Ritual sadis lelaki Papua New Guinea

Mereka baru disebut lelaki dewasa apabila sekujur tubuhnya telah dikuliti hingga berbentuk kasar seperti kulit buaya.

Video hasil liputan National Geographic ini adalah ritual masyarakat asli Papua New Guinea. Harap jangan biarkan anak-anak menontonnya, supaya tidak ditiru.

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

14 Responses to “Ritual sadis lelaki Papua New Guinea”

  1. :)

    [reply to this comment]

    dwidyanto reply on 11 June 2008:

    hunting foto disana bagus paling ya :D

    yoga,
    http://www.flickr.com/photos/yog4art/

    [reply to this comment]

  2. parahhh….
    budaya yang susah kita bs pahami….
    ga ngerti maksudnya buat apaan ya

    [reply to this comment]

  3. gila.. apa” an…

    [reply to this comment]

  4. hiii, ngeri…

    apa video seperti itu layak disiarkan?

    kaya’nya qita ga’ perlu tau deh…
    cukup mereka dan keprcayaannya…

    [reply to this comment]

  5. waduh keren juga neh klo hunting foto kesana :D

    asli ngeri juga

    salam,

    [reply to this comment]

  6. huhuhuhu serem >.<
    knp ad aj org yg msh berpikiran kaya gene yah ?? T.T
    seyem kk ampun2,,
    ap mereka sebenarna iklas dibuat seperti itu ?? –a

    [reply to this comment]

  7. Gile bener, gw liat aje ampe merinding tuch, kgk pake dibius sgala, orang” yg pada dikulitin, pada gemetar smua, apa kgk pingsan ya ?? Bingung deh gw … mending dibius baru dikulitin lebih gak kerasa sakit … Ihhhh ngeri euiiiii …

    [reply to this comment]

  8. jangan di tampil untuk umum cukup buat mereka yang disana dengan keyakinan & kepercayaannya karena sangat tidak baik bila anak dibawah umur melihat dan kwatir yang menonton akan mereka praktikan jika terobsesi

    [reply to this comment]

  9. tolong jangan ditampilkan film gituan secara online

    [reply to this comment]

  10. aku merinding, ngelihatnya.. kok masih ada ya budaya kayak gitu, aku mengahrgai budaya tiap daerah masing-masing, tapi kalau budaya seperti, gimana ya….! gak tahan… ! kalau itu sudah keyakinan mereka ya mau apa lagi, bsa gak ya nanti lama-lama berkurang..gitu

    [reply to this comment]

  11. lain ladang lain belalang..
    cuma bisa perih2 doang pas ngeliat videonya..
    dan jelas bersyukur ga jadi bagian dari mereka.
    namanya juga budaya..ga akan ada penjelasan logis..itu semua hanya kepercayaan dan adat semata…

    [reply to this comment]

  12. mereka semua berada dalam budaya yang belum berkembang dan masih mempercayai tetua adat , yang dianggap sebagai titisan dewa. Memberi rajahan pada tubuh seperti itu akan memberi kekuatan seperti hewan yang mereka kagumi, bersyukurlah kita kedatangan budaya kontextual ok cha yo

    [reply to this comment]

  13. menurut saya, budaya bukan antara benar atau salah, tapi buat kita tidak ada juga salahnya menyampaikan hal-hal yang lebih baik dan pantas dilakukan sesuai dengan jamannya

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.