Camat Habinsaran masuk penjara

Camat Habinsaran ditahan kejaksaan pada Senin malam. “Bukti sudah cukup. Kita tahan dia supaya proses pemeriksaan lebih lancar,” kata Kajari Balige Tumpak Simanjuntak.

BS, camat tersebut, diduga mengorupsi dana pemekaran desa sebesar Rp120 juta. Sembilan desa tidak jadi dimekarkan, tapi dananya tidak dia kembalikan ke kas daerah. Ada informasi, BS mengalihkan dana itu untuk proyek lain. Senin malam dia dijebloskan ke LP Balige sebagai tahanan kejaksaan. Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Balige.

Seorang pemuka masyarakat Kecamatan Habinsaran pada Selasa siang datang ke Balige dengan tujuan menjumpai Bupati Tobasa Monang Sitorus. Blog Berita bertemu dengannya di lokasi parkir kantor bupati.

“Saya mau membicarakan kasus Camat dengan Bupati. Saya melihat ada kesan hanya pejabat-pejabat kelas rendah yang saat ini ‘diambil’ oleh kejaksaan. Sementara masih banyak pejabat setingkat kepala dinas yang korupsinya jauh lebih besar tapi tidak ditahan,” katanya, berpesan agar identitasnya tidak ditulis. [blogberita.net]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

22 Responses to “Camat Habinsaran masuk penjara”

  1. Nampaknya pihak kejaksaan hanya mengorbankan ikan teri untuk memenuhi target, ikan kakap dijadikan menjadi menu khusus santapan malam.

    [reply to this comment]

  2. Prestasi Tobasa memang baru seputar korupsi. Yang lain belon.
    Yang maju cuman korupsi doang.Apalagi kota Balige. Dari tahun ke tahun kagak ada kemajuan. Kotanya kumuh dan banyak maksiat dan minuman keras.

    [reply to this comment]

    Desy Hutabarat reply on 30 May 2008:

    sok tau!
    Saya, asli orang Balige. Dimana nya kau tengok kumuh?Sepertinya kau pernah merasakan maksiat dan minuman keras disitu?
    Sok tau!

    [reply to this comment]

    Edi reply on 30 May 2008:

    Ngga usah marah ito, bang darmadi itu orang balige asli nya. Cuma dia nyamar aja supaya blog ini laku. Karena kalau tidak ada dia nggak bakalan rame.

    betul nggak lae darmadi…?

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 31 May 2008:

    @ Desi Hutabarat
    Gue pernah, ngomong ama penjaga WC UMUM.” Pak, WC nya bau,” kata gue. Eh.. dia malah marah2. WC ini, kagak bau..katanya.

    Dia memang kagak salah. Dia nggak nyium bau WC, karena dia udah terbiasa dan tinggal di situ.

    Yang tau, WC itu bau, ya orang luar.

    Gue bukan orang Balige. Tapi beberapa kali ke Balige.
    Karena gue orang luar, jadi gue tahu menilai kondisi di Balige, dibanding orang dalam.
    Mudah2an ilustrasi diatas, jadi masukan.

    darmadi reply on 31 May 2008:

    Gue, orang Padang. Tapi makan saksang.

  3. jadi siapa dong camat habinsaran sekarang?

    [reply to this comment]

    Edi reply on 30 May 2008:

    Mau ya, udah..buruan buat CV. tapi kumpulin dulu massa buat dukung loe, jangan lupa siapin duit dulu yang banyak buat nyogok.

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 31 May 2008:

    Taukk.. Emang gue pikirin.

    [reply to this comment]

  4. @Darmadi
    Ilustrasi yang aneh.Dan kaupun udah salah, kau kenapa aneh dengan WC yang bau?Orang itu tempat buang air besar dan kecil,WC umum pulak, mana kita tau2 orang yang buang air disitu entah bau apa.Kalo wangi justru aku bingung.
    Kek mana pulak ilustrasi itu?Kalo kau bukan orang Balige, jangan liat Balige dari jelek2 nya aja.Kalo melihat jeleknya, anak kecil pun mampunya.Banyak kali cakapmu

    [reply to this comment]

    Pendatang reply on 1 July 2008:

    Disitulah begonya kau ito, kenapa kau bingung kalo nengok WC wangi, dasar kau kampungan kau, kau itu bagaikan katak dalam tempurung. Coba kau jalan2 ke Medan Mall atau Carefour, coba kau masuk ke WCnya, pasti wangi. Makanya ito sekali2 pergi ke kota Medan atau kalo ada duitmu ke Jakarta, biar tahu kau, jgn asyik di Huta aja, ya jadi Gobloklah.

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 3 July 2008:

    @ Pendatang

    Karena loe biasa dengan WC yang bau di rumah, jadi begitu loe masuk WC Carefour jadi wangi.

    Bagi gue, WC Carefour / Medan Mall tetap bau pesing.

    [reply to this comment]

    Pendatang reply on 17 July 2008:

    WC dirumahku wangi, aku selalu menaruh kapur barus di kamar mandi supaya wangi, itulah begonya kau lae darmadi, hidungmu pula hidung babi, yang wangi kau bilang bau pesing, makanya jgn kebanyakan makan sangsang kau, sekali-sekali makan pizza, hamburger biar kau tahu mana yg wangi dan mana yg bau. taik kok dimakan…. darmadi….darmadi…

  5. Saya berasal dari Habinsaran (tepatnya Parsoburan, ibukota Kecamatan tersebut).

    Saya ingin berterimakasih kepada Bapak Jarar karena telah memuat berita tentang Habinsaran, sebab isu tentang retaknya hubungan antara pemimpin setempat sudah lama merebak, mungkin inilah awalnya.

    Saya sudah membaca berita-berita Anda sejak masih bekerja di Majalah HORAS, Jakarta. Ulasan Anda sangat bagus, mudah-mudahan berita ini terus berkembang sehingga kabupaten Toba Samosir semakin maju, termasuk WC Kantor Bupati.

    Hormat Saya,
    Ishak H. Pardosi, S.S
    Penulis Buku Pada Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta

    BLOG BERITA: terima kasih, lae ishak. sebenarnya waktu itu, sekitar tiga tahun lalu, aku tidak bekerja di majalah horas, cuma penulis lepas.

    [reply to this comment]

  6. keadilan harus ditegakka…. teriakasih buat kejari balige yang telah menempatkan camat BS pada tempat yang selayaknya… karena uang rakyat bukanlah uang pejabat tapi uang pejabat adalah uang rakyat…tingkatkan kinerjanya…salam horas….

    [reply to this comment]

  7. Kajari tidak adil dan pilih bulu dalam memberantas korupsi, kenapa ikan2 kecil yg ditangkap, sedangkan ikan besar bebas. contoh kasus Bupati tobasa 3 M yg sebelumnya dilimpahkan ke Kajari namun tiba2 di ambil alih Poldasu tapi sekarang kasusnya sudah tenang. Gak usah soklah Kajari, saya tdk bertepuk tangan buat Kajari dan tdk ada yg perlu dibanggakan dari Kajari. yg iyanya Kajari sudah menerima SUAP dari BUPATI TOBASA makanya kasus 3 M adem ayem.

    [reply to this comment]

  8. Wajar aja Kejaksaan Negeri Balige, hanya mampu menjebloskan seorang camat ke penjara, dengan kerugian negara yang kecil pulak. Menurut saya kesalahannya terletak pada Bapak Camat yang kurang pintar dan piawai menyembunyikan “korupsinya”.

    Barangkali beliau ini lupa belajar dari bossnya yang diduga menilap dana 3 M. Padahal sangat gampang, tanya aja resepnya sama Tobasa 1, bagaimana cara hingga kasus yang jauh lebih besar merugikan negara dapat terpendam di Polda-SU. Makanya, pak Camat selama di tahanan berupayalah untuk belajar lebih banyak dan ikuti patron komandan.

    Buat Kejaksaan Negeri Tobasa, kami tahu, selalu aja ada excuse kenapa tidak menjebloskan para Kadis, PPK, Anggota Dewan. Pasti jawabnya klasik “belum ada bukti permulaan yang cukup”. Ya, kan Pak Jaksa?

    Kalau udah berani nangkap camat, tinggal latihan sedikit lagi akan mampu juga menjebloskan pejabat-pejabat yang leluasa menilap uang rakyat. Janganlah pula malah menurun, menangkapi kepala desa atas tuduhan penyelewengan Raskin, atau Kepsek SD, atas dugaan dana BOSS. Bah, sega hita annon.

    [reply to this comment]

    masyarakat peduli tobasa reply on 3 July 2008:

    saya setuju dengan pak Poltak. tapi yg sebenarnya kajari udah disumpel lobang mulut dan lobang pantatnya dgn uang oleh koruptor kelas kakap.

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 3 July 2008:

    Emangnya ada koruptor kelas kakap di Balige.
    APBD Tobasa cuman secuil, menggaji PNSnya aja pas2an.
    Menggaji Office Boy aja kagak bisa, sampe WCnya bau.

    Korupsi di Balige, kayaknya kecil. Cuman warganya aja, bawaannya curiga melulu ama pejabat.

    [reply to this comment]

    Poltak Simanjuntak reply on 3 July 2008:

    @Darmadi
    Kecil-kecil, Kabupaten Tobasa bisa menghasilkan dugaan korupsi 3 M, bisa menggaji ratusan orang Office Boy bah. :)

    Pendatang reply on 17 July 2008:

    @Darmadi

    kecil kau bilang, kau bukannya menetap di balige, tapi merantau kenegeri orang tapi lagakmu sok tahu, korupsi Bupati 3 M apa kau bilang kecil ? memanglah si darmadi ini bodohnya kelewat, inilah manusia yg hidup segan mati tak mau, siapa sih guru matematikumu lae…. ?

  9. sayang nai tiki munai holan lao marbada muncung….
    godang do pe ra angka naasing naboi hataan..

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.