Gaji dokter PTT & bidan desa segera naik

Insentif Rp5 juta yang cuma diberikan kepada dokter di daerah sangat terpencil akan dikaji ulang. Pengangkatan dokter PTT menjadi pegawai negeri dipermudah.

Blog Berita mengutip Koran Tempo hari ini: Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan Sjafii Ahmad mengatakan, Depkes telah mengusulkan kepada Departemen Keuangan supaya gaji dan insentif dokter pegawai tidak tetap [PTT] dinaikkan. Gaji dokter PTT yang ditempatkan di daerah kriteria biasa diusulkan naik dari Rp 1,18 juta menjadi Rp 1,738 juta, gaji dokter di daerah kriteria terpencil dinaikkan dari Rp 1,53 juta menjadi Rp 2,08 juta, dan gaji dokter di daerah kriteria sangat terpencil dinaikkan dari Rp 1,73 juta menjadi Rp 2,288 juta.

Pemerintah juga sedang menghitung jumlah insentif saat ini, senilai Rp 5 juta, yang hanya diberikan kepada dokter di daerah sangat terpencil. Diharapkan tidak terjadi kesenjangan yang terlalu jauh antara dokter di daerah biasa, terpencil, dan sangat terpencil. “Daerah sangat terpencil sekarang menjadi daerah favorit,” kata Sjafii.

Selain dokter, pemerintah berencana menaikkan gaji bidan di daerah kriteria biasa dari Rp 590 ribu menjadi Rp 1,429 juta, dan bidan daerah terpencil dari Rp 790 ribu menjadi Rp 1,729 juta.

Pemerintah telah mempermudah pengangkatan dokter PTT menjadi pegawai negeri. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007, dokter yang sedang dan yang telah menjalani masa PTT mempunyai peluang diangkat sampai usia 46 tahun jika bersedia ditempatkan di daerah terpencil sampai lima tahun. Sebelumnya, pengangkatan hanya dibatasi hingga usia 35 tahun.

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

20 Responses to “Gaji dokter PTT & bidan desa segera naik”

  1. Semoga wacana ini segera direalisasikan oleh pemerintah, dan semoga dengan hal tersebut, pelayanan kesehatan dari para tim medis terhadap para pasian semakin meningkat

    [reply to this comment]

  2. Dari dulu pemerintah kok berubah2 peraturannya tentang dokter dan tenaga kesehatan pada umumnya. heran
    Mau sharing neh,
    Menurutku pendidikan tenaga kesehatan saat ini perlu ditinjau kembali, kayaknya ga terkendali pertumbuhannya, sementara daya serapnya kurang, padahal berbeda dengan lulusan program lain yang mudah alih profesi, lulusan tenaga kesehatan sudah ter-cap harus bekerja di bidang kesehatan.
    Akibatnya saat ini masa depan tenaga kesehatan suram banget,dimana2 pada nganggur. kualitasnya juga rendah karena inputnya juga gak seketat dulu.
    Padahal pekerjaan mereka menyangkut nyawa manusia.
    Saya merekomendasikan:
    1. Pemerintah perlu membatasi jumlah sekolah2 bidang kesehatan yg sudah jenuh.
    2. Pemerintah menawarkan beasiswa ikatan dinas pada mahasiswa FK Negeri supaya bersedia ditemapatkan di mana saja di Indonesia, jadi sp TNI/Polri gitu lho. Jadi penyebaran dokter bisa terjamin merata.
    Mudah2an SITI Fadilah baca we ke kek…..

    [reply to this comment]

    walang kekek reply on 24 June 2008:

    sudah sepatutnya gaji Dokter PTT dinaikkan dimana sekarang ini harga kebutuhanpun ikut melambung tinggi seiring dinaikkannya harga BBM,hanya dengan menaikan gaji solusi bagi dokter untuk dapat hidup lebih sejahtera lagi. bila tidak……guna memenuhi tuntutan kebutuhan hidup maka mungkin seorang dokter tidak segan segan untuk melakukan kecurangan.sehingga hal inilah yang nantinya akan menghilangkan citra baik seorang dokter, malah bisa dikatakan gaji dokter PTT yang baru ini pun belum sepadan degan apa yang telah mereka korbankan untuk pekerjaan mereka.
    yang paling tepatnya gaji seluruh pegawai mungkin bisa juga untuk dipertimbangkan agar dinaikan..( TP UANGNYA DARI MANA)

    UNTUK BUNG WIDIBUDANTO
    1. menurut saya pemerintah tidak perlu membatasi jumlah sekolah sekolah, (EMANG YANG UDAH ADA MAU DI TUTUP) biarkan ini berkembang karna seluruh masyarakat berHAK mendapat Kesempatan mengenyam pendidikan.
    Apalagi sekarang an ada UJIAN KOMPETENSI , nah bagi mereka yang tidak LULUS …. silahkan ANTRI AMPE LULUS baru dapet STR.inilah BAROMETER kwalitas tenaga kesehatan kita,jadi urusan nyawa manusia tetep terjamin.
    2. jangan FK negri aja dong…
    kenapa harus negri bung.swasta juga punya skill yang berkwalitas,apa anda tahu…
    program sekolah sudah ada bung, terbuka untuk semua lulusan FK negri dan Non Negri mau tau … cari info di DEPKES.. ato dinkes terdekat anda.

    yang perlu saya lempangkan paradikma berfikir mayoritas dokter di indonesia harus menjadi spesialis,apakah ini benar?, sehingga akan terbelenggu dalam pemikiran sempitnya lapangan pekerjaan yang nantinya akan dijalani. mengapa tidak mengampil lanjutan ke S2 seperti Mph,Mkes,dsb, PUBLIK HEALT masih besar masih butuh banyak tenaga masih banyak lowongan pekerjaan disana…

    banyak beasiswa ke AUSTRALIA untk Program Mph, selanjutnya anda bisa bekerja degan perusahaan NGO ato bahkan WHO dengan perwakilan di UNICEF nya. masalah pendapatan jauh diatas dokter spesialis kok bung

    please open your maind
    jadi lowongan kerja bagi tenaga kesehatan tidak sedikit bung widibudianto.

    [reply to this comment]

    ayik kurnia reply on 15 September 2008:

    Secara keseluruhan aku setuju aja, tapi sampai saat ini kalau liat sekolah tinggi kesehatan yg menjamur… emang perlu dikhawatirkan dech!
    Jadi, sekolah yang udah ada ya di biarin aja tanpa perlu ditutup tapi kesempatan buat yang mau mendirikan sekolah haruss ditutup! Coz, membuka prodi kesehatan ataupun mendirikan sekolah kesehatan saat ini telah menjadi bisnis menjanjikan lho…banyak hal fiktif dipakai agar di acc n manipulasi agar memperoleh akreditasi.

    About lulusan dari swasta ataupun negeri, pada dasarnya seleksi berjalan saat terjun di lapangan. Dunia kerja n masyarakat punya kriteria n taste buat memilih skill seorang nakes. Aku udah ngerasain itu kok!

    [reply to this comment]

  3. Menaikan Gaji PTT dokter tidak akan banyak merubah wajah pelayanan kesehatan di Indonesia. BErapapun gaji diberikan jika tidak dibaerengi dengan sistem kesehatan yang yang baik dan berjalan maka ini adalah omong kosong dan pemborosan keuangan negara.
    Kenaikan gaji tidak merubah mind set dan etos kerja jika sistem yang terbangun tidak berkualitas.
    Sebagai langkah utama seharusnya adalah benahiu dulu sistem dinas kesehatan mulai dari kabupaten sampai propinsi, jangan sampai dinas/struktural hanya berorientasi pada proyek dan mencari pendapatan sampingan dengan memalsukan biaya perjalanan dinas.
    Jika ini tetap terjadi maka keterpurukan dibidang kesehatan semakin parah.
    Coba sejawat semua lihat proses pengarsipan di Dinas jauh dari kata rapi, bagaimana bisa improove program jika dokumentasi program saja tdk beres…Hemmmm
    Mentalitas kebanyakan PNS di Dinkes yang Pagi datang Baca Koran Merokok siang pulang…atau mengantar-jemput anak sekolah.hemmm.
    Mulai dari sistem yang baik, pegawai yang jujur dan berdedikasi…maka SKN akan menjadi baik dan bermutu….

    Tetap bersemangan dan tetep menjadi Mister nine dimana pun.

    [reply to this comment]

  4. Mudah2an sgera naek gaji ptt

    [reply to this comment]

  5. setuju dong sama pendapat walang kekek, menjadi dokter spesialis bagus, tapi itu bukan satu2nya karier yang bisa ditempuh seorang dokter. pendapat saya, setelah tamat, dokter akan berkecimpung di dalam salah satu atau semua dari 3 bidang berikut : klinisi, akademisi, dan birokrasi. kalo kita liat dari ketiga bidang itu cukup luas kesempatan seorang dokter untuk mengabdikan dirinya. Dokter bisa menjadi klinisi (buka praktek: RSU, BUMN, PNS, dll). disaat bersamaan sekaligus bisa menjadi dosen dan memegang jabatan di institusi. misalnya ada prof di fk yang buka praktek di rumah dan RS lalu jadi dekan (birokrasi) dan dosen (akademisi) yang baik. nah ilmunya ga hanya terkungkung di satu bidang aj kan?!.. inilah yang patut kita tiru.
    jadi suram atau tidaknya masa depan kesehatan tergantung dari pilihan pribadi masing-masing dan kejelian melihat peluang.

    [reply to this comment]

  6. Semangat buat teman dokter2 PTT di daerah ST, mudah2an insentif kita naik yee…

    [reply to this comment]

    Drg.susie reply on 28 October 2008:

    Setuju sekali..masa cuma yg terpencil insentifnya dnaikkan jd 3 jt. Yang ST juga dong bu menteri..

    [reply to this comment]

  7. Trims buat blog kritik yg diberikan pd pembaca khususnya saya,sy tinggal diP.Siantar Pro.Sumut sy ingin memberitahukan kepada pihak yg bersangkutan khususnya kepd bu Menteri kesehatan, Bapak Bupati Kab.Tobasa Drs. Monang Sitorus dan Bapak Dinkes (maaf inisal bpk tsb lupa ) marga sitorus agar menindak bila perlu memutasikan Bendahara Dinkes Kab. Tobasa yg bernama Risma Br. Butar - Butar dimana Bendahara tersebut memotong/meminta uang kepada Bidan PTT Khususnya Bidan PTT yg dipedalaman karena mendapat Insentip tiap bulan

    [reply to this comment]

  8. Memang Bidan PTT tsb mendapatkan Insentip tiap bln Rp 2,5 jg tp dgn pembayar 3 bulan sekali tp dipotong menjadi Rp 2,3 Jt/bln, dan Bendahara Dinkes Kab.Tobasa yg bernama Risma Br.Butar - butar meminta uang dgn berbagai alasan,paksaan,marah2 kepd Bidan PTT tersebut perkepala Rp 400.000( empat ratus ribu )hal sdh lama terjadi.Maaf bila sy terlalu jauh menduga kadang sy berpikir apakah dlm hal ini Bapak Bupati dan Bapak Dinkes Kab. Tobasa menyarankan hal tersebut jd mohon hal ini diperhatikan

    [reply to this comment]

  9. Sy mengkritik karena Istri saya tercinta salah satu Bidan PTT sangat terpencil di Kab. Tobasa makanya sy ambil bagian untuk meluruskna hal ini, sebab bendahara yang bernama Risma Br. Butar - Butar tsb tdk pernah tahu keluhan,tantangan,rintangan yg dihadapi para Bidan PTT tsb ditmp dimana mereka bekerja.

    [reply to this comment]

  10. SEKEDAR SARAN UTK BAPAK BUPATI DAN KEPALA DINKES KAB. TOBASA AGAR PARA BIDAN PTT YG AKN MENGAMBIL GAJI KE KANTOR POS BALIGE CUKUP MENGAMBIL SURAT AMBSEN DAN KETERANG DARI DOKTER/PUSKESMAS DI MANA MEREKA BEKERJA TDK PERLU KE KANTOR DINKES KAB. TOBASA KARENA SELALU DIPERSULIT BENDAHARA DINKES RISMA BR. BUTAR -BUTAR DAN BIROKRASI YANG TERLALU PANJANG, TRIMS BUAT YANG MEMBACA BLOG SY INI.INI MEMENG TERJADI SY TDK MENGADA-ADA BOLEH DITANYA BG PEMBACA YANG ADA ADIK,KAKAK,FAMILY,ISTRI YANG BIDAN PTT DI KAB. TOBASA

    [reply to this comment]

    dr acai reply on 30 October 2008:

    smangat bro..
    libas saja..

    [reply to this comment]

  11. saya setuju sekali.
    kalo bisa 2010 gaji bidan d naik 2 x lipat..

    [reply to this comment]

  12. Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan “click to cancel reply” di bawah tombol “Kirim”. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.

    [reply to this comment]

  13. mf klo bleh tau susah ga sih untuk menjadi bidan ptt?trz persyaratanya apa?

    [reply to this comment]

  14. kapan ya gaji bidan naik???kyknya dah dbahas dari dulu ga da realisasinya??caappee deehh..

    [reply to this comment]

  15. mo tnya jdi bidan ptt tu gmn?!syarat’n ap az?!mksh..

    [reply to this comment]

  16. ya sepantasnya gaji ptt dinaikkan. coba bayangka bagaimana hidup dan melayani masyarakat di desa-desa terpencil…, ,mungki anda yang hidup dikota merasa senang dan bisa ketawa karena sarana dan prasarana serba ada. jadi saya mendukung banget kalo gaji ptt dinaikkan…. semoga aamin

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.