Sophan Sophiaan meninggal

Aktor film dan politisi Sophan Sophiaan, 64 tahun, meninggal dunia Sabtu pagi setelah mengalami kecelakaan reli sepeda motor.

sophan-sophian Sophan Sophiaan meninggalSophan, yang ikut dalam reli keliling Jawa dengan sepeda motor 100 Tahun Kebangkitan Nasional, mengalami kecelakaan di jalan raya Ngawi-Solo, di desa Plangor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sekitar pukul 09.15 WIB. Menurut saksi mata, Sophan berusaha menghindari lubang besar di jalan, namun suami aktris Widyawati ini kemudian kehilangan keseimbangan dan terperosok.

Sophan lahir di Makassar pada 26 April tahun 1944. Ayahnya adalah mantan Dubes RI di Rusia Manaii Sophiaan. Sebagai seniman, mendiang Sophan mengawali karir sebagai pemain film pada 1971 dalam film berjudul “Lisa”. Dia juga tampil dalam “Pengantin Remaja” dan “Letnan Harahap”, yang mengantar dia terpilih sebagai Pemeran Utama Terbaik dalam FFI 1978 di Ujung Pandang (Makassar).

Mendiang juga dikenal sebagai sutradara film dengan karya “Jinak-Jinak Merpati”, dan “Jangan Ambil Nyawaku”. Setelah ikut mendirikan PDI-P, Sophan Sophiaan menjadi anggota DPR, tetapi mengundurkan diri tahun 2002.

Sumber: BBC

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

4 Responses to “Sophan Sophiaan meninggal”

  1. Entahlah di tempat kalian, tapi di Surabaya, pawai moge ini ternyata lebih banyak merugikan rakyat kecil. Karena mereka harus “diminggirkan” demi lewatnya moge-moge ini. Selain itu, kurang bijak nampaknya, disaat rakyat kecil was-was menunggu naiknya BBM, ratusan moge justru tengah pawai.

    Tapi, selamat jalan buat bung Sophan. Semoga segala amal baik diterima disisi-NYA. Amiiin…….

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 19 May 2008:

    Benar banget.Pengendara Moge Arogan. Sok, jagoan di jalan raya.
    Biar kata, sering bikin bakti sosial, gue tetap sebal sama pengendara moge. Kayak jagoan tengik.
    Kok Sophan Sopian yang katanya peduli rakyat, suka naek moge.Pasti arogan juga di jalan raya.

    [reply to this comment]

    surahmanto reply on 20 May 2008:

    uugh…persepsi orang dalam melihat suatu masalah memang tergantung dari kacamata masing2. Ibarat 7 orang buta menjelaskan bentuk gajah. oke….itu mah nggak penting bagiku. Yang penting bagaimana kita bisa memahami dan memaklumi pendapat orang lain. Met jalan pak Sophan S…….siapapun kamu, tragedimu membuar aku menyayangkannya. Kenapa berahir dlm”situasi” seperti ini.

    [reply to this comment]

    JoeS reply on 22 May 2008:

    jangan pakai kaca mata orang kaya yang tak peduli sekitar. tapi via nurani, rasa keadilan terhadap sesama pemakai jalan, kepedulian terhadap keadaan sosial sekitar.
    Contoh yang sempat heboh, 6 moge menerobos dan melintas bebas di tol jakarta tanpa mengindahkan petugas dan polisi di pintu masuk tol.
    sederhana saja. kalau tipe almarhum seperti moge’rs lainnya..dia arogan.

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.