Pesan Sophan Sophiaan sebelum wafat

Posted by Jarar Siahaan on Jun 1st, 2008 and filed under Selebriti, politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Dia mengajak Erros Djarot membuat film untuk membongkar korupsi dan kebusukan orang-orang partai politik. ”Kita bikin saja filmnya, biar rakyat tahu siapa mereka sesungguhnya.”

Siapa yang tidak kenal almarhum Sophan Sophiaan, 64 tahun, bintang film senior yang jadi panutan kalangan selebriti karena senantiasa rukun dengan isterinya yang juga aktris papan atas, Widyawati. Selain sebagai aktor, Sophan juga dikenal sebagai politisi yang lurus. Dulu dia nekat mundur dari jabatannya di DPR, dari Partai PDI Perjuangan, karena tidak tahan lagi melihat ulah oknum-oknum wakil rakyat yang korup.

Tentang Sophan Sophiaan, ada yang menarik pada artikel Erros Djarot di majalah Tempo edisi pekan lalu, yakni soal keinginan Sophan membuat film membongkar kebusukan politisi kita. Djarot menulis:

Berbagai kekecewaan terhadap partai dan ”kawan-kawan” seperjuangannya semasa melawan rezim Orde Baru sering kali diungkapkan dengan membujuk saya untuk membuat film tentang peristiwa politik di balik gerakan Reformasi. ”Kita bikin saja filmnya, Ros, biar rakyat tahu siapa mereka sesungguhnya. Kita bongkar berbagai kebusukan teman-teman kita yang tega jadi pelacur, menjual rakyat, dan memperkaya diri sendiri.”

Erros Djarot adalah sahabat Sophan, sama-sama orang film. Sebelum mendirikan Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan [PNBK], Erros terkenal sebagai pencipta lagu legendaris Badai pasti berlalu, sutradara film hebat Tjoet Nja’ Dhien, dan wartawan idealis yang ikut melawan Soeharto dan Harmoko dengan risiko tabloidnya, Detik, ditutup oleh pemerintah.

Dalam artikel di Tempo, Erros juga menulis mengapa Sophan Sophiaan lebih tepat dijuluki sebagai seorang moralis ketimbang politikus: Dunia politik yang biasanya bergerak dan berpusar di antara kata ”menang” dan ”kalah”, dalam khazanah politik seorang Sophan diganti menjadi masalah ”benar” dan ”salah”. [blogberita.net]

tafbutton blue16 Pesan Sophan Sophiaan sebelum wafat

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

14 Responses for “Pesan Sophan Sophiaan sebelum wafat”

  1. Agam says:

    Kalo ngomongin yang sudah almarhum, biasanya yang baik-baik saja

  2. affandi says:

    kamu tahu apa soal bang Sophan? hey Darmadi jangan buat orang lain tersinggung termasuk aku!!!!!

    • kevin says:

      @Affandi

      sudah..sudah bang Darmadi ini dulunya mau dipasangkan dengan widiawati dalam film Pengantin Remaja eh taunya tiba2 diganti oleh sutradaranya dengan sophan shopian karena lebih ganteng..

      • darmadi says:

        @ Kevin

        He..he…he… Gue bukan zamannya Roy Marten dan Yati Octavia.
        Tapi zamannya Rano Karno dan Yessy Gusman. He…he

    • darmadi says:

      @ Affandi

      Adalah lebih menyakiti hati rakyat desa, ditengah krisis ekonomi. Beras susah, minyak susah. Ehh Sophan Sophian datang pake Moge seharga 500 juta. Pakai konvoi puluhan Moge, lagi. Sementara rakyat, makan senin kamis.

      Apakah itu bukan pamer kekayaan di tengah -tengah rakyat yang menjerit?
      Kalau dia tidak menyadari itu, berarti dia tidak punya ‘rasa sensitif’ terhadap sikon saat ini.

      Kalau dia mantan wakil rakyat,dia semestinya faham.
      Tapi kenyataannya tidak sama sekali.

      Paling2 ngasih bantuan 2-3 karung beras dan disorot TV. Kemudian bicara sedikit keras mengenai politik. Selesai.

  3. affandi says:

    Mas Darmadi kalau komentar harus ada pembuktiannya dulu jangan hanya bisa omong doang Tahu!!!!!!!

  4. medan says:

    anegh tuh kematian bang sophan..
    *jadi curiga ane*

  5. sumeegoru says:

    kalo bang darmadi bisa ngomong kaya gitu?lebih hebat dong brarti…

  6. darmadi says:

    Selain artis dan mondar-mandir naik moge, gue belon lihat ada gebrakan Sophan Sophian untuk bidang politik.

    Sophian, kagak ada bedanya dengan artis2 yang laen yang masuk panggung politik.
    Cuman, jadi penggembira doang.
    Atau lebih tepat lagi, dia pecundang politik.
    Udah tau, dunia politik penuh dengan trik,lobi dan uang, kenapa dimasuki.
    Loe, cuman menang karena artis doang. Kayak Marissa Haque.
    Tak lebih dari, kelompok penggembbira dalam politik, yang kagak punya makna apa2.

    • darmadi2 says:

      kalo urusan nyolot, kog selalu duluan Dar, gak ada kerjaan lain yak!

      • binyun says:

        @darmadi

        Menurut ane, buat ape buat gebrakan politik kalau gebrakannye hanye menjerumuskan diri sendiri ke jurang kenistaan seperti yang terjadi pada perwakilan2 rakyat akhir2 ini.

        Almarhum Sophian telah membuat gebrakan moral dalam politik. Paling tidak kepergiannya tidak meninggalkan noda hitam.

        Ane yakin, sekian tahun menjadi perwakilan rakyat dia udah mencoba melakukan sesuatu yang terbaik untuk bangsa ini. Hanya saja cita2nya menjadi tenggelam atau larut ditelan arogansi kekuasaan atau hati nurani
        yang telah buta.

        Ketika orang berkecimpung dalam dunia politik ada tiga hal yang menyertainya:

        1} memang mempunyai tujuan luhur dan rasa cinta
        bangsa. Tujuan perjuangannya adalah untuk
        memperbaiki, mencerdaskan serta meningkatkan taraf
        kehidupan bangsa ini sehingga menjadi sebuah
        bangsa yang besar;

        2) bertujuan untuk mencari kekayaan (memperkaya diri)
        dengan memanfaatkan kekuasaan atau jabatannya;

        3) pada awalnya mempunyai tujuan seperti point 1
        diatas, tapi dalam perjalanan terjebak oleh
        tumpukan uang, wanita2 yang menggoda iman sehingga
        melenyapkan akal sehat.

        Tentu saja kita tidak boleh berhenti berharap bahwa dari sekian banyaknya wakil2 rakyat yang sudah menghianati hati nuraninya, kita masih bisa menemukan wakil2 rakyat yang jujur, idealis, bermoral dan mendahulukan kepentingan rakyat.

        • darmadi says:

          @ binyun

          Bagaiman Sophan Sophian bisa membuat gebrakan politik.

          1. Dia hanya artis cabutan yang masuk partai, jadi dia tidak punya massa akar rumput.

          2. Hanya tokoh yang punya massa yang kuat membuat suatu gebrakan. Bahkan, dalam Partai PDIP pun, Sophian seperti kerikil dalam sepatu. Karena sering bersuara miring terhadap partai sendiri.
          Padahal, selaku Kader dia mesti tahu, hal itu tabu dalam sebuah partai.

        • binyun says:

          @Darmadi

          Sirik amat sih…………..loe, Dar.

          Wah… loe kacau, bapaknye juge pejuang, coy. Jadi, bukan sekedar artis cabutan tapi dia memang punya potensi. Dan soal massa akar rumput, siape bilang die tidak punye? Hati2 lo…. massanya bise marah ame loe.

          Soal dia seperti kerikil dalam sepatu, la..iyalah…
          Wong sepatunya garing dan penuh debu.

          Ane juge akan keluar dari partai kalau kiprahnye sudah tidak cocok dengan hati nurani. Dan soal suara miring, harus dilihat dari mane dulu. Menurut ane, suara miring itu perlu, guna mengoreksi diri. Kalau semua suare tegak lurus malah berbahaya. Ibarat mobil tidak punye rem. Bablasss… nabrak sana nabrak sini. Begitu coy………..

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.