Untuk browsing Internet yang cepat dan aman PAKAI FIREFOX 3.5 jangan IE. FIREFOX diunduh lebih dari 934 juta kali.

KLIK DI SINI menangkan beberapa laptop

Ritual sadis lelaki Papua New Guinea

Posted by Jarar Siahaan on Jun 5th, 2008 and filed under Video. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Mereka baru disebut lelaki dewasa apabila sekujur tubuhnya telah dikuliti hingga berbentuk kasar seperti kulit buaya.

Video hasil liputan National Geographic ini adalah ritual masyarakat asli Papua New Guinea. Harap jangan biarkan anak-anak menontonnya, supaya tidak ditiru.

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.
Cari dengan Google - Ketik kata kunci dalam kotak
Tautan ke artikel ini
1. Klik dalam kotak kode
2. Klik-kanan lalu pilih Copy
3. Paste-kan ke blogmu dalam mode HTML
kotak kode
Selamat ngeblog blogberita.net
tafbutton blue16 Ritual sadis lelaki Papua New Guinea

Konten Web ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik ke artikel yang dikutip. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email

19 Responses for “Ritual sadis lelaki Papua New Guinea”

  1. masnoer says:

    Oh Seraam

  2. Deya says:

    sadisssssssss

  3. Orpheus says:

    uugh… nyasar2 nyari tugas ketemunya ginian.. uugh.. saya rada… tapi unik,seru,serem,sadis.. masih ada aja yg gituan di jaman sekarang..

  4. slamet says:

    kasi ana impo lainya yuah !yah tentang kebudayaan macam diatas yang unik2 gitu. biraaa lebih keren kirim juga bukti fisiknya (foto/fidio red)

  5. slamet says:

    wih keren abis tuh! kaya antropoda atau kelurga melata yang bisa ganti kulit…hehe..
    kira-kira bisa ditiru gak yuah? cuma tanya kok?

  6. ahmad israfil lubis says:

    menurut saya, budaya bukan antara benar atau salah, tapi buat kita tidak ada juga salahnya menyampaikan hal-hal yang lebih baik dan pantas dilakukan sesuai dengan jamannya

  7. h. shalahuddin says:

    mereka semua berada dalam budaya yang belum berkembang dan masih mempercayai tetua adat , yang dianggap sebagai titisan dewa. Memberi rajahan pada tubuh seperti itu akan memberi kekuatan seperti hewan yang mereka kagumi, bersyukurlah kita kedatangan budaya kontextual ok cha yo

  8. anak adam&hawa says:

    lain ladang lain belalang..
    cuma bisa perih2 doang pas ngeliat videonya..
    dan jelas bersyukur ga jadi bagian dari mereka.
    namanya juga budaya..ga akan ada penjelasan logis..itu semua hanya kepercayaan dan adat semata…

Comments are closed

Advertisement

Terjemahkan Artikel Ini

Website Translation

NETBOOK LAYAR SENTUH-KECIL SEUKURAN BUKU-WINDOWS XP ORISINAL-CUMA RP5,5 JUTA

MENULIS TANPA KEYBOARD, SENTUH DENGAN JARI PUN BISA, LAYAR BISA DIPUTAR-PUTAR SESUAI SELERA

HASILKAN UANG VIA INTERNET

LIDAH TERPANJANGGG... SIAPA MAU DICIUM COWOK INI?

KLIK untuk membaca berita-berita unik

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video Unik

Pesan Blog Berita @Twitter Tanggapi, lihat di bawah

SMS-SMS Blog Berita Lihat di bawah untuk menanggapi...

    KLIK - TANGGAPI ATAU BACA SEMUA PESAN


    LIHAT ARTIKEL SESUAI RUBRIK

    Arsip Bulanan

    Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Berita Balige Toba Samosir kisah inspiratif info internet komputer feature khas unik liputan video opini pembaca artikel khusus Asli Jarar tips ngeblog menulis jurnalistik. Pengelola BlogBerita tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel kiriman pembaca. Jarar Siahaan di Kabupaten Tobasa Sumatera Utara Indonesia.