Aku tidak setuju Max Moein dipecat dari DPR hanya gara-gara berselingkuh dengan Desi Vridiyanti.
Max Moein, anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, lagi disorot media nasional atas foto syurnya yang bocor ke Internet. Dia diberitakan telah melakukan pelecehan seksual terhadap Desi Vridiyanti, 34 tahun, bekas sekretarisnya. Kemarin malam aku menonton berita di tivi, berbagai pihak termasuk sesama anggota DPR mendesak supaya Max Moein dipecat sebagai anggota legislatif. Tak bermoral, begitu alasan mereka.
Jarar Siahaan; Blog Berita; Balige
Kalau hanya karena ketahuan selingkuh, Max menurutku tidak layak dipecat dari DPR. Kecuali dia memakai uang negara, fasilitas negara, atau memanfaatkan jabatannya demi skandal seksnya, atau dia memerkosa [baca: memaksa] Desi.
Bagaimana kalau misalnya hubungan seks keduanya dilakukan atas dasar senang sama senang, apakah Max juga harus dicopot sebagai legislator? Sanksi yang berlebihan menurutku.
Apakah hanya Max pejabat negara yang pernah selingkuh dengan perempuan lain? Benarkah cuma Max anggota DPR yang punya skandal seks? Aku yakin, tidak. Beberapa tahun lalu majalah Tempo pernah menulis liputan khusus berisi investigasi soal kelakuan para pejabat publik bersama perempuan-perempuan yang bukan isteri mereka, baik pejabat eksekutif maupun legislatif di Jakarta. Tempo mewawancarai para pelacur kelas atas dan selebriti yang pernah “ditiduri” pejabat. Bahkan wartawan majalah itu juga menyaksikan langsung sejumlah pejabat dan politisi sedang bersama “perempuan malam” di tempat hiburan dalam hotel dan pub.
Selama ini aku bersikap keras bila ada berita pemerkosaan, apalagi poligami seperti dilakukan AA Gym. Tapi untuk kasus Desi, aku belum bisa berpihak secara penuh pada Desi, yang dalam hal ini diposisikan media sebagai korban. Bagaimana publik bisa percaya bahwa Desi dipaksa “gituan” oleh Max kalau Desi tidak mau kasusnya dibawa ke pengadilan? — Alasan kuasa hukumnya, sistem hukum Indonesia kurang berpihak pada korban seksual. Oke, tapi kalau memang Desi disetubuhi secara paksa oleh Max, mengapa dia hanya berkata terjadi “pelecehan seksual”? Mengapa Desi tidak ngomong “aku diperkosa, aku dipaksa, aku diancam”?
Jadi saranku buat Desi dan kuasa hukumnya, bawalah kasus ini ke pengadilan, supaya ketahuan kalau memang Max Moein adalah seorang pemerkosa; dan dia pantas dipecat dari DPR bila memerkosa. Tapi bila tidak diproses secara hukum dan transparan, dan hanya dibahas secara tertutup oleh Badan Kehormatan DPR, maka yakinlah, publik masih akan berkomentar, “Ah, jangan-jangan suka juga si Desi sama Max,” atau, “Jangan-jangan ada lawan politik Max yang ikut memainkan intrik,” atau, “Jangan-jangan benar kata Max bahwa Desi dikejar-kejar debt collector karena menjual sembilan mobil rental.”
Maka hindarilah “jangan-jangan” itu, Desi, dan yakinkan opini publik untuk memihak padamu.
Foto Desi Vridiyanti: Kompas/Kristianto Purnomo

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















artikel menarik
aldi johan
Menurut saya memang ada nuansa politik karena hukum yang berlaku di Indonesia adalah tertulis dengan kaliman seperti ini :
Bahwa pejabat negara yang sedang menjabat pada kedudukannya tidak dapat dikenai kedudukan hukum dan terbebas dari tuntutan yang dikenakan kepadanya (Saya lupa pasal berapa)
Menurut saya sudah jelas pejabat yang diselidik oleh pihak berwajib pasti ada maksud politik di dalamnya
Mohon rely comment saya
KPU harus bikin screaning buat semua CALEG tidak boleh punya istri lebih dari satu dan pejabat yg berwenang agar membleklis angg. DPR yg istrinya banyak dan ketahuan berbuat asusila. Yg nggak ketahuan,tlg dilacak Bos! Penyakit tuh….!
Sebaiknya anggota DPR yang amoral,dipecat saja dg tidak hormat…!!
Ane setuju ame Bang Jafar! Makanya kite kalo milih caleg,harus kudu tau dulu siapa dia sebenarnya.Jgn cm kehipnotis ama duit gocapan atau krn di bagi bagiin sembako. Kaga tau nya musang berbulu ayam atau kambing bandot doyan ngentot.Apalagi tuh caleg bininya banyak,mendingan kaga usah dilirik deh buat dipilih. Buat nyang udeh jadi angg. DPR,nyang bininya banyak,siap siap aja lo ketemu KPK. Duit rakyat lo pake buat ngempanin anak bini lo,jg buat ngejablay.Gaji lo udh gede,tetep aje kurang. HATI HATI MILIH CALEG!!!
Ir *** angg DPR dari Partai ***,sering ngentot sm sy di hotel Kaisar.Biasa aja lg…Butuh sama butuh sih,..!
BLOG BERITA: komentar anda telah kuedit, karena ada pihak yang keberatan atas nama rizal afiat.
Kalo memang benar Ir. *** amoral,sebaiknya partai tidak mencalonkan beliau lg untuk angg.legislatif maupun eksekutif. Malu maluin partai aja!
Sanksi yah sanksi g peduli tuh cuman skandal seks suka ma suka!!!
ingat fasilitas apa yang dy pake tuh selama ini sumbernya dari rakyat yang masih sangat miskin seindonesia, dkota hingga pelosok dusun!!
eh mereka udah nikmat gitu, malah ngelunjak, kewajiban membela rakyat diabaikan, golongan busuk di utamakan,semuanya seolah hanya haknya yang ada dengan jadi pejabat, kewajiban hilang diacuhkan..
soal PDIP
PDIP tuh sekarang ibarat borok kronis that’s why ditinggalkan seluruhnya oleh idealis2x macam alm. bang sophan, dan lainnya. dan menendang loyalisnya yang royal membantu pake uang rakyat dengan label beli kapal tapi dipake kampanye pilpres n kalah….
ga bisa bayangkan gimana muka kalian – kalian pejabat bejat nan munafik saat di alam kubur nanti…..
Itulah gunanya NERAKA. Nanti kita lihat dari surga siapa2 saja wakil rakyat yang ngebohongi rakyat. Moga2 mereka hanya nikmati surga dunia dan kita nikmati surga yang sesungguhnya. Amin. Oleh karena itu kalau tidak bisa mengatasi nafsu jangan gegabah mau jadi wakil rakyat. Emangnya enak memikul amanat orang2 kecil.