Aku membunuh tikus, jadikan bentuk pasif
“Dokter, setiap malam aku bermimpi main sepak bola.”
“Nih, aku kasih obat agar tak bermimpi lagi.”
“Besok saja, dokter. Nanti malam pertandingan final.”
Dikirim oleh Dian Sidauruk dari Bali
“Baru aku tiba semalam di Jakarta ini tetapi sudah banyak orang tau margaku”
“Bagaimana kau tau itu?”
“Setiap aku angkat telepon itu orang-orang itu selalu memanggilku halo… halo…Kata orang-orang kalau di kota orang bikin pendek-pendek nama. Lince dibilang Lin. Apa kau bilang sama orang-orang itu aku Haloho?”
“Jika aku mati apakah kamu akan kawin lagi” Tanya suami ke istrinya.
“Nggak, aku akan tinggal bersama saudariku”. Jawab si istri. “Bila aku mati, apakah kau akan kawin lagi” Tanya si istri.
“Nggak. Aku akan tinggal bersama saudarimu”. Jawab si suami.
“Mengapa banyak orang berlari-lari?”
“Ada pertandingan lari. Yang menang akan mendapat piala”
“Bila hanya yang menang yang mendapat piala, mengapa yang lain ikut berlari?”
“Poltak, ubahlah kalimat ini jadi kalimat passip: Aku membunuh tikus”
“Kau dibunuh tikus,” jawab Poltak.
“Tolong siram bunga itu, Junggal”
“Ini sedang hujan ayah”
“Pakai payunglah kau, tolol!”
“Cobalah kau sebut beberapa Situ yang ada di Indonesia!”
“Situ Bangendit di Jawa Barat. Situ Morang di Batak”
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Tulis komentar pada kolom di bawah