Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Ritual sadis lelaki Papua New Guinea

Posted by on Jun 5th, 2008 and filed under Artikel Khusus. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Mereka baru disebut lelaki dewasa apabila sekujur tubuhnya telah dikuliti hingga berbentuk kasar seperti kulit buaya.

Video hasil liputan National Geographic ini adalah ritual masyarakat asli Papua New Guinea. Harap jangan biarkan anak-anak menontonnya, supaya tidak ditiru.

[MEDIA=38]

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

19 Responses for “Ritual sadis lelaki Papua New Guinea”

  1. masnoer says:

    Oh Seraam

  2. Deya says:

    sadisssssssss

  3. Orpheus says:

    uugh… nyasar2 nyari tugas ketemunya ginian.. uugh.. saya rada… tapi unik,seru,serem,sadis.. masih ada aja yg gituan di jaman sekarang..

  4. slamet says:

    kasi ana impo lainya yuah !yah tentang kebudayaan macam diatas yang unik2 gitu. biraaa lebih keren kirim juga bukti fisiknya (foto/fidio red)

  5. slamet says:

    wih keren abis tuh! kaya antropoda atau kelurga melata yang bisa ganti kulit…hehe..
    kira-kira bisa ditiru gak yuah? cuma tanya kok?

  6. ahmad israfil lubis says:

    menurut saya, budaya bukan antara benar atau salah, tapi buat kita tidak ada juga salahnya menyampaikan hal-hal yang lebih baik dan pantas dilakukan sesuai dengan jamannya

  7. h. shalahuddin says:

    mereka semua berada dalam budaya yang belum berkembang dan masih mempercayai tetua adat , yang dianggap sebagai titisan dewa. Memberi rajahan pada tubuh seperti itu akan memberi kekuatan seperti hewan yang mereka kagumi, bersyukurlah kita kedatangan budaya kontextual ok cha yo

  8. anak adam&hawa says:

    lain ladang lain belalang..
    cuma bisa perih2 doang pas ngeliat videonya..
    dan jelas bersyukur ga jadi bagian dari mereka.
    namanya juga budaya..ga akan ada penjelasan logis..itu semua hanya kepercayaan dan adat semata…

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.