<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mustahil orang Kristen bisa menjawab</title>
	<atom:link href="http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/</link>
	<description>Blog berita terbaru artikel unik video terbaik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2009 02:16:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Icehill</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/comment-page-22/#comment-9154</link>
		<dc:creator>Icehill</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 05:07:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/#comment-9154</guid>
		<description>sekali lagi saya kagum atas penelitian dan pengetahuan yang anda miliki. saya tidak bermaksud menyindir. sebagian muslim membenci atau tidak percaya kekristenan tapi mereka tidak tahu apa yang mereka benci atau yang mereka tidak percayai. sedangkan anda tidak percaya pada yang anda sudah ketahui. tapi kami menghormati anda dan kepercayaan anda, tidak seperti saudara2 anda lainya yang membenci kekristenan padahal tidak mengenal kekristenan itu. 

karena betapa malangnya seseorang bila mencintai sesuatu yang sebenarnya mereka tidak kenal dengan baik, dan betapa malangnya seseorang bila membenci sesuatu yang sebenarnya  mereka tidak kenal baik. 

saya meminta anda untuk mengumpulkan ayat2 injil yang bagi anda direkayasa oleh murid2 Yesus. setelah itu anda akan menemukan ayat2 yang anda percaya diajarkan langsung oleh Yesus.  

Nabi anda mempunyai pemikiran yang sama persis dengan anda, beliau mempercayai sebagian dan tidak mempercayai sebagian. bukan nya saya bermaksud menyinggung anda dan Nabi anda, tapi Muhammad merasa tersentuh dengan ajaran2 Yesus tentang kasih sehingga Dia berkata pada pengikut2nya.

(Qs.43 Az Zukhruf 61)
(Qs.43 Az Zukhruf 63)
(Qs.19 Maryam 34)
(Qs.4 An Nisa 171)
(Hadist Anas bin Malik hal.72)
(Qs 19 Maryam 17)
(Hadits Ibnu Majah)
(Qs.21 Al Anbiyaa 91)
(Qs.19 Maryam 33)
(Qs.3 Ali Imran 55)
(Qs.3 Ali imran 49)
(Qs.5 Al maa-idah 110)
(Qs.2 Al Baqarah 253)
(Qs. 4 An Nisaa&#039; 156)
(Qs.4 An Nisaa 159)
(Qs. 5 Al Maa-idah 68)
(Qs. 43 Az Zukhruf 4)
Qs. 3 Ali Imran 45)

Walau Muhammad tidak percaya Yesus adalah Firman Tuhan yang Hidup yang lahir kedunia untuk menebus dosa2 seluruh manusia. tapi Muhammad mengasihi Yesus, dan percaya bahwa Yesus adalah yang paling dekat dengan Bapa. saya kadang merasa aneh dengan orang2 muslim yang membenci umat kristen, padahal nabi mereka mengasihi Yesus.

Kami menghormati kepercayaan anda dan ketidak percayaan anda, dan para murid Yesus sudah diperingatkan oleh Yesus bahwa Dunia akan membenci mereka karena nama Yesus.

dan seperti 11 murid2 utama Yesus dimana 10 dari mereka sampai rela dibunuh karena mengabarkan bahwa Yesus lah yang disalib dan bangkit pada hari ketiga. walau saya bukan orang beriman besar, tapi kami memiliki bukti2 di hati kami yang tidak bisa dijelaskan dengan kata2 atau pemikiran duniawi. bahwa kata2 mereka adalah benar. seperti yang dikatakan Yesus 
(Yohanes 20:29) Kata Yesus kepadanya: &quot;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&quot;

 walau anda hanya menganggap Yesus hanya sekedar Nabi, tapi anda tidak bisa menghindari bahwa ajaran2 Yesus sangat indah dan luar biasa bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sekali lagi saya kagum atas penelitian dan pengetahuan yang anda miliki. saya tidak bermaksud menyindir. sebagian muslim membenci atau tidak percaya kekristenan tapi mereka tidak tahu apa yang mereka benci atau yang mereka tidak percayai. sedangkan anda tidak percaya pada yang anda sudah ketahui. tapi kami menghormati anda dan kepercayaan anda, tidak seperti saudara2 anda lainya yang membenci kekristenan padahal tidak mengenal kekristenan itu. </p>
<p>karena betapa malangnya seseorang bila mencintai sesuatu yang sebenarnya mereka tidak kenal dengan baik, dan betapa malangnya seseorang bila membenci sesuatu yang sebenarnya  mereka tidak kenal baik. </p>
<p>saya meminta anda untuk mengumpulkan ayat2 injil yang bagi anda direkayasa oleh murid2 Yesus. setelah itu anda akan menemukan ayat2 yang anda percaya diajarkan langsung oleh Yesus.  </p>
<p>Nabi anda mempunyai pemikiran yang sama persis dengan anda, beliau mempercayai sebagian dan tidak mempercayai sebagian. bukan nya saya bermaksud menyinggung anda dan Nabi anda, tapi Muhammad merasa tersentuh dengan ajaran2 Yesus tentang kasih sehingga Dia berkata pada pengikut2nya.</p>
<p>(Qs.43 Az Zukhruf 61)<br />
(Qs.43 Az Zukhruf 63)<br />
(Qs.19 Maryam 34)<br />
(Qs.4 An Nisa 171)<br />
(Hadist Anas bin Malik hal.72)<br />
(Qs 19 Maryam 17)<br />
(Hadits Ibnu Majah)<br />
(Qs.21 Al Anbiyaa 91)<br />
(Qs.19 Maryam 33)<br />
(Qs.3 Ali Imran 55)<br />
(Qs.3 Ali imran 49)<br />
(Qs.5 Al maa-idah 110)<br />
(Qs.2 Al Baqarah 253)<br />
(Qs. 4 An Nisaa&#8217; 156)<br />
(Qs.4 An Nisaa 159)<br />
(Qs. 5 Al Maa-idah 68)<br />
(Qs. 43 Az Zukhruf 4)<br />
Qs. 3 Ali Imran 45)</p>
<p>Walau Muhammad tidak percaya Yesus adalah Firman Tuhan yang Hidup yang lahir kedunia untuk menebus dosa2 seluruh manusia. tapi Muhammad mengasihi Yesus, dan percaya bahwa Yesus adalah yang paling dekat dengan Bapa. saya kadang merasa aneh dengan orang2 muslim yang membenci umat kristen, padahal nabi mereka mengasihi Yesus.</p>
<p>Kami menghormati kepercayaan anda dan ketidak percayaan anda, dan para murid Yesus sudah diperingatkan oleh Yesus bahwa Dunia akan membenci mereka karena nama Yesus.</p>
<p>dan seperti 11 murid2 utama Yesus dimana 10 dari mereka sampai rela dibunuh karena mengabarkan bahwa Yesus lah yang disalib dan bangkit pada hari ketiga. walau saya bukan orang beriman besar, tapi kami memiliki bukti2 di hati kami yang tidak bisa dijelaskan dengan kata2 atau pemikiran duniawi. bahwa kata2 mereka adalah benar. seperti yang dikatakan Yesus<br />
(Yohanes 20:29) Kata Yesus kepadanya: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;</p>
<p> walau anda hanya menganggap Yesus hanya sekedar Nabi, tapi anda tidak bisa menghindari bahwa ajaran2 Yesus sangat indah dan luar biasa bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yahudi</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/comment-page-22/#comment-9147</link>
		<dc:creator>yahudi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 17:55:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/#comment-9147</guid>
		<description>ELIA BUKAN YOHANES PEMBAPTIS


Kitab Maleakhi meramalkan:

4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
4:3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.
4:4. Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Konon katanya, Maleakhi meramalkan bahwa menjelang datangnya hari kiamat (hari pembalasan) nanti akan datang seorang nabi yang bernama Elia yang akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

Tentu saja, ia adalah sebuah nubuat yang secara harfiah belum terwujud!

Namun demikian, jika nama Elia yang dimaksud Maleakhi di atas adalah seorang tokoh tertentu, maka siapakah tokoh yang paling sesuai atau mendekati untuk menggantikan posisi nabi Elia?

Markus, Matius, dan Lukas , yang ketiganya dikenal sebagai injil-injil sinoptik , mengklaim bahwa Elia sebagaimana diramalkan dalam Maleakhi di atas adalah Yohanes Pembaptis. Berikut ini klaim mereka:

Lalu mereka bertanya kepada-Nya: &quot;Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?&quot; Jawab Yesus: &quot;Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.&quot; (Markus 9:11-13)

Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu. (Matius 11:12-14)

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: &quot;Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?&quot; Jawab Yesus: &quot;Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&quot; Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Matius 17:10-13)

ia (Yohanes Pembaptis) akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.&quot; (Lukas 1:16-17)

Tentu saja, kita akan terkejut, karena kenyataannya, Yohanes Pembaptis tidak mampu berbuat sebagaimana diramalkan Maleakhi tentang nabi Elia, yakni &quot;membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya&quot;, bahkan ia harus mati dipenggal kepalanya oleh umatnya sendiri, sebagaimana catatan Alkitab berikut:

Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: &quot;Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!&quot; Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan. (Markus 6:25-29)

Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: &quot;Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.&quot; Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. (Matius 14:8-12)

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: &quot;Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?&quot; Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Lukas 9:7-9)

Para pengarang injil-injil sinoptik sengaja menggenapi nubuat Maleakhi tersebut dengan sosok Yohanes Pembaptis agar cita-cita umat Yahudi akan datangnya kembali seorang mesias terpenuhi oleh sosok Yesus, karena konon katanya Elia akan mempersiapkan jalan terlebih dahulu sebelum datangnya mesias tersebut. Kenyataannya, dapat kita lihat sendiri bahwa Yohanes Pembaptis sama sekali tidak cocok dengan ciri-ciri nabi Elia sebagaimana disebutkan dalam kitab Maleakhi di atas.


Berbeda dengan injil-injil sinoptik, Injil Yohanes secara tegas menolak bahwa Elia yang dinubuatkan Maleakhi tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Berikut kesaksian Yohanes:

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: &quot;Siapakah engkau?&quot; Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: &quot;Aku bukan Mesias.&quot; Lalu mereka bertanya kepadanya: &quot;Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?&quot; Dan ia menjawab: &quot;Bukan!&quot; &quot;Engkaukah nabi yang akan datang?&quot; Dan ia menjawab: &quot;Bukan!&quot; (Yohanes 1:19-21)


Ringkasnya, nubuat Maleakhi di atas sebenarnya merupakan ramalan yang tidak pernah terwujud!



DUA ALASAN YAHUDI MENYALIB YESUS MENURUT INJIL YOHANES

Setiap orang Kristen telah diindoktrinasi semenjak ia masih kanak-kanak bahwa kematian Yesus di tiang salib sudah merupakan rencana Yesus sendiri yang konon telah disampaikannya di hadapan murid-muridnya, dan oleh karenanya, harus digenapi.
Apa sebenarnya yang melatarbelakangi kebencian orang-orang Yahudi kepada Yesus hingga mereka harus menyalibnya? Berikut ini dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus menurut Injil Yohanes.


1. Alasan Perzinahan.


Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan Maria, ibunya, dengan laki-laki. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Tetapi yang kamu (orang-orang Yahudi) kerjakan ialah berusaha membunuh Aku (Yesus); Aku seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.&quot; Jawab mereka: &quot;Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.&quot; (Yohanes 8:40-41)
Dalam kutipan ayat-ayat di atas, orang-orang Yahudi menyindir Yesus bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya. Kalimat ini merupakan sindiran terhadap Yesus yang mereka anggap sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya.

Konsekuensi dari tuduhan tersebut adalah orang-orang Yahudi menolak segala predikat baik yang melekat pada diri Yesus, baik sebagai guru, imam, pemimpin, raja, nabi, rasul, apalagi sebagai Tuhan.


2. Alasan Klaim sebagai Anak Allah.


Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena dia konon telah menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Berikut kutipan ayat-ayatnya:

Jawab orang-orang Yahudi itu: &quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau (Yesus), melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&quot; ....masihkah kamu (orang-orang Yahudi) berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku (Yesus) telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:33,36)
Dari tuduhan tersebut, orang-orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus, karena menurut mereka, hukuman bagi orang yang menghujat Allah adalah hukuman mati, sebagaimana perintah Tuhan dalam Kitab Imamat berikut ini:

Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.[/i] (Imamat 24:16)

Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:

&quot;Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian [u]kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.&quot; (Ulangan 21:22-23)


KOMENTAR:


Itulah dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus. Semenjak Yesus dilahirkan hingga dewasa, orang-orang Yahudi tetap berpendapat bahwa Yesus adalah orang yang lahir dari hasil perzinahan ibunya, Maria, dengan laki-laki --meski mereka tidak dapat membuktikan siapa laki-laki itu--, sehingga mereka menolak Yesus sebagai utusan Allah. Segala mukjizat yang ditunjukkan Yesus, mereka anggap sebagai tindakan sihir. Lebih jauh, jika orang-orang Yahudi harus menerima Yesus sebagai utusan Allah, maka konsekuensinya mereka harus menerima ramalan Yesus tentang kedatangan Penghibur setelah kepergiannya, yang akan membawa bangsa Israel menuju syariat baru. Tentu saja, kedatangan Penghibur yang diramalkan Yesus ini membuat para imam dan ahli taurat resah, karena ajarannya akan menghancurkan kebiasaan dan adat-istiadat nenek moyang bansa Yahudi. Oleh karenanya, para imam dan ahli taurat mencari solusi untuk tetap mempertahankan kebiasaan dan adat-istiadatnya, yaitu dengan cara membunuh Yesus dan menghancurkan segala ajarannya (Yohanes 11:47-53). Sebelumnya, secara berurutan, orang-orang Yahudi telah membunuh dua orang utusan Allah, yaitu Zakharia dan Yohanes Pembaptis (Lukas 11:51/Matius 23:35; Markus 6:27).

Namun demikian, apakah yang disalib itu benar-benar Yesus, seorang utusan Allah bagi umat Israel? Ingatlah kembali dua nama orang yang disodorkan oleh Pontius Pilatus untuk dibebaskan, yaitu Yesus Kristus (Isa al-Masih) dan Yesus Barabas (Yesus bar Abbas atau Yesus Anak Allah), yang akhirnya konon Pilatus membebaskan Yesus Barabas (Yesus Anak Allah), seorang tokoh pemberontak paramiliter terkenal pada masa itu, dan menyerahkan Yesus Kristus kepada orang-orang yahudi untuk disalibkan. Mungkin sekali, Yesus Barabas inilah orang yang mengklaim dirinya sebagai Anak Allah, kemudian melemparkan klaimnya kepada Yesus Kristus. Dan ingatlah kembali mukjizat Yesus yang bisa merubah dan berubah wujud sebagaimana dijelaskan dalam Injil Risalah Kedua Set Agung.
Bagaimanapun juga, kedua alasan Yahudi di atas, telah didistorsi sedemikian rupa oleh para the founding father Kristen (Paulus cs) --lebih dari 30 tahun kemudian setelah peristiwa penyaliban itu-- sehingga seolah-olah kematian orang yang diduga Yesus di tiang salib itu merupakan rencana/nubuat Yesus yang harus digenapi, dan sekaligus untuk menebus dosa-dosa manusia. Nau&#039;dzubillaahi min dzaalik!

1. Alasan Perzinahan.


Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan Maria, ibunya, dengan laki-laki. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Tetapi yang kamu (orang-orang Yahudi) kerjakan ialah berusaha membunuh Aku (Yesus); Aku seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.&quot; Jawab mereka: &quot;Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.&quot; (Yohanes 8:40-41)
Dalam kutipan ayat-ayat di atas, orang-orang Yahudi menyindir Yesus bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya. Kalimat ini merupakan sindiran terhadap Yesus yang mereka anggap sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya.
Konsekuensi dari tuduhan tersebut adalah orang-orang Yahudi menolak segala predikat baik yang melekat pada diri Yesus, baik sebagai guru, imam, pemimpin, raja, nabi, rasul, apalagi sebagai Tuhan.



JAWAB :


Dalam hal ini &quot;tuduhan Yesus adalah hasil zinah&quot; tidak pernah terbukti, semua adalah dugaan. Penghukuman karena zinah harus selalu bisa menunjuk pihak-pihak yang melakukan zinah. Siapa si laki-laki dan siapa si perempuannya. Dan anak hasil zinah, dalam hukum apapun tidak ikut dihukum di pengadilan (Ulangan 17:5 ; Ulangan 17:6).

Orang-orang Yahudi yang menghendaki Yesus disalib memang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Namun ketidak-percayaan mereka ini bukanlah fakta yang menunjukkan Yesus itu bukan Tuhan dan Allah.

2. Alasan Klaim sebagai Anak Allah.

Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena dia konon telah menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Jawab orang-orang Yahudi itu: &quot;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau (Yesus), melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&quot; ....masihkah kamu (orang-orang Yahudi) berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku (Yesus) telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:33,36)
Dari tuduhan tersebut, orang-orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus, karena menurut mereka, hukuman bagi orang yang menghujat Allah adalah hukuman mati, sebagaimana perintah Tuhan dalam Kitab Imamat berikut ini:

Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.[/i] (Imamat 24:16)

Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:

&quot;Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian [u]kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.&quot; (Ulangan 21:22-23) 

Yesus dituduh orang-orang Yahudi/ ahli Taurat menghujat Allah karena Dia menyatakan diriNya adalah Anak Allah; Allah; dan Mesias. Dan Ia menyatakan kesetaraan diriNya dengan BapaNya di Surga. Namun tuduhan itu bukan suatu kebenaran bahwa Yesus bukan Allah.

Seseorang/sekelompok orang bisa saja menuduh orang lain, namun ia (si tersangka) selamanya akan &quot;tak bersalah/ innocent&quot; sebelum kesalahannya terbukti (asas presumption of innocent / asas praduga tak bersalah). Itu berarti bahwa seseorang dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan bersalah oleh pengadilan. Presumption of innocent adalah hak-hak tersangka sebagai manusia diberikan dan merupakan prinsip hakiki dalam hukum. Prinsip ini berlaku dalam semua fase proses hukum: baik di taraf kepolisian maupun di taraf kejaksaan dan juga di taraf pengadilan itu sendiri. Dalam Taurat sendiri ada aturan untuk tidak menghukum seorang &quot;yang diduga bersalah&quot; sebelum ia &quot;terbukti bersalah&quot; di pengadilan (Mitsvot ke-260: Bilangan 35:12).

Dalam sidang yang menentukan Yesus Kristus akan dihukum mati atau tidak; justru tidak menyertakan delik tuduhan &quot;menghujat Allah&quot; karena pemimpin sidang tertinggi saat itu, yaitu Pilatus tidak menemukan kesalahan-Nya :


* Matius 27:17
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: &quot;Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?&quot;
27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: &quot;Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.&quot;
27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: &quot;Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?&quot; Kata mereka: &quot;Barabas.&quot;
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: &quot;Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?&quot; Mereka semua berseru: &quot;Ia harus disalibkan!&quot;
27:23 Katanya: &quot;Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?&quot; Namun mereka makin keras berteriak: &quot;Ia harus disalibkan!&quot;
27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: &quot;Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!&quot;
27:25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: &quot;Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!&quot;
27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.


Pilatus tidak menemukan kesalahan Yesus Kristus (ayat 24) untuk itu ia &quot;melakukan aksi cuci tangan&quot; bahwa hukuman yang akan dilaksanakannya kepada Yesus Kristus ini atas permintaan &quot;orang-orang yang dengki kepada Yesus&quot; (ayat 18 ).

Dengan demikian Pilatus dalam otoritasnya melaksanakan hukuman terhadap seseorang karena permintaan orang banyak &quot;yang dengki&quot;, bukan atas dasar &quot;kesalahan yang diperbuat Yesus Kristus&quot;. Pilatus melakukan ini untuk menghindari kekacauan di negeri dimana ia ditugaskan sebagai Wali-Negeri. Kemudian ia melaksanakan &quot;hukuman terhadap Yesus&quot; atas permintaan orang banyak, dan ia sendiri melakukan tindakan &quot;mencuci-tangan&quot; sebagai simbol bahwa hukuman itu bukan atas kehendaknya.

Jelas sekali bahwa Yesus Kristus mengalami hukuman &quot;tanpa delik tuduhan&quot;. Sebagai Orang yang Benar, Ia bisa saja menolak hukuman itu. Namun hal tersebut tetap Ia jalani sebagai &quot;cawan-pahit&quot; yang secara rela ia minum.

Kematian Yesus di Kayu Salib adalah &quot;kematian-kurban&quot;, karena Ia merelakan jiwanya sendiri untuk dikorbankan (masih bisa dihindari , tetapi Ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Jenis kematian ini adalah total berlandaskan kasih, dan tidak diselewengkan dengan dalil-dalil manusia yang melekatkan kebencian dan dendam atas nama Tuhan atau &#039;perjuangan&#039;

Meskipun Kristen dan Islam itu biasa disebut agama-agama Ibrahimi (abrahamic religions). Agama-agama di dunia lainnya misalnya Hindu dan Buddha juga tergolong dalam agama etika (ethical religion), yakni agama yang mengajarkan ethic, bahwa keselamatan manusia tergantung pada perbuatan baik dan amal salehnya. Ini berbeda dengan Kekristenan. Kristen adalah agama sakramental (sacramen religion) yaitu agama yang mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui Sang Penebus Dosa. Esensi kematian Yesus di kayu salib sering dipersoalkan oleh kalangan Muslim karena memang mereka tidak mengerti arti kematian kurban Yesus Kristus.

Yesus merupakan &#039;anak domba&#039; yang disediakan Allah untuk dikorbankan sebagai pengganti orang berdosa. Melalui kematian-Nya, Yesus memungkinkan penghapusan kesalahan dan kuasa dosa dan membuka jalan kepada Allah bagi seluruh dunia (Yohanes 1:29). Dalam Perjanjian Lama telah dikenal bahwa menurut ajaran Yahudi, perlu darah untuk pengampunan dosa, ini ditegaskan di PB dalam Ibrani 9:22. Oleh karena itu Allah menyediakan tubuh dari daging dan darah dan datang ke dalam dunia sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia (Ibrani 10:5). Allah sendiri telah datang ke dalam dunia karena selain dari Dia tidak ada juruselamat (Yesaya 43:11).


* Ibrani 9:22
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

* Ibrani 10:5
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: &#039;Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.&#039;

* Yesaya 43:11
&quot;Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.&quot;


Perbuatan baik tidak memaafkan seseorang dari dosanya. Lukas 18:18-27 menulis ada seorang kaya menganggap &#039;perbuatan baik dapat menyelamatkan&#039; (beroleh hidup kekal), namun kebenaran yang dijelaskan Alkitab, perbuatan baik tersebut tidak menyelamatkan. Keselamatan hanya dengan darah. Darah itu telah disediakan oleh Yesus Kristus, sehingga kepada setiap orang yang percaya kepadaNya, dia akan diselamatkan.

Di sepanjang Perjanjian Lama, sejak mulanya Allah sudah memberikan gambaran kisah datangnya Tuhan Yesus Kristus sebagai &quot;kurban penebus dosa&quot; sejak kitab Kejadian. Mulai dari analogi &#039;cawat-kulit&#039; dari tertumpahnya darah binatang, yang kulitnya dipakai untuk menutup aurat Adam. Kemudian analogi &#039;kurban anak Abraham&#039; yang diganti dengan &#039;domba yang disediakan Allah&#039;. Peristiwa &#039;darah paskah&#039; yang membebaskan Israel dari tulah ke 10 pada zaman Musa. Dan nubuat-nubuat para nabi pada Perjanjian Lama akan datangnya Mesias yang memberikan darahNya untuk keselamatan manusia. Perjanjian Lama, walaupun spesifik ditujukan untuk orang-orang Yahudi (Yudaisme), namun Perjanjian Lama tetap merupakan Firman yang sangat berharga bagi umat Kristiani. Dan tidak dipungkiri bahwa Yudaisme ini adalah akar dari Kekristenan. Dan penekanan Kekristenan itu ada dalam Perjanjian Baru. Hal itu amat berharga bagi umat Kristiani. Konsep harga yang harus dibayar terhadap perbuatan dosa, penebusan dosa dengan darah, keselamatan dengan darah (inti pengertian paskah) adalah merupakan hal yang pokok.

Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan &quot;tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan&quot; (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Sang Mesias. Datangnya Allah dalam manusia Yesus yang menyediakan &#039;darah&#039; bagi pengampunan, adalah selaras dengan prinsip Taurat tadi, dan benar Dia sedirilah yang menggenapinya. Hadirnya Yesus ke dunia, mati disalibkan, bangkit dan naik ke Surga dan kedatanganNya yang kedua kali nanti adalah pokok dari iman Kristiani. Yesus dengan gelar Mesias/Kristus, dan sebutan Juruselamat kepadaNya, semuanya bukan hanya sekedar memberikan pengajaran, melainkan justru memerankan fungsi penyelamatan &quot;Allah Juruselamat&quot; (Yesaya 45:21).

Pembuktian kematian Yesus disalib serta kebangkitanNya, tidak terkira kokohNya, internal maupun external. Itu sudah banyak sekali ditulis oleh para ahli tanpa ada sanggahan yang layak. Kematian-kurban memang exist bagi Mesias, dan itu bukan bikinan atau diada-adakan oleh manusia. Ia sungguh telah dijanjikan Tuhan dari Firman yang keluar dari mulutNya dan/atau dari tanganNya sendiri dan diteruskan turun-temurun sejak manusia-pertama!.

Pengertian keselamatan dari Allah ini, memang tidak selaras dengan ketentuan yang berlaku di agama-agama lain, sehingga serangan-serangan yang ditujukan kepada iman Kristiani dengan mempersoalkan kematian Yesus jika dipandang dari kepercayaan mereka yang menganggap keselamatan dari amal-ibadah, tentu saja tidak akan dimengerti ataupun diselaraskan. Dan perbedaan ini sangat prinsip, tidak bisa diperdebatkan. It just different....


Quote:
Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:

&quot;Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.&quot; (Ulangan 21:22-23)



JAWAB :


Yesus yang tidak berbuat dosa dan kesalahan itu yang menanggung kutuk-dosa umat manusia, untuk itulah Ia mempunyai gelar yang menandakan hal ini yaitu gelar Anak Domba Allah. Hal ini juga tidak dikenal dalam kepercayaan Muslim, sehingga penuduh dari kalangan Muslim ini seringkali mempersoalkannya.


Mengenai ayat yang dipersoalkan, yaitu Ulangan 21:22-23, Rasul Petrus menjelaskannya kepada kalangan Yahudi, esensi kematian Yesus yang &quot;digantung&quot; pada kayu itu sbb :


* Kisah 5:30
LAI TL : Adapun Allah Tuhan nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang sudah kamu ini bunuh dengan menggantungkan Dia pada kayu itu.
TR : ho theos tôn paterôn hêmôn êgeiren iêsoun on humeis diecheirisasthe kremasantes epi xulou


Kematian dengan cara digantung itu di sebuah tiang kayu, (Ibrani &#039;ETS), adalah lambang suatu kutuk. Penulis Kitab Kisah Para Rasul (Lukas) mencatat perkataan Petrus dalam Kisah 5:30, istilah khusus yang diucapkan Petrus ini yang sudah dikenal dalam pengajaran Yudaisme, bahwa orang yang mati dengan cara digantung adalah dikutuk oleh Allah (bandingkan dengan Kisah 10:39, Galatia 3:13).

Konteks Petrus mengucapkan kata-kata itu adalah dihadapan Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi), baca selengkapnya Kisah 5:26-42.
Petrus menggunakan rujukan Tanakh-Ibrani dalam menjelaskan kematian Yesus dengan cara digantung &quot;TALAH&quot; di kayu yang merupakan lambang kematian terkutuk.

Dalam kesempatan ini pula Petrus mewartakan kematian Yesus, bahwa Yesus memikul kutuk dosa manusia dalam kematianNya dengan cara &quot;digantung&quot;/ &quot;TALAH&quot; itu. Dan kemudian menjelaskan dihadapan Sandherin itu misi kematian Yesus adalah sebagai anak-domba kurban dosa bagi seluruh umat manusia :


* Kisah 5: 31-33
5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ELIA BUKAN YOHANES PEMBAPTIS</p>
<p>Kitab Maleakhi meramalkan:</p>
<p>4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.<br />
4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.<br />
4:3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.<br />
4:4. Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.<br />
4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.<br />
4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.</p>
<p>Konon katanya, Maleakhi meramalkan bahwa menjelang datangnya hari kiamat (hari pembalasan) nanti akan datang seorang nabi yang bernama Elia yang akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.</p>
<p>Tentu saja, ia adalah sebuah nubuat yang secara harfiah belum terwujud!</p>
<p>Namun demikian, jika nama Elia yang dimaksud Maleakhi di atas adalah seorang tokoh tertentu, maka siapakah tokoh yang paling sesuai atau mendekati untuk menggantikan posisi nabi Elia?</p>
<p>Markus, Matius, dan Lukas , yang ketiganya dikenal sebagai injil-injil sinoptik , mengklaim bahwa Elia sebagaimana diramalkan dalam Maleakhi di atas adalah Yohanes Pembaptis. Berikut ini klaim mereka:</p>
<p>Lalu mereka bertanya kepada-Nya: &#8220;Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.&#8221; (Markus 9:11-13)</p>
<p>Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan&#8211;jika kamu mau menerimanya&#8211;ialah Elia yang akan datang itu. (Matius 11:12-14)</p>
<p>Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: &#8220;Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&#8221; Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Matius 17:10-13)</p>
<p>ia (Yohanes Pembaptis) akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.&#8221; (Lukas 1:16-17)</p>
<p>Tentu saja, kita akan terkejut, karena kenyataannya, Yohanes Pembaptis tidak mampu berbuat sebagaimana diramalkan Maleakhi tentang nabi Elia, yakni &#8220;membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya&#8221;, bahkan ia harus mati dipenggal kepalanya oleh umatnya sendiri, sebagaimana catatan Alkitab berikut:</p>
<p>Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: &#8220;Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!&#8221; Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan. (Markus 6:25-29)</p>
<p>Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: &#8220;Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.&#8221; Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. (Matius 14:8-12)</p>
<p>Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: &#8220;Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?&#8221; Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Lukas 9:7-9)</p>
<p>Para pengarang injil-injil sinoptik sengaja menggenapi nubuat Maleakhi tersebut dengan sosok Yohanes Pembaptis agar cita-cita umat Yahudi akan datangnya kembali seorang mesias terpenuhi oleh sosok Yesus, karena konon katanya Elia akan mempersiapkan jalan terlebih dahulu sebelum datangnya mesias tersebut. Kenyataannya, dapat kita lihat sendiri bahwa Yohanes Pembaptis sama sekali tidak cocok dengan ciri-ciri nabi Elia sebagaimana disebutkan dalam kitab Maleakhi di atas.</p>
<p>Berbeda dengan injil-injil sinoptik, Injil Yohanes secara tegas menolak bahwa Elia yang dinubuatkan Maleakhi tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Berikut kesaksian Yohanes:</p>
<p>Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: &#8220;Siapakah engkau?&#8221; Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: &#8220;Aku bukan Mesias.&#8221; Lalu mereka bertanya kepadanya: &#8220;Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?&#8221; Dan ia menjawab: &#8220;Bukan!&#8221; &#8220;Engkaukah nabi yang akan datang?&#8221; Dan ia menjawab: &#8220;Bukan!&#8221; (Yohanes 1:19-21)</p>
<p>Ringkasnya, nubuat Maleakhi di atas sebenarnya merupakan ramalan yang tidak pernah terwujud!</p>
<p>DUA ALASAN YAHUDI MENYALIB YESUS MENURUT INJIL YOHANES</p>
<p>Setiap orang Kristen telah diindoktrinasi semenjak ia masih kanak-kanak bahwa kematian Yesus di tiang salib sudah merupakan rencana Yesus sendiri yang konon telah disampaikannya di hadapan murid-muridnya, dan oleh karenanya, harus digenapi.<br />
Apa sebenarnya yang melatarbelakangi kebencian orang-orang Yahudi kepada Yesus hingga mereka harus menyalibnya? Berikut ini dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus menurut Injil Yohanes.</p>
<p>1. Alasan Perzinahan.</p>
<p>Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan Maria, ibunya, dengan laki-laki. Berikut kutipan ayat-ayatnya:<br />
Tetapi yang kamu (orang-orang Yahudi) kerjakan ialah berusaha membunuh Aku (Yesus); Aku seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.&#8221; Jawab mereka: &#8220;Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.&#8221; (Yohanes 8:40-41)<br />
Dalam kutipan ayat-ayat di atas, orang-orang Yahudi menyindir Yesus bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya. Kalimat ini merupakan sindiran terhadap Yesus yang mereka anggap sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya.</p>
<p>Konsekuensi dari tuduhan tersebut adalah orang-orang Yahudi menolak segala predikat baik yang melekat pada diri Yesus, baik sebagai guru, imam, pemimpin, raja, nabi, rasul, apalagi sebagai Tuhan.</p>
<p>2. Alasan Klaim sebagai Anak Allah.</p>
<p>Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena dia konon telah menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Berikut kutipan ayat-ayatnya:</p>
<p>Jawab orang-orang Yahudi itu: &#8220;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau (Yesus), melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&#8221; &#8230;.masihkah kamu (orang-orang Yahudi) berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku (Yesus) telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:33,36)<br />
Dari tuduhan tersebut, orang-orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus, karena menurut mereka, hukuman bagi orang yang menghujat Allah adalah hukuman mati, sebagaimana perintah Tuhan dalam Kitab Imamat berikut ini:</p>
<p>Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.[/i] (Imamat 24:16)</p>
<p>Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:</p>
<p>&#8220;Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian [u]kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.&#8221; (Ulangan 21:22-23)</p>
<p>KOMENTAR:</p>
<p>Itulah dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus. Semenjak Yesus dilahirkan hingga dewasa, orang-orang Yahudi tetap berpendapat bahwa Yesus adalah orang yang lahir dari hasil perzinahan ibunya, Maria, dengan laki-laki &#8211;meski mereka tidak dapat membuktikan siapa laki-laki itu&#8211;, sehingga mereka menolak Yesus sebagai utusan Allah. Segala mukjizat yang ditunjukkan Yesus, mereka anggap sebagai tindakan sihir. Lebih jauh, jika orang-orang Yahudi harus menerima Yesus sebagai utusan Allah, maka konsekuensinya mereka harus menerima ramalan Yesus tentang kedatangan Penghibur setelah kepergiannya, yang akan membawa bangsa Israel menuju syariat baru. Tentu saja, kedatangan Penghibur yang diramalkan Yesus ini membuat para imam dan ahli taurat resah, karena ajarannya akan menghancurkan kebiasaan dan adat-istiadat nenek moyang bansa Yahudi. Oleh karenanya, para imam dan ahli taurat mencari solusi untuk tetap mempertahankan kebiasaan dan adat-istiadatnya, yaitu dengan cara membunuh Yesus dan menghancurkan segala ajarannya (Yohanes 11:47-53). Sebelumnya, secara berurutan, orang-orang Yahudi telah membunuh dua orang utusan Allah, yaitu Zakharia dan Yohanes Pembaptis (Lukas 11:51/Matius 23:35; Markus 6:27).</p>
<p>Namun demikian, apakah yang disalib itu benar-benar Yesus, seorang utusan Allah bagi umat Israel? Ingatlah kembali dua nama orang yang disodorkan oleh Pontius Pilatus untuk dibebaskan, yaitu Yesus Kristus (Isa al-Masih) dan Yesus Barabas (Yesus bar Abbas atau Yesus Anak Allah), yang akhirnya konon Pilatus membebaskan Yesus Barabas (Yesus Anak Allah), seorang tokoh pemberontak paramiliter terkenal pada masa itu, dan menyerahkan Yesus Kristus kepada orang-orang yahudi untuk disalibkan. Mungkin sekali, Yesus Barabas inilah orang yang mengklaim dirinya sebagai Anak Allah, kemudian melemparkan klaimnya kepada Yesus Kristus. Dan ingatlah kembali mukjizat Yesus yang bisa merubah dan berubah wujud sebagaimana dijelaskan dalam Injil Risalah Kedua Set Agung.<br />
Bagaimanapun juga, kedua alasan Yahudi di atas, telah didistorsi sedemikian rupa oleh para the founding father Kristen (Paulus cs) &#8211;lebih dari 30 tahun kemudian setelah peristiwa penyaliban itu&#8211; sehingga seolah-olah kematian orang yang diduga Yesus di tiang salib itu merupakan rencana/nubuat Yesus yang harus digenapi, dan sekaligus untuk menebus dosa-dosa manusia. Nau&#8217;dzubillaahi min dzaalik!</p>
<p>1. Alasan Perzinahan.</p>
<p>Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan Maria, ibunya, dengan laki-laki. Berikut kutipan ayat-ayatnya:<br />
Tetapi yang kamu (orang-orang Yahudi) kerjakan ialah berusaha membunuh Aku (Yesus); Aku seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.&#8221; Jawab mereka: &#8220;Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.&#8221; (Yohanes 8:40-41)<br />
Dalam kutipan ayat-ayat di atas, orang-orang Yahudi menyindir Yesus bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya. Kalimat ini merupakan sindiran terhadap Yesus yang mereka anggap sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya.<br />
Konsekuensi dari tuduhan tersebut adalah orang-orang Yahudi menolak segala predikat baik yang melekat pada diri Yesus, baik sebagai guru, imam, pemimpin, raja, nabi, rasul, apalagi sebagai Tuhan.</p>
<p>JAWAB :</p>
<p>Dalam hal ini &#8220;tuduhan Yesus adalah hasil zinah&#8221; tidak pernah terbukti, semua adalah dugaan. Penghukuman karena zinah harus selalu bisa menunjuk pihak-pihak yang melakukan zinah. Siapa si laki-laki dan siapa si perempuannya. Dan anak hasil zinah, dalam hukum apapun tidak ikut dihukum di pengadilan (Ulangan 17:5 ; Ulangan 17:6).</p>
<p>Orang-orang Yahudi yang menghendaki Yesus disalib memang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Namun ketidak-percayaan mereka ini bukanlah fakta yang menunjukkan Yesus itu bukan Tuhan dan Allah.</p>
<p>2. Alasan Klaim sebagai Anak Allah.</p>
<p>Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena dia konon telah menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Berikut kutipan ayat-ayatnya:<br />
Jawab orang-orang Yahudi itu: &#8220;Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau (Yesus), melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.&#8221; &#8230;.masihkah kamu (orang-orang Yahudi) berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku (Yesus) telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:33,36)<br />
Dari tuduhan tersebut, orang-orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus, karena menurut mereka, hukuman bagi orang yang menghujat Allah adalah hukuman mati, sebagaimana perintah Tuhan dalam Kitab Imamat berikut ini:</p>
<p>Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.[/i] (Imamat 24:16)</p>
<p>Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:</p>
<p>&#8220;Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian [u]kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.&#8221; (Ulangan 21:22-23) </p>
<p>Yesus dituduh orang-orang Yahudi/ ahli Taurat menghujat Allah karena Dia menyatakan diriNya adalah Anak Allah; Allah; dan Mesias. Dan Ia menyatakan kesetaraan diriNya dengan BapaNya di Surga. Namun tuduhan itu bukan suatu kebenaran bahwa Yesus bukan Allah.</p>
<p>Seseorang/sekelompok orang bisa saja menuduh orang lain, namun ia (si tersangka) selamanya akan &#8220;tak bersalah/ innocent&#8221; sebelum kesalahannya terbukti (asas presumption of innocent / asas praduga tak bersalah). Itu berarti bahwa seseorang dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan bersalah oleh pengadilan. Presumption of innocent adalah hak-hak tersangka sebagai manusia diberikan dan merupakan prinsip hakiki dalam hukum. Prinsip ini berlaku dalam semua fase proses hukum: baik di taraf kepolisian maupun di taraf kejaksaan dan juga di taraf pengadilan itu sendiri. Dalam Taurat sendiri ada aturan untuk tidak menghukum seorang &#8220;yang diduga bersalah&#8221; sebelum ia &#8220;terbukti bersalah&#8221; di pengadilan (Mitsvot ke-260: Bilangan 35:12).</p>
<p>Dalam sidang yang menentukan Yesus Kristus akan dihukum mati atau tidak; justru tidak menyertakan delik tuduhan &#8220;menghujat Allah&#8221; karena pemimpin sidang tertinggi saat itu, yaitu Pilatus tidak menemukan kesalahan-Nya :</p>
<p>* Matius 27:17<br />
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: &#8220;Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?&#8221;<br />
27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.<br />
27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: &#8220;Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.&#8221;<br />
27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.<br />
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: &#8220;Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?&#8221; Kata mereka: &#8220;Barabas.&#8221;<br />
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: &#8220;Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?&#8221; Mereka semua berseru: &#8220;Ia harus disalibkan!&#8221;<br />
27:23 Katanya: &#8220;Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?&#8221; Namun mereka makin keras berteriak: &#8220;Ia harus disalibkan!&#8221;<br />
27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: &#8220;Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!&#8221;<br />
27:25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: &#8220;Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!&#8221;<br />
27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.<br />
27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.</p>
<p>Pilatus tidak menemukan kesalahan Yesus Kristus (ayat 24) untuk itu ia &#8220;melakukan aksi cuci tangan&#8221; bahwa hukuman yang akan dilaksanakannya kepada Yesus Kristus ini atas permintaan &#8220;orang-orang yang dengki kepada Yesus&#8221; (ayat 18 ).</p>
<p>Dengan demikian Pilatus dalam otoritasnya melaksanakan hukuman terhadap seseorang karena permintaan orang banyak &#8220;yang dengki&#8221;, bukan atas dasar &#8220;kesalahan yang diperbuat Yesus Kristus&#8221;. Pilatus melakukan ini untuk menghindari kekacauan di negeri dimana ia ditugaskan sebagai Wali-Negeri. Kemudian ia melaksanakan &#8220;hukuman terhadap Yesus&#8221; atas permintaan orang banyak, dan ia sendiri melakukan tindakan &#8220;mencuci-tangan&#8221; sebagai simbol bahwa hukuman itu bukan atas kehendaknya.</p>
<p>Jelas sekali bahwa Yesus Kristus mengalami hukuman &#8220;tanpa delik tuduhan&#8221;. Sebagai Orang yang Benar, Ia bisa saja menolak hukuman itu. Namun hal tersebut tetap Ia jalani sebagai &#8220;cawan-pahit&#8221; yang secara rela ia minum.</p>
<p>Kematian Yesus di Kayu Salib adalah &#8220;kematian-kurban&#8221;, karena Ia merelakan jiwanya sendiri untuk dikorbankan (masih bisa dihindari , tetapi Ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Jenis kematian ini adalah total berlandaskan kasih, dan tidak diselewengkan dengan dalil-dalil manusia yang melekatkan kebencian dan dendam atas nama Tuhan atau &#8216;perjuangan&#8217;</p>
<p>Meskipun Kristen dan Islam itu biasa disebut agama-agama Ibrahimi (abrahamic religions). Agama-agama di dunia lainnya misalnya Hindu dan Buddha juga tergolong dalam agama etika (ethical religion), yakni agama yang mengajarkan ethic, bahwa keselamatan manusia tergantung pada perbuatan baik dan amal salehnya. Ini berbeda dengan Kekristenan. Kristen adalah agama sakramental (sacramen religion) yaitu agama yang mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui Sang Penebus Dosa. Esensi kematian Yesus di kayu salib sering dipersoalkan oleh kalangan Muslim karena memang mereka tidak mengerti arti kematian kurban Yesus Kristus.</p>
<p>Yesus merupakan &#8216;anak domba&#8217; yang disediakan Allah untuk dikorbankan sebagai pengganti orang berdosa. Melalui kematian-Nya, Yesus memungkinkan penghapusan kesalahan dan kuasa dosa dan membuka jalan kepada Allah bagi seluruh dunia (Yohanes 1:29). Dalam Perjanjian Lama telah dikenal bahwa menurut ajaran Yahudi, perlu darah untuk pengampunan dosa, ini ditegaskan di PB dalam Ibrani 9:22. Oleh karena itu Allah menyediakan tubuh dari daging dan darah dan datang ke dalam dunia sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia (Ibrani 10:5). Allah sendiri telah datang ke dalam dunia karena selain dari Dia tidak ada juruselamat (Yesaya 43:11).</p>
<p>* Ibrani 9:22<br />
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.</p>
<p>* Ibrani 10:5<br />
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: &#8216;Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki &#8212; tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.&#8217;</p>
<p>* Yesaya 43:11<br />
&#8220;Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.&#8221;</p>
<p>Perbuatan baik tidak memaafkan seseorang dari dosanya. Lukas 18:18-27 menulis ada seorang kaya menganggap &#8216;perbuatan baik dapat menyelamatkan&#8217; (beroleh hidup kekal), namun kebenaran yang dijelaskan Alkitab, perbuatan baik tersebut tidak menyelamatkan. Keselamatan hanya dengan darah. Darah itu telah disediakan oleh Yesus Kristus, sehingga kepada setiap orang yang percaya kepadaNya, dia akan diselamatkan.</p>
<p>Di sepanjang Perjanjian Lama, sejak mulanya Allah sudah memberikan gambaran kisah datangnya Tuhan Yesus Kristus sebagai &#8220;kurban penebus dosa&#8221; sejak kitab Kejadian. Mulai dari analogi &#8216;cawat-kulit&#8217; dari tertumpahnya darah binatang, yang kulitnya dipakai untuk menutup aurat Adam. Kemudian analogi &#8216;kurban anak Abraham&#8217; yang diganti dengan &#8216;domba yang disediakan Allah&#8217;. Peristiwa &#8216;darah paskah&#8217; yang membebaskan Israel dari tulah ke 10 pada zaman Musa. Dan nubuat-nubuat para nabi pada Perjanjian Lama akan datangnya Mesias yang memberikan darahNya untuk keselamatan manusia. Perjanjian Lama, walaupun spesifik ditujukan untuk orang-orang Yahudi (Yudaisme), namun Perjanjian Lama tetap merupakan Firman yang sangat berharga bagi umat Kristiani. Dan tidak dipungkiri bahwa Yudaisme ini adalah akar dari Kekristenan. Dan penekanan Kekristenan itu ada dalam Perjanjian Baru. Hal itu amat berharga bagi umat Kristiani. Konsep harga yang harus dibayar terhadap perbuatan dosa, penebusan dosa dengan darah, keselamatan dengan darah (inti pengertian paskah) adalah merupakan hal yang pokok.</p>
<p>Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan &#8220;tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan&#8221; (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Sang Mesias. Datangnya Allah dalam manusia Yesus yang menyediakan &#8216;darah&#8217; bagi pengampunan, adalah selaras dengan prinsip Taurat tadi, dan benar Dia sedirilah yang menggenapinya. Hadirnya Yesus ke dunia, mati disalibkan, bangkit dan naik ke Surga dan kedatanganNya yang kedua kali nanti adalah pokok dari iman Kristiani. Yesus dengan gelar Mesias/Kristus, dan sebutan Juruselamat kepadaNya, semuanya bukan hanya sekedar memberikan pengajaran, melainkan justru memerankan fungsi penyelamatan &#8220;Allah Juruselamat&#8221; (Yesaya 45:21).</p>
<p>Pembuktian kematian Yesus disalib serta kebangkitanNya, tidak terkira kokohNya, internal maupun external. Itu sudah banyak sekali ditulis oleh para ahli tanpa ada sanggahan yang layak. Kematian-kurban memang exist bagi Mesias, dan itu bukan bikinan atau diada-adakan oleh manusia. Ia sungguh telah dijanjikan Tuhan dari Firman yang keluar dari mulutNya dan/atau dari tanganNya sendiri dan diteruskan turun-temurun sejak manusia-pertama!.</p>
<p>Pengertian keselamatan dari Allah ini, memang tidak selaras dengan ketentuan yang berlaku di agama-agama lain, sehingga serangan-serangan yang ditujukan kepada iman Kristiani dengan mempersoalkan kematian Yesus jika dipandang dari kepercayaan mereka yang menganggap keselamatan dari amal-ibadah, tentu saja tidak akan dimengerti ataupun diselaraskan. Dan perbedaan ini sangat prinsip, tidak bisa diperdebatkan. It just different&#8230;.</p>
<p>Quote:<br />
Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:</p>
<p>&#8220;Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.&#8221; (Ulangan 21:22-23)</p>
<p>JAWAB :</p>
<p>Yesus yang tidak berbuat dosa dan kesalahan itu yang menanggung kutuk-dosa umat manusia, untuk itulah Ia mempunyai gelar yang menandakan hal ini yaitu gelar Anak Domba Allah. Hal ini juga tidak dikenal dalam kepercayaan Muslim, sehingga penuduh dari kalangan Muslim ini seringkali mempersoalkannya.</p>
<p>Mengenai ayat yang dipersoalkan, yaitu Ulangan 21:22-23, Rasul Petrus menjelaskannya kepada kalangan Yahudi, esensi kematian Yesus yang &#8220;digantung&#8221; pada kayu itu sbb :</p>
<p>* Kisah 5:30<br />
LAI TL : Adapun Allah Tuhan nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang sudah kamu ini bunuh dengan menggantungkan Dia pada kayu itu.<br />
TR : ho theos tôn paterôn hêmôn êgeiren iêsoun on humeis diecheirisasthe kremasantes epi xulou</p>
<p>Kematian dengan cara digantung itu di sebuah tiang kayu, (Ibrani &#8216;ETS), adalah lambang suatu kutuk. Penulis Kitab Kisah Para Rasul (Lukas) mencatat perkataan Petrus dalam Kisah 5:30, istilah khusus yang diucapkan Petrus ini yang sudah dikenal dalam pengajaran Yudaisme, bahwa orang yang mati dengan cara digantung adalah dikutuk oleh Allah (bandingkan dengan Kisah 10:39, Galatia 3:13).</p>
<p>Konteks Petrus mengucapkan kata-kata itu adalah dihadapan Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi), baca selengkapnya Kisah 5:26-42.<br />
Petrus menggunakan rujukan Tanakh-Ibrani dalam menjelaskan kematian Yesus dengan cara digantung &#8220;TALAH&#8221; di kayu yang merupakan lambang kematian terkutuk.</p>
<p>Dalam kesempatan ini pula Petrus mewartakan kematian Yesus, bahwa Yesus memikul kutuk dosa manusia dalam kematianNya dengan cara &#8220;digantung&#8221;/ &#8220;TALAH&#8221; itu. Dan kemudian menjelaskan dihadapan Sandherin itu misi kematian Yesus adalah sebagai anak-domba kurban dosa bagi seluruh umat manusia :</p>
<p>* Kisah 5: 31-33<br />
5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.<br />
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Icehill</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/comment-page-22/#comment-9145</link>
		<dc:creator>Icehill</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 14:48:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/#comment-9145</guid>
		<description>wah mas... jangan kan pohon natal.. uang,mobil, rumah,hp,kartu kredit,sinetron,infotaiment,sampai pekerjaan juga bisa jadi berhala. pohon natal dihiasi bukan untuk disembah, seperti anda yang memugar dan merawat kabah, yang anda sembah bukanlah bangunan kabahnya yang terdiri dari bata bukan? tapi ruang pertemuan yang anda percaya sebagai tempat pertemuan dengan Tuhan, dengan demikian anda menyembah Tuhan, seperti kemah suci di jaman Musa, semua orang Israel menyembah ke arah kemah itu.  

Tentang orang kristen adalah kafir tentu saja kami memang kafir, karena itu kami mendengarkan Yesus dan mengikutinya.

(Matius 9:11-13) Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: &quot; Mengapa gurumu makan bersama sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?&quot; 

Yesus mendengarnya dan berkata: &quot;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Ku kehendaki ialah belas kasihan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah mas&#8230; jangan kan pohon natal.. uang,mobil, rumah,hp,kartu kredit,sinetron,infotaiment,sampai pekerjaan juga bisa jadi berhala. pohon natal dihiasi bukan untuk disembah, seperti anda yang memugar dan merawat kabah, yang anda sembah bukanlah bangunan kabahnya yang terdiri dari bata bukan? tapi ruang pertemuan yang anda percaya sebagai tempat pertemuan dengan Tuhan, dengan demikian anda menyembah Tuhan, seperti kemah suci di jaman Musa, semua orang Israel menyembah ke arah kemah itu.  </p>
<p>Tentang orang kristen adalah kafir tentu saja kami memang kafir, karena itu kami mendengarkan Yesus dan mengikutinya.</p>
<p>(Matius 9:11-13) Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: &#8221; Mengapa gurumu makan bersama sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?&#8221; </p>
<p>Yesus mendengarnya dan berkata: &#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Ku kehendaki ialah belas kasihan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yahudi</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/comment-page-22/#comment-9139</link>
		<dc:creator>yahudi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 22:38:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/#comment-9139</guid>
		<description>ALKITAB MENGUTUK POHON NATAL !!!


Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang kafir dari golongan Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala.

Barulah pada abad keempat Masehi perayaan Natal ini diadopsi menjadi perayaan kelahiran Yesus oleh orang-orang kafir Kristen. Padahal, bukan saja tidak mungkin Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, akan tetapi, tanggal 25 Desember itu sendiri diyakini sebagai tanggal lahirnya para berhala (tuhan-tuhan buatan manusia) yang disembah oleh orang-orang kafir pada masa jauh sebelum Yesus.

Secara tegas, Alkitab/Bibel mengutuk keras perayaan Natal dan pohon Natal, berikut petikan ayat-ayatnya:

Yeremia 10:2-4:

&quot;Beginilah firman Tuhan: &quot;Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang.&quot;

Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?

Konteks dalam Yeremia 10:2-4 adalah mengenai adanya berhala yang dibuat dari pahatan kayu, dimana orang-orang kemudian memberhalakannya (menyembahnya). Dalam kebiasaan umat Kristiani yang merayakan hari natal, tidak pernah ada pemberhalaan suatu jenis barang/ kayu/ pohon natal sekalipun yang diperlakukan sebagai berhala.

Umat Kristiani sangat mengerti bahwa kami tidak diperbolehkan menyembah berhala. Kesepuluh firman (Keluaran 20:1-17), diantaranya menulis demikian


* Keluaran 20:1-6
20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 &quot;Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.


Jelas sekali ada larangan &quot;beribadah kepada ilah-ilah selain Allah&quot;.

Sekalipun artikel diatas yang menuduh bahwa kekristenan menyembah &quot;pohon&quot;, namun tidak ada data sejarah yang menunjang hal itu, selain bahwa pohon cemara merupakan simbol kekekalan. Adanya pohon natal sebagai hiasan, adalah bagian dari tradisi saja, tidak ada, tidak ada perintah merayakan natal juga tidak ada perintah memasang pohon natal.

Bagaimana sampai terjadi bahwa pohon natal (pohon terang) dijadikan hiasan perayaan Natal?

Adanya pohon natal ini adalah bagian dari tradisi di Eropa. Dalam iklim 4 musim seperti di Eropah dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi, yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bersemi/bertunas), musim kemarau (pohon berbunga), dan musim gugur (pohon daunnya berguguran), maka kita dapat melihat bahwa pohon cemara ini merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang ke-4 musim itu. Maka dipakailah pohon cemara ini sebagai simbol menunjukkan simbol kekekalan di tengah ketidak kekalan pohon-pohon lain, dan kemudian dijadikan lambang bahwa Kebenaran Tuhan Yesus menggambarkan ajaran yang kekal di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal. Kemudian untuk mempercantik pohon cemara itu dihiasilah pohon itu dengan berbagai hiasan, juga lilin atau lampu-lampu.


Pohon cemara sendiri ada disebut dalam Alkitab, yaitu:


* Yesaya 41:19
LAI TB, Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya.
KJV, I will plant in the wilderness the cedar, the shittah tree, and the myrtle, and the oil tree; I will set in the desert the fir tree, and the pine, and the box tree together:
Hebrew,
אֶתֵּן בַּמִּדְבָּר אֶרֶז שִׁטָּה וַהֲדַס וְעֵץ שָׁמֶן אָשִׂים בָּעֲרָבָה בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו׃
Translit, &#039;ETEN BAMIDBAR &#039;EREZ SITAH VAHADAS VE&#039;ETS SYAMEN &#039;ASIM BA&#039;ARAVAH BERUSY TIDHAR UTE&#039;ASYUR YAKHDAV


* Yesaya 60:13
LAI TB, Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak.
KJV, The glory of Lebanon shall come unto thee, the fir tree, the pine tree, and the box together, to beautify the place of my sanctuary; and I will make the place of my feet glorious.
Hebrew,
כְּבֹוד הַלְּבָנֹון אֵלַיִךְ יָבֹוא בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו לְפָאֵר מְקֹום מִקְדָּשִׁי וּמְקֹום רַגְלַי אֲכַבֵּד׃
Translit, KEVOD HALEVANON &#039;ELAIKH YAVO&#039; BROSY TIDHAR UTE&#039;ASYUR YAKHDAV LEFA&#039;ER MEQON MIQDASYI UMEQOM RAGLEY &#039;AKABED


Pohon cemara (Ibrani תאשור - TE&#039;ASYUR), pohon kecil (buxus longifolia boiss), tingginya ± 7 meter, daunnya selalu hijau, kayunya keras sekali. Pada Pesta Pondok Daun, kalangan Yahudi, pondok-pondok itu dibuat dari kayu cemara.

Sekali lagi tidak ada pemberhalaan bagi pohon cemara. Pohon natal ini dalam kehidupan umat Kristiani yang merayakan natal, selain sebagai hiasan saja yang menambah semarak perayaan natal. Sebagaimana halnya perayaan-perayaan lain yang ada di dunia ini seringlkali mengkaitkan simbol-simbol tertentu dalam perayaan suatu hari besar. Misalnya, di perayaan Paskah, ada telur Paskah. Di perayaan tahun baru Lunar (Imlek) ada lampion dan jenis-jenis barang tertentu. Dalam perayaan hari lebaran umat Muslim di Indonesia ini kita melihat ada hiasan-hiasan ketupat, dll. Namun, dalam perayaan-perayaan tersebut simbol-simbol itu bukan berarti suatu berhala/ dijadikan berhala.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ALKITAB MENGUTUK POHON NATAL !!!</p>
<p>Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang kafir dari golongan Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala.</p>
<p>Barulah pada abad keempat Masehi perayaan Natal ini diadopsi menjadi perayaan kelahiran Yesus oleh orang-orang kafir Kristen. Padahal, bukan saja tidak mungkin Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, akan tetapi, tanggal 25 Desember itu sendiri diyakini sebagai tanggal lahirnya para berhala (tuhan-tuhan buatan manusia) yang disembah oleh orang-orang kafir pada masa jauh sebelum Yesus.</p>
<p>Secara tegas, Alkitab/Bibel mengutuk keras perayaan Natal dan pohon Natal, berikut petikan ayat-ayatnya:</p>
<p>Yeremia 10:2-4:</p>
<p>&#8220;Beginilah firman Tuhan: &#8220;Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang.&#8221;</p>
<p>Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?</p>
<p>Konteks dalam Yeremia 10:2-4 adalah mengenai adanya berhala yang dibuat dari pahatan kayu, dimana orang-orang kemudian memberhalakannya (menyembahnya). Dalam kebiasaan umat Kristiani yang merayakan hari natal, tidak pernah ada pemberhalaan suatu jenis barang/ kayu/ pohon natal sekalipun yang diperlakukan sebagai berhala.</p>
<p>Umat Kristiani sangat mengerti bahwa kami tidak diperbolehkan menyembah berhala. Kesepuluh firman (Keluaran 20:1-17), diantaranya menulis demikian</p>
<p>* Keluaran 20:1-6<br />
20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:<br />
20:2 &#8220;Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.<br />
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.<br />
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.<br />
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,<br />
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.</p>
<p>Jelas sekali ada larangan &#8220;beribadah kepada ilah-ilah selain Allah&#8221;.</p>
<p>Sekalipun artikel diatas yang menuduh bahwa kekristenan menyembah &#8220;pohon&#8221;, namun tidak ada data sejarah yang menunjang hal itu, selain bahwa pohon cemara merupakan simbol kekekalan. Adanya pohon natal sebagai hiasan, adalah bagian dari tradisi saja, tidak ada, tidak ada perintah merayakan natal juga tidak ada perintah memasang pohon natal.</p>
<p>Bagaimana sampai terjadi bahwa pohon natal (pohon terang) dijadikan hiasan perayaan Natal?</p>
<p>Adanya pohon natal ini adalah bagian dari tradisi di Eropa. Dalam iklim 4 musim seperti di Eropah dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi, yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bersemi/bertunas), musim kemarau (pohon berbunga), dan musim gugur (pohon daunnya berguguran), maka kita dapat melihat bahwa pohon cemara ini merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang ke-4 musim itu. Maka dipakailah pohon cemara ini sebagai simbol menunjukkan simbol kekekalan di tengah ketidak kekalan pohon-pohon lain, dan kemudian dijadikan lambang bahwa Kebenaran Tuhan Yesus menggambarkan ajaran yang kekal di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal. Kemudian untuk mempercantik pohon cemara itu dihiasilah pohon itu dengan berbagai hiasan, juga lilin atau lampu-lampu.</p>
<p>Pohon cemara sendiri ada disebut dalam Alkitab, yaitu:</p>
<p>* Yesaya 41:19<br />
LAI TB, Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya.<br />
KJV, I will plant in the wilderness the cedar, the shittah tree, and the myrtle, and the oil tree; I will set in the desert the fir tree, and the pine, and the box tree together:<br />
Hebrew,<br />
אֶתֵּן בַּמִּדְבָּר אֶרֶז שִׁטָּה וַהֲדַס וְעֵץ שָׁמֶן אָשִׂים בָּעֲרָבָה בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו׃<br />
Translit, &#8216;ETEN BAMIDBAR &#8216;EREZ SITAH VAHADAS VE&#8217;ETS SYAMEN &#8216;ASIM BA&#8217;ARAVAH BERUSY TIDHAR UTE&#8217;ASYUR YAKHDAV</p>
<p>* Yesaya 60:13<br />
LAI TB, Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak.<br />
KJV, The glory of Lebanon shall come unto thee, the fir tree, the pine tree, and the box together, to beautify the place of my sanctuary; and I will make the place of my feet glorious.<br />
Hebrew,<br />
כְּבֹוד הַלְּבָנֹון אֵלַיִךְ יָבֹוא בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו לְפָאֵר מְקֹום מִקְדָּשִׁי וּמְקֹום רַגְלַי אֲכַבֵּד׃<br />
Translit, KEVOD HALEVANON &#8216;ELAIKH YAVO&#8217; BROSY TIDHAR UTE&#8217;ASYUR YAKHDAV LEFA&#8217;ER MEQON MIQDASYI UMEQOM RAGLEY &#8216;AKABED</p>
<p>Pohon cemara (Ibrani תאשור &#8211; TE&#8217;ASYUR), pohon kecil (buxus longifolia boiss), tingginya ± 7 meter, daunnya selalu hijau, kayunya keras sekali. Pada Pesta Pondok Daun, kalangan Yahudi, pondok-pondok itu dibuat dari kayu cemara.</p>
<p>Sekali lagi tidak ada pemberhalaan bagi pohon cemara. Pohon natal ini dalam kehidupan umat Kristiani yang merayakan natal, selain sebagai hiasan saja yang menambah semarak perayaan natal. Sebagaimana halnya perayaan-perayaan lain yang ada di dunia ini seringlkali mengkaitkan simbol-simbol tertentu dalam perayaan suatu hari besar. Misalnya, di perayaan Paskah, ada telur Paskah. Di perayaan tahun baru Lunar (Imlek) ada lampion dan jenis-jenis barang tertentu. Dalam perayaan hari lebaran umat Muslim di Indonesia ini kita melihat ada hiasan-hiasan ketupat, dll. Namun, dalam perayaan-perayaan tersebut simbol-simbol itu bukan berarti suatu berhala/ dijadikan berhala.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harley</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/comment-page-21/#comment-9136</link>
		<dc:creator>Harley</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 12:56:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/04/27/mustahil-orang-kristen-bisa-menjawab/#comment-9136</guid>
		<description>hub aku:
h2rley@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hub aku:<br />
<a href="mailto:h2rley@yahoo.com">h2rley@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

