Ciri dan kelebihan rumah sakit internasional
Kenali, supaya tidak tertipu. Rumah sakit internasional banyak muncul di Indonesia, tapi tak semuanya benar-benar bertaraf internasional seperti namanya. Bangunan mewah dan perawat yang pandai bicara bahasa Inggris bukan jaminan.
Berikut beberapa ciri rumah sakit yang beroperasi sesuai dengan standar kelas dunia, seperti dikutip Blog Berita dari Koran Tempo edisi 1 Juni 2008:
Sebuah rumah sakit internasional biasanya memajang sertifikat akreditasi lembaga internasional di lobinya. Hingga kini, salah satu akreditasi yang kredibilitasnya diakui dunia internasional berasal dari Joint Commission International, Amerika Serikat.
Dari lobi, pasien dan pengunjung bisa dengan mudah menemukan ruangan yang dituju, karena ada tanda penunjuk dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Lokasi yang berisiko juga diberi label, misalnya, di ruang radiologi ada tanda bahaya bagi perempuan hamil.
Ada penunjuk arah yang jelas ke pintu dan tangga darurat serta jalur evakuasi jika terjadi kondisi darurat.
Ruangan rumah sakit yang bisa ditempati banyak orang, seperti ruang pertemuan, memiliki lebih dari satu pintu darurat.
Alat pencegahan kebakaran ada di setiap sudut, terutama di kamar pasien. Lalu, harus ada detektor asap, alat penyiram api, alarm kebakaran, dan tabung pemadam api yang disertai penjelasan cara memakainya.
Kebersihan sangat terjaga, dari lobi hingga ruang perawatan. Disiplin tinggi penjagaan kebersihan dan sanitasi juga dijalankan demi mencegah infeksi kuman. Misalnya, dalam membersihkan kamar, kain pel dari satu kamar pasien tak digunakan kembali untuk mengepel kamar lain.
Ada panduan pengunjung untuk menghindari infeksi kuman dari rumah sakit. Misalnya, ada botol cairan pembersih tangan mengandung alkohol yang di dekatnya terdapat panduan cara penggunaannya. Lalu, di toilet juga ditempel panduan mencuci tangan yang bisa mencegah penularan kuman.
Rumah sakit akan mengecek secara rutin peralatan medisnya, termasuk sumber energi listriknya. Jika listrik mati, tenaga listrik cadangan akan menyala kurang dari satu menit.
Pintu instalasi gawat darurat terpisah dengan pintu pelayanan umum.
Kelebihan rumah sakit internasional juga bisa dirasakan dari pelayanan tenaga medisnya. Standar Joint Commission, misalnya, mengharuskan ada keterbukaan informasi kepada pasien, sebagai berikut:
Dokter akan menjelaskan penyakit dan obat yang diterima pasien tanpa diminta. Pasien berhak bertanya jika belum mengerti dan harus mendapat penjelasan hingga benar-benar paham.
Dokter menjelaskan tindakan medis yang akan dilakukannya dan langkah alternatif yang bisa ditempuhnya. Dokter juga akan menjelaskan risiko dari semua perawatan itu, termasuk jika pasien menolak perawatan dan pengobatan yang ditawarkan.
Tenaga medis akan menjelaskan secara terbuka perkiraan lama pasien dirawat di rumah sakit. Diagnosis penyakit pasien juga selesai dalam 24 jam dan langsung dijelaskan kepada pasien.
Sebelum dirawat ada pemeriksaan khusus atas kondisi pasien untuk mencegah kesalahan perawatan dan pengobatan yang bisa membahayakan pasien.
Rumah sakit akan menjaga kerahasiaan dan privasi pasien. Hanya inisial nama pasien yang ditulis. Data pasien pun berbentuk kode, yang hanya dimengerti oleh staf medis dan hanya dijelaskan kepada pasien atau keluarganya. Jadi, kondisi pasien dirahasiakan sepenuhnya dari orang lain, termasuk pembesuk.
Rekam medis sangat lengkap dan mendetail. Semua tindakan serta pemberian obat dicatat, sehingga bisa diawasi dan dipastikan hanya obat serta tindakan yang perlu saja yang diberikan kepada pasien. [Koran Tempo/disarikan dari berbagai sumber]
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Tulis komentar pada kolom di bawah