Pemain sinetron Steve Emmanuel berniat memeluk Islam, lalu mendatangi Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab untuk meminta bantuan.
Jarar Siahaan; Balige; Blog Berita
Okezone menulis, “Habib bilang, dia ingin membantu mengislamkan Steve asalkan keinginan itu datang dari diri sendiri. Tidak ada dorongan dari pihak mana pun dan tidak dijadikan alat-alat hal tertentu,” jelas kuasa hukum Steve, Indra Sahnun Lubis, Jumat. Kliennya yang kelahiran 17 Oktober 1983 itu tidak main-main ingin menjadi mualaf. Pemain sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta itu telah menggali pengetahuan seputar Islam dari banyak sumber. “Steve sudah belajar tentang Islam dari teman terdekatnya. Dia juga sudah dapat izin dari keluarga. Ibunya merestui.”
Setelah membaca berita ini, yang muncul di benakku bukanlah pertanyaan mengapa Steve menjadi Islam — apakah dia ingin bertobat misalnya dari kumpul-kebonya selama lima tahun lebih dengan artis cantik Andi Soraya. Bukan itu. Pertanyaannya ialah, mengapa dia meminta bantuan dari Ketua FPI dan bukan dari pemuka Islam yang lain.
Apapun alasanmu, Steve, harapanku adalah semoga kau tidak menjadi maniak agama setelah masuk Islam; semoga kau tidak menyebut agamamu sebelumnya sebagai tidak benar; dan semoga kau tidak menjadi ekstrimis.
Oh ya, apakah kau akan mengubah namamu menjadi kearab-araban? Saranku sih jangan. Namamu, Steve Emmanuel, adalah nama yang bagus. Anakku, yang beragama Islam — karena kupaksa menjadi Islam beberapa jam setelah dia lahir — namanya juga tidak islami: Gibran Johansen. Orang Islam yang baik, setahuku, bukan karena namanya yang islami, tapi karena perbuatan dan amal-ibadah yang islami.
Sumber foto: Kapan Lagi
Updated 6 Juli 2008: fitur komentar artikel ini ditutup
Karena belakangan ini banyak komentar pembaca yang semakin tidak nyambung dengan topik artikel dan bahkan saling menjelekkan agama lain, maka Blog Berita terpaksa menutup fitur komentar. Terima kasih atas pengertian kawan-kawan.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















manusia diberi akal untuk berpikir…saya setuju itu…nah kemudian al quran yang juga memiliki banyak sekali penafsirannya….namun al quran tetap 1 versi sebagai sumber yang asli yang tidak akan pernah berganti…karena itu janji ALLAH UNTUK MENJAGA KEMURNIAN ALQURAN DARI ULAH TANGAN MANUSIA…ALLAH MENJAMIN…
karena manusia mengembangkan interpretasi sehingga akan terjadi perbedaan yang dalam antara satu versi dengan versi yang lain … nah saat itu manusia seakan-akan sudah saling mempertahankan pendapatnya masing-masing…dan semakin lama-jurang perbedaan semakin dalam…nah saa itu kita perlu kembali ke sumber yang asli YANG HANYA ADA SATU VERSI SAJA…untuk mendamaikan keduanya atau beberapa pihak yang bertikai…inilah mukjizat alquran karena tetap terjaga satu versi….tapi kalau pada alquran juga telah ada beberapa versi maka sumber asli tidak ada lagi…sehingga manusia akan mengklaim bahwa hanya pendapatnya saja yang betul…ini akan memberikan peluang untuk terjadinya anarkhis…dan terpecah-belahnya umat…atau tersesatnya ummat…
di islam umat hanya ada 2 secara garis besar sunni dan shiah…ini pun terbagi bukan karena perbedaan dalam hal memandang cara penafsiran islam tapi karena muatan politik…walaupun perbedaan penerjemahan juga sedikit membonceng…
di islam kalau seseorang pergi ke suatu daerah yang asing terus di tengah-tengah perjalanan waktu sholat tiba…kebetulan ada masjid di lokasi yang terdekat kita boleh shalat di situ…walaupun mesjid orang shiah sekalipun…
subhanallah…betapa indahnya islam ya….
Arti Islam, bermuatan “damai dan sejahtera”, sangat mudah tangkap artinya dan jelas. Nah, saya sebagai non-muslim, memahaminya juga seperti itu. Persepsi dan interpretasi di luar itu, saya kira “ngarang”.
Orang pindah agama? Kenapa tidak. Itu haknya.
Pemeluk agama mengajak orang lain untuk masuk agamanya, juga tidak masalah. Sebab setiap agama memiliki tugas “mission”. Persoalannya, kita belum mampu melakukan mission itu dengan “damai” dan “etik”.
Ketika seseorang yang beragama Islam pindah agama Kristen, si Kristen, lewat medianya, lewat khotbahnya “memblow-up” sedemikian rupa, yang sering membuat jangankan yang beragama Islam tersinggung, malah di cibir yang beragama Kristen lainnya.
Apa yang salah disana? Kedewasaan yang kurang. Kita, sejak lama sudah bersama. Mengetahui ada perbedaan, tapi dengan tindakan bodoh, kita selalu mempersoalkan perbedaan.
Pengalaman saya selama puluhan tahun bersama-sama dengan sahabat-sahabat yang berbeda agama di Padang bahkan di lembaga tempat dimana kami bersama, sikap meng-amini perbedaan menghasilkan harmoni. Ketika hari Minggu, si sobatku yang juga berkemampuan khotbah jumat di Mesjid-mesjid dan saleh, menyindir “kok nggak laporan ke gereja?”. Sebaliknya, saya sebagai Kristen, selalu berupaya mendorong orang yang saya ketahui beragama Muslim termasuk PRT, untuk patuh terhadap ajaran, semisal mengingatkan jam Sholat, puasa dan memastikan PRT untuk sahur. Sederhana.
Peng-aminan kami terhadap perbedaan ini, dibangun atas dasar dan prinsip “tidak banyak orang yang pindah agama, kerena hasil perdebatan agama”. Biarlah orang beragama sesuai dengan kesadarannya, bahkan kesadaran untuk berpindah agama.
Tugas kita, tunjukkan bahwa agama bukan mengajar kita untuk saling membenci, tetapi saling mendukung, walau kita berbeda.
Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku. Amin
cuplikan menarik mengenai agama dan toleransi (dinukil dari http://quran.al-shia.com/id/qesseh-quran/26.htm):
quote:
“Sebagaimana Al-Qur’an menetapkan kemuliaan yang diperoleh oleh Nabi Isa saat ia diselamatkan dari tangan-tangan jahat orang-orang Yahudi yang ingin menyiksanya atau membunuhnya sehingga Nabi Isa terselamatkan dan dia diangkat ke langit. Rasulullah saw mewasiatkan kepada sahabatnya agar mereka memperlakukan orang-orang Masehi dengan penuh kebaikan, bahkan beliau menikahi Maria al-Qibthiya. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seseorang lelaki dari Bani Salim bin Auf yang bernama al-Hasin mempunyai dua orang anak yang masih Kristen, lalu ia masuk Islam dan bertanya kepada Rasulullah saw bagaimana seandainya ia harus memaksa kedua anaknya untuk memeluk Islam sedangkan mereka berdua menolak agama lain selain agama Masehi? Kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi:
“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama (Islam).” (QS. al-Baqarah: 256)
Ketika para utusan Najran dari kalangan kaum Masehi datang ke Madinah untuk berunding dengan Nabi, maka beliau memberi mereka setengah dari mesjidnya agar mereka dapat melaksanakan salat dengan cara mereka di dalamnya. Pada suatu hari Rasulullah saw berdiri untuk melakukan salat kepada seseorang jenazah lalu dikatakan kepadanya bahwa ia adalah jenazah Yahudi. Kemudian Rasulullah menjawab: “Bukankah ia adalah manusia.” Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengganggu secara aniaya seorang Yahudi atau seorang Nasrani, maka aku akan jadi musuhnya pada hari kiamat.” Terkadang kekuasaan akan langgeng meskipun disertai dengan kekufuran tetapi ia tidak akan abadi ketika disertai dengan kelaliman.”
unquote-
salam,
tolong lebih berhati-hati dalam berkomentar:
kalau anda non-muslim terus masuk islam dan anak anda belum berumur 15 tahun itu tugas anda untuk mengislamkannya kalau tidak anda akan jadi tebusa di hari kahir kelak…
kalau umur mereka telah lebih dari 15 tahun maka putuskan hubungan dengan mereka…dalam hal ini tidak ada kompromi sedikitpun….
jangan PERNAH MENYALATKAN ORANG SELAIN ISLAM…NABI TIDAK PERNAH BEGITU…
JANGAN PERCAYA BUKU-BUKU AGAM PRODUK ISLAM LIBERAL, ISLAM DEMOKRAT ATAU APAPUN LABELNYA…
PEDOMAN KITA ADALAH
1. ALQURAN
2 DAN HADIST (ADA 13 PERAWI HADIST-UNTUK MAHZAB SUNNI) JUMLAH HADIST ADA RIBUAN. JIKA HADIST TERSEBUT ADA DALAM KITAB SUSUNAN HADIST DARI 7 ULAMA HADIST SEPERTI BUKHARI, MUSLIM, DLL) MAKA HADIST TERSEBUT BENAR. KALAU TIDAK ADA TAPI ADA DI DALAM KITAB HADIST SUSUNAN DARI SALAH SATU 6 ULAMA YANG LAIN MAKA BOLEHLAH KITA PEGANG)
3. PENDAPAT ULAMA-ULAMA 4 MAHZAB, TABI’, TABI’IN, TABI-TABI”IN (GENERASI KETIGA), ULAMA SESUDAH TABI’-TABI’IN HINGGA SEKARANG TAPI KONSERVATIF TIDAK MEMIHAK DUNIAWI…ATAU ISTILAH LAINNYA ZUHUD PENDAPAT TERSEBUT ADA DALAM KITAB-KITAB MEREKA.
DURAHMAN TIDAK TERMASUK ULAMA.
ULAMA ADALAH ORANG YANG MEMILIKI KAPASITAS MENGELUARKAN FATWA KALAU DI IRAN GRAND AYATOLLAH ATAU MARJA, KALAU DI MESIR SHEIKH, DI NEGARA LAIN ADA GRAND MUFTI NAH KALAU ADA ORANG DI INDONESIA YANG MEMENUHI KAPASITAS INI MEREKA BOLEH MENGELUARKAN FATWA…(ADA BANYAK KRITERIA ULAMA YANG BOLEH MENGELUARKAN FATWA BUKAN SEMBARANGAN ORANG, CONTOH DI INDONESIA HAMKA DLL)
JANGAN PERCAYA PADA KETENTUAN-KETENTUAN YANG DIKARANG OLEH SEMBARANG ORANG…YA…
saya hanya ingin menjelaskan bahwa ISLAM tidak mengajarkan untuk menghina dan menyiksa orang dari agama lain. islam sangat toleransi dan sangat melindungi. kalau pun ada segelintir orang-orang islam yang melakukan sesuatu yang salah tolong jangan kesalahan mereka jangan dikaitkan karena agama mereka islam. boleh jadi mereka memang islam namun mereka tidak mengerti essensi dari islam.
kalau anda ingin bukti bahwa islam agama yang melindungi sekarang coba berikan contoh di mana ada sebuah negara yang mayoritas penduduknya islam menyiksa penduduk minoritas lain katakan yang menganut agama selain islam…jarangkan ditemukan faktanya…
ok sekarang coba kita lihat banyak sekali hinaan yang dilontarkan kepada kaum muslim oleh orang-orang non-muslim seperti membuat karikaturlah, menyebarkan berita bohonglah dsb namun pernahkah anda melihat orang islam menghina agama lain dengan angkuhnya…TIDAK ADA BUKAN…IYA…kalau nilai itu tidak diajarkan dalam agama islam….
Setelah saya baca-baca nampak asyik ya…jadi saya pikir saya juga mau bergabung dalam milis ini biar milis ini jadi beragam…
Ahh…Kurang Keren lagi…!!!
Sekalian Saja supaya basah beneran,dan lebih mau kesohor seantero Jagat Raya,Datangi Saja langsung Presiden Iran”Mahmoud Ahmadinejad”Buat membantu mengislamkan si Steve”.Si Habib Rizieq “Kurang Sangar Dan Kurang buas Lagi…“
Bang Oloan,
mungkin tadinye Steve kaga mo tanggung-tanggung, die mo cari Osama Bin Laden, cuman kaga tau nyarinye ke mane…
rizieq, ente jgn boong dong, ane gak pernah nitip salam kaya gitu.
ntar ente bilang, emang yang punya nama itu cuma ente? repot ama ente zieq. sok plurarisme ente..
muslimin, ane kaga bo’ong. waktu ane lagi ngelatih ente, ente bunyinye cuman “guk.. guk.. guk..” jadi ane terjemahin pake bahase manusia. ane pan jadi pelatih kaum ente di K9, jadi tau dikit-dikit maksud ente, kalu salah nerjemahin ya maap deh….
sok narsisme ente…
@Riziq,
Gua kirain cuma ikan yang punya agama.
Soal nya sodara nya tuch jadi pemimpin di Vatican.
@Escobar,
Sama Bang, tadinye juge ane kire cuman arang doang nyang punye agama, soalnye setelah dibakar terus-terusan ternyate sodaranye si arang tuch malah jadi bos di Ngruki.
min, ente perna denger istile ‘futurolog’?
huek.. kek.. kek…
Pusing2 amat ….
gak penting itu semua ….
banyak org gak mempelajari agama tapi aplikasinya jalan tuh …
menurutku itu lebih penting dibanding orang yg mempelajari agama
dan banyak bikin masalah …
bikin aja agama baru … yg lebih sempurna …
teknologi aja bisa .. kok agama tidak seh …
SALAM KENAL AZA,…..DARI PAULUS SEBASTIAN,….”NAMA GUE DULU…!SEKARANG MA BEDA,..ALHAMDULILLAH!
Okeh Bang Sebastian,
Selamet ye, salam kenal juga dari ane.
O ya, ade titipan salam dari temen ane Johannes Muslimin (dulunye Muslimin Abdullah), Halleluyah katanye…
“ADUUUUUUUUH MASALAH AGAMA,………TUCH BUKTINYA SEKELUARGA PAMAN AKU YG YG DI CANADA MASUK ISLAM SEMUA,WHY…….?DIANYA BILANG ISLAM ITU INDAH,….!
ampuuun dah ni orang. btw, salam kenal yak buat rizieq heheh komen2 elu maut!
Kepada Umat Muslim tidak ada gunanya berdebat dgn orang non muslim, karena menghabis-2kan waktu saja. Lebih baik kita berbuat sesuai dgn syariah Islam yang kaffah. Berdebat dgn orang yg membenci islam tentu mubazir, soalnya akidah juga sudah lain, ngapain kita susah-2 untuk menjelaskan mengenai ajaran kita. Kedepannya lebih baik kita perdalamkan Alquran dan Sunnah Rasul dan amalkan, bukankan Islam itu Rahmatanlil Alamin. Kepada Umat non Muslim, kalau ingin menjadi pemeluk agama anda yang baik juga perdalami agama anda dan jangan mendalami Islam setengah-2, karena akan menambah kebencian anda saja. Kalau anda ingin mencari kelemahan agama orang lain pelajari kitab sucinya secara penuh, jangan dilandasi kebencian. Karena di dalam ajaran Islam terdapat toleransi yg tinggi. Kemudian kalau ingin beragumentasi mengenai ajaran-2nya, beragumentasilah dengan mereka yang ahli pada bidang agamanya masing-2, supaya kita tidak berdosa.
Betul sekali. Orang Kristen disini kebanyakan memang tidak open-minded.
@Agam
“Orang Kristen disini kebanyakan memang tidak open-minded” ??????
ck.. ck.. ck..
buat Sudare-Sudare ane nyang Kristen, maap ye.. ma’lum Bang Agam masi berobat jalan, otaknye keteken terlalu lame, abis hobinye duduk sih…
Dari omongan loe, loe pasti sering makan babi.
Habis enak sih, he he he
@agam
Kalu ane makan babi, masi oke la…
tapi kalu ente makan babi, itu namanye kanibal Gam…
hue..kek..kek..