comment]
rizieq reply on 9 June 2008:
@agam
reply komen ente tu buat siape?
kalu buat ane, kire-kire jawabannye ginih: ane mo tau dulu kenape ane ditabok.
misalnye ade nyang nereakin ane “eh, laskar setan lu”, ane mikir dulu, ape bener ane laskar setan? kalu kaga, ane akan bilang ke nyang nereakin ane: “sejak kapan ane jadi laskar ente?”. bukan malah mukulin dan nyiksa….
getuh Gam… ude deh, jangan napsu aje digede’in.
Hehehe.. masih tetep bikin rame si abang ini.

Istilahku meniti buih.
Aku sendiri gak peduli dengan bahasan itu bang.. sebab secara kita dah gedhe-gedhe, bohong banget kalo gak bisa nulis 100 kebaikan agama kita dan 100 keburukan agama lain. :p Apalagi cuma sebelas biji. Kecil…
Cuma buat apa.. kita lebih pandai dari Tuhan agama lain ? Wuih hebat banget cita-citanya.
Soal mobil BMW.. hm.. lucu juga. Emang yakin kalo kunci jawabannya bener?? Sokur bener.. nah kalo salah …
Kok kayaknya lebih enak denger kalimat abang.. “Sejak masuk Islam aku jadi tau kalo Kristen itu bener” ato denger kalimat bapakku “Sejak masuk agama ini hidupku jadi lebih bener, tapi bukan karena agama kemaren buruk”
[reply to this comment]
AXIS GSM YANG BAIK
[reply to this comment]
skyrider reply on 30 April 2008:
…hubungannya apa ya?
[reply to this comment]
Ha..ha…ha…
benar2 mengocok perut tulisannya…
jika Anda ingin mengungkapkan kebenaran mengapa Anda menghapus comment yang bertentangan dengan Anda.
Kalo Anda memang bijaksana biarkan saja itu ditampilkan. Toh, pembaca bisa menilai sendiri. Rakyat gak bodoh lagi bung.
Lagian udah terbukti bahwa kristen itu agama gak bener. Anda jangan terus mengikuti islamologi, coba sekali2 ikut seminar kristologi, anda akan disuguhkan fakta-fakta, bagaimana agama kristen yang dibawa Al-masih telah dilencengkan oleh para Paus dan pendeta.
Kalo anda ingin bertanya tentang Islam, langsung tanyakan dengan mui, atau layangkan surat ke departemen agama, jangan ke JIL ato Paramadina.
Katakanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Silakan buka2 lg Injil Matius dan banding2kan lagi isinya dengan yang lain.
BLOG BERITA: aku tidak pernah menghapus komen hanya karena bertentangan dengan opiniku. silakan lihat artikel-artikel lain di blog berita, ada sejumlah komen yang mengkritikku bahkan secara pribadi, dan tidak kuhapus.
[reply to this comment]
The Fact reply on 28 April 2008:
Hmm.. Anda gak perlu bilang agama Kristen gak bener.. Memangnya diri sendiri udah benar dengan mengatakan agama lain kayak gitu??
Kalo aku pribadi bilang semua agama adalah baik dan bener!!! Sekarang tergantung yang menganutnya n sebelum lahir juga setiap manusia secara pribadi gak tau bakal lahir dikeluarga beragama apa!?
Jadi gak perlu bilang agama ini bener, yang itu salah..
Kalo bicara tentang kebenaran agama tuch kadang relatif (Bisa benar ato salah). Coz kita gak lahir n hidup dimasa lalu jadi mana tahu tentang kebenaran yang otentik (Coz cuman baca dari sejarah an kitab agama).
Kalo ada yang bilang hanya ada satu agama yang paling bener, rasanya terlalu dangkal coz setiap agama punya kelebihan dan kekurangan masing2 jadi gak perlu ribut2lah hanya untuk hal kayak gitu. Lagipula agama adalah sebuah sarana untuk mengagungkan n jalan menuju kepada Sang Pencipta, bukannya untuk dibenar2kan/dihebat2kan.
Anda yang menertawakan penulis Blog inilah yang tidak bijaksana. Cobalah untuk bisa menghargai n bertoleransi terhadap semua agama meskipun kadangkala bertentangan dengan keyakinan n pandangan kita.
Thank’s to penulis Blog ini untuk tulisannya n trus semangat nulisnya ya!
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Waduh, maap… saya rasa jgn ke MUI, hukum mereka “no money, blacklist”
Faktanya? Kenapa sampai sekarang MUI tidak mengeluarkan FATWA KORUPSI HARAM?
Karena kalo fatwa itu keluar, mereka pensiun.
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
kek..kek..kek..
bise aje neh Bang Amad. syaluddd…
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
Kek kek kek
makin kelihatan loe itu siapa
rizieq reply on 9 June 2008:
@ Agam
makin keliatan juge kalu ente itu siape…
huek..kek..kek..kek..
Saya sudah lihat bukunya mirip-mirip versi lain dari Ahmed Deedat.
Jawabannya sudah banyak kok diberbagai website.
Misalnya : http://www.answering-islam.org atau ketik “apologetics” di google misalnya.
Kayaknya BMWnya bakal diambil nih kalo gak jadi debat kusir doang…hehehe
[reply to this comment]
Tegtitan reply on 28 April 2008:
Bagaimana hadiahnya BMW nya bisa keluar kalau kunci jawabannya belum dibuat sama si Pembuat Soal. Biar dijawab ampe berbuih tapi klo si Pembuat Soal merasa gak cocok ya gak keluar BMW nya. Hehehe…
[reply to this comment]
ovia reply on 14 May 2008:
Aq tau kenapa dia ampe menyebarluaskan 11 pertanyaan itu….soalnya dia ga isa jawab tapi dia juga pengen dapet BMW itu,…makanya dia bsebarin /buatin buku ttg 11 pertanyaan yg katanya ga isa ke jawab itu…dia mau nyontek jawaban orang2 yg isa ngejawab 11 soal itu hehehe…jd biar yg dapet BMWnya dia duluan… hahaha
tul ga…
Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan “click to cancel reply” di bawah tombol “Kirim”. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.
[reply to this comment]
Bang J. Siahaan Emang pintar sekali merangkai kata. Saluttt
[reply to this comment]
Agama jika dipandang dari sudut pemikiran/dalil akan terus menerus terjadi perdebatan dan berujung kepada pertengkaran, kebenaran itu bukan pada dalil tapi di hati…
Apapun agamanya yang penting dia kenal gak dengan TUHANnya
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Setuju.
Jangan kita berkoar2 sebagai orang bergama, tapi tindakan kita malah menjelekkan imej Tuhan kita.
[reply to this comment]
Horas…
Ngapain diurus in masalah hujat ,menghujat agama,
Ikutin aja Petunjuk AlQur’an dan Hadis, kalau yang Muslim. yang penting Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku, Marilah kita sama-sama menjalankan Ibadah dengan benar, jangan mengganggu agama lain., kalau yang kristen jadilah kristen yang kasih, saya tidak mengomentari kristen, karena saya tidak pernah belajar agama kristen, nanti salah.
Jangan suka menjelekkan agama -agama yang lain,
Hidup Orang Batak, Hargailah keyakinan masing-masing.
[reply to this comment]
The Fact reply on 28 April 2008:
AKU SANGAT SETUJU SEKALI!!!
[reply to this comment]
skyrider reply on 30 April 2008:
….hidup juga orang Manado/Minahasa
…hidup juga orang indonesia
…hidup juga anak2 adam…
peace dah….karena torang samua basudara…
tidak ada gunanya mempertetangkan keyakinan. Namanya saja keyakinan..
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
hebaddd Bang!!!! dukungggg!!!
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
Dukung apaan loe ?
[reply to this comment]
rizieq reply on 9 June 2008:
@ Agam
ane dukung ape? ane dukung niat ente (kalu ade) buat belajar baca dulu dengan teliti sebelon nulis pertanyaan.
jangan maksa’in buat nanya Gam, pertanyaan tuh kaga selalu jadi indikator kalu kite cerdas.
jaka sembung ngga bawa golok…
bukan jaka sembung dong g****k!
Sebab Kasih itu sabar dan murah hati. Tuhan Yesus telah mengajarkan dan memberikan teladan. Untuk itu Ia rela mati di atas kayu salib, karena Ia mengasihi saya, anda dan kita semua
[reply to this comment]
saya setuju sekali dengan indra on Apr 28th, 2008 at 8:12 am
kalau memang bung jarar takut dengan komen2 yang agak pedas tapi mengandung kebenaran, tutup saja blog ini.
Saya dapat menilai bahwa blog anda ini sama saja arahnya dengan si toga nainggolan, “kesan-nya muslim tapi akan membela mati-matian kaum kristen”
masalah topik ini saya terkesan sekali dengan Muallaf Pak Insan Mokoginta, dia berani memberi hadiah berupa uang atau mobil bmw apabila ada yang bisa menjawab 11 pertanyaanya, karena beliau benar-benar sudah mendapat hidayah secara total, bukan setengah-setengah seperti ……
[reply to this comment]
SALNGAM reply on 7 May 2008:
Waktu Isa Almasih puasa di gurun selama 40 hari 40 malam tidak makan tidak minum, iblis mencobainya dengan berucap..”sudahlah, seluruh dunia ini akan jadi milikmu asal engkau menyembah kepadaku ujar sang iblis”. Lalu Jesus menjawab: Enyahlah engkau iblis, apalah artinya Saya memiliki seisi dunia kalau Saya kehilangan roh, ingatlah hanya Allah yang pantas disembah!!.
Jika orang mencoba mengais rezeki lewat kontroversi Jesus Kristus itu bukan barang baru. Da vinci code, dll itu bisa jadi best seller dan itu berarti USD. Banyak juga orang yang ogud kenal pindah agama karena jabatan. Hal tersebut sah-sah saja.
Menurut saya hidup di dalam iman berarti hidup di dalam roh bukan di dalam BMW atau USD.
Kalau pada akhirnya saya akan meninggalkan iman saya kepada Jesus Kristus yang saya kenal dan fahami, saya akan termasuk dalam kelompok 5 org putri yang menunggu sang pangeran yang tidak siap dengan minyak lenteranya itu. Mau gambling silahkan, pada saatnya Dia datang, jika tidak terbawa itu adalah nasib masing-masing orang untuk menjadi penghuni kerajaan kekal yang dijanjikan itu. Peace
[reply to this comment]
caius-x reply on 26 May 2008:
Muncung kw itu la Hamdani…
Ga usah banyak kommen la,, pakek bilang tutup blog ini,,kalok cuman penilaian kw nya,, g ada bagus²nya jg g perlu dituruti.
emang kw nya aja yg tak bisa berpikiran terbuka,,komen² kw pun tak bermutu semuanya,,
tak senang kw ma blog ini tak usah kw buka, gampang kan!
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
aduuuhhhh Dannnn,
nape sih ente neh?
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
mualaf beneran ato mualaf2an
[reply to this comment]
rizieq reply on 9 June 2008:
Islam beneran ato Islam2an
@ Ato Bernhard :
Oh, anda salah menangkap maksud tulisan saya. Saya tidak mengatakan Kristen agama cinta damai, atau yang lain. Yang saya maksudkan bukan agamanya, tetapi pemeluk agamanya. Karena semua agama itu cinta damai dan mengajarkan kebaikan.
Dan semua pemeluk agama, sepanjang sejarah agama, selalu dan selalu menjelek-jelekkan agama lain. Itu Fakta. Kalau anda mengatakan nilai-nilai agama memang mulia, lalu kenapa ada fenomena seperti itu ? Mengapa ada saling membenci dan menjelek-jelekkan kalau agama itu mengajarkan cinta kasih dan kebaikan ?
Anomali dalam agama, ataukah ajarannya yang tidak meresap dlm diri pemeluknya, atau apa yg ditampilkan keluar oleh agama hanya sekedar simbol tanpa makna ?
Atau benar-benar pembenaran tesis para pembenci agama bahwa agama itu tidak memberikan apa-apa bagi pemeluknya kecuali saling membenci ?
Lalu apa yang anda sikapi dari fenomena itu ? Apakah turut menjelek-jelekkan ? Ataukah ada yang lain ?
Apakah anda pernah hidup di Papua ? Saya 17 tahun hidup di Papua dan tahu seperti apa Papua itu. Mereka, ketika awal reformasi, bukan hanya tidak menyukai satu agama tertentu, tetapi juga tidak menyukai suku-suku dan pendatang yang lain yang ada disana. Karena Papua adalah tanah mereka.
Tapi hal ini sudah jauh berkurang. Saya sarankan anda kesana kalau ingin membuktikannya. Bukan kondisi yang ideal, tetapi setidaknya mereka sudah mulai terbuka terhadap perbedaan.
Dan jangan lupakan pula fenomena lain pelecehan dan penggembosan agama yang terjadi di daerah lain. Kecuali anda menutup mata.
Kalau anda mengatakan satu agama lebih mulia dari yang lain, lalu kenapa sebagian besar pemeluk agama saling menjelek-jelekkan ? Apakah agama memang mengajarkan saling menjelek-jelekkan ?
Kalau anda marah pada umat beragama lain yang menjelek-jelekkan agama anda, maka sepantasnya anda juga marah kalau ada umat agama anda yang menjelek-jelekkan agama lain.
Atau anda menganggap 2 hal itu adalah hal yang berbeda ?
[reply to this comment]
Lorenzo reply on 3 May 2008:
sory broo… ngga benar tuh kalau orang papua tidak ada toleransinya, buktinya : di daerah tempat tinggal saya ada banyak orang pendatang(bukan orang papua ). bahkan ada sebuah desa , dan desa itu sangat jauh dari perkotaan di situ berdiri tempat ibadah yang berdampingan (gereja,masjid ,wihara )dan ini cuma satu desa yang saya sebutkan ,masih banyak desa seperti ini,di tempat saya agama kristen sudah masuk sejak lama ,jadi kebanyakan orang di sini sudah tahu mengasihi sesama manusia /(agama yglain)dan di papua agama islam sudah banyak dan cukup luas (seluruh pelosok papua ),dan itu sudah membuktikan kalau orang papua punya toleransi beragama (kristen)cukup banyak masalah di papua ,tapi bukan menyangkut agama …^_^…GBU …
[reply to this comment]
Menurut saya, opini-opini abang cukup bijaksana. Segala hal mengenai agama tidak perlu diperdebatkan dan hanya akan menimbulkan sebuah konflik karena agama itu sendiri bersifat sangat asasi. Menrut saya, pengertian agama adalah ajaran guru/nabi yang dalam prosesnya telah mengadopsi budaya sekitar dan untuk nama sebuah agama merupakan hasil kesepakatan sekelompok orang yang berkeyakinan sama. Dari beberapa kitab suci yang saya baca, ternyata tidak satupun guru atau nabi yang menyebutkan bahwa ajarannya adalah Islam atau Kristen atau apapun,jadi secara sepintas dapat terlihat bahwa bahwa pengelompokan-pengelompokan agama yang ada merupakan hasil karya pegikut-pengikut ajarannya, bukan dari gurunya. Dengan adanya pengelompokan-pengelompokan ini memicu terjadinya banyak perdebatan, hal tersebut merupakan hal yang wajar karena semakin mendidik kita untuk lebih berpikir secara dewasa dan bijaksana, bukan hanya membenarkan ego.
[reply to this comment]
Pernahkah kita berpikir bahwa Tuhan tidak bisa dimengerti dengan akal sehat/logika?
Selama sejarah peradaban hal ini diperdebatkan terus, namun dimana orang yang berdebat? ALAM KUBUR.
Yang diperdebatkan di mana? KEKEKALAN/TANPA BATAS.
Alangkah kecilnya manusia.
[reply to this comment]
Kesannya orang Islam itu jahat sekali ya dan orang Kristen itu penuh cinta kasih. Apa memang benar begitu?… Enggak pernah ada orang Kristen yang melakukan kekerasan. Yang di Ambon, Bosnia, Poso itu agamanya apa ya?…
Apa benar kalau ada yang menjelek-jelekkan orang Kristen, orang Kristen akan diam saja dan tidak protes. Kalau tulisan di atas buktinya apa.. isinya protes walau dibuat dengan bahasa yang halus tapi tetap saja ujung-ujungnya ingin memprotes. Banyak orang Islam dan jutaan orang Islam yang cinta damai tapi kenapa kalian menyebut kami orang jahat, kenapa tidak sebut saja oknum Islamnya seperti si anu dan sianu yang kebetulan bergama Islam. Tiap agama itu punya oknum kok…
[reply to this comment]
Jahutur reply on 5 May 2008:
Bud..You are right brotha..
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Orang kristen Protes, ya wajar lah, tapi tidak langsung berbuat anarkis. Kenapa? Karena Iman mereka lebih kuat.
Orang islam Protes, wajar, tapi langsung berbuat anarkis. Kenapa? Karena Iman mereka tidak lebih kuat.
Orang Islam itu wajib berjihad. Yaitu jihad hawa nafsu. Bukan jihad dengan berperang dan berbuat anarkis.
[reply to this comment]
kevin reply on 8 June 2008:
@Amad
Kata orang 2x FPI : jihad hawa nafsu kaga ada duitnya ..mendingan jihad perang..dapat uang makan dan 2 liter bensin.. lumayan kaaaan daripada nganggur !
[reply to this comment]
Salam kenal buat Lae Jarar…
Komentar-komentar di atas hanya satu bukti kecil terhadap satu quote bagus yang pernah saya baca. Mohon maaf saya lupa nama si pemberi quote, kapan2 ada waktu saya cari dan informasikan.
Isi persis quotenya juga saya kurang ingat, tapi kira-kira demikian : “Dalam perkembangannya agama telah memberikan cukup alasan untuk saling membenci sesama, tetapi tidak cukup alasan untuk saling mencintai sesama”.
Ironis ?? Kira-kira, kalau kita percaya bahwa Tuhan Maha Pengasih, seperti itukah yang diinginkanNya ?
Silahkan Anda cari jawabannya masing-masing…
[reply to this comment]
Ali on Apr 27th, 2008 at 3:07 pm :
Iya bener Bang…
Saya sebagai muslim terkadang malu kalo melihat berbagai kekerasan atau kerusuhan yang mengatasnamakan agama. Apalagi kalo sampai berteriak2 “Allahu Akbar” sambil membawa pentungan, tongkat, dsb untuk merusak rumah dan lainnya.
Budi on Apr 28th, 2008 at 5:08 pm:
“Enggak pernah ada orang Kristen yang melakukan kekerasan. Yang di Ambon, Bosnia, Poso itu agamanya apa ya..?”
coba pikir deh, apa orang2 tersebut melakukan kekerasan dengan dasar agama..
pikir donk..!!!dong..dong…dong..^^
tindakan manusia itu semuanya berasal dari dirinya..
agama tuh cuma sebagai jalan menuju kebenaran, yang akhirnya membawa manusia2 ke hadirat-Nya..
kalo manusianya bener sih, apapun agamanya gak bakal ngelakuin tindakan yang dah jelas gak sejalan sama hati nuraninya..
asal tahu aja, Allah menciptakan manusia dengan penuh berkah..
salah satunya, Ia memberi manusia hati nurani untuk menjadi dasar pengambilan keputusan atas tindakan yang akan dilakukan..
nah, dalam kasus-kasus seperti kekerasan oleh orang-orang kristen… jelas yang melakukannya sudah menutup hati nuraninya itu..
boro-boro inget sama agamanya, sama hati nurani yang menempel di jiwanya saja sudah gak didengerin..
ia juga sudah tak dapat disebut orang kristen lagi, karena hidupnya sudah tidak sejalan dengan ajaran kristiani…
begitu juga tindakan kekerasan kaum islam radikal yang mengaku-ngaku membela islam…
justru ia mencoreng islam sendiri dengan perbuatannya, dan sesungguhnya ia telah mengkafirkan dirinya…
maka dari itu..
kita patut menyadari, bahwa kita itu di beri hidup di dunia ini untuk saling mengasihi dan menolong…
kita yang telah berada dalam jalan yang benar, hendaknya menolong yang tersesat..
gak peduli dia kristiani maupun muslim, hindu, budha, konghuchu, atau ateis sekalipun!
gak ada salahnya kalau kita saling berbagi kasih yang menyelamatkan manusia lainnya..
hidup di dunia ini cuma 70 tahun!
tapi hidup yang kekal nanti, gak tahu deh berapa lama…^^
gak terhitung lamanya…(ilmiahnya sih ” ~ ” = unlimited/infinity)
makin banyak orang ke jalan yang benar, makin banyak rekan di hidup yang kekal nanti…gak ada ruginya kan?
dan tentu jalan menuju kebenaran itu banyak jalurnya…
pernah pergi dari jakarta ke jogjakarta?
yang gak tahu jalan bisa akses “google map” deh…^^
coba hitung jalur yang bisa kita pilih..
- jalur utara, lewat semarang
atau
- lewat purwokerto dari jalur utara
atau jalur lainnya…
dan semua jalan itu tentu punya keistimewaan masing-masing…
begitu pula agama…
so keep your stuggle of live..
and help another people with your love..
dan buku - buku seperti yang dibahas dalam forum ini.. tak lebih hanya sebatas pengetahuan umum saja yang kita semua layak ketahui..
buku - buku tersebut ialah satu dari sekian banyak peristiwa irreversibel di jagad raya ini yang perubahan entropinya bernilai positif(kita bicara fisika sedikit)..
dan dengan bertambahnya entropi jagad raya, jagad raya bergerak ke arah chaos(kekacauan)..
maka jangan terpancing..
apa benar si penulis buku di atas benar2 bisa memberi jawaban yang universal dan dapat diterima kebenarannya…
atau hanya NATO (no action talk only)..
kita tak tahu kan…?
peace..
kita murid para nabi dari satu Allah dapat hidup sebagai keluarga yang saling mengasihi..
kecuali kita berpikir Yesus Kristus dan Nabi Muhammad saw. berasal dari Allah yang berbeda yang entah atas dasar apa kita berpikir begitu…
“HIDUP ALLAH MAHA ESA…!”
“HIDUP PERDAMAIAN UMAT INDONESIA…!”
“HIDUP CINTA PADA SESAMA…”!
“HIDUP KRISTIANI DAN MUSLIM YANG SALING BERDAMPINGAN…!”
“HIDUP KEBEBASAN MANUSIA…!”
“SELAMAT DATANG HATI NURANIKU…!”
AMIN
[reply to this comment]
Pro Damai Juga reply on 29 April 2008:
Sangat benar yang Anda sampaikan, saya setuju. Saya lihat banyak orang yang tidak bisa memahami maksud & tujuan tulisan Sdr Jarar Siahaan & tulisan Sdr. Ade Armando. Menurut saya apabila kita tidak menutup mata hati nurani kita maka kita akan mengetahui hakeket beragama yaitu PERDAMAIAN, SALING BANTU SESAMA MANUSIA, “BUKAN MENCIPTAKAN PERANG DAN PERMUSUHAN”. Orang-orang yang sellau menonjolkakn agamanya yang terbaik, lalu mengatakan agama orang lain tidak benar, bagi saya hanyalah manusia-manusia yang BELUM TERCERAHKAN, BELUM MENEMUKAN KEBENARAN HAKIKI. Peace!!
[reply to this comment]
bArUs reply on 29 May 2008:
Panjang amat..
Gitu aja kog repot!
[reply to this comment]
Disini “di Indonesia” mayoritas penduduknya beragama Islam, ya begitulah nasib para minoritas diberlakukan sebagai minoritas.
Begitupula sebaliknya, bagaimana Muslim yang hidup sebagi minoritas di negara atau bangsa yang Mayoritasnya masyarakatnya Non muslim, pasti mengalami dan diperlakukan hal yang sama. Anda bisa cari hal ini di internet kalau tidak percaya.
So, berdoa saja kesenjangan yang terjadi di dunia ini, tidak berdampak terhadap kita sendiri. Semoga
[reply to this comment]
Walupun banyak buku dikeluarkan ataupun proganda anti Kristus…kami tidak pernah anarkis seperti pengikut nabi Muhammad. Sewaktu rumah ibadah non muslim diroboh dan dibakar di Situbundu Jawa tengah non muslim tidak pernah anarkis inilah ketahan iman non muslim karena mereka tahu pembalasan bukan ditangan manusia, penghakiman itu ditangan Tuhan.
Dan kita lihat cara Tuhan bekerja tanpa manusia ketahui..film Fitna melecehkan islam, mereka seperti cacing kepanasan karena muslim tidak dapat menahan kritikan. ini perbedaan orang yang beriman dengan orang yang bersorban agama tetapi penuh kemunafikan dan kebenciann kepada agama orang lain.
[reply to this comment]
Hamdani reply on 4 May 2008:
Salah satu permasalahannya Kristenisasi.
Kalau nggak ada program itu, Islam peace2 aja.
tak mungkin ada asap kalau tak ada bara.
Jelas marahlah thd film fitna, karna agama yg benar dilecehkan sama orng kafir, (kompeni lagi cing)
[reply to this comment]
Wong Jowo reply on 11 May 2008:
Betul itu. Kami tidak terima ada Kristenisasi. Yang boleh itu hanya Islamisasi. Ini Indonesia, mayoritasnya khan orang Islam. Jadi kalau ada agama lain menyebarkan ajarannya maka akan kami sikat. Cuman kami yang boleh berkembang di Indonesia.
[reply to this comment]
Alamo reply on 11 May 2008:
@ Wong Jowo..
Wong pelacur..! Mau sikat apaan kamu? Kamu ingatkan saya masa lalu..datang datang mau sikat orang…pulang pulang tinggal nama..Kamu sekalian sebaiknya jual bakso, jual tempe dan jual diri..mentang mentang lebih banyak mau sikat sana sikat sini. Coba kalau jumlahnya berimbang lari tunggang langgang. Tau khan artinya alamo!
Tegtitan reply on 12 May 2008:
Sabar Sdr. Alamo. “Wong Jowo” ni aneh kenapa pakai nama “Wong Jowo” yang artinya orang jawa dalam blog seperti ini. Bukannya apa tapi hal ini menimbulkan anggapan bahwa orang jawa itu fanatisme garis keras. Padahal tidak seperti itu. Saya orang Kristen, dari Jawa dan tinggal di Bali. Dulu ketika saudara2 saya dari Bali waktu tahu saya dari Jawa, mereka kelihatannya bagaimana gitu (mungkin karena di Bali pernah terjadi peledakan bom 2 kali yang kesemuanya rata2 pelakunya orang jawa). Tapi setelah tahu saya orang Kristen mereka pun langsung akrab dan minta maaf ke saya. Seperti tema yang diusung disini. Posting ini terutama menekankan adalah jangan melihat suatu hal itu secara hantam rata. Satu orang salah maka suatu agama, suku, ras orang bersangkutan ikutan dicela. Padahal tidak semua seperti itu. Salam Damai. GBU.
Alamo reply on 12 May 2008:
Sodara Tegtitan..
Kalo dalam belajari notasi..itu masih ditangga nada RE dalam nada rendah..belum naik satu octaf..! Tulisan saya bukan ditujukan buat orang jawa keseluruhan tetapi buat orang jawa merasa dirinya lebih hebat dari orang lain (jangan jangan aslinya WONG JOWO ini cecurut)..Masalah fanatisme, Orang utan juga ada yang garis keras! Apa hebatnya jadi garis keras atau fanatik getooo..
ovia reply on 14 May 2008:
wah…”Wong Jowo” ini merusak sendiri dan menodai agamanya sendiri nih….justru orang2 seperti “Wong Jowo” inilah yang perlu diwaspadai…”Wong Jowo” kayaknya ada bakat jd provokator neh….
Maaf saya jg orang Jawa lho…menurut saya “Wong jowo” ini merupakan contoh dari penganut ajaran suatu agama yang telah menodai agamanya sendiri”
Masalah Kristenisasi/Islamisasi atau yg sejenisnya…itu mah tetep masalah hati dan keyakinan aja sih menurut saya…kalo memang “Wong Jowo” merasa takut ada Kristenisasi…saya mohon dengan sangat introspeksi dirilah!!! semakin anda takut dengan Kristenisasi tersebut…maka perlu dipertanyakan lagi seberapa besar iman anda dan seberapa yakinnya diri anda dengan keyakinan yg anda pilih itu….klo anda takut…berarti ada muncul keraguan dalam diri anda sendiri tentang keyakinan & iman anda…kalo anda kuat iman…harusnya anda ingat “bagiku agamaku,dan bagimu agamamu” bukankah ini ada di dalam ajaran agama anda….dan anda ga bakalan ketakutan dengan kristenisasi itu.kalo memang ga sepaham dengan ajaran Kristen ya ga usah ikuti ajarannya gampang kan…gitu kok dibuat susah
klo anda mengangkat tema kristenisasi disini, dan menurut perkiraan saya “Wong Jowo” adalah seorang muslim…anda belindung dibalik “kemayoritasan anda” berarti anda cuma mencari pembenaran atas tindakan anda saja…
kalo anda kuat iman baik di dalam maupun di luar(jamani & rohani) saya yakin anda tidak akan takut dengan berbagai macam gerakan yang anda anggap sebagai kristenisasi atau semacamnya…
amad reply on 3 June 2008:
“Salah satu permasalahannya Kristenisasi.
Kalau nggak ada program itu, Islam peace2 aja.
tak mungkin ada asap kalau tak ada bara.
Jelas marahlah thd film fitna, karna agama yg benar dilecehkan sama orng kafir, (kompeni lagi cing)”
Ini bukti Iman anda tidak kuat.
Orang yang Imannya kuat tidak akan goyah dengan situasi apapun. Contohnya Rasulullah. Ada yg ngaku nabi, Rasul hanya tersenyum, dilemparin batu, Rasul hanya tersenyum, bahkan mendoakan orang2 tsb.
Nilai seorang manusia tidak dinilai oleh manusia. Tapi Tuhan yang akan menilai manusia tsb. Jadi jgn sok-sok menilai orang lain, kalo diri sendiri belum menjadi Tuhan.
[reply to this comment]
uni reply on 28 May 2008:
sapa bilang non muslim tidak anarkis? itu karena kamu ga liat aja. waktu kasus Poso, yang membantai umat2 muslim disini sapa kalo bukan org kristen ? banyak teman2 saya yang kehilangan ortu dibantai didepan mata mereka, ibu hamil dibunuh lalu dibelah perutnya,apa itu bukan anarkis namanya? naudzubillahminzalikk…kasus2 di luar negeri lebih banyak lagi kalo mo dibahas ga habis2. semoga Allah Swt memberi hidayah kepada orang2 non muslim ini. Aminn..
[reply to this comment]
amad reply on 3 June 2008:
Yup, doakanlah.
Bilangin juga sama anak2 tsb untuk mendoakan orang tuanya. Karena hanya doa merekalah yang bisa mengantarkan orangtuanya ke surga.
Bales dendam? Masalah nggak akan selesai. Orangtuanya juga batal masuk surga gara nggak berhasil mendidik anaknya jadi orang saleh.
[reply to this comment]
rizieq reply on 8 June 2008:
@uni
iya Ni, betull!! ade siswi nyang lehernye digorok, pendeta nyang lagi kebaktian ditembak, kaluarga nyang dibantai semue… dasar keterlaluan ye si…. eh… salah ye?
maap.. maap..
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
Jadi loe temennya si Tibo ?
rizieq reply on 9 June 2008:
@ Agam
ente kok tau? bos ente (Imam Samudra) nyang ngasi tau ye?
caius-x reply on 8 June 2008:
@uni
Ya ya ya…
Apa emang bener situ bener² lihat kejadian yg sesungguhnya??
[reply to this comment]
Kelihatannya Lae Jarar punya mata tapi ndak melihat, punya telinga tapi ndak mendengar (sory kalau agak kasar). Waktunya untuk bertindak sebelum terlambat… GBU
[reply to this comment]
Mr.Nunusaku, anda jangan berkomentar dari satu sisi ya tentu saja muslim marah karna fitna menyudutkan islam dan Al-Quran seolah-olah Al-Qur’an itu pedoman yang salah, coba kalo kitab injil dijelek-jelekan isinya kemudian di sebarkan keseluruh dunia lewat video apa ga murka tuh orang2 kristen jangan2 amerika kirim senjata pemusnah massal ma negara muslim …….. preet !
[reply to this comment]
Jahutur reply on 5 May 2008:
@ Awam
Kalo mereka pengen musnahin dari dulu wam..
[reply to this comment]
Tegtitan reply on 12 May 2008:
@awam
Mengenai kemarahan rekan-rekan dari Muslim mengenai Film Fitna itu sudah tepat asalkan dilaksanakan sesuai dengan peraturan di Indonesia, mis : Demo Damai, Protes lewat Kedutaan Besar Belanda. Yang jelas tetap usung semangat damai di negeri kita Indonesia ini. Saya memang bukan muslim tapi saya tahu rasanya diperlakukan seperti itu karena Kitab Injil saya pun (saya Kristen) sudah sangat sering dijelek-jelekkan. Bukan hanya diedarkan di Internet tapi bahkan sudah diangkat dalam bentuk Film yang memecahkan Box Office di Hollywood. Dalam hal ini pun kami juga bersuara. Misal dalam Novel dan Film Davinci Code, kami mengirimkan surat protes, membuat buku yang menjawab balik semua hal yang diputar balikkan dalam novel dan buku ini, dan masih banyak lagi. Tapi semuanya tetap lewat jalan damai. GBU.
[reply to this comment]
Kalau saya tangkap dari maksud tulisan ini bahwa umat Kristen begitu dewasanya menanggapi kritikan dan hujatan berbeda dengan umat muslim yang masih membela mati-matian agamanya walau dengan kekerasan sekalipun. Jadi maunya si penulis umat Islam harusnya mau nerimo kalau diledek bahkan dihujat sehingga gampang dimurtadkan. Di negara Barat agama Kristen memang sudah tidak dibela lagi sehingga dengan mudahnya orang dapat menghina Yesus dan kitab orang Kristen. Hal ini menyebabkan banyaknya umat Kristen yang berpindah agama dan yang paling banyak menjadi sekuler atau atheis. Kaum homo dengan bebasnya berkembang, pelacuran menjadi legal dan pornografi marak dimana-mana.
[reply to this comment]
Panabi duhut reply on 30 April 2008:
Tahukah Anda, Indonesia peringkat ke berapa yang mengetikkan kata ’seks’ atau sejenisnya dalam mesin pencari internet semacam google? Mungkin saja, penduduk bangsa ini lebih bejat daripada mereka. hanya karena di sini tersembunyi dan di sana diberitakan… Apakah Anda tidak malu sebagai warga negara dunia ketiga yang mengaku lebih baik dari warga negara maju?
Lihat saja yang nyata-nyata kayak perilaku berlalu lintas, perilaku antrian, penimbun bahan makanan pokok, korupsi dana sosial/bencana, pelecehan seksual, dll
ha..ha..ha…dasar ndak tahu diri kita ini
[reply to this comment]
Yoed reply on 1 May 2008:
Seks itu kan berasal kata sex yang sudah di indonesiakan. Kalau orang luar jelas-jelas tidak mengetikkan kata seks tapi “sex”.
[reply to this comment]
Hamdani reply on 4 May 2008:
tul!
Jahutur reply on 5 May 2008:
@ Panabi Jembut
Cuci mulut sana..Jorok!
Hamdani reply on 7 May 2008:
Jahat tul mulutlu, Yg harus dicebokin, karena lebih kotor dr apa yg keluar dari pantat (jorok juga ya!)
Jahutur reply on 7 May 2008:
@ Hamdani
Hi..hi..hi..Onta bebal..!Gue baru level ama lo urusan jorok..dari dulu pengen cebokin mulut lo pake pantat gw..
rizieq reply on 8 June 2008:
@Yoed
Mungkin orang-orang Barat di sono ude sampe pade keyakinan nyang sejati kalu Tuhan adalah Maha Kuat, jadi kaga perlu dibela ame laskar pilon.
[reply to this comment]
Agam reply on 8 June 2008:
Barat udah sadar kalo bible itu banyak ngibulnya
loe aja yang nggak sadar2
[reply to this comment]
kevin reply on 8 June 2008:
@ Riziek dan Agam
Ha ha ha kalian berdua ini kaya “pasangan sejoli” yg ga bisa dipisahkan ! Setiap riziek kasih comment langsung Agam menanggapinya dibawahnya di hari yg sama !!!
Silahkan dilanjut aja bulan madunya he he he !
Rizieq reply on 9 June 2008:
@Kevin
Rizieq berarti Agam dan Agam berarti Rizieq
Orang cuma gonta-ganti nama doang.
Maksudnya biar blog bang Jarar lebih rame gitu
Jangan bilang siapa-siapa ya
rizieq reply on 9 June 2008:
@Agam
maksud ente, ane kok kaga sadar-sadar kalu Al-Quran juge same?
wah… ente kok gitu ye?
nyang ane sadar tuh ente banyak cacingnye..
rizieq reply on 9 June 2008:
@Rizieq
“Rizieq berarti Agam dan Agam berarti Rizieq”
bener tuh…
tapi “Rizieq” kaga same dengan “rizieq”
huek.. kek..kek..
eh Bang Blog, ente pan punye imel adres-nye komentator, cuba deh lebi teliti lagi..
tau pan ma’sudnye?
BLOG BERITA: aku tahulah mana rizieq “komentator idol” dan mana yang “palsu”.
Banyak orang senangnya mencari cari kesalahan / menciptakan polemik tentang agama yang bukan di anutnya dan ada kebahagian bila mereka bisa mempublikasikan kelemahan-kelemahan agama-agama orang lain yang belum tentu kebenarannya dikarenakan kedangkalan pemikirannya.Di Indonesia umumya yang dipublikasikan korbannya agama Kristen padahal masih ada agama yang lain yaitu Islam, Budha, Hindu. Disini kelihatan ada unsur sentimen dengan agama “Kristen” dan unsur friendly antara agama “Islam terhadap Budha dan Hindu”.Banyak orang lupa tugasnya di dunia ini menurut kitab suci untuk diamalkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari menurut ajaran yang tertulis di kitab suci tsb. Saya yakin di kitab suci masing-masing agama tsb. tidak ada tertulis tentang kelemahan/kesalahn agama lain. Jadi menurut saya orang yang senangnya mencari kesalahan / kelemahannya agama orang lain serta mempublikasikannya memperlihatkan bahwa dia sendiri tidak mampu mengamalkan dan menjalankan ajaran - ajaran di kitab sucinya. Kalau dia benar-benar menjalankannya saya yakin dia tidak akan sempat memikirkan mencari - cari kelemahan agama orang lain.
[reply to this comment]
Panabi duhut reply on 30 April 2008:
Mungkin saja, penganut Islam sentimen kpd penganut kristen dan bukan agama yang lain karena :
Kitab suci Islam (Al Quran) banyak menyebut agama Kristen.
Kitab Suci Kristen (Al Kitab) TIDAK SEDIKIT pun menyebut/membahas bahkan menyinggung secuil tentang agama Islam.
It means, by christian point of view, that your religion is not parts of the truth revelation in the bible. So, they don’t need concern your holy book.
[reply to this comment]
Hamdani reply on 4 May 2008:
Coba tolong tunjukkan ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan kata “KRISTEN” kalau ada gua bayar satu huruf 1.000 perak tinggal ngaliin aja.
Al-Qur’an adalah penyempurna kitab2 suci terdahulu, Taurot (nabi Daud), Zabur Nabi dan Injil (Nabi Isa), makanya di Al-Quran ada dijumpai dari ke-3 macam kitab suci tsb.
tapi jangan salah di Injilpun telah disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad untuk menyempurnakan agama Nasrhani di zaman Nabi Isa (bukan kristen lho.
[reply to this comment]
Jahutur reply on 5 May 2008:
@ Panabi Jembut
Dimana ditulis di Al Quran yang menyebut agama Kristen? Sana lo cuci mulut dulu..jorok!
rizieq reply on 8 June 2008:
@Bang Panabiduhut & Bang Hamdani
oooohhhhh, jadi ini masale kuantitas ye?
Agam reply on 8 June 2008:
di-bible dan al-qur’an nggak ada kata Kristen, yang ada Yesus Kristus dan Isa Al-Masih yang artinya sama.
Pengikut Yesus Kristus disebut Kristen
jadi mana ada masalah kuantitas disini, loe aja yang pada dodol
rizieq reply on 9 June 2008:
@Agam
Gam, sebelon komen tentang Agama nyang bukan Agama ente, cari dulu info nyang valid dah…
Malu entar….
seenggga’nye ‘dodol’ kedengeran lebih mending daripade ‘tolol’…
Bila toko buku Gramedia menjual buku sejenis, berisi pertanyaan dan gugatan atas doktrin-doktrin Islam yang dinilai tidak baik dan tidak benar, yang ditulis seorang Kristen, apakah warga muslim Indonesia bisa menerima keberadaan buku itu dan tidak marah?
Aku tidak yakin. Sangat mungkin penerbit dan toko Gramedia akan diminta menarik buku tersebut dan dituntut sekian miliar karena melecehkan Islam; atau penulisnya didemo dan dihalalkan darahnya; atau massa bersorban-berjanggut turun ke jalan-jalan sembari membelalakkan mata menyerukan takbir “Allahu Akbar!” Benar yang sedang kaubayangkan saat ini, seperti yang sudah sering kita lihat di tivi-tivi itu: Kerumunan orang beringas yang berlagak seperti serdadu penjaga surga atau tangan kanan Tuhan.
** Abang bisa tulis seperti diatas, berarti abang sadar pada kenyataan bahwa orang kristen lebih bisa bijaksana dalam menghadapi permasalahan itu semua karena kasih dan iman yang kuat, tapi kenapa berpaling dari Yesus??? Abang berarti sudah menyalibkan Dia untuk kedua kali. Tapi itu hak abang, mungkin abang temukan kekuatan iman didalam islam n abang merasa bisa lebih baik dengan mengimani islam. (sah2 saja).
Ada seorang ustad yang dipukuli oleh umat islam hanya karena dia mengatakan dia telah membandingkan isi alkitab n alquran, katanya bedanya hanya 1: Kristen mengenal KASIH sementara dalam alquran TIDAK. (aq sendiri lom pernah membuktikan)
Intinya membahas perbedaan sampai kapanpun ga akan pernah ada ujungnya. Yang pasti yang kita cari adalah JALAN KESELAMATAN supaya terhindar dari api neraka n caranya cuma 1:BERBUAT BAIKLAH SETIAP WAKTU DALAM HIDUPMU. Cie… so tua neh aq.