Mereka baru disebut lelaki dewasa apabila sekujur tubuhnya telah dikuliti hingga berbentuk kasar seperti kulit buaya.
Video hasil liputan National Geographic ini adalah ritual masyarakat asli Papua New Guinea. Harap jangan biarkan anak-anak menontonnya, supaya tidak ditiru.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Oh Seraam
sadisssssssss
uugh… nyasar2 nyari tugas ketemunya ginian.. uugh.. saya rada… tapi unik,seru,serem,sadis.. masih ada aja yg gituan di jaman sekarang..
kasi ana impo lainya yuah !yah tentang kebudayaan macam diatas yang unik2 gitu. biraaa lebih keren kirim juga bukti fisiknya (foto/fidio red)
wih keren abis tuh! kaya antropoda atau kelurga melata yang bisa ganti kulit…hehe..
kira-kira bisa ditiru gak yuah? cuma tanya kok?
menurut saya, budaya bukan antara benar atau salah, tapi buat kita tidak ada juga salahnya menyampaikan hal-hal yang lebih baik dan pantas dilakukan sesuai dengan jamannya
mereka semua berada dalam budaya yang belum berkembang dan masih mempercayai tetua adat , yang dianggap sebagai titisan dewa. Memberi rajahan pada tubuh seperti itu akan memberi kekuatan seperti hewan yang mereka kagumi, bersyukurlah kita kedatangan budaya kontextual ok cha yo
lain ladang lain belalang..
cuma bisa perih2 doang pas ngeliat videonya..
dan jelas bersyukur ga jadi bagian dari mereka.
namanya juga budaya..ga akan ada penjelasan logis..itu semua hanya kepercayaan dan adat semata…