Gultom mati dipukuli, Siburian luka dikeroyok

Posted by Jarar Siahaan on May 15th, 2008 and filed under Kriminal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Agung Bastian Gultom, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, meninggal karena diduga dipukul seniornya. Di kampus lain, Tri Pramuda Siburian, taruna Akademi Polisi, luka-luka akibat dikeroyok 30 orang taruna Akpol.

Detik.com; Blog Berita

Siang ini Detik memberitakan, pihak Departemen Perhubungan mengakui adanya indikasi pemukulan terhadap Agung Bastian Gultom, mahasiswa STIP yang meninggal 12 Mei 2008. Diduga Bastian dipukuli seniornya saat latihan perang pora, dan dia tewas tidak lama setelah latihan tersebut. Tubuhnya memar pada dada dan tengkuk, seperti bekas penganiayaan, kata sumber Detik di RSUD Koja.

“Memang dari awal disinyalir adanya pemukulan dari taruna semester IV kepada Bastian. Enam belas orang telah diperiksa Polres Jakarta Utara,” kata Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Perhubungan, Dedi Darmawan. Dia berjanji, Departemen pasti akan memecat para mahasiswa yang terbukti memukuli Bastian. Sejumlah dosen STIP juga akan diperiksa dan diberikan sanksi.

Di kampus lain, Akademi Polisi di Semarang, seorang mahasiswa yang juga berdarah Batak, Tri Pramuda Siburian, dirawat di rumah sakit sejak 11 Mei lalu karena tubuhnya babak-belur dihajar 30 rekannya mahasiswa Akpol. Detik menulis, Kepala Bagian Publikasi Akpol, Kombes Bambang Purwoko, mengakui Tri Siburian dikeroyok. Dia menegaskan, kasus ini tidak akan ditutupi, dan provost telah sedang melakukan penyelidikan.

tafbutton blue16 Gultom mati dipukuli, Siburian luka dikeroyok

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

21 Responses for “Gultom mati dipukuli, Siburian luka dikeroyok”

  1. Deddy Samson Gultom says:

    Yahh, kita harus bisa menerima semua cobaan dari Tuhan Inang.Tapi palakk juga akulahh aparra!ga boleh gtu sebenarnya..emangnya ga ada ya aturan Hukum yang berwenang.Butimaa..Horas.

  2. roby heri saputra says:

    sekarang memang sudah BUKAN JAMANNYA dengan kekerasan,.. itu semua adalah produk peninggalan sistem pendidikan masa penjajahan JEPANG,. dari angkatan pertama didoktrinkan dengan KEBANGGAAN akan KEKUATAN dan KEKERASAN,. dulu memang berhasil membentuk disiplin, tapi sekarang jangan digunakan lagi,.
    harusnya sekarang kita menerapkan sistim pembentukan DISIPLIN dari DALAM DIRI Taruna sendiri,. atas dasar KESADARAN atau BUDAYA MALU yang terbentuk,.”SADAR UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA DAN MALU UNTUK MELAKUKAN KESALAHAN DAN PELANGGARAN”,.
    Terima kasih untuk semua orang yang perhatian terhadap almamater kami,.

  3. satya says:

    yaela…..ini bukan masalah ras ato apa…ini karena indonesia dari dulu dikuasai oleh yang namanya premanisme…beginilah jadinya yang lebih senior pengen hajar yang junior…yang junior pas udah senior jga begitu…lagian premanisme juga udah di mana2..contohnya aja satpol pp,234 sc.dkk…..o iya…sekolah yang isinya mahasiswa2 sampah kaya gitu tutup aja dah…tar klo sampah2 yang suka mukulin orang mengabdi pada negara mo jadi apa negara kita???makin bau sampah aja indonesia…

  4. angkatan tua says:

    semua komentar diatas adalah benar.
    itu uneg2 dan telah keluar ketika seekor cicak pergi.
    mereka tetap diam sebelumna, karena cicak masi berkumandang melagu menanda sesuatu bagi keinginannya. dan buat para pengharap – pengharap, isilah kantungmu dengan kepastian, memang hidup penuh kebijaksanaan, dari lahir kedunia hingga mati pun kita akan tetap membutuhkan kebijaksanaan. seperti memerlukan bantuan perawat/bidan saat lahir dan pemandi – pemandi jenazah dan penggali – penggali makam dan pembaca – pembaca do’a.
    namun bukan berarti kalian wahai_pengharap_, meluruskan kaki di gubuk sambil membiarkan anak – anak kalian menunggu datangnya kebijaksanaan.
    sesekali kebijakan pergi dari hati karena terusik tenangnya. semua akan dapat memahami, hanya dengan satu kata. kebijaksanaan.
    met jalan jack, aq. seniormu.

  5. Nia says:

    Gultom…….dia tu temen SMAq plus SMP tp aq juga gak seberapa kenal anaknya diemmm bgt, gak nyangka meninggal begitu cepatt..aq baru tau pas ada reuni smp..tanggal 15 juni kemaren…. gultom semoga kamu tenang disana.. and buat keluaga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran

  6. Siradja Oloan says:

    Masih di bangku sekolah saja sudah pandai main keroyokan kau kawan..,apalagi sudah lulus nanti bisa-bisa jadi Gembong mafia kau kawan…

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.