Toilet Pemkab Toba Samosir bikin muntah
Tiga toilet di kompleks kantor bupati di Balige dengan lantai berlumuran tahi dan lubang WC yang mampat oleh tahi. Air tidak ada. Di sebelahnya dua kantin PNS.
Di instansi pemerintah masih banyak toilet yang tidak sehat, kata Komisaris Jaringan Kesehatan Masyarakat dr Delyuzar di Medan seperti dikutip Kompas baru-baru ini. Dia menyebutkan 80 persen toilet di Medan tidak sehat.
Tapi bukan hanya di Medan, di kabupaten juga demikian. Misalnya di Balige, Kabupaten Toba Samosir, bahkan toilet milik Pemkab pun tidak sehat, seperti bisa kaulihat pada foto yang dijepret Blog Berita pekan lalu.
Ini adalah gambar satu dari tiga kamar toilet milik Pemkab Tobasa yang berada persis di sebelah tempat parkir sepedamotor di kompleks kantor bupati. Sepuluh meter dari toilet ini adalah dua warung nasi. Dua kamar toilet lainnya pun sama kotornya: lantai berwarna cokelat dengan tahi yang sudah mengering, lubang tempat berak pun tertutup oleh tahi. Baunya? Bayangkan sendirilah seperti apa. Bak air kosong, keran air tidak jalan.
“Daga…, butak nai [menjijikkan],” kata seorang lelaki tua, warga yang hendak berurusan ke kantor bupati, sambil meludah beberapa kali. Dia terpaksa menahan diri untuk buang hajat. “Masuk ke kantor bupati saja, Pak, di lantai satu atau lantai dua ada toilet,” kataku.
Pernahkah kau melihat toilet sejorok ini? Kujamin bila kau berada dalam toilet tersebut sekitar lima detik saja, pasti engkau akan muntah. [blogberita.net - Jarar Siahaan]
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Benar-Benar menyeramkan tuh toilet:D , semoga dengan pemberitaan ini urat malu dari pihak pemda Balige dapat tersentuh untuk segera memperbaiki toilet yang amat menjijikan seperti di foto itu :))
[reply to this comment]
darmadi reply on 3 June 2008:
Toilet, cermin pribadi yang menggunakannya.
Balige, memang terbilang kampung. Orang kampung biasanya, jarang memperhatikan kebersihan toilet.
[reply to this comment]
PUIHHHH, MAU MUNTAH SAYA LIHAT FOTO NYA, MALU2IN……
[reply to this comment]
Anie Simuak reply on 3 June 2008:
Waduh benar-benar ga benar tuh…..punya pemerintahan aza sperti itu.gimana mau membangun rakyat kecil.Pak…….malu aku
[reply to this comment]
Di Balige, soalnya warganya masih buang air di semak2 halaman belakang. Jadi, belum terbiasa dengan budaya membersihkan toilet.
[reply to this comment]
Lae..
Foto kandang kuda jangan dimasukin dong !
[reply to this comment]
memang sudah TER,,,,LA,,,,LU…………….!!!!!!! memang dana Rehap bangunan dari pusat untuk apa ato pendapatan daerah untuk apa ????? SUNGGUH TER,,,,LA,,,,LU,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
[reply to this comment]
penyebabnya adalah:
1. air macet tdk mengalir padahal tidak jauh dari pipa air leding untuk kota balige
2. Ga ada yg bersihkan
3. Bupatinya suka yg bau bau dan yg asin kale..
Ke tiga penyebab itu biasany disebabkan oleh satu poin aza yaitu:
1. Ga ada dana tersedia.
Ketiadaan dana itu disebabkan oleh satu hal saja yaitu SERAKAH…. daripada bersiin wc di kantor mendingan dana yang ada di belokin ke kantung gw…cocok?
Inilah mental putra daerah..yg berkoar koar mau dirikan propinsio tapanuli….
tapi ga sanggup membuktikan atau mempromosikan kemampuan daerahnya dimulai dari kebersihan wc kantornya….
bleegg muak liat pemkonya..
[reply to this comment]
Hanya memikirkan yang besar-besar dan jauh, ya begitu jadinya. Apa kata dunia ?
btw aku nitip link mengenai pemilihan 7 Keajaiban Alam, di mana Danau Toba termasuk salah satu kontestan, tapi saat ini masih terseok-seok di urutan 71 dari 77 peserta.
http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/06/dukung-danau-toba-agar-masuk-tujuh-keajaiban-alam/
Terima kasih
Horas
[reply to this comment]
“KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN”. Mungkin Pemkab Tobasa tidak mengerti arti dari ungkapan itu makanya Toilet sekecil itupun harus dibiarkan sekotor dan sejijik itu.
Dan mungkin juga biaya perawatan untuk menjaga kebersihan toilet itu menjadi PAP (Pendapatan Asli Pribadi), salah satu oknum yang bertugas menjaga dan merawat toilet tersebut.
[reply to this comment]
waduh abang…malunya dengar dikantor bupati masih ada wc begitu…. mendingan gak usah ada wc..pake selokan aza….ya..pak bupati,,,,,,,,dari kantornya ke laut ..wc terpanjang bisa masuk MURI….
[reply to this comment]
Akh… Memalukan.. Cuma sedetiknya kulihat, tapi aku dah mo ikutan muntah.. Ih…..
[reply to this comment]
Menurut saya tolong lah halak kita (yang ada dikator Bupati Tobasa)itu berubahlah sadar dikit knapa sih jangan di nampakkan lah sifat yang kurang baik
[reply to this comment]
amangoi…. ngeriiii nai puang
mabiar au lao tu kattor pemkab tobasai
sotung tetanusan au annon
[reply to this comment]
darmadi reply on 7 June 2008:
Kalo ngurus toilet aja kagak becus, gimana ngurus pemerintahan daerah. Aparat Pemda Tobasa, masih pagi2 udah di kedai tuak ,sih.
[reply to this comment]
Pendatang reply on 17 July 2008:
betul itu lae
peace…..
[reply to this comment]
Mengerikan sekali! Seperti hidup di jaman penjajahan saja dimana untuk hal yang sangat sederhana seperti memiliki wc yang bersih saja sudah tidak terjangkau.
Urat malu sudah putus bagi para pemimpin tersebut. Rasa malu sangat mahal harganya belakangan ini, karena itu banyak pejabat yang tidak mampu memilikinya lagi.
(Lain kali ambil gambarnya lebih dekat lagi lae, biar menjerit mereka yang melihat gambar tersebut)
BLOG BERITA:
[reply to this comment]
Malu Maluin!!!!!!
Kantor Pemerintah harus seperti itu kondisinya???gak habis pikir!!
Yang udah pada GILAnya orang-orang PNS yg di kator itu? Seumpamanya Pemerintah daerah lain datang berkunjung kesana secara mendaddak truz mo ke kamar mandi ato WC harus menemukan kejorokan seperti itu??Fuck…bikin malu TOBASA aja,
Apa orang2 yang ngekantor di sana ngak jijik?apa nyaman kerja dengan kondisi WC yang sungguh dipenuhin kotoran orang?????
Kapan mau bisa maju dan bersih TOBASA, sedangkan di lingkungan INTEREN aja nilainya Minus,MALUUUU PAK!!!!!!!!!!
[reply to this comment]
Samalah kayak blok berita balige ini aja udah sama kayak toilet kantor bupati, beritanya kayak taik, yg beri komentarpun kayak taik, termasuk si Darmadi.
[reply to this comment]