Munarman: Tempo tak minta maaf, saya serbu

Posted by Jarar Siahaan on Jun 3rd, 2008 and filed under Opini Pembaca. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Gara-gara pemuatan foto “mencekik leher” di Koran Tempo, Munarman menuntut Goenawan Mohamad bersujud padanya. “Kalau Tempo dalam waktu 1 x 24 jam tidak meminta maaf, Goenawan Mohamad tidak sujud kepada saya, saya serbu. Saya sudah siapkan laskar-laskar saya,” katanya. Bah, Munarman, macam Tuhan saja kau itu.

Oleh Jarar Siahaan di Tanah Batak, Toba Samosir

Kompas menulis, Panglima Komando Laskar Islam [KLI] Munarman akan menggugat Koran Tempo karena memasang foto dirinya pada edisi Selasa hari ini di halaman depan dengan isi berita Munarman mencekik leher anggota Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan [AKKBB]. Munarman menyebut orang yang dicekiknya itu adalah anggotanya sendiri, Ucok Nasrulloh, dengan maksud agar Ucok tidak melakukan tindakan anarkis saat KLI menyerang unjuk rasa AKKBB di Monas — video penyerangan lihat di sini. “Kalau Tempo dalam waktu 1 x 24 jam tidak meminta maaf, Goenawan Mohamad tidak sujud kepada saya, saya serbu. Saya sudah siapkan laskar-laskar saya,” kata Munarman. Pemimpin Redaksi Koran Tempo Malela Mahargasari mempersilakan Munarman menuliskan koreksinya, Koran Tempo akan memuatnya.

Foto ini sebenarnya tidak hanya dimuat di Koran Tempo. Senin kemarin Blog Berita juga melihat foto yang sama ditayangkan Detikcom. Foto tersebut diperoleh wartawan dari AKKBB. Pihak AKKBB sendirilah yang mengatakan anggotanya dicekik oleh Munarman, lalu memberikan gambar itu.

Maka bila benar orang yang dicekik itu bukan aktivis AKKBB, Blog Berita berpendapat sudah sepantasnya Munarman menuntut AKKBB. Apalagi sudah terlihat di tayangan berita tivi, Munarman langsung menampilkan Nasrulloh, anggotanya yang tampak pada foto. Jadi bagaimana bisa AKKBB menyebut Munarman mencekik aktivis AKKBB? Jelas saja nama Munarman [makin] tercemar oleh pemuatan foto dengan isi berita yang tidak akurat seperti ini.

Tapi aku tidak menyangka Munarman sampai mengeluarkan ancaman, “…Saya serbu, saya sudah siapkan laskar-laskar saya.” Sulit bagiku untuk percaya seorang Munarman berkata-kata layaknya preman, karena sebelumnya dia memimpin Kontras dan YLBHI — dua organisasi independen yang selama ini dikenal sebagai pendekar HAM, hukum, dan anti-kekerasan.

Meski diancam, sepenuhnya aku yakin bahwa Koran Tempo dan Goenawan Mohamad — pendiri Tempo, sastrawan, budayawan, wartawan yang namanya sudah mendunia itu — takkan sedikit pun gentar dengan ancaman Munarman. Jangankan FPI atau laskar-laskaran atau panglima-panglimaan, bahkan “raja” seperti Soeharto dan militer pun sudah sering dilawan oleh Tempo sejak masa Orde Baru. Jangankan Munarman, bahkan andai kata Presiden memaksa Goenawan bersujud, aku tahu dia takkan tunduk.

Memang wajar Munarman protes dan menempuh jalur hukum bila orang yang dicekiknya dalam foto itu bukanlah aktivis AKKBB, dan langkah hukum adalah yang terbaik. Koran Tempo juga harus — dan redaksinya sudah bersedia — memuat klarifikasi Munarman. Namun tidak boleh Munarman mengancam menyerbu Koran Tempo.

Saat ini polisi tentunya sudah tahu ada ancaman Munarman ke Koran Tempo, maka bila penyerbuan itu benar-benar terjadi, polisi tidak punya alasan untuk tidak bertindak dan langsung menangkap Munarman. Jangan lagi terulang seperti penyerbuan massa pendukung Tomy Winata ke kantor majalah Tempo; polisi ada di sana tapi membiarkan massa mengobrak-abrik kantor Tempo dan memukul Pemred Tempo.

Meskipun aku yakin Koran Tempo dan Goenawan Mohamad tidak akan pernah mundur selangkah pun, tapi aku masih tidak yakin polisi dan pemerintah berani menindak tegas para perusuh seperti FPI dan laskar-laskarnya.

Hukum adalah panglima? Bukan, bukan, di Indonesia para laskar, panglima ormas, orang-orang “berjubah dan berjenggot”, ketua OKP, dan preman berseragam mirip serdadulah panglima. Buat yang belum tahu, mari kuperkenalkan: Inilah negara di mana penguasa yang sesungguhnya adalah uang dan preman, di mana polisi jagonya cuma melawan demo mahasiswa dan rakyat kecil. Betul? Boootul.

Gambar: repro Koran Tempo

tafbutton blue16 Munarman: Tempo tak minta maaf, saya serbu

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

94 Responses for “Munarman: Tempo tak minta maaf, saya serbu”

  1. Bang Adun says:

    SStttttt.jangan pada ribut,saya mo beri kesaksian yang sebenar2nya.bahwa orang yang Munarman cekik itu adalah saya sendiri.Memang benar saya anggota dari Laskar Pembela Islam bukan orang AKKBB.Pada saat saya dapat job untuk menyerbu orang2 yg sedang demo di Monas,Munarman bilang dapet 10rb/orang + Nasi Padang.Trus gue Bilang “Pang (Panglima), kok dikit amat sih jatah serbunya, di beliin bambu buat ngehajar orang aja udah abis,jadi mana lebihnya Pang?”.Waktu itu Munarman merah mukanya tanda marah, karena ada prajurit yang brani ngebantah panglimanya.tapi ya udah daripada nanti di hukum panglima, gue ikut aja.Pas jam makan siang gue abisin itu nasi padang 2 bungkus buat tambahan tenaga ,taunya itu jatah makan Munarman yang gue makan.Panglima langsung marah, “siapa yang ngehabisin nasi bungkus jatah saya?”, orang2 yg pada ngumpul langsung matanya tertuju pada gue.tapi panglima memang orang yang sabar. “ya udah siap2 kita bunuh tuh orang2 yang di monas” kata Munarman, sambil dalam hatinya dia ngedumel ” Awas loe yah nanti pas rame-ramenya gue balas loe ,gue cekik loe nanti,jatah makan gue di embat emang gue robot pake baterei, mau nyerang perut kosong gini.Maka terjadilah seperti apa yang dimuat dikoran2. Mohon maklum untuk semuanya.

  2. ijak says:

    wekekekeke,..
    munarman anak kemarin sore..
    nyuruh2 goenawan mohamad sujud..
    wakakaka…
    apa sih dia dibanding ma goenawan mohamad..

    la mbok klo ada masalah tu di rembug bareng,,sambil ngopi bareng ma makan singkong goreng..
    kan damai..
    damai kan enak..
    jadi tidur saya ga keganggu gara2 dia teriak2
    berisik..

  3. Munarwan says:

    Orang timur arab, yg identik dengan agama Islam, masih berkutat dengan kekerasan, perkelahian, pertentangan, perang dll.

    Sumber Daya Manusia nya hanya dipakai untuk itu, sedang kan di pihak lain sudah sangat maju.

    Ada lelucon diantara orang asing: ” Jika mereka pandai (orang Islam), trus nanti kita makan apa? Biarkan saja berkelahi dan saling membodohi”

    Tapi kok ya ga sadar2..
    Ga usah di adu domba,udah berantem sendiri.

  4. pribuminasionalis says:

    Makin aneh bangsaku ini. Emangnya nggak pada tahu kenapa Munarman mencekik anak buahnya ? Dia merasa ditusuk Rizieq dari belakang (bukan porno hehhe…)

    Order yang didapat Munarman dari SBY cuma ngeganggu doang acara AKKBB. Pokoke terjadi keributan kecil biar mahasiswa beralih perhatiannya dari kenaikan BBM. Dengan terjadi pemukulan jadinya skenario melenceng. Maslahnya jadi gede dan nggak terkendali.

    FYI : Munarman dipecat dari YLBI gara-gara nerima sogokan dari Tommy winata. Bisa aja laskar islam yang dimodalin TW. Dan kayaknya yang ngerekrut Munarman ini Noegroho Djajoesman, bekas kapolda Jakarta yang ngediriin dan membekingi FPI.

    Ayo, pribumi Indonesia selamatkan negeri kita; jangan sampai dijadiin neraka spt timur tengah yang doyan perang dan munafik.

    • rizieq says:

      marila ‘Pribumi’ dan Non Pribumi’ Nasionalis…kite selamatkan negeri kite dari ketidakselamatan..

      masa iye sih Munarman disogok terus ditusuk ame dua orang cowo? kesian ye, gimane jalannye? gosip kali neh…

  5. tobalover says:

    Pantas saja acaranya Tukul makin digemari. Atmosfir di negeri ini sudah terlalu sarat dengan kemarahan, kekerasan dan ancaman-ancaman. Rakyat miris melihat adegan-adegan tolol di berita TV, sementara perut mereka lapaaaaaaaaaaarrrrr…..

    Mungkin beginilah rasanya hidup di Timur Tengah sana; minus pohon kurma, onta, gurun pasir, dan kemiskinan yang terlalu.

    Beruntunglah Lae Jarar tinggal di Balige. Kalau jenuh melihat tayangan TV mengenai pulau Jawa yang sakit; berani mati tapi tak punya nyali untuk hidup; Lae Jarar tinggal nyebur aja ke Danau Toba. Segaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrr…!

    Aku iri padamu lae.

    BLOG BERITA: :) makanya lae, pernah ada tawaran kawan padaku untuk tinggal dan bekerja di jakarta, kubilang bahwa aku tidak tahan tinggal di jakarta. bukan cuma soal biaya hidup, tapi “kegilaan” jakarta itu. kalau di balige, kampung di tepi danau toba ini, aku rileks saja. dengan duit 50rb di kantong aku sudah bisa bawa anak-isteriku ke lumban silintong untuk makan dua ikan mas bakar plus bumbu berasa andaliman, mandi di danau toba sampai puas, dan pulang sambil “marmilmil”, tak ada kemacetan, tak ada uang preman. “biar kampungan asal nyaman.” :D

    • radi says:

      wah iya bosen nih .. lihat berita ribut2 mulu dan sarat kekerasan
      malahan wah juga senang tuh nonton ‘Akhirnya Datang Juga’
      di Trans TV
      lumayan ngurangin stress …
      soalnya mo ketawa trus … soalnya yg diundang ditantang berimprovisasi tanpa menghapal naskah …
      moga2 diperbanyak acara seperti ini …

      • rizieq says:

        Kek.. kek.. kek…

        ya itu acare nyang dipake pulisi buat jebak Munarman… “Akhirnya Datang Juga”… cuman bukan ke studio setting, tapi ke kantor pulisi…

  6. soktahu says:

    FPI salah besar karena aksi premanisme, tapi dalam kasus monas…sekali lagi dalam kasus monas, AKKBB lebih salah karna bela ahmadiyah.
    root cause nya ahmadiyah. kalo saja dia bikin agama baru aja, dan gak usah nyangkut2 ke ISLAM (dalam segala aspek) toh gak akan ada masalah dari awal. pasti dame2 aja.

    Kalo AKKBB mbela ahmadiyah sebagai agama baru, gak ada yang berhak untuk marah karna beragama dan berkeyakinan itu HAM.
    Tapi kalo AKKBB, adnan buyung, abdurrahman wahid, ato siapapun membela ahmadiyah sebagai bagian dari Islam, semua orang yang mengaku muslim wajib marah!.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.