Jaksa Agung ke Balige bukan untuk korupsi

Posted by Jarar Siahaan on May 8th, 2008 and filed under Berita Toba Samosir. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Kedatangan Jaksa Agung Hendarman Supandji kemarin di Balige bukan dalam rangka pengusutan kasus korupsi, kata TB Silalahi.

Jarar Siahaan; Blog Berita; Balige

“Tapi untuk melihat keindahan Danau Toba,” kata TB, putra Balige, pensiunan perwira tinggi TNI-AD yang kini menjabat sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden. TB tidak menyebutkan secara persis kasus korupsi apa yang dimaksudkannya.

Sebagai catatan dari Blog Berita, dari sekian banyak kasus korupsi di Balige, tepatnya di lingkungan Pemkab Toba Samosir yang kini diusut kejaksaan, yang paling menarik perhatian publik adalah kasus dugaan korupsi APBD senilai Rp 3 miliar oleh Bupati Tobasa Monang Sitorus — yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun lalu oleh Polda Sumut, dan kasusnya masih sedang diusut KPK.

Rabu kemarin Jaksa Agung berkunjung ke TB Silalahi Center di Desa Pagar Batu, Balige, Toba Samosir. TB Silalahi Center, yang juga berfungsi sebagai museum kebudayaan Batak Toba, baru saja didirikan oleh TB Silalahi di kampung halamannya itu. Beberapa pekan lalu ibu kandung Jaksa Agung juga menghadiri peresmian TB Silalahi Center. TB Silalahi menyebut ibunda Hendarman Supandji sebagai orangtua angkatnya.

Dalam kunjungan sekitar dua jam kemarin Jaksa Agung berkata, kedatangannya ke Sumut adalah untuk bertemu dengan seluruh Kepala Kejaksaan Negeri dan untuk “studi banding dalam rangka melaksanakan program kesejahteraan masyarakat sesuai visi-misi pemerintah.”

Jaksa Agung dalam pidatonya sempat menceritakan masa kanak-kanaknya. “Dulu ketika saya kecil, saya dan teman-teman di sekolah merasa bangga kalau bisa mengambil jajanan dari kantin tanpa membayar,” katanya. Dia juga mengingatkan siswa dan alumni Yayasan Soposurung, SMA Plus binaan TB Silalahi, supaya tetap menjaga nama baik yayasan.

Bupati Monang Sitorus dalam acara di TB Silalahi Center mengenakan ulos dan pakaian khas Batak Toba kepada Jaksa Agung. Sesuai susunan acara panitia, Monang tidak didaulat menyampaikan pidato.

tafbutton blue16 Jaksa Agung ke Balige bukan untuk korupsi

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

16 Responses for “Jaksa Agung ke Balige bukan untuk korupsi”

  1. KORUPTOR says:

    AKU SEORANG KORUPTOR MEMPUNYAI JABATAN NUMBER ONE DI BELGIA TAPUT, AKU TENANG SAJA KARENA ADA ANAK BUAHKU YANG BISA KU KORBANKAN ATAS KEHEBATANKU. WALAU MENURUT kpk ANAK BUAHKU TIDAK TERLIBAT, PEDULI AMAT………… YANG PENTING AKU MONANG, AKU DITAKDIRKAN MEMANG UNTUK SELALU MONANG……….DAN… M.O.N.A.A.A.A.A.N.G

  2. KORUPTOR says:

    AKU SEORANG KORUPTOR MEMPUNYAI JABATAN NUMBER ONE, AKU TENANG SAJA KARENA ADA ANAK BUAHKU YANG BISA KU KORBANKAN ATAS KEHEBATANKU. WALAU MENURUT kpk DIA TIDAK TERLIBAT, PEDULI AMAT………..

  3. Bye bye says:

    Terbukti memang gajah balige tidak bisa kalah dengan semut, kenapa gajah balige & fren2nya yang makan kertas mahal, tapi yang ketiban sialnya justru yang menurut KPK dia tidak terlibat alias bebas dari makan uang haram. Bagi yang membaca ini mohon doa agar gajahnya berani beratanggung jawab & para pawang gajahnya yang di metropolitan tidak ikut membela yang salah. Prof TALU

  4. parbecca says:

    balige…
    the place where i was
    the place where i belong
    memang,
    kamu jadi ajang mereka
    mereka yang pintar cari ruang
    ruang untuk semua…
    kasihan sekali..
    mereka semua polos, bersih..
    sampai akhirnya mereka datang, dan mengotorimu, kasihan..

    • Butet says:

      Apanya tulang ini,
      malah lebih banyak parbecca di balige yang “mengotori”
      juga mangoto-otoi!
      Apalagi kalau ke lumban silintong sana, sumalin do argani ongkos becca. Disuruh turun lagi karna becanya gak sanggup naik. Eh, udah diminta ikut mendorong, ongkos tidak kurang pula.
      Tulang museumkanlah becca tulang itu, bikin kotor udara Balige saja itu :-)

  5. darmadi says:

    Eh.. ngomong-ngomong rajin amat jaksa Agung ke Balige untuk kasus korupsi kelas teri. Balige, kan kota ehh..kampung yang kecil. Bukan level JAKSA AGUNG dong. Cukup Kejati aja.
    Di Jakarta kan masih banyak kerjaan yang laen.Ada aja nih Jaksa Agung.

    • USSOK says:

      Mari kita pikirkan…..apa perlunya TB Silalahi berpidato Jaksa agung datang ke Balige bukan untk mengusut kasus-kasus korupsi? mungkin supaya Bupati Tobasa Monang Sitorus yang udah jadi tersangka merasa senang/dibela atas statement TB Silalahi, lalu bupati akan datang sungkem sama TB sambil membawa sesuatu…… Politik tingkat tinggi permainan TB Silalahi….. Massam tak tau ajalah kalian itu.

      • darmadi says:

        Balige, tempat mutasi PNS dari daerah luar Sumut. Yang nggak punya meja gara-gara Otonomi daerah.

      • Butet says:

        Ahh, Ussok…
        janganlah masih kau tanamkan HOTEL (Hosom, Teal, Elat, Late) itu di hatimu. Seharusnya berterima kasih lah kau kepada TB. Silalahi itu karena bisa mengundang Jaksa Agung dan juga Presiden ke Toba sana. Jadi, Pemkab dengan cepat membangun Toba, kan jadinya jalan-jalan diperbaiki dan berkuranglah dulu yang mau dikorupsi. Jadi kalau kau pulang ke Toba sana tidak perlu lagi kau atrek panjang kalau mobilmu papasan dengan mobil lain.
        Positive thinking lah ussok, malu kita sama orang sana…

    • SALNGAM says:

      @Dharmadi
      Lho usil bangat seh. Presiden SBY aje ude berapa kali ke tempatnya TB Silalahi. Sukarno, Suharto juga pernah ke Balige kenapa rupanya?!. Lho jangan anngap enteng sama kota Balige. Toba Forum di Jakarta berusaha bikin Balige penting dan forum ini berusaha mengembangkan kota Balige, eh malah lho sok ikut ngatur!. Siape lhoe!.
      Satu hal untuk pengetahuan lhoe, orang tua mau meninggal di kampung kami Balige di kasih minum tuak (namanya sulang-sulang hariapan). Di Jerman ada festival minum bir, di Kanaan jaman Jesus Kristus Anggur itu bagian dari Pesta Kawin. Jadi lho jangan sok ngajarin, uda bego ngajarin. Pis

      • darmadi says:

        Sindroma kota kecil. Orang yang berasal dari kota kecil, perilakunya aneh/norak, untuk menutupi dia asalnya dari udik.
        Sindroma warga kota Balige. Kalau datang ke Medan atau ke Jakarta, perilakunya aneh dan nyebelin. Sok modern dan perilaku yang dibuat-buat. Yah jadinya..ya tetap aneh.

        • Yanti says:

          Alangkah berbahayanya jika generasi yang berpikiran seperti anda masih berada di Indonesia ini. seharusnyalah memberikan pemikiran provokatif yang positif bukan malah mengandalkan politik pecah belah yang ditinggalkan Belanda kepada anda. Cobalah renungkan diri sendiri, mungkin anda selalu merasa orang udik itu nyebelin. tapi yang jelas, orang udik sepertinya lebih tahu etika daripada orang yang mengaku modern seperti anda. We love Indonesia…

  6. Farida Simanjuntak says:

    Semoga kunjungan Jaksa Agung ke Balige ada maknanya dan segala korupsi di bumi Toba Samosir benar-benar di berantas. Terlalu lama masyarakat dibodoh-bodohi dan terlalu banyak dana yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat yang dialirkan ke kantong perseorangan.

    • darmadi says:

      Berantas juga, maksiat di Balige. Ehhh dengar2 remaja Balige, menganut sex bebas. Ampun, Kayaknya, prestasi Balige cuman minuman keras dan maksiat, doang. Gue, bukan orang Balige. Tapi gue ikut malu…

      • SALNGAM says:

        @Darmadi
        Gue aje orang Balige kaga malu. Nape lho jadi ikut malu. Orang Balige itu dari dulu bebas bereksplor. Tahun 50-an Bioskop sdh ade, mereka sudah menonton pilem ape saja, tak pernah di larang-larang.Satu hal juga, lho jangan dong gunakan “remaja Balige” (itu artinya semua remaja Balige). Lho belajar menggunakan kata-kata dengan benar. Tuak dan minuman keras itu juga bagian dari kehidupan kite orang Balige kagak ade masalah, nggak usah lho sok ngajarin. Ntar lho kualat. Peace

        • darmadi says:

          @ Salngam
          Ampun..ampun.. gimana mau maju. Gimana mau berubah. Kalau penyakit masyarakat, sex bebas dan maksiat plus minuman keras udah meraja lela, nggak merasa malu dan nggak resah.
          Yang bikin gue sedih..sekali lagi seeedihhh. Dengan pongahnya, lu ngaku tuak dan minuman keras sudah jadi bagian kehidupan.
          Tau, nggak miras itu, pangkal dari segala kejahatan. Baca buku dong. Lu,sih bacanya Togel. Telat mikir, deh.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.