Parkour: Seni melarikan diri

Wuih! Hebat. Tubuh cewek-cewek ini sepertinya ringan, mereka dengan mudahnya meloncat dan memanjat. Namanya Parkour. Di Indonesia sudah masuk, dan bisa dipelajari. Tertarik? Tonton videonya di sini.

Jarar Siahaan; Blog Berita; Balige

Parkour diciptakan oleh David Belle, lelaki Prancis kelahiran 1973. Ada yang menyebutnya sebagai “seni melarikan diri”. Parkour juga kerap disebut sebagai Freerunning. Tapi menurut komunitas Parkour Indonesia, kedua hal itu punya perbedaan, walaupun dalam berbagai hal memang mirip:

Dulu Parkour dan Freerunning adalah satu olahraga, tapi karena David Belle dan Sebastian Faucan mempunyai prinsip yang berbeda tentang olahraga ini, akhirnya di tahun 2006 Parkour dan Freerunning menjadi dua olahraga yang berbeda. Perbedaan Parkour dan Freerunning sangat tipis dalam masalah teknik dan basic, akan tetapi perbedaan kedua olahraga ini sangat jauh apabila dilihat dari fundamental. Parkour adalah olahraga yang mengandalkan kemampuan tubuh manusia beserta mental, dan ditambah lagi dengan filosofi kehidupan yang diapresiasikan dalam bermain Parkour. Sedangkan Freerunning bisa dikatakan olahraga bebas seperti skate board, BMX, break dance, dsb.

Di bawah ini ada dua video Parkour dari YouTube. Yang pertama adalah aksi sejumlah cewek traceur — sebutan untuk pelaku Parkour — yang berlari, meloncati tangga dan pagar, untuk bertemu dengan teman-temannya yang lain. Tontonlah dulu video pertama, dan di bawahnya nanti kita lanjutkan….

Catatan: Bila koneksi Internetmu lambat seperti Telkomnet Instan, kau mungkin tidak bisa menonton tayangan video. Jangan lupa install Flash Player ke komputermu supaya bisa menonton video ini.

Hebat, kan? Sekarang kita lihat aksi suhunya, sang pencipta Parkour: David Belle. Kalau video yang kedua ini aku tidak bosan-bosannya menonton. David benar-benar luar biasa. Dia bisa berlari memanjat bangunan vertikal seperti kucing — konon tekniknya disebut “keseimbangan kucing”. Dia juga meloncat dalam mal, dari lantai yang satu ke lantai lainnya. Turun dari apartemen tanpa lewat tangga. Ringan sekali tubuhnya, dan dia tidak terluka. Edan! Aksi David tak ubahnya seperti Jet Li dalam adegan film. Selamat menonton.

Kalau misalnya kau sudah menguasai Parkour, untuk apa ketangkasan itu akan kaupakai? Mencopet lalu lari dari kejaran polisi? ;-) Kupikir, kalau di Jakarta, cocoklah dipakai untuk berangkat ke kantor — berlari dan meloncati mobil-mobil yang lamban karena macet, bergantung di tangga jembatan penyeberangan lalu melompat ke atas truk yang tengah melintas, memanjat dinding gedung dan … HAP! masuk ke kantormu lewat jendela. Wuih! Keren. Berkeringat dan sehat.

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

5 Responses to “Parkour: Seni melarikan diri”

  1. dimana belajarnya ya????

    asik nih…buat lompat pagar rumah2 elite di real estate yg susah bgt buka pintu gerbangnya kalo mo nyatet angka standmeter air pam….

    [reply to this comment]

  2. ada gak tempat belajarnya di Balige?
    aku butuh untuk pergi ke sekolah tiap hari, aku juga mau tahu mengenai David Belle Parkour.

    [reply to this comment]

  3. Ku cobainlah ntar bang ….. Asyek neh kaya’nya…… Aq ama teman-teman doyan nyolong mangga milik Pak Kepsek …… :) tapi anjingnya galak suka ngejar……. Jasdi ntar belajar Parkour deh…… trus kami cobain lempar mangga lagi ……. Pas di kejar tuh sama anjing Pak Kepsek…… kita lari deh …… pasti kagak terkejar tuh sama si anjing….. kan kita sudah bisa Parkour….. bisa lari cari jalan pintas, nyalip-nyalip gitu sambil loncat-loncat…… heheh…… Jadi kepengen ikut Klub Parkour……

    [reply to this comment]

  4. Wah.. aksinya sudah nyaingi SpiderMan saja.
    Panjat sana… loncat sini…
    Parkour ini sepertinya cocok utk orang yg berprofesi Stuntman, harus benar2 Fit dan tangkas menguasai lingkungan.

    Kira2 kalo di Indonesia, ada gak yg environment friendly..sprt disana.
    Terutama di Jakarta, baru jln kaki 50m aja sdh keringatan akibat polusi, apalagi loncat2 dan panjat2.

    [reply to this comment]

  5. lucu-lucu juga komentarnya disini :D penasaran??? gabung aja ke forumnya.

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.