Luka Ahmadiyah

Posted by Jarar Siahaan on May 8th, 2008 and filed under Agama, Majalah Tempo. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Terkait dengan fatwa sesat oleh MUI dan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat, masjid milik jemaah Ahmadiyah dibakar massa. Di Istana, debat seru terjadi di antara para penasihat presiden.

Luka Ahmadiyah, begitulah Tempo, majalah langgananku itu, menulis judul pada sampulnya edisi pekan ini. Berikut Blog Berita mengutip secuil dari majalah Tempo edisi terbaru:

sampul majalah tempo Luka AhmadiyahAdnan Buyung Nasution meminta Dewan Pertimbangan memberi rekomendasi kepada Presiden agar menolak pembubaran Ahmadiyah. Ma’ruf Amin, yang duduk di sebelah Buyung, langsung memberi tanggapan. Dia menentang keras usul itu. Keduanya lalu berdebat. ”Pokoknya, alot dan kencang,” kata sumber Tempo yang hadir di sana.

Sejumlah anggota Dewan lain berusaha mencari jalan tengah tapi gagal. ”Yang satu bicara demokrasi, yang lain bicara keyakinan,” kata Subur Budi Santoso, anggota Dewan lainnya yang juga hadir dalam rapat itu. Berdebat hingga petang, yang ditemui cuma jalan buntu. Sesudah itu, mereka perang kata-kata di muka umum. Kepada media massa, Buyung berkata, ”Semua anggota Dewan menolak pembubaran Ahmadiyah kecuali Ma’ruf Amin.”

Tapi Ma’ruf Amin membantah jika dikatakan bahwa Dewan telah mengeluarkan keputusan. Dia menegaskan, ”Kami belum memutuskan rekomendasi apa pun soal Ahmadiyah.” Beberapa organisasi massa yang menolak Ahmadiyah malah menuduh Buyung ”main sendiri”. Munarman, kuasa hukum Forum Umat Islam yang menolak Ahmadiyah, menegaskan, ”Ini pembajakan Dewan Pertimbangan Presiden oleh Adnan Buyung.”

Tempo juga mengutip 12 butir penjelasan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang dibacakan di Departemen Agama, Januari lalu:

  1. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sejak semula meyakini dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yaitu asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, artinya aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah.
  2. Sejak semula kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah khatamun nabiyyin (nabi penutup).
  3. Di antara keyakinan kami bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita gembira dan peringatan serta pengemban mubasysyirat, dan pendiri serta pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
  4. Untuk memperjelas bahwa kata ”Rasulullah” dalam 10 syarat baiat yang harus dibaca oleh setiap calon anggota Jemaat Ahmadiyah yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW, kami mencantumkan kata ”Muhammad” di depan kata ”Rasulullah”.
  5. Kami warga Jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa tidak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
  6. Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah sumber ajaran Islam yang kami pedomani.
  7. Buku tazkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah, melainkan catatan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama tazkirah oleh pengikutnya pada 1935, yakni 27 tahun setelah beliau wafat (1908).
  8. Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.
  9. Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan menyebut masjid yang kami bangun dengan nama Masjid Ahmadiyah.
  10. Kami menyatakan bahwa setiap masjid yang dibangun dan dikelola oleh Jemaat Ahmadiyah selalu terbuka untuk umat Islam dari golongan mana pun.
  11. Kami warga Jemaat Ahmadiyah sebagai muslim selalu melakukan pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama dan mendaftarkan perkara perceraian serta perkara-perkara lainnya berkenaan dengan itu ke Kantor Pengadilan Agama sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  12. Kami warga Jemaat Ahmadiyah akan terus meningkatkan silaturahim dan bekerja sama dengan seluruh kelompok/golongan umat Islam dan masyarakat dalam perkhidmatan sosial kemasyarakatan untuk kemajuan Islam, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada juga wawancara menarik dengan Tariq Ali, penulis dan aktivis kiri legendaris, kini bekerja sebagai editor pada jurnal berpengaruh New Left Review. Dia baru saja berceramah di Belgia, dengan topik Islam in Europe. Tariq menguasai Alquran, tapi menyebut dirinya sebagai ateis.

Puluhan artikel lain masih ada, antara lain pada rubrik-rubrik favoritku, seperti Film, Buku, Catatan Pinggir, Bahasa, Opini, dll. Bila kau tidak ingin kehilangan informasi dan tulisan-tulisan berkualitas, jangan lupa membeli majalah Tempo edisi terbaru.

tafbutton blue16 Luka Ahmadiyah

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

8 Responses for “Luka Ahmadiyah”

  1. kevin says:

    @Sonia

    Sebetulnya tidak ada perbedaan antara ahmadiyah dengan golongan islam lainnya. Ahmadiyah berpegang pada rukun iman dan rukun islam yg sama dg golongan islam lainnya begitu juga Solatnya, Adzannya, Al-qurannya, Hadis Roslululohnya, naik hajinya ke mekah dll nya persis sama. Bedanya ahmadiyah telah mengakui kedatangan Imam Mahdi/Nabi Isa sementara golongan lainnya masih menunggu kedatangannya. Yang ditunggukan Nabi Isa (ada gelar nabi disitu) bukan Isa mantan nabi ? Jadi sama dong orang yg kita tunggu adalah orang yg bergelar Nabi kan? Kalo ada serangan dan hujatan kepada ahmadiyah dari berbagai kaum muslim karena dari sebagian besar kaum muslim hanya mengenal sedikit tentang ahmadiyah apalagi dari yg sedikit itu datangnya dari orang 2x yg tidak suka sama ahmadiyah. Coba liat komentar tokoh 2x Nasional dibawah ini yg tidak percaya dg ahamdiyah tapi menghargai keberadaan ahmadiyah:

    Amien Rais – Mantan Ketua MPR RI/PP Muhamadiyah.
    “Ahmadiyah bukan gerakan politik. Beberapa stasiun televisi mereka di Eropa hanya bicara tentang ajaran,Islam, akhlak, dan ekonomi.Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah,juga tetap salat lima waktu. Bahkan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat, dan udara
    di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang Nobel Fisika, Dr Abdussalam, juga orang Ahmadiyah. Jadi mereka itu sekumpulan orang intelektual. Bahkan, kalau mau jujur, yang
    menyiarkan agama Islam di Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stasiun televisi dan stasiun radio.
    http://www.tempoint eraktif.com 28 April 2008

    Prof. Dr. Hamka, tidak asing lagi bagi masyarakat kita, seorang alim terkemuka, berpengaruh dan termasuk orang yang menentang Ahmadiyah.* Namun demikian Prof. Dr. Hamka “DIPAKSA” oleh hati nuraninya untuk berkata dan menulis tentang KEBENARAN dan Jasa Ahmadiyah seperti berikut: “Adapun Kaum Ahmadi (Ahmadiyah) dan Usahanya Menyebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka Menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasanya yang hidup di Eropa. Padahal di zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur’an. Penafsiran Qur’an dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang Menginginkan Kebangkitan Ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam.
    Dari Pelajaran Agama Islam, hal. 199, cetakan pertama 1956, Penerbit Bulan Bintang

    Ir. Soekarno – Presiden RI Pertama
    “Ahmadiyah adalah besar pengaruhnya, juga di luar India. Ia bercabang di mana-mana, ia menyebarkan banyak kerpustakaannya ke mana-mana. sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku- buku, sampai di sana ia sebarkan
    punya propagandis- propagandis. Corak ia punya Sistem adalah memprogandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikannya dunia Nasrani, ya … Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting di dalam pembaharuan pengertian Islam di
    India, dan satu faktor penting pula di dalam memPROPAGANDAdakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya.

    H. Agus Salim dan H.O.S Cokroaminoto
    “Kongres Serikat Islam 26-29 januari 1928 di Jogjakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakan juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis S.I. adanya, jadi di luar organisasi ini, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Qur’an yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbit an pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas Tafsir Ahmadiyah. Lantaran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Qur’an, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (di antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru, dan kaum Theosofi), Tafsir Ahmadiyah-lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar”.
    Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakkan- pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, cetakan kelima, halaman 47, Penerbit Pustaka Rakyat

    • amad says:

      Karena ketidaktahuan orang membenci yang lain. Wajar sih, karena manusia diciptakan memiliki ego.

      Sebenarnya sebagai seorang muslim, seharusnya semakin beriman, dia akan semakin merendah. Kita akan semakin tau bahwa kita itu mahluk yg lemah dimata Allah SWT. Maka hindari sifat mengatakan saya benar, dia salah. Karena benar dan salah, hanya Allah SWT yg tau.

      Kita hanya perlu belajar. Bacalah dan perdalam pengetahuan mengenai Al-Quran. Al-Qur’an itu memiliki bahawa yang indah. Tidak akan mudah untuk seseorang tau isi Al-Quran, apabila dia tidak mengosongkan ego dalam hatinya.

      “Matahari akan terbit di ufuk barat” Apakah hal ini akan terjadi secara fisik?

      Kalaulah memang orang mempelajari Al-Qur’an dan Hadist dengan benar, tidak akan ada namanya peperangan. Baik diluar urusan agama, maupun intern Islam.

      Jangan pernah mengatakan kita Islam, kalau kita tidak membawa keselamatan kepada diri kita, maupun orang orang lain.

      “Love for ALl, Hatred for None.”

    • Agam says:

      Ahmadiyah di-Islam kelihatannya mirip dengan Mormon di-Kristen dengan nabi Joseph Smith, Jr.
      Orang sering tidak sepakat apakah Mormon merupakan bagian dari Kristen sebagaimana Ahmadiyah bagian dari Islam

  2. Sonia says:

    Kadang saya bingung dengan berita2 yang beredar atau membaca 11 butir penjelasan diatas.
    Berita yang saya tahu bahwa ahmadiyah menganggap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang nabi, ahmadiyah juga meniadakan jihad, kalo memang seperti itu, seharusnya ahmadiyah tidak mengatasnamakan Islam sebagai agamanya dan membuat sendiri nama agamanya itu.
    Tetapi kalau membaca penjelasan diatas, ya sama juga dengan Islam pada umumnya, cuma yang membedakan disini adalah ahmadiyah mempunyai guru yang namanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.

    Dari tulisan saya diatas dan pertentangan yang terjadi saat ini, sebenarnya seperti ahmadiyah itu ga usah neko-neko, jika memang beragama Islam ya amalkanlah ajaran Islam yang sudah ada ini dengan tidak membuat masalah yang menjadikan fitnah. Agama Islam ya Islam, ga usah ditambahi Ahmadiyah, atau apalah…yang membuat perbedaan dan pertentangan pada agama kita sendiri, sehingga agama lain merasa menang dan bangga menyaksikan perang saudara antara umat Islam, dan mereka akan memanfaatkan situasi ini dengan cara mereka. Untukitu mari kita beristighfar bersama “Astaghfirullohal ‘Adhiim, Alldzii Laaailaha illa huwal hayyul qoyyumu waatuubu ilaihi”, semoga perbedaan yang terjadi cepat dapat diselesaikan, jika memang ahmadiyah menganggap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang nabi, maka segera bertobatlah….!

    Mungkin pendpt sy tdk sesuai dengan pendpt anda…., tp menurut saya, semasih kita beragama Islam dan berpegangan Al-Qur’an dan Hadist, InsyaAllah akan selamat Dunia dan Akhirat, dan tidak ada pertentangan dalam agama Islam itu sendiri.

    • amad says:

      Kalo memang kita berpegangan Al-Qur’an dan Hadist, tentu menyadari hal ini akan terjadi. Karena memang sudah dikatakan di dalam Qur’an dan di dalam Hadist, bahwa nantinya umat Nabi Muhammad akan terbagi 73 golongan, dan hanya akan ada 1 golongan yang masuk surga, yg mana golongan itu? Golongab dimana ada aku (kata nabi Muhammad) dan sahabat2ku.

      Maka carilah 1 golongan ini, gimana cara mencarinya? Lepaskan ego bahwa kita berada di jalan yang benar dan udah paling benar. Kemabli menjadi orang yang tidak tahu sehingga kita akan menjadi orang yg kritis dalam mencari tahu kebenaran yang tersirat dalam Al-Qur’an dan Hadist.

  3. darmadi says:

    Kalau Muslim berseteru, Non Muslim akan tertawa senang. Baiknya, Kaum Muslim duduk bersama dalam dialog.Kalau tidak non Muslim akan memanfaatkan kasus ini untuk mendiskreditkan kita.Oke…

    • kevin says:

      @darmadi

      Bung Darmadi seharusnya pemikiran positip seperti anda ini datangnya dari tokoh 2x agama kita…

  4. jansen sitorus says:

    MARI KITA MENCARI KESAMAAN, DAN JANGAN MEMPERTENTANGKAN PERBEDAAN.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.