Untuk browsing Internet yang cepat dan aman PAKAI FIREFOX 3.5 jangan IE. FIREFOX diunduh lebih dari 934 juta kali.

KLIK DI SINI menangkan beberapa laptop

Jangan lewatkan edisi khusus Tempo

Posted by Jarar Siahaan on May 20th, 2008 and filed under Majalah Tempo. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Juni 1815 Thomas Stamford Raffles pergi ke Tengger, Gunung Bromo, mencari manuskrip khazanah lokal. Raffles pulang ke London dengan membawa 30 ton dokumen tentang Jawa.

Jarar Siahaan; Blog Berita; Toba Samosir

Pekan ini majalah Tempo beredar dengan edisi khusus yang super-tebal. Berita utamanya mengulas 100 naskah bersejarah yang pernah terbit sejak 1908 dan dinilai berpengaruh terhadap gagasan kebangsaan. Seratus teks itu berupa buku, pidato, laporan jurnalistik, polemik, renungan, roman, dan puisi.

tempo sampul 100 Jangan lewatkan edisi khusus TempoUntuk memilih 100 teks bersejarah itu, selama satu bulan redaksi Tempo berdiskusi dengan sejarawan Taufik Abdullah dan Asvi Warman Adam, esais Goenawan Mohamad, penulis Parakitri Tahi Simbolon, sosiolog Dr Ignas Kleden, dan penerbit buku Putut Widjanarko.

Tempo menulis: Ignas Kleden secara cemerlang mengajak kami memberikan perhatian pada buku-buku mengenai atlas atau peta. ”Saya kira atlas-atlas karya Adam Bachtiar sangat penting,” katanya. Adam Bachtiar adalah pembuat atlas pertama di Indonesia pada 1952. Usul Ignas itu mengingatkan kita, seperti pernah ditulis seorang kolektor peta Amerika bernama Thomas Suarez dalam Early Mapping of South East Asia, bahwa kolonialisme di Nusantara dimulai dari peta. Negara-negara Eropa saat itu bersaing mengirim para mualim unggul dan ahli kartografinya untuk memetakan wilayah Nusantara.

Sejumlah teks kami pilih karena menampilkan perlawanan. Dari khazanah pidato, misalnya, ada ceramah Ki Hajar Dewantara, Seandainya Aku Seorang Belanda. Juga pidato Mochtar Lubis, Potret Manusia Indonesia, di Taman Ismail Marzuki, yang menghantam kemunafikan manusia Indonesia. Selain itu, ada polemik pembaruan pemikiran Islam dari Nurcholish Madjid atau seminar ekonomi dan keuangan yang diselenggarakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1966.

Ada juga buku yang membongkar mitos-mitos kebangsaan. Pemberontakan Petani Banten karya Sartono Kartodirdjo kami pilih karena membuktikan bahwa bukan hanya orang terpelajar yang menggerakkan sejarah, tapi juga orang kecil. Juga kami memilih tulisan-tulisan Soedjojono tentang nasionalisme dan seni rupa yang dengan brilian memaparkan bahwa seni rupa Indonesia memiliki watak modernismenya sendiri. Tak lupa catatan-catatan perjalanan, seperti lawatan wartawan Adinegoro ke Eropa, yang membandingkan karakter kita dengan karakter orang Eropa, perjalanan keliling jurnalis Parada Harahap ke Sumatera, atau petualangan sastrawan Gerson Poyk ke pelosok-pelosok terpencil Indonesia.

  • Tanggal 2 Januari 1970 di sebuah diskusi di Jalan Menteng Raya 58, seorang pemuda mengungkapkan sesuatu yang tidak saja baru bagi audiens di hadapannya, tapi juga bagi dirinya. Ia Nurcholish Madjid, usianya 31 tahun, dikenal karena aktivitasnya di Himpunan Mahasiswa Islam dan tulisan-tulisannya tentang Islam.
  • Buku Catatan Seorang Demonstran menggelorakan kaum muda melawan penguasa bobrok. Perlu 11 tahun sebelum bisa diterbitkan.
  • Sebuah tulisan Pramoedya Ananta Toer di koran Bintang Timur pada 1963 menancap di benak Gerson Poyk. Pram, pengasuh pojok kebudayaan Lentera, menganjurkan kepada mereka yang berminat menjadi penulis agar memiliki jiwa nasionalis. Dengan biaya sendiri, hasil berkebun, dan menjual obat penurun kolesterol, Gerson berencana menerbitkan tulisan-tulisan di bawah judul Mati Ketawa Keliling Indonesia.
  • Ada suara bising di bawah tanah,
    ada suara gaduh di atas tanah,
    ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah,
    ada tangis tak menentu di tengah sawah.
    Dan, lho, ini di belakang saya,
    ada tentara marah-marah.

Seperti pernah kusampaikan di Blog Berita: Setiap habis membaca Tempo, simpanlah dengan rapi, karena Tempo bukan sekadar media berita melainkan buku eksklusif.

Cari dengan Google - Ketik kata kunci dalam kotak
Tautan ke artikel ini
1. Klik dalam kotak kode
2. Klik-kanan lalu pilih Copy
3. Paste-kan ke blogmu dalam mode HTML
kotak kode
Selamat ngeblog blogberita.net
tafbutton blue16 Jangan lewatkan edisi khusus Tempo

Konten Web ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik ke artikel yang dikutip. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email

Comments are closed

Advertisement

Terjemahkan Artikel Ini

Website Translation

NETBOOK LAYAR SENTUH-KECIL SEUKURAN BUKU-WINDOWS XP ORISINAL-CUMA RP5,5 JUTA

MENULIS TANPA KEYBOARD, SENTUH DENGAN JARI PUN BISA, LAYAR BISA DIPUTAR-PUTAR SESUAI SELERA

HASILKAN UANG VIA INTERNET

LIDAH TERPANJANGGG... SIAPA MAU DICIUM COWOK INI?

KLIK untuk membaca berita-berita unik

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video Unik

Pesan Blog Berita @Twitter Tanggapi, lihat di bawah

SMS-SMS Blog Berita Lihat di bawah untuk menanggapi...

    KLIK - TANGGAPI ATAU BACA SEMUA PESAN


    LIHAT ARTIKEL SESUAI RUBRIK

    Arsip Bulanan

    Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Berita Balige Toba Samosir kisah inspiratif info internet komputer feature khas unik liputan video opini pembaca artikel khusus Asli Jarar tips ngeblog menulis jurnalistik. Pengelola BlogBerita tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel kiriman pembaca. Jarar Siahaan di Kabupaten Tobasa Sumatera Utara Indonesia.